4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2024
in Esai
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia

Seperti yang telah kita pahami bersama, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern.  Platform ini bukan hanya sabagai sarana untuk berbagi informasi dan berinteraksi, namun memiliki peran penting dalam membentuk persepsi dan nilai-nilai sosial. (Allcott & Gentzkow, 2017).

Nah, berkaitan dengan itu, belakangan ini ada satu platform media sosial yang tengah ramai dipebincangkan yaitu X, yang dulu namanya adalah Twitter dan kemudian diakuisisi oleh Elon Musk pada akhir tahun 2022. Kemarin, pada akhir Mei 2024, Musk mengejutkan dunia dengan mengizinkan para pengguna X untuk mengunggah dan menikmati konten pornografi di platformnya itu.

Kebijakan ini kontan saja menuai kontroversi dan mengundang respon yang beragam dari berbagai kalangan, termasuk di Indonesia. Kebijakan dari X ini memicu timbulnya debat panas, seputar mengenai batasan kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial media. Di satu sisi, ada yang berpendapat bahwa langkah ini adalah bentuk dari kebebasan individu dan ekspresi kreatif.

Mereka yang merasa cocok dan mendukung kebijakan ini memiliki keyakinan bahwa platform media sosial harus menjadi ruang bebas di mana berbagai bentuk konten, apapun itu;  termasuk yang bersifat dewasa, dapat diakses oleh orang dewasa. Dengan catatan dibarengi dengan cara yang bertanggung jawab dalam versi mereka.

Namun, di sisi lain, tak kurang pula pihak yang menentang keras kebijakan ini. Kritik utama datang dari kelompok konservatif dan pemerintah Indonesia, yang khawatir akan adanya dampak negatif dari mudah akses ke konten pornografi, terutama untuk kalangan anak-anak dan remaja.

Ancaman  Kebebasan Berekspresi dan Privasi

Di Indonesia, yang kita ketahui memiliki norma dan nilai budaya yang kuat, kebijakan ini tentu dianggap sebagai suatu ancaman terhadap moralitas publik dan ketertiban sosial masyarakat Indonesia. Maka, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) kemudian  mempertimbangkan untuk memblokir akses ke platform X, jika X tidak mematuhi regulasi lokal yang ketat tentang konten dewasa.

 Kontroversi ini lalu memunculkan diskusi lebih luas tentang peran media sosial dalam masyarakat, serta bagaimana platform media sosial ini harus diatur. Ada yang menekankan pentingnya regulasi ketat untuk melindungi pengguna terutama anak-anak dan remaja dalam konteks  menjaga etika publik, sementara yang lain mengingatkan bahwa terlalu banyak regulasi bisa-bisa akan berdampak pada terhambatnya inovasi dan kebebasan berpendapat.

Pengguna-pengguna yang mendukung kebijakan X ini berpendapat bahwa, mereka punya hak untuk mengakses informasi dan konten sesuai dengan preferensi masing-masing, asalkan tidak  melanggar hukum. (Amnesty International, 2023).

 Dengan begitu, pemblokiran X dianggap sebagai tindakan sensor yang berlebihan dan bisa membatasi hak-hak digital warga negara. Mereka khawatir kalau tindakan ini bisa jadi preseden buruk bagi kebebasan berekspresi di dunia maya. Jadi, problemnya lalu menjadi tidak sesederhana itu, ada dilema antara menjaga moralitas publik dan melindungi kebebasan individu. (ICT Watch, 2023)

Benturan  Kepribadian dan Filosofi Bangsa

Banyak pihak merasa bahwa kebijakan X yang memungkinkan penyebaran konten pornografi itu dirasa tidak sesuai dengan kepribadian dan filosofi bangsa Indonesia. Paparan konten pornografi pada anak-anak Indonesia masuk urutan keempat di dunia, sehingga dirasa mengkhawatirkan  (Katadata.co.id, 2023).

Kita semua tahu, Indonesia itu negara dengan mayoritas penduduknya Muslim dan budaya Timur yang kental. (BPS, 2020). Sehingga dengan demikian, wajar saja jika kita punya pandangan yang cukup konservatif berkaitan dengan konten-konten eksplisit dan pornografi.

Tentu saja, kebijakan ini tidak hanya dianggap mengancam moral dan etika masyarakat kita aja, tapi juga bertentangan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang melarang penyebaran konten pornografi di internet. (UU ITE No. 11 Tahun 2008).  Jadi, kalau dibiarkan lebih lanjut, memang kebijakan X ini bisa jadi masalah serius untuk bangsa Indonesia.

 Belum lagi, kebijakan ini juga dinilai tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam melindungi generasi muda kita dari paparan konten-konten berbahaya. Kita semua tahu, Indonesia itu ekstra hati-hati dalam menjaga keutuhan moral dan budaya bangsa dengan menerapkan sensor ketat terhadap konten yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat kita.

Peran Pemerintah dan Regulator

Dalam situasi yang cukup genting semacam ini, tentu peran pemerintah dan regulator jadi sangat krusial.  Kominfo memang punya tanggung jawab besar untuk melindungi masyarakat kita dari dampak negatif konten-konten berbahaya. Tapi di sisi lain, mereka juga harus bisa menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan moral bangsa.

Nah, yang jadi taruhan di sini bukan hanya menyoal moralitas publik, tapi juga kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia yang kita junjung tinggi. (BPIP, 2021). Tentu  kita tidak menghendaki budaya dan nilai-nilai kita tergerus begitu saja bukan?

Dengan demikian, Kominfo diharapkan bisa memberikan panduan yang jelas dan tegas soal kebijakan X ini. Mereka semestinya dapat berani mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dunia maya, demi menjaga kepribadian dan integritas bangsa kita.

Masyarakat tentu berharap Kominfo bisa bertindak tegas dan konsisten dengan prinsip-prinsip yang dianut bangsa Indonesia, termasuk nilai-nilai luhur Pancasila. Apakah kemudian Kominfo akan memblokir platform X atau mencari solusi alternatif yang lebih bijak dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kebangsaan kita? Ini pertanyaan besar yang jawabannya masih menanti di persimpangan jalan. 

Tapi satu hal yang pasti, kepentingan masyarakat Indonesia harus jadi prioritas utama Pemerintah  dalam hal ini adalah Kominfo, dalam menghadapi tantangan seperti ini. Sepatutnya mereka tidak boleh lepas dari nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai dalam Pancasila itulah yang harus jadi pedoman dalam menyikapi kebijakan kontroversial X ini. Bukan cuma soal moralitas publik, tapi juga identitas dan jati diri bangsa yang harus dijaga.

Kita semua berharap, semoga Kominfo bisa mengambil keputusan bijak yang mencerminkan filosofi dan kepribadian bangsa Indonesia yang kita banggakan. Merdeka! [T]

Majukan Wisata lewat Keterampilan Fotografi Generasi Muda
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional
Media Sosial dan Pengaruhnya dalam Perkembangan Bahasa
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?

                                                                                  

Tags: media sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Choose Your Fighter! Inilah 10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 – Siapa Jagoan Kalian?

Next Post

Pelegongan Klasik dari Sanggar Seni Cudamani: Indah dan Memukau

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Pelegongan Klasik dari Sanggar Seni Cudamani: Indah dan Memukau

Pelegongan Klasik dari Sanggar Seni Cudamani: Indah dan Memukau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co