14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2024
in Esai
Kontroversial X: Tantangan Nilai bagi Masyarakat Indonesia

Seperti yang telah kita pahami bersama, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern.  Platform ini bukan hanya sabagai sarana untuk berbagi informasi dan berinteraksi, namun memiliki peran penting dalam membentuk persepsi dan nilai-nilai sosial. (Allcott & Gentzkow, 2017).

Nah, berkaitan dengan itu, belakangan ini ada satu platform media sosial yang tengah ramai dipebincangkan yaitu X, yang dulu namanya adalah Twitter dan kemudian diakuisisi oleh Elon Musk pada akhir tahun 2022. Kemarin, pada akhir Mei 2024, Musk mengejutkan dunia dengan mengizinkan para pengguna X untuk mengunggah dan menikmati konten pornografi di platformnya itu.

Kebijakan ini kontan saja menuai kontroversi dan mengundang respon yang beragam dari berbagai kalangan, termasuk di Indonesia. Kebijakan dari X ini memicu timbulnya debat panas, seputar mengenai batasan kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial media. Di satu sisi, ada yang berpendapat bahwa langkah ini adalah bentuk dari kebebasan individu dan ekspresi kreatif.

Mereka yang merasa cocok dan mendukung kebijakan ini memiliki keyakinan bahwa platform media sosial harus menjadi ruang bebas di mana berbagai bentuk konten, apapun itu;  termasuk yang bersifat dewasa, dapat diakses oleh orang dewasa. Dengan catatan dibarengi dengan cara yang bertanggung jawab dalam versi mereka.

Namun, di sisi lain, tak kurang pula pihak yang menentang keras kebijakan ini. Kritik utama datang dari kelompok konservatif dan pemerintah Indonesia, yang khawatir akan adanya dampak negatif dari mudah akses ke konten pornografi, terutama untuk kalangan anak-anak dan remaja.

Ancaman  Kebebasan Berekspresi dan Privasi

Di Indonesia, yang kita ketahui memiliki norma dan nilai budaya yang kuat, kebijakan ini tentu dianggap sebagai suatu ancaman terhadap moralitas publik dan ketertiban sosial masyarakat Indonesia. Maka, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) kemudian  mempertimbangkan untuk memblokir akses ke platform X, jika X tidak mematuhi regulasi lokal yang ketat tentang konten dewasa.

 Kontroversi ini lalu memunculkan diskusi lebih luas tentang peran media sosial dalam masyarakat, serta bagaimana platform media sosial ini harus diatur. Ada yang menekankan pentingnya regulasi ketat untuk melindungi pengguna terutama anak-anak dan remaja dalam konteks  menjaga etika publik, sementara yang lain mengingatkan bahwa terlalu banyak regulasi bisa-bisa akan berdampak pada terhambatnya inovasi dan kebebasan berpendapat.

Pengguna-pengguna yang mendukung kebijakan X ini berpendapat bahwa, mereka punya hak untuk mengakses informasi dan konten sesuai dengan preferensi masing-masing, asalkan tidak  melanggar hukum. (Amnesty International, 2023).

 Dengan begitu, pemblokiran X dianggap sebagai tindakan sensor yang berlebihan dan bisa membatasi hak-hak digital warga negara. Mereka khawatir kalau tindakan ini bisa jadi preseden buruk bagi kebebasan berekspresi di dunia maya. Jadi, problemnya lalu menjadi tidak sesederhana itu, ada dilema antara menjaga moralitas publik dan melindungi kebebasan individu. (ICT Watch, 2023)

Benturan  Kepribadian dan Filosofi Bangsa

Banyak pihak merasa bahwa kebijakan X yang memungkinkan penyebaran konten pornografi itu dirasa tidak sesuai dengan kepribadian dan filosofi bangsa Indonesia. Paparan konten pornografi pada anak-anak Indonesia masuk urutan keempat di dunia, sehingga dirasa mengkhawatirkan  (Katadata.co.id, 2023).

Kita semua tahu, Indonesia itu negara dengan mayoritas penduduknya Muslim dan budaya Timur yang kental. (BPS, 2020). Sehingga dengan demikian, wajar saja jika kita punya pandangan yang cukup konservatif berkaitan dengan konten-konten eksplisit dan pornografi.

Tentu saja, kebijakan ini tidak hanya dianggap mengancam moral dan etika masyarakat kita aja, tapi juga bertentangan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang melarang penyebaran konten pornografi di internet. (UU ITE No. 11 Tahun 2008).  Jadi, kalau dibiarkan lebih lanjut, memang kebijakan X ini bisa jadi masalah serius untuk bangsa Indonesia.

 Belum lagi, kebijakan ini juga dinilai tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam melindungi generasi muda kita dari paparan konten-konten berbahaya. Kita semua tahu, Indonesia itu ekstra hati-hati dalam menjaga keutuhan moral dan budaya bangsa dengan menerapkan sensor ketat terhadap konten yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat kita.

Peran Pemerintah dan Regulator

Dalam situasi yang cukup genting semacam ini, tentu peran pemerintah dan regulator jadi sangat krusial.  Kominfo memang punya tanggung jawab besar untuk melindungi masyarakat kita dari dampak negatif konten-konten berbahaya. Tapi di sisi lain, mereka juga harus bisa menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan moral bangsa.

Nah, yang jadi taruhan di sini bukan hanya menyoal moralitas publik, tapi juga kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia yang kita junjung tinggi. (BPIP, 2021). Tentu  kita tidak menghendaki budaya dan nilai-nilai kita tergerus begitu saja bukan?

Dengan demikian, Kominfo diharapkan bisa memberikan panduan yang jelas dan tegas soal kebijakan X ini. Mereka semestinya dapat berani mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dunia maya, demi menjaga kepribadian dan integritas bangsa kita.

Masyarakat tentu berharap Kominfo bisa bertindak tegas dan konsisten dengan prinsip-prinsip yang dianut bangsa Indonesia, termasuk nilai-nilai luhur Pancasila. Apakah kemudian Kominfo akan memblokir platform X atau mencari solusi alternatif yang lebih bijak dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kebangsaan kita? Ini pertanyaan besar yang jawabannya masih menanti di persimpangan jalan. 

Tapi satu hal yang pasti, kepentingan masyarakat Indonesia harus jadi prioritas utama Pemerintah  dalam hal ini adalah Kominfo, dalam menghadapi tantangan seperti ini. Sepatutnya mereka tidak boleh lepas dari nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai dalam Pancasila itulah yang harus jadi pedoman dalam menyikapi kebijakan kontroversial X ini. Bukan cuma soal moralitas publik, tapi juga identitas dan jati diri bangsa yang harus dijaga.

Kita semua berharap, semoga Kominfo bisa mengambil keputusan bijak yang mencerminkan filosofi dan kepribadian bangsa Indonesia yang kita banggakan. Merdeka! [T]

Majukan Wisata lewat Keterampilan Fotografi Generasi Muda
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional
Media Sosial dan Pengaruhnya dalam Perkembangan Bahasa
Postingan Galau di Media Sosial Bisa Merusak Personal Branding?

                                                                                  

Tags: media sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Choose Your Fighter! Inilah 10 Pasang Finalis Jegeg Bagus Tabanan 2024 – Siapa Jagoan Kalian?

Next Post

Pelegongan Klasik dari Sanggar Seni Cudamani: Indah dan Memukau

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails
Next Post
Pelegongan Klasik dari Sanggar Seni Cudamani: Indah dan Memukau

Pelegongan Klasik dari Sanggar Seni Cudamani: Indah dan Memukau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co