24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2024
in Esai
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia

Seperti yang telah kita pahami bersama, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern.  Platform ini bukan hanya sabagai sarana untuk berbagi informasi dan berinteraksi, namun memiliki peran penting dalam membentuk persepsi dan nilai-nilai sosial. (Allcott & Gentzkow, 2017).

Nah, berkaitan dengan itu, belakangan ini ada satu platform media sosial yang tengah ramai dipebincangkan yaitu X, yang dulu namanya adalah Twitter dan kemudian diakuisisi oleh Elon Musk pada akhir tahun 2022. Kemarin, pada akhir Mei 2024, Musk mengejutkan dunia dengan mengizinkan para pengguna X untuk mengunggah dan menikmati konten pornografi di platformnya itu.

Kebijakan ini kontan saja menuai kontroversi dan mengundang respon yang beragam dari berbagai kalangan, termasuk di Indonesia. Kebijakan dari X ini memicu timbulnya debat panas, seputar mengenai batasan kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial media. Di satu sisi, ada yang berpendapat bahwa langkah ini adalah bentuk dari kebebasan individu dan ekspresi kreatif.

Mereka yang merasa cocok dan mendukung kebijakan ini memiliki keyakinan bahwa platform media sosial harus menjadi ruang bebas di mana berbagai bentuk konten, apapun itu;  termasuk yang bersifat dewasa, dapat diakses oleh orang dewasa. Dengan catatan dibarengi dengan cara yang bertanggung jawab dalam versi mereka.

Namun, di sisi lain, tak kurang pula pihak yang menentang keras kebijakan ini. Kritik utama datang dari kelompok konservatif dan pemerintah Indonesia, yang khawatir akan adanya dampak negatif dari mudah akses ke konten pornografi, terutama untuk kalangan anak-anak dan remaja.

Ancaman  Kebebasan Berekspresi dan Privasi

Di Indonesia, yang kita ketahui memiliki norma dan nilai budaya yang kuat, kebijakan ini tentu dianggap sebagai suatu ancaman terhadap moralitas publik dan ketertiban sosial masyarakat Indonesia. Maka, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) kemudian  mempertimbangkan untuk memblokir akses ke platform X, jika X tidak mematuhi regulasi lokal yang ketat tentang konten dewasa.

 Kontroversi ini lalu memunculkan diskusi lebih luas tentang peran media sosial dalam masyarakat, serta bagaimana platform media sosial ini harus diatur. Ada yang menekankan pentingnya regulasi ketat untuk melindungi pengguna terutama anak-anak dan remaja dalam konteks  menjaga etika publik, sementara yang lain mengingatkan bahwa terlalu banyak regulasi bisa-bisa akan berdampak pada terhambatnya inovasi dan kebebasan berpendapat.

Pengguna-pengguna yang mendukung kebijakan X ini berpendapat bahwa, mereka punya hak untuk mengakses informasi dan konten sesuai dengan preferensi masing-masing, asalkan tidak  melanggar hukum. (Amnesty International, 2023).

 Dengan begitu, pemblokiran X dianggap sebagai tindakan sensor yang berlebihan dan bisa membatasi hak-hak digital warga negara. Mereka khawatir kalau tindakan ini bisa jadi preseden buruk bagi kebebasan berekspresi di dunia maya. Jadi, problemnya lalu menjadi tidak sesederhana itu, ada dilema antara menjaga moralitas publik dan melindungi kebebasan individu. (ICT Watch, 2023)

Benturan  Kepribadian dan Filosofi Bangsa

Banyak pihak merasa bahwa kebijakan X yang memungkinkan penyebaran konten pornografi itu dirasa tidak sesuai dengan kepribadian dan filosofi bangsa Indonesia. Paparan konten pornografi pada anak-anak Indonesia masuk urutan keempat di dunia, sehingga dirasa mengkhawatirkan  (Katadata.co.id, 2023).

Kita semua tahu, Indonesia itu negara dengan mayoritas penduduknya Muslim dan budaya Timur yang kental. (BPS, 2020). Sehingga dengan demikian, wajar saja jika kita punya pandangan yang cukup konservatif berkaitan dengan konten-konten eksplisit dan pornografi.

Tentu saja, kebijakan ini tidak hanya dianggap mengancam moral dan etika masyarakat kita aja, tapi juga bertentangan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang melarang penyebaran konten pornografi di internet. (UU ITE No. 11 Tahun 2008).  Jadi, kalau dibiarkan lebih lanjut, memang kebijakan X ini bisa jadi masalah serius untuk bangsa Indonesia.

 Belum lagi, kebijakan ini juga dinilai tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam melindungi generasi muda kita dari paparan konten-konten berbahaya. Kita semua tahu, Indonesia itu ekstra hati-hati dalam menjaga keutuhan moral dan budaya bangsa dengan menerapkan sensor ketat terhadap konten yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat kita.

Peran Pemerintah dan Regulator

Dalam situasi yang cukup genting semacam ini, tentu peran pemerintah dan regulator jadi sangat krusial.  Kominfo memang punya tanggung jawab besar untuk melindungi masyarakat kita dari dampak negatif konten-konten berbahaya. Tapi di sisi lain, mereka juga harus bisa menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan moral bangsa.

Nah, yang jadi taruhan di sini bukan hanya menyoal moralitas publik, tapi juga kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia yang kita junjung tinggi. (BPIP, 2021). Tentu  kita tidak menghendaki budaya dan nilai-nilai kita tergerus begitu saja bukan?

Dengan demikian, Kominfo diharapkan bisa memberikan panduan yang jelas dan tegas soal kebijakan X ini. Mereka semestinya dapat berani mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dunia maya, demi menjaga kepribadian dan integritas bangsa kita.

Masyarakat tentu berharap Kominfo bisa bertindak tegas dan konsisten dengan prinsip-prinsip yang dianut bangsa Indonesia, termasuk nilai-nilai luhur Pancasila. Apakah kemudian Kominfo akan memblokir platform X atau mencari solusi alternatif yang lebih bijak dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kebangsaan kita? Ini pertanyaan besar yang jawabannya masih menanti di persimpangan jalan. 

Tapi satu hal yang pasti, kepentingan masyarakat Indonesia harus jadi prioritas utama Pemerintah  dalam hal ini adalah Kominfo, dalam menghadapi tantangan seperti ini. Sepatutnya mereka tidak boleh lepas dari nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai dalam Pancasila itulah yang harus jadi pedoman dalam menyikapi kebijakan kontroversial X ini. Bukan cuma soal moralitas publik, tapi juga identitas dan jati diri bangsa yang harus dijaga.

Kita semua berharap, semoga Kominfo bisa mengambil keputusan bijak yang mencerminkan filosofi dan kepribadian bangsa Indonesia yang kita banggakan. Merdeka! [T]

Majukan Wisata lewat Keterampilan Fotografi Generasi Muda
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional
Media Sosial dan Pengaruhnya dalam Perkembangan Bahasa
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?

                                                                                  

Tags: media sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Choose Your Fighter! Inilah 10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 – Siapa Jagoan Kalian?

Next Post

Pelegongan Klasik dari Sanggar Seni Cudamani: Indah dan Memukau

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Pelegongan Klasik dari Sanggar Seni Cudamani: Indah dan Memukau

Pelegongan Klasik dari Sanggar Seni Cudamani: Indah dan Memukau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co