23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Sosial; Memudahkan, Menyenangkan, Sekaligus Meresahkan

Putu Susila Darma by Putu Susila Darma
September 2, 2019
in Esai
Media Sosial; Memudahkan, Menyenangkan, Sekaligus Meresahkan

Foto dok tatkala

 “Jangan menggunakan media sosial untuk menekan masyarakat, gunakan media sosial untuk mempengaruhi masyarakat ke arah yang baik” —Dave Willis. Org-

____

Saat ini kita sedang hidup di jaman digital. Jaman informasi yang telah berkembang pesat dan cepat. Hal ini tentunya menghadirkan kondisi yang sangat berbeda sekali dengan jaman dulu pada saat era industri dan era agraris. Pada jaman informasi ini salah satunya ditandai oleh perkembangan teknologi yang sangat cepat dan canggih.

Perkembangan teknologi itu telah menciptakan berbagai produk-produk teknologi berupa elektronik terus tumbuh dan berkembang. Semakin canggihnya alat elektronik membuat semua media sosial yang sebagai salah satu hasil dari pengembangan teknologi tersebut semakin mudah diunduh di telepon genggam yang sering kita gunakan sehari-hari.

Semakin berkembangnya dunia teknologi, keberadaan media sosial rasanya sudah tak asing lagi bagi masyarakat modern masa kini. Mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga kalangan pelajar, sebagian besar dari mereka sudah melek akan kehadiran media sosial tersebut. Semua media sosial itu merupakan media untuk berteman dalam lingkup yang lebih luas di dunia maya.

Semakin mudahnya informasi diakses, justru keberadaan sejumlah media sosial kini tampaknya semakin menyenangkan. Tak peduli tua dan muda, media sosial saat ini tampaknya sudah tidak asing lagi. Mulai dari Facebook, Twitter, Path, Line, WhatsApp, dan sejenisnya. Ini sah-sah saja digunakan seiring kemajuan teknologi jaman sekarang.

Dengan media sosial itu pula lah seseorang bisa berbagi kepada orang-orang tentang perasaan atau peristiwa penting di kehidupan mereka. Namun, di sisi lain tak jarang pula keberadaan media sosial bikin penggunanya jadi baper (bawa perasaan) atau sensitif terhadap satu sama lain. Ada hal-hal kecil dan sepele bahkan tidak penting yang beberapa orang buat jadi besar karena mereka terlalu membawa-bawa kehidupan nyata ke dunia maya. Begitu juga sebaliknya.

Banyak sekali kasus timbul akibat jejaring sosial yang sulit dikontrol. Seperti konten atau muatan video, gambar, cerita, hingga ajaran radikal yang wajib disensor dan dihapus (blocked). Banyak sekali masyarakat belum paham arti media sosial serta bagaimana pemanfaatannya. Menangkal berbagai pengaruh negatif media sosial, umumnya internet, perlu memberikan program pemberdayaan berupa internet sehat. Namun itu belum berjalan sesuai harapan.

Baru-baru ini juga telah terjadi tindakan-tindakan kurang etis dan melanggar hukum yaitu tersebarnya banyak meme (candaan atau sindiran) di akun sosial media mewakili keresahan dan kekesalan. Gambar yang dibuatpun tak tanggung-tanggung sampai foto Kepala Negara pun diedit. Gambar yang beredar kebanyakan mengecam. Bahkan ada juga gambar buatan pengguna Facebook yang beredar menggunakan foto Mark Zuckerberg yang benar-benar mencemarkan namanya. Dalam foto tersebut pendiri Facebook digambarkan sedang marah karena jejaring sosial miliknya dijadikan sebagai sebuah alat kampanye politik.

Kalau ditelusuri atau dipikirkan secara mental sehat. Apa sebenarnya keuntungan kita mencemooh orang-orang yang belum tentu bersalah? Apakah Anda tidak sadar kalau tindakan ini sama sekali tidak memberdayakan. Apakah Anda tidak tahu tindakan seperti ini sama sekali tidak membuat kita berkembang. Mental kita menjadi rusak oleh prilaku-prilaku negatif kita sendiri. Kita terlalu sibuk mendikte kehidupan orang lain bahkan kejadian-kejadian yang belum kita tahu pasti kebenarannya.

Kini di media sosial juga seolah-olah tampak orang-orang telah menjadi ahli. Namun keahlian yang muncul paling banyak ahli dalam menemukan kesalahan orang lain. Mereka ahli dalam menemukan dan menyebarkan kesalahan orang lain. Padahal secara obyektif jika permasalahan yang timbul itu dikaji secara kritis, permasalahan itu tidak demikian terjadi seperti hebatnya pemiliki akun media sosial yang telah menyebarkannya secara tidak bertanggung jawab.

Ini hanya ulah para pelaku kejahatan dunia dot.com yang ingin situsnya terkenal dan mendapat traffic (kunjungan) yang banyak. Anda tidak percaya? Coba sekarang lihat banyak portal-portal berita yang terkadang secara sengaja memberitakan informasi yang tidak masuk akal kepada kita, membuat judul berita yang terkadang jauh dari isinya. Dan sayangnya tanpa kita sadari setiap hari kita telah mengkonsumsi berita-berita yang kurang berkualitas, sehingga pikiran kitapun akan terpengaruh dan berdampak menjadi tidak berkualitas juga.

Bukan hanya itu saja, kini orang tua bahkan pejabat publik yang duduk di kursi birokrasi pun banyak yang mengabaikan esensi kebenaran dan pura-pura tidak tahu sesuatu yang harusnya dibaca sambil berpikir lalu buru-buru menyalahkan orang lain. Seakan-akan Ia itu orang yang paling benar. Sungguh sangat disesalkan. Kita semua baru hanya mampu sebatas pada menemukan kesalahan hasil kerja orang lain, tanpa sadar sesungguhnya kita telah menjadi korban kejahatan dunia dot.com.

Selain situasi yang tidak baik akibat media sosial tersebut. Namun di sisi lain kalau kita cerdas menggunakan media sosial. Media ini justru akan memberi manfaat yang positif pada orang yang bergerak di bidang pemanfaatan media sosial. Salah satu contohnya adalah dalam dunia bisnis. Para pebisnis banyak juga yang memperkenalkan produk ataupun layanan jasanya lewat media sosial. Selain itu, sosok figur publik juga banyak yang memanfaatkan media ini, misalnya seorang Politikus yang memproklamirkan visi misinya lewat laman facebook.         

Media sosial ini tentunya benar-benar membantu sekali dalam mencapai target-target bagi para usernya. Hanya saja kembali seperti persoalan di awal, kita harus cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial yang telah ada.

Pertumbuhan internet jaman sekarang sudah sampai ke pelosok-pelosok daerah, untuk itu kita sebagai pengguna atau user sangat penting dibekali pemahaman mengenai internet termasuk media sosial di dalamnya.

Tujuan utama saya membahas perihal ini supaya masyarakat khususnya remaja, dan siswa benar-benar memahami aturan dan cara memanfaatkan internet dengan benar dan baik. Mereka menjadi lebih kritis dan lebih ilmiah lagi dalam meyikapi persoalan-persoalan yang terjadi. Kalau tidak suatu saat nanti kemungkinan media sosial akan membutakan wawasan Anda menjadi sempit.

 Seperti data yang dipaparkan oleh Broadcasting Board of Governors (BBG) Gallup bertajuk Media Use in Indonesia 2012 menunjukkan, pengguna internet di Indonesia didominasi oleh mereka yang berusia 15 sampai 24 tahun. Angka ini termasuk akun anak berusia di bawah 13 tahun yang memalsukan umur demi memiliki Facebook. Sedangkan usia 25-34 tahun hanya mencapai 25 persen saja. Untuk usia di atasnya, 35-54 tahun hanya mencapai 11 persen dan sekitar 2 persen pengguna di atas usia 55 tahun (Viva.co.id).

Berdasarkan data itu, disinilah sangat penting bagi kita untuk memberdayakan remaja supaya bisa memanfaatkan internet atau media sosial dengan baik. Penyuluhan atau sosialisasi mengenai internet sehat sebenarnya ditujukan untuk umum, namun yang utama adalah para generasi penerus kita, sebab mereka sering menggunakan media sosial tapi tidak tahu yang boleh mereka posting atau tidak.

Jadilah orang yang bijak, yaitu orang yang menyampaikan fakta dengan data bukan kata yang subyektif (gunakan fakta dan data yang valid). Jangan sampai kita yang diperdayai oleh teknologi yang sebetulnya kita ciptakan sendiri. [T]

Tags: gaya hidupmedia sosialTekhnologi Informastika
Share54TweetSendShareSend
Previous Post

Kekuatan Apa Hingga Subaltern Papua Bisa Berbicara?

Next Post

“Nandurin Karang Awak”, Bukan “Ngadep Karang”

Putu Susila Darma

Putu Susila Darma

Bernama lengkap I Putu Susila Darma. Magister Pendidikan Dasar yang lahir di Patas Gerokgak, Buleleng. Tinggal di Singaraja, Bali

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Etos Kerja Orang Bali, “Jengah” & “De Ngadén Awak Bisa”

“Nandurin Karang Awak”, Bukan “Ngadep Karang”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co