23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warna-warna dan Kata-kata: Catatan Pameran Agus Fn di Taman Budaya NTB

Nuraisah Maulida Adnani by Nuraisah Maulida Adnani
May 11, 2024
in Ulas Rupa
Warna-warna dan Kata-kata: Catatan Pameran Agus Fn di Taman Budaya NTB

Karya-karya Agus Fn

“Saya hanya ingin mengenal diri dengan berbagai percobaan,” ucap Agus Fn (Lalu Agus Fathurrahman) ketika berada di forum diskusi pamerannya yang diadakan di Galeri Taman Budaya NTB, 27 April hingga 2 Mei 2024. Ini adalah pameran tunggalnya yang ketiga, lelaki kurus itu mengakui bahwa pameran ini adalah rangkaian acara Pentas Seni Religi yang diadakan oleh Dikbud Provinsi NTB. Oleh karena itu tak mengherankan jika di dalam galeri pengunjung menemukan beberapa lukisan kaligrafi.

Ucapan di atas memang benar adanya. Agus Fn banyak mencoba, melukis kaligrafi, wayang, simbol, dan puisi. Tak hanya lukisan, di bagian belakang terdapat beberapa karya tulisannya, buku-buku yang dipajang, dipigura, dikawat. Teks sinopsis sebagai penggambaran isi buku tersebut berada di bawah buku. Ada juga sebuah bingkai khusus memajang naskah lontar yang ditulis dengan bahasa daerah sasak.

Kidung 1, karya Agus Fn

Puisi “Suatu Siang” karya Agus Fn

Tidak ada kata-kata terpampang yang menjelaskan siapa dan bagaimana Agus Fn itu, pengunjung pameran seolah dibiarkan bentanya-tanya. Bahkan, jika biasanya saat sebelum memasuki pameran, pengunjung dipersilakan untuk mengisi tabel kehadiran, maka sebelum memasuki pameran ini pengunjung diperlihatkan daftar harga buku-buku yang ditulis Agus Fn. Bisa dibilang hanya puisi dan buku terpajanglah kata-kata yang mungkin dapat membuat pengunjung mencari benang merah dalam lukisan-lukisannya.

Banyak pelukis pemula yang mencoba berbagai hal sampai menemukan gaya lukisannya, sebagaimana penulis pemula yang mencoba berbagai genre dan sampai menemukan gaya khas tulisannya. Lukisan-lukisan Agus Fn tak perlu ditanyakan lagi soal gaya. Entah dia sadar atau tidak, dia telah menemukan gayanya sendiri. Ada unsur bentuk dan kata-kata dalam kanvasnya.

Percampuran kata-kata ditemukan dalam lukisan kaligrafi juga tulisan daerah sasak dan 12 lukisan yang berisi puisinya. Semantara percampuran figuratif dan non figuratif pada Lampan Lahat, Pohon Sidrah, Batas Layar 1, Batas Layar 2, dan Wayang. Wayang-wayang dan bentuk digambarkan dengan jelas, tapi latar dibuat tidak jelas, beberapa bahkan samar-samar.

Tidak ada lukisan realis di pameran ini, menikmati lukisan-lukisan Agus Fn seperti menikmati lukisan gaya lama yang tradisional, retro. Seniman memilih warna yang kontras; merah darah dalam kaligrafi Kidung 1 dan Annur-35, biru dongker dan kuning stabilo yang mencolok pada kaligrafi Misteri Ba-Nun, coklat muda yang dilingkupi hitam pada Iqraq.

Gelap-terang dari lukisan-lukisannya sangat jelas, namun hal itu tak dibatasi dengan kontras namun penyatuan dengan gradasi yang super halus dan lembut. Itulah yang menarik dari gaya khas lukisannya.

Batas Layar 1 dan batas Layar 2 karya Agus Fn

Sebagai penulis, Agus Fn belum menemukan gaya. Lukisan-lukisan yang berisi puisinya cenderung bersuara klise, melankolis, galau dan romantisasi. Puisi-puisi seperti itu bahkan dapat dibuat oleh remaja yang sedang gelisah atau dimabuk cinta, tak jelas mengarah ke mana, seperti terlihat hanya curahan hati atau sebagaimana yang kutipan ucapan paling atas, bisa jadi hanya percobaan saja, berusaha menggabungkan kata-kata dan lukisan. Beberapa puisi ditulis latin, beberapa tidak, beberapa lukisan bahkan berlatarkan warna dan bentuk yang kurang sinkron dengan puisi yang ditulisnya.

Buku-buku yang ditulisnya ada yang bersifat akademis dan non akademis, buku akademis Pengantar Bahasa Kawi, Tembang Suluk Tapel Adam, Cupak Gerantang, Babad Metaram, Kajian Manuskrip Takepan Labangkara, Kajian Manuskrip Takepan Purwadaksina, Direktori Masjid Adat di Lombok, Risalah Rinjani, Membaca Arsitektur Sasak, Menuju Masa Depan Peradaban, Kosmologi Sasak, dan Karakter Orang Sasak. Dari judul-judul buku ini tentu pengunjung dapat menyimpulkan Agus Fn fokus pada tema kebudayaan lokal. Buku non akademisnya, dua novel berjudul Sanggarguri dan Jatiswara, dua buku puisinya berjudul Semua adalah Hari Jum’at dan Suluk Tradisi. Agus Fn memang banyak membuat percobaan khususnya pada tulisan-tulisannya.

Beberapa karya buku Agus Fn

Karya Agus Fn matang dan “menyala”, namun hal yang paling disayangkan adalah manajemen pamerannya yang kurang baik. Beberapa lukisannya ada yang miring, miringnya bukan karena disengaja tapi memang pemasangannya tak seimbang. Terlihat pula pemasangan paku yang belum dicopot bekas pameran LAC lalu, juga dinding putih yang mulai mengelupas. [T]

“Eksplorasi Estetika” 23 Seniman di Galeri Taman Budaya NTB
Meja yang Menyatakan Hasrat
Upload ke Dunia Nyata, Sebab Dunia Tak Selebar Layar : Catatan Pameran TA Mahasiswa Seni Rupa Undiksha
Tags: PameranPameran Seni RupaSeni Rupaseni rupa NTB
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi Lingkungan: Ikhtiar Merawat Semesta

Next Post

Pembiaran Kekerasan pada Sekolah Kedinasan

Nuraisah Maulida Adnani

Nuraisah Maulida Adnani

Lahir di Tulungagung, Jawa Timur, 27 Januari 2001. Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mataram. Saat ini bergiat di komunitas Akarpohon, juga mengelola perpustakaan Teman Baca, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Related Posts

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

by Emi Suy
October 19, 2026
0
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

Read moreDetails

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
0
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

Read moreDetails

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

by Made Chandra
October 10, 2026
0
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

Read moreDetails

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails
Next Post
Pembiaran Kekerasan pada Sekolah Kedinasan

Pembiaran Kekerasan pada Sekolah Kedinasan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co