22 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Media Sosial, Wadah Caring dan Sharing Bukan Bullying

Ayu Cetiya Mahayekti by Ayu Cetiya Mahayekti
November 26, 2019
in Esai
Media Sosial, Wadah Caring dan Sharing Bukan Bullying

Ilustrasi diambli dari Google

Dewasa ini, keadaan media sosial sangatlah mendominasi setiap ruang dan waktu manusia. Sebagian besar orang saat ini menggunakan media sosial baik dalam pekerjaannya maupun dalam kegiatannya sehari-hari. Penggunaan media sosial ini sesungguhnya sangat diminati oleh banyak orang karena cukup mudah untuk digunakan, sangat efektif dan efisien dalam menyaring informasi, dan juga merupakan trend saat kini yang membuat orang-orang berlomba-lomba untuk menggunakannya. Namun, sesungguhnya media sosial seperti facebook, tweeter, instagram, dan lain-lain dapat didefinisikan sebagai pisau yang memiliki dua sisi dimana ketika digunakan dengan benar akan sangat membantu kehidupan kita, akan tetapi ketika digunakan dengan salah mungkin akan dapat membunuh kita.

Penggunaan media sosial dalam kehidupan kita merupakan hal yang wajar. Dengan media sosial kita dapat menunjukkan isi pikiran kita kepada dunia, dengan media sosial pula pikiran kita dapat terbuka dengan hal-hal baru di seluruh dunia. Menggunakan media sosial dapat menjadi suatu kesalahan atau hal yang tidak wajar apabila tidak disertai dengan moral yang baik bagi setiap penggunanya. Karena jika penggunaan media sosial tidak disertai dengan moral yang baik, maka akan banyak sekali terjadi penyimpangan moral yang dapat berakibat sangat fatal.

Beberapa contoh dari adanya penggunaan media sosial yang dapat berakibat sangat fatal dapat kita lihat dari salah satu kejadian yang beberapa waktu lalu yang sangat hangat dibicarakan oleh masyarakat terutama masyarakat yang sangat menyukai K-POP atau Korea. Sebuah berita yang dilansir dari tribunnews.com berbunyi “Mantan personel girl group f(x) yang kemudian menjadi aktris, Sulli, meninggal dunia di usia 25 tahun. Polisi mengungkapkan bahwa artis dengan nama asli Choi Ji-rin itu ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada 14 Oktober 2019 (Tribunnews.com)”

Kabar mengenai meninggalnya Sulli yang merupakan salah satu aktris di dunia music Korea ini terjadi akibat depresi yang menghantuinya, juga diperkuat oleh tanggapan penggemarnya yang ada di dunia sosial. Penggemar Sulli seringkali ramai-ramai memposting tentang tindak tanduk Sulli belakangan ini, dimana salah satunya adalah ketika ia menangis di instagram live dan berkata kepada para dunia bahwa; “Saya bukan orang yang jahat, katakan satu hal saja tentang saya (yang baik) karena saya pantas menerimanya.”

Kasus ini sempat sangat ramai di kalangan masyarakat terutama anak muda. Sebagai seorang aktris mungkin cyber bullying atau suatu kegiatan yang mengintimidasi seseorangpada media sosial kerap terjadi. Hal tersebut tentu dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki moral yang baik. Kasus cyber bullying ini biasanya terjadi karena salah satu pihak merasa tidak suka dengan pihak lain baik secara fisik maupun perilaku orang tersebut.

Melalui adanya berita ini dapat kita lihat bahwa pengguna media sosial belum bijak dalam menempatkan kalimat dan kata-kata yang tepat untuk orang lain. Dalam hal ini juga terkesan bahwa pengguna media sosial hanya memandang orang lain dalam dunia maya dengan sebelah mata dan langsung memberikan komentar buruk tentang orang tersebut. Kasus ini tidak hanya terjadi sekali atua dua kali, kasus ini terjadi berkali-kali. Masih banyak lagi kasus cyber bulliying yang terjadi di dunia, walaupun tidak menyebabkan kematian, namun tetap akan menyakiti perasaan orang lain.

Melalui hal ini kita sebagai generasi penerus bangsa seharusnya memahami dan menerapkan moral yang baik. Moral baik yang dimaksud adalah moral yang sesuai dengan etika dan norma yang ada pada suatu daerah atau Negara. Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang memiliki dasar negara yaitu Pancasila. Dalam hal ini Pancasila memiliki peran yang sangat penting untuk mengatasi berbagai masalah di Indonesia dimana salah satunya adalah masalah bullying.

Bullying ini sendiri sesungguhnya telah melanggar nilai ke-2 dari Pancasila yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” karena pada kenyataanya setiap manusia memiliki hak nya masing-masing yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa sejak lahir. Hak tersebut dinamakan hak asasi manusia. Setiap manusia memiliki haknya masing-masing, terutama hak mendapatkan keadilan dalam setiap perlakuan. Bullying merupakan pencemaran nilai Pancasila sila ke-2 karena ketika kita melakukan bullying maka seseorang yang terkena hal ini akan kehilangan haknya untuk dihargai serta dihormati privasinya.

Kasus bullying biasanya dilakukan dengan mengintimidasi dan menggretak sang korban atas apa yang dilakukannya serta dapat juga memperlakukan privasi sang korban sebagai bahan pembicaraan. Hal ini sungguh tidak etis apabila dari ditinjau dari segi manapun. Walaupun seseorang terkadang merasa tidak apa-apa ketika ter-bully, berbeda hal nya dengan orang lain yang mungkin akan sangat merasa sakit hati bahkan sampai melakukan tindakan bunuh diri atas adanya perilaku bullying tersebut.

Media sosial seharusnya menjadi media untuk menyampaikan rasa empati dan peduli. Media sosial seharusnya menjadi tempat berbagi ilmu yang berguna untuk orang-orang di sekitar kita maupun di seluruh dunia. Dengan adanya media sosial kita dapat mendekatkan yang jauh namun kita tidak boleh menjauhkan yang berada di dekat kita.

Hal itu tergantung dengan bagaimana sikap dari pengguna media sosial tersebut, oleh karena itu sejak saat ini setiap kalangan baik anak-anak sampai dengan orang dewasa harus tetap diberi pengetahuan dan peringatan terkait dengan penggunaan media sosial terutama mengenai bahasa yang dipakai saat berkomunikasi melalui media sosial dan juga mengenai pengertian yang lebih dalam lagi mengenai arti saling mendukung sesama manusia bukannya menjatuhkan sesama.

Pengetahuan mengenai moral dan etika harus mulai saat ini diingatkan kembali kepada siapapun itu, apapun pekerjaanya, bagaimanapun strata sosialnya, semua orang wajib diingatkan mengenai moral dan etika yang sesuai dengan nilai nilai pancasila agar tidak lagi terjadi penyelewengan yang dapat berpengaruh buruk bahkan dapat sangat buruk kepada orang lain.

Setiap individu di dunia ini adalah insan yang unik dan memiliki kehidupannya masing-masing. Kita sebagai mahluk sosial seharusnya dapat memahami hal tersebut bahwa tidak semua hal yang kita anggap buruk akan dianggap buruk pula oleh orang lain. Menggunakan media sosial adalah suatu pilihan. Ketika kita mengaku bahwa kita merupakan orang yang bijak, maka apa yang kita sebarkan di media sosial seharusnya juga merupakan hal yang bijak.

You are responsible for everything you post and everything you post will be a reflection on you – Germany Kent. [T]

Tags: bullyingmedia sosial
Share28TweetSendShareSend
Previous Post

Guru (Masih) dalam Pusaran Hegemoni Kekuasaan

Next Post

Kiri dan Kanan – Catatan Pembacaan Ensiklopedi Kiwa Tengen

Ayu Cetiya Mahayekti

Ayu Cetiya Mahayekti

Mahasiswa Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan Universitas Brawijaya

Related Posts

Besar Cerita, Besar Berita

by Angga Wijaya
May 21, 2026
0
Besar Cerita, Besar Berita

ENTAH kebetulan atau tidak, saya beberapa kali mendapati pada beberapa keluarga di Bali yang suka membesar-besarkan cerita tentang bantuan yang...

Read moreDetails

Hati-Hati Ada Proyek!

by Dede Putra Wiguna
May 21, 2026
0
Hati-Hati Ada Proyek!

DI Bali, terutama wilayah selatan, papan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Proyek’ bukan lagi sekadar penanda pembangunan. Ia telah menjadi semacam slogan...

Read moreDetails

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
0
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

Read moreDetails

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

by Chusmeru
May 20, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SETIAP tanggal 20 Mei bangsa Indonesia seolah menyetel ulang kompas tentang nasionalisme. Dari mana nasionalisme dimulai, dan kini hendak dibawa...

Read moreDetails

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

by Emi Suy
May 19, 2026
0
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi

DUNIA modern melahirkan manusia-manusia yang semakin pandai berbicara, tetapi perlahan kehilangan kemampuan memahami. Hari ini, orang terlalu cepat membuat kesimpulan...

Read moreDetails

Setelah Tari Pembuka, Apa yang Tersisa dari Diplomasi Budaya Indonesia?

by Early NHS
May 19, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

JUMAT malam, 8 Mei 2026, di Mactan Expo, Cebu, Filipina, dalam jamuan santap malam KTT ke-48 ASEAN, budaya tampil lagi...

Read moreDetails

Emansipasi Wanita di Baduy  [Satu Sudut Pandang]

by Asep Kurnia
May 19, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KESETARAAN gender telah lama dikumandangkan, namun secara pasti entah mulai abad keberapa muncul kesadaran kolektif tentang tuntutan kesetaraan gender oleh...

Read moreDetails

Artikulasi atau Bisik-Bisik, Penting Mana?

by Petrus Imam Prawoto Jati
May 19, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, Hari Buruh kemarin, yang hampir kita lupakan, sebenarnya menyimpan satu momen kecil yang lebih menarik daripada...

Read moreDetails

Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

by I Gusti Made Darma Putra
May 19, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

Kita telah rajin merekam panggung, tetapi belum cukup serius merekam proses penciptaannya. Menjelang Pesta Kesenian Bali 2026, denyut kesenian Bali...

Read moreDetails

Mengapa Agama Kita Mengabarkan Lebih Banyak Berita Buruk?

by Putu Arya Nugraha
May 19, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Sebuah paradoks tentunya. Agama, mestinya membawa hal-hal baik, bahkan meski jika itu sebuah ilusi seperti yang dikatakan oleh Karl Marx....

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Kiri dan Kanan - Catatan Pembacaan Ensiklopedi Kiwa Tengen

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan
Panggung

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

DUA sekaa gong yang mebarung atau tampil berhadap-hadapan memenuhi Bale Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, dalam sebuah pertukaran...

by Komang Puja Savitri
May 21, 2026
Berguru ke Baduy Luar
Tualang

Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
Besar Cerita, Besar Berita
Esai

Besar Cerita, Besar Berita

ENTAH kebetulan atau tidak, saya beberapa kali mendapati pada beberapa keluarga di Bali yang suka membesar-besarkan cerita tentang bantuan yang...

by Angga Wijaya
May 21, 2026
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali
Khas

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
Hati-Hati Ada Proyek!
Esai

Hati-Hati Ada Proyek!

DI Bali, terutama wilayah selatan, papan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Proyek’ bukan lagi sekadar penanda pembangunan. Ia telah menjadi semacam slogan...

by Dede Putra Wiguna
May 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026
Gaya

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”
Panggung

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

"Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?
Khas

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital
Esai

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana
Ulas Musik

Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Citta-Vrittis dan Fenomena 'Sending' Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending...

by Ida Ayu Made Dwi Antari
May 20, 2026
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’
Ulas Buku

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

by Inno Koten
May 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co