2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Sosial; Memudahkan, Menyenangkan, Sekaligus Meresahkan

Putu Susila Darma by Putu Susila Darma
September 2, 2019
in Esai
Media Sosial; Memudahkan, Menyenangkan, Sekaligus Meresahkan

Foto dok tatkala

 “Jangan menggunakan media sosial untuk menekan masyarakat, gunakan media sosial untuk mempengaruhi masyarakat ke arah yang baik” —Dave Willis. Org-

____

Saat ini kita sedang hidup di jaman digital. Jaman informasi yang telah berkembang pesat dan cepat. Hal ini tentunya menghadirkan kondisi yang sangat berbeda sekali dengan jaman dulu pada saat era industri dan era agraris. Pada jaman informasi ini salah satunya ditandai oleh perkembangan teknologi yang sangat cepat dan canggih.

Perkembangan teknologi itu telah menciptakan berbagai produk-produk teknologi berupa elektronik terus tumbuh dan berkembang. Semakin canggihnya alat elektronik membuat semua media sosial yang sebagai salah satu hasil dari pengembangan teknologi tersebut semakin mudah diunduh di telepon genggam yang sering kita gunakan sehari-hari.

Semakin berkembangnya dunia teknologi, keberadaan media sosial rasanya sudah tak asing lagi bagi masyarakat modern masa kini. Mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga kalangan pelajar, sebagian besar dari mereka sudah melek akan kehadiran media sosial tersebut. Semua media sosial itu merupakan media untuk berteman dalam lingkup yang lebih luas di dunia maya.

Semakin mudahnya informasi diakses, justru keberadaan sejumlah media sosial kini tampaknya semakin menyenangkan. Tak peduli tua dan muda, media sosial saat ini tampaknya sudah tidak asing lagi. Mulai dari Facebook, Twitter, Path, Line, WhatsApp, dan sejenisnya. Ini sah-sah saja digunakan seiring kemajuan teknologi jaman sekarang.

Dengan media sosial itu pula lah seseorang bisa berbagi kepada orang-orang tentang perasaan atau peristiwa penting di kehidupan mereka. Namun, di sisi lain tak jarang pula keberadaan media sosial bikin penggunanya jadi baper (bawa perasaan) atau sensitif terhadap satu sama lain. Ada hal-hal kecil dan sepele bahkan tidak penting yang beberapa orang buat jadi besar karena mereka terlalu membawa-bawa kehidupan nyata ke dunia maya. Begitu juga sebaliknya.

Banyak sekali kasus timbul akibat jejaring sosial yang sulit dikontrol. Seperti konten atau muatan video, gambar, cerita, hingga ajaran radikal yang wajib disensor dan dihapus (blocked). Banyak sekali masyarakat belum paham arti media sosial serta bagaimana pemanfaatannya. Menangkal berbagai pengaruh negatif media sosial, umumnya internet, perlu memberikan program pemberdayaan berupa internet sehat. Namun itu belum berjalan sesuai harapan.

Baru-baru ini juga telah terjadi tindakan-tindakan kurang etis dan melanggar hukum yaitu tersebarnya banyak meme (candaan atau sindiran) di akun sosial media mewakili keresahan dan kekesalan. Gambar yang dibuatpun tak tanggung-tanggung sampai foto Kepala Negara pun diedit. Gambar yang beredar kebanyakan mengecam. Bahkan ada juga gambar buatan pengguna Facebook yang beredar menggunakan foto Mark Zuckerberg yang benar-benar mencemarkan namanya. Dalam foto tersebut pendiri Facebook digambarkan sedang marah karena jejaring sosial miliknya dijadikan sebagai sebuah alat kampanye politik.

Kalau ditelusuri atau dipikirkan secara mental sehat. Apa sebenarnya keuntungan kita mencemooh orang-orang yang belum tentu bersalah? Apakah Anda tidak sadar kalau tindakan ini sama sekali tidak memberdayakan. Apakah Anda tidak tahu tindakan seperti ini sama sekali tidak membuat kita berkembang. Mental kita menjadi rusak oleh prilaku-prilaku negatif kita sendiri. Kita terlalu sibuk mendikte kehidupan orang lain bahkan kejadian-kejadian yang belum kita tahu pasti kebenarannya.

Kini di media sosial juga seolah-olah tampak orang-orang telah menjadi ahli. Namun keahlian yang muncul paling banyak ahli dalam menemukan kesalahan orang lain. Mereka ahli dalam menemukan dan menyebarkan kesalahan orang lain. Padahal secara obyektif jika permasalahan yang timbul itu dikaji secara kritis, permasalahan itu tidak demikian terjadi seperti hebatnya pemiliki akun media sosial yang telah menyebarkannya secara tidak bertanggung jawab.

Ini hanya ulah para pelaku kejahatan dunia dot.com yang ingin situsnya terkenal dan mendapat traffic (kunjungan) yang banyak. Anda tidak percaya? Coba sekarang lihat banyak portal-portal berita yang terkadang secara sengaja memberitakan informasi yang tidak masuk akal kepada kita, membuat judul berita yang terkadang jauh dari isinya. Dan sayangnya tanpa kita sadari setiap hari kita telah mengkonsumsi berita-berita yang kurang berkualitas, sehingga pikiran kitapun akan terpengaruh dan berdampak menjadi tidak berkualitas juga.

Bukan hanya itu saja, kini orang tua bahkan pejabat publik yang duduk di kursi birokrasi pun banyak yang mengabaikan esensi kebenaran dan pura-pura tidak tahu sesuatu yang harusnya dibaca sambil berpikir lalu buru-buru menyalahkan orang lain. Seakan-akan Ia itu orang yang paling benar. Sungguh sangat disesalkan. Kita semua baru hanya mampu sebatas pada menemukan kesalahan hasil kerja orang lain, tanpa sadar sesungguhnya kita telah menjadi korban kejahatan dunia dot.com.

Selain situasi yang tidak baik akibat media sosial tersebut. Namun di sisi lain kalau kita cerdas menggunakan media sosial. Media ini justru akan memberi manfaat yang positif pada orang yang bergerak di bidang pemanfaatan media sosial. Salah satu contohnya adalah dalam dunia bisnis. Para pebisnis banyak juga yang memperkenalkan produk ataupun layanan jasanya lewat media sosial. Selain itu, sosok figur publik juga banyak yang memanfaatkan media ini, misalnya seorang Politikus yang memproklamirkan visi misinya lewat laman facebook.         

Media sosial ini tentunya benar-benar membantu sekali dalam mencapai target-target bagi para usernya. Hanya saja kembali seperti persoalan di awal, kita harus cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial yang telah ada.

Pertumbuhan internet jaman sekarang sudah sampai ke pelosok-pelosok daerah, untuk itu kita sebagai pengguna atau user sangat penting dibekali pemahaman mengenai internet termasuk media sosial di dalamnya.

Tujuan utama saya membahas perihal ini supaya masyarakat khususnya remaja, dan siswa benar-benar memahami aturan dan cara memanfaatkan internet dengan benar dan baik. Mereka menjadi lebih kritis dan lebih ilmiah lagi dalam meyikapi persoalan-persoalan yang terjadi. Kalau tidak suatu saat nanti kemungkinan media sosial akan membutakan wawasan Anda menjadi sempit.

 Seperti data yang dipaparkan oleh Broadcasting Board of Governors (BBG) Gallup bertajuk Media Use in Indonesia 2012 menunjukkan, pengguna internet di Indonesia didominasi oleh mereka yang berusia 15 sampai 24 tahun. Angka ini termasuk akun anak berusia di bawah 13 tahun yang memalsukan umur demi memiliki Facebook. Sedangkan usia 25-34 tahun hanya mencapai 25 persen saja. Untuk usia di atasnya, 35-54 tahun hanya mencapai 11 persen dan sekitar 2 persen pengguna di atas usia 55 tahun (Viva.co.id).

Berdasarkan data itu, disinilah sangat penting bagi kita untuk memberdayakan remaja supaya bisa memanfaatkan internet atau media sosial dengan baik. Penyuluhan atau sosialisasi mengenai internet sehat sebenarnya ditujukan untuk umum, namun yang utama adalah para generasi penerus kita, sebab mereka sering menggunakan media sosial tapi tidak tahu yang boleh mereka posting atau tidak.

Jadilah orang yang bijak, yaitu orang yang menyampaikan fakta dengan data bukan kata yang subyektif (gunakan fakta dan data yang valid). Jangan sampai kita yang diperdayai oleh teknologi yang sebetulnya kita ciptakan sendiri. [T]

Tags: gaya hidupmedia sosialTekhnologi Informastika
Share54TweetSendShareSend
Previous Post

Kekuatan Apa Hingga Subaltern Papua Bisa Berbicara?

Next Post

“Nandurin Karang Awak”, Bukan “Ngadep Karang”

Putu Susila Darma

Putu Susila Darma

Bernama lengkap I Putu Susila Darma. Magister Pendidikan Dasar yang lahir di Patas Gerokgak, Buleleng. Tinggal di Singaraja, Bali

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Etos Kerja Orang Bali, “Jengah” & “De Ngadén Awak Bisa”

“Nandurin Karang Awak”, Bukan “Ngadep Karang”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co