15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putu Shinta Aiswarya, Pecinta Kucing, Calon Pendidik, Lulus Cumlaude

Gusti Ayu Putu Sri Swandewi by Gusti Ayu Putu Sri Swandewi
June 11, 2024
in Persona
Putu Shinta Aiswarya, Pecinta Kucing, Calon Pendidik, Lulus Cumlaude

Putu Shinta Aiswarya

PUTU Shinta Aiswarya, akrab disapa Shinta. Gadis berusia 22 tahun ini lahir di Negara tanggal 12 Juni 2002. Aku memiliki kesempatan untuk mewawancarainya pada 11 Juni 2024, sehari sebelum ulang tahunnya.

Meskipun kami tidak bisa bertatap muka karena Shinta berada di kampung, kami berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp. Semangat dan antusiasmenya terhadap percakapan apa saja, tetap terasa. meskipun hanya melalui layar ponsel.

Shinta tinggal di  Banjar Dinas Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Menuntaskan studi S1 di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraga, dengan predikat  cumlaude.

Shinta diwisuda pada Jumat, 31 Mei 2024. Pada jenjang S1 ini, Shinta mengambil Program Studi Ilmu Komunikasi. Ia menuntaskan pendidikan dengan kurun waktu 3 tahun 5 bulan saja.

Shinta tumbuh di sebuah rumah yang sederhana namun penuh cinta. Buah hati dari pasangan I Komang Agus Cahyadi, yang bekerja di Dinas Perikanan dan Putu Nila Sukreni, seorang karyawan honorer di RSUD Buleleng. Meski dengan penghasilan yang pas-pasan, kedua orang tuanya selalu menekankan pentingnya pendidikan.

Shinta menjadi narasumber kegiatan Gerakan Gemilang Literasi Digital 2023 | Foto: Dok. Shinta

Dari kecil, Shinta sudah dicekoki buku-buku yang membuka jendela dunia. Saat usianya baru menginjak tiga tahun, Shinta sudah bisa membaca dengan lancar, sebuah prestasi yang disambut dengan bangga oleh keluarganya.

Namun, kisah Shinta bukan hanya tentang pendidikan formal. Ada cinta yang tumbuh seiring waktu—cinta yang tak terduga kepada makhluk berbulu lembut yang datang tanpa diundang. Kucing itu, yang diberi nama Alok oleh adik Shinta karena kecintaan pada karakter game Free Fire, menjadi lebih dari sekadar hewan peliharaan.

“Alok bisa membuat aku lebih berempati terhadap semua makhluk dan aku sering curhat sama dia, meski jawabannya cuma meong-meong, tapi dia selalu dengerin aku,” kata Shinta dengan mata berbinar.

Alok adalah saksi bisu dari perjuangan dan tangisan Shinta, teman setia yang selalu ada dalam suka dan duka.

Perjalanan akademis Shinta penuh dengan liku-liku yang kemudian membentuk karakternya sebagai seorang perempuan yang kuat dan teguh di segala lini.

Awalnya, ia bermimpi kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), namun nasib membawanya ke STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Di kampus ini ia menemukan panggilan hidupnya.

“Sejak awal kuliah, aku nggak ada plan sama sekali untuk di STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja, tapi aku bermimpi banget kuliah di UGM,” kenangnya.

 Namun, di STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja-lah ia belajar menemukan dirinya sendiri. Shinta aktif dalam berbagai organisasi, mengasah kemampuan public speaking, dan memenangkan berbagai kompetisi nasional dalam bidang kepenulisan dan berbicara.

Dokumentasi penghargaan Shinta sebagai mahasiswa terbaik semester 6 angkatan 2020. Dalam Acara Malam Apresiasi Program Studi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja | Foto: Dok. Shinta

Di kampus, Shinta adalah sosok yang disegani. Ia menjadi mahasiswa pertama di angkatannya yang menjalani ujian proposal dan skripsi, serta lulus dengan IPK 3.96. Itu menjadikan ia sebagai lulusan terbaik di jurusannya.

 “Hidup itu seperti permainan, tergantung bagaimana kita memainkannya. Setiap kegagalan adalah pelajaran, dan setiap pencapaian adalah langkah kecil menuju mimpi besar,” kata Shinta bijak.

Dedikasinya pada akademik dan organisasi membawa Shinta meraih prestasi demi prestasi, mengukuhkan namanya sebagai sosok yang inspiratif.

Shinta memiliki sejumlah prestasi gemilang dalam berbagai perlombaan. Ia pernah meraih juara 1 Nasional dalam lomba menulis opini oleh DWP-Kominfo, juara 1 Nasional dalam Lomba Podcast oleh Poltekkes Kemenkes Denpasar, juara 2 Nasional dalam lomba menulis opini Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dan juara 3 Nasional dalam lomba menulis artikel AKM Undiksha.

Tidak hanya itu, Shinta juga berhasil meraih gelar Best Presenter pada Speech Contest Hari Bumi oleh Youth Indonesia.

Selain itu, ia juga aktif sebagai kontributor buku puisi, inisiator Gerakan Prestasi Gemilang, dan menjadi source speakers di acara kepemudaan dan leadership.

Dengan berbagai pencapaiannya ini, Shinta telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, mimpi besar dapat diwujudkan.

Di sela-sela kesibukannya, Shinta tetap meluangkan waktu untuk merawat kucing-kucingnya. Selain Alok, ada Pluto dan Simba yang menemani hari-harinya. Pluto, dinamai dari karakter kartun Mickey Mouse, dan Simba, yang bulunya mirip macan, menambah keceriaan di rumah Shinta.

Mereka adalah bukti dari cinta Shinta terhadap hewan, yang bahkan membuatnya bermimpi untuk mendirikan panti hewan gratis di masa depan.

“Aku jadi bermimpi juga suatu saat kalau sudah kaya raya mau jadi volunteer untuk rescue kucing dan anjing jalanan yang menderita,” katanya penuh harap.

Tidak hanya hewan, Shinta juga memiliki kepedulian yang besar terhadap pendidikan. Ia aktif dalam berbagai kegiatan volunteering, mengajar anak-anak, dan menjadi inisiator aksi peduli pendidikan. Shinta bercita-cita melanjutkan studinya ke luar negeri dan menjadi dosen, bahkan profesor suatu hari nanti.

“Rencanaku bisa dibilang sangat besar, sampai kemungkinan tercapainya hanya 0,1%. Tapi aku akan usaha keras untuk mencapai 0,1% itu apapun yang terjadi,” tegas Shinta dengan tekad bulat.

Di tengah segala pencapaiannya, Shinta tetap rendah hati dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap langkah yang diambilnya. Ia percaya bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan positif di dunia.

“Semua orang harus punya ambisi, tapi sayangnya di Indonesia, justru orang yang pintar dan rajin akan dicap sombong dan sok. Padahal, dengan menjadi individu yang well-educated kita akan bisa lebih melihat banyak perspektif akan suatu hal,” jelasnya.

Ketika berbicara tentang cita-citanya, Shinta tidak ragu untuk bermimpi besar. Ia ingin menginspirasi banyak orang dengan perjalanannya dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Aku selalu percaya bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil akan membawa kita lebih dekat pada impian kita. Meskipun jalannya mungkin berliku dan penuh tantangan, dengan tekad yang kuat dan semangat yang tak pernah padam, tidak ada yang tidak mungkin,” katanya penuh keyakinan.

Shinta, seorang gadis yang penuh semangat dan dedikasi, menjalani kehidupannya dengan berbagai peran yang beragam. Selain meniti karier akademisnya yang gemilang dan merawat kucing-kucing kesayangannya, ia juga aktif dalam kegiatan volunteering dan sedang mempersiapkan diri untuk ujian IELTS.

Meskipun ditawari berbagai kesempatan menarik, dia masih mencari arah yang jelas untuk tujuan hidupnya.

Dengan kebanyakan pilihan yang menghampirinya, dia merenungkan dengan cermat setiap langkah yang akan diambilnya, menimbang antara menjadi seorang dosen, wartawan, copywriter, atau bahkan mempertimbangkan tawaran dari perusahaan telekomunikasi ternama.

Dalam setiap langkahnya, Shinta mempertahankan semangatnya untuk mencapai impian-impiannya dan memberikan yang terbaik dalam segala hal yang dia lakukan. Hidup Shinta adalah simfoni dari perjuangan, harapan, dan cinta yang tulus.

Dari merawat kucing jalanan hingga memenangkan kompetisi nasional, dari kegagalan dalam mengejar universitas impian hingga meraih predikat lulusan terbaik.

Shinta aktif dalam setiap diskusi | Foto: Dok. Shinta

Shinta menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dengan sepenuh hati. Setiap hari adalah lembaran baru yang dipenuhi dengan tantangan dan harapan.

Dengan senyuman dan penuh semangat, Shinta melanjutkan hidupnya dengan penuh rasa syukur dan optimisme. Dia tahu, perjalanan ini masih panjang, namun dengan tekad yang kuat, mimpi-mimpinya, baik yang besar maupun kecil, suatu hari akan terwujud.

Masa depan Shinta adalah kanvas kosong yang siap diwarnai dengan berbagai pencapaian dan impian besar. Dengan setiap langkah yang diambilnya, Shinta membawa serta harapan dan inspirasi bagi banyak orang.

Sebagai lulusan terbaik, pecinta kucing, dan calon pendidik, Shinta terus melangkah maju, membawa serta impian besar dan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan masyarakat sekitarnya.

Seperti yang Shinta katakan, “Rencanaku bisa dibilang sangat besar, sampai kemungkinan tercapainya mungkin hanya 0,1%. Tapi aku akan usaha keras untuk mencapai 0,1% itu apapun yang terjadi.”

Kata-kata itu menggambarkan semangat pantang menyerah Shinta dalam mengejar impian-impiannya.

 Meskipun perjalanan yang dilalui penuh dengan tantangan dan rintangan, Shinta tetap teguh pada tujuannya dan terus berusaha untuk mencapai impian-impiannya. Dengan segala pencapaian dan mimpi besarnya, Shinta tetap rendah hati dan terus berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap langkah yang diambilnya.

Sebagai seorang wanita muda yang penuh semangat dan dedikasi, Shinta adalah inspirasi bagi banyak orang untuk terus bermimpi besar dan tidak pernah menyerah pada tantangan hidup.

“Hidup adalah permainan, tergantung bagaimana kita memainkannya,” tutup Shinta dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa dengan tekad dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin dalam meraih mimpi-mimpi besar. [T]

Reporter: Gusti Ayu Putu Sri Swandewi
Penulis: Gusti Ayu Putu Sri Swandewi
Editor: Adnyana Ole

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Berbincang dengan Kunti Afrida Maharani, Pemenang Putri Hijabfluencer Bali 2024
Kadek Angga Wahyu Pradana, Pemuda Pelopor Bali dan Revitalisasi Tabuh Lelonggoran Buleleng
Juni Widiantari, Gadis Pengawas Pemilu di Tigawasa: Kadang Susuri Jalan Rusak di Tengah Gelap Malam
Tags: kampusmahasiswaPendidikanSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan Lakon Wayang Wong “Ripati Patih Sputa Daksa lan Pratapa Naksir” di Pura Ratu Gede Sambangan Tejakula

Next Post

Pesan Dewa Ruci dalam Pagelaran Seni Tri Hita Karana di Taman Bung Karno

Gusti Ayu Putu Sri Swandewi

Gusti Ayu Putu Sri Swandewi

Mahasiswa Jurusan Dharma Duta, Ilmu Komunikasi, STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Pesan Dewa Ruci dalam Pagelaran Seni Tri Hita Karana di Taman Bung Karno

Pesan Dewa Ruci dalam Pagelaran Seni Tri Hita Karana di Taman Bung Karno

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co