2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Sosial; Memudahkan, Menyenangkan, Sekaligus Meresahkan

Putu Susila Darma by Putu Susila Darma
September 2, 2019
in Esai
Media Sosial; Memudahkan, Menyenangkan, Sekaligus Meresahkan

Foto dok tatkala

 “Jangan menggunakan media sosial untuk menekan masyarakat, gunakan media sosial untuk mempengaruhi masyarakat ke arah yang baik” —Dave Willis. Org-

____

Saat ini kita sedang hidup di jaman digital. Jaman informasi yang telah berkembang pesat dan cepat. Hal ini tentunya menghadirkan kondisi yang sangat berbeda sekali dengan jaman dulu pada saat era industri dan era agraris. Pada jaman informasi ini salah satunya ditandai oleh perkembangan teknologi yang sangat cepat dan canggih.

Perkembangan teknologi itu telah menciptakan berbagai produk-produk teknologi berupa elektronik terus tumbuh dan berkembang. Semakin canggihnya alat elektronik membuat semua media sosial yang sebagai salah satu hasil dari pengembangan teknologi tersebut semakin mudah diunduh di telepon genggam yang sering kita gunakan sehari-hari.

Semakin berkembangnya dunia teknologi, keberadaan media sosial rasanya sudah tak asing lagi bagi masyarakat modern masa kini. Mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga kalangan pelajar, sebagian besar dari mereka sudah melek akan kehadiran media sosial tersebut. Semua media sosial itu merupakan media untuk berteman dalam lingkup yang lebih luas di dunia maya.

Semakin mudahnya informasi diakses, justru keberadaan sejumlah media sosial kini tampaknya semakin menyenangkan. Tak peduli tua dan muda, media sosial saat ini tampaknya sudah tidak asing lagi. Mulai dari Facebook, Twitter, Path, Line, WhatsApp, dan sejenisnya. Ini sah-sah saja digunakan seiring kemajuan teknologi jaman sekarang.

Dengan media sosial itu pula lah seseorang bisa berbagi kepada orang-orang tentang perasaan atau peristiwa penting di kehidupan mereka. Namun, di sisi lain tak jarang pula keberadaan media sosial bikin penggunanya jadi baper (bawa perasaan) atau sensitif terhadap satu sama lain. Ada hal-hal kecil dan sepele bahkan tidak penting yang beberapa orang buat jadi besar karena mereka terlalu membawa-bawa kehidupan nyata ke dunia maya. Begitu juga sebaliknya.

Banyak sekali kasus timbul akibat jejaring sosial yang sulit dikontrol. Seperti konten atau muatan video, gambar, cerita, hingga ajaran radikal yang wajib disensor dan dihapus (blocked). Banyak sekali masyarakat belum paham arti media sosial serta bagaimana pemanfaatannya. Menangkal berbagai pengaruh negatif media sosial, umumnya internet, perlu memberikan program pemberdayaan berupa internet sehat. Namun itu belum berjalan sesuai harapan.

Baru-baru ini juga telah terjadi tindakan-tindakan kurang etis dan melanggar hukum yaitu tersebarnya banyak meme (candaan atau sindiran) di akun sosial media mewakili keresahan dan kekesalan. Gambar yang dibuatpun tak tanggung-tanggung sampai foto Kepala Negara pun diedit. Gambar yang beredar kebanyakan mengecam. Bahkan ada juga gambar buatan pengguna Facebook yang beredar menggunakan foto Mark Zuckerberg yang benar-benar mencemarkan namanya. Dalam foto tersebut pendiri Facebook digambarkan sedang marah karena jejaring sosial miliknya dijadikan sebagai sebuah alat kampanye politik.

Kalau ditelusuri atau dipikirkan secara mental sehat. Apa sebenarnya keuntungan kita mencemooh orang-orang yang belum tentu bersalah? Apakah Anda tidak sadar kalau tindakan ini sama sekali tidak memberdayakan. Apakah Anda tidak tahu tindakan seperti ini sama sekali tidak membuat kita berkembang. Mental kita menjadi rusak oleh prilaku-prilaku negatif kita sendiri. Kita terlalu sibuk mendikte kehidupan orang lain bahkan kejadian-kejadian yang belum kita tahu pasti kebenarannya.

Kini di media sosial juga seolah-olah tampak orang-orang telah menjadi ahli. Namun keahlian yang muncul paling banyak ahli dalam menemukan kesalahan orang lain. Mereka ahli dalam menemukan dan menyebarkan kesalahan orang lain. Padahal secara obyektif jika permasalahan yang timbul itu dikaji secara kritis, permasalahan itu tidak demikian terjadi seperti hebatnya pemiliki akun media sosial yang telah menyebarkannya secara tidak bertanggung jawab.

Ini hanya ulah para pelaku kejahatan dunia dot.com yang ingin situsnya terkenal dan mendapat traffic (kunjungan) yang banyak. Anda tidak percaya? Coba sekarang lihat banyak portal-portal berita yang terkadang secara sengaja memberitakan informasi yang tidak masuk akal kepada kita, membuat judul berita yang terkadang jauh dari isinya. Dan sayangnya tanpa kita sadari setiap hari kita telah mengkonsumsi berita-berita yang kurang berkualitas, sehingga pikiran kitapun akan terpengaruh dan berdampak menjadi tidak berkualitas juga.

Bukan hanya itu saja, kini orang tua bahkan pejabat publik yang duduk di kursi birokrasi pun banyak yang mengabaikan esensi kebenaran dan pura-pura tidak tahu sesuatu yang harusnya dibaca sambil berpikir lalu buru-buru menyalahkan orang lain. Seakan-akan Ia itu orang yang paling benar. Sungguh sangat disesalkan. Kita semua baru hanya mampu sebatas pada menemukan kesalahan hasil kerja orang lain, tanpa sadar sesungguhnya kita telah menjadi korban kejahatan dunia dot.com.

Selain situasi yang tidak baik akibat media sosial tersebut. Namun di sisi lain kalau kita cerdas menggunakan media sosial. Media ini justru akan memberi manfaat yang positif pada orang yang bergerak di bidang pemanfaatan media sosial. Salah satu contohnya adalah dalam dunia bisnis. Para pebisnis banyak juga yang memperkenalkan produk ataupun layanan jasanya lewat media sosial. Selain itu, sosok figur publik juga banyak yang memanfaatkan media ini, misalnya seorang Politikus yang memproklamirkan visi misinya lewat laman facebook.         

Media sosial ini tentunya benar-benar membantu sekali dalam mencapai target-target bagi para usernya. Hanya saja kembali seperti persoalan di awal, kita harus cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial yang telah ada.

Pertumbuhan internet jaman sekarang sudah sampai ke pelosok-pelosok daerah, untuk itu kita sebagai pengguna atau user sangat penting dibekali pemahaman mengenai internet termasuk media sosial di dalamnya.

Tujuan utama saya membahas perihal ini supaya masyarakat khususnya remaja, dan siswa benar-benar memahami aturan dan cara memanfaatkan internet dengan benar dan baik. Mereka menjadi lebih kritis dan lebih ilmiah lagi dalam meyikapi persoalan-persoalan yang terjadi. Kalau tidak suatu saat nanti kemungkinan media sosial akan membutakan wawasan Anda menjadi sempit.

 Seperti data yang dipaparkan oleh Broadcasting Board of Governors (BBG) Gallup bertajuk Media Use in Indonesia 2012 menunjukkan, pengguna internet di Indonesia didominasi oleh mereka yang berusia 15 sampai 24 tahun. Angka ini termasuk akun anak berusia di bawah 13 tahun yang memalsukan umur demi memiliki Facebook. Sedangkan usia 25-34 tahun hanya mencapai 25 persen saja. Untuk usia di atasnya, 35-54 tahun hanya mencapai 11 persen dan sekitar 2 persen pengguna di atas usia 55 tahun (Viva.co.id).

Berdasarkan data itu, disinilah sangat penting bagi kita untuk memberdayakan remaja supaya bisa memanfaatkan internet atau media sosial dengan baik. Penyuluhan atau sosialisasi mengenai internet sehat sebenarnya ditujukan untuk umum, namun yang utama adalah para generasi penerus kita, sebab mereka sering menggunakan media sosial tapi tidak tahu yang boleh mereka posting atau tidak.

Jadilah orang yang bijak, yaitu orang yang menyampaikan fakta dengan data bukan kata yang subyektif (gunakan fakta dan data yang valid). Jangan sampai kita yang diperdayai oleh teknologi yang sebetulnya kita ciptakan sendiri. [T]

Tags: gaya hidupmedia sosialTekhnologi Informastika
Share54TweetSendShareSend
Previous Post

Kekuatan Apa Hingga Subaltern Papua Bisa Berbicara?

Next Post

“Nandurin Karang Awak”, Bukan “Ngadep Karang”

Putu Susila Darma

Putu Susila Darma

Bernama lengkap I Putu Susila Darma. Magister Pendidikan Dasar yang lahir di Patas Gerokgak, Buleleng. Tinggal di Singaraja, Bali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Etos Kerja Orang Bali, “Jengah” & “De Ngadén Awak Bisa”

“Nandurin Karang Awak”, Bukan “Ngadep Karang”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co