4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putu Shinta Aiswarya, Pecinta Kucing, Calon Pendidik, Lulus Cumlaude

Gusti Ayu Putu Sri Swandewi by Gusti Ayu Putu Sri Swandewi
June 11, 2024
in Persona
Putu Shinta Aiswarya, Pecinta Kucing, Calon Pendidik, Lulus Cumlaude

Putu Shinta Aiswarya

PUTU Shinta Aiswarya, akrab disapa Shinta. Gadis berusia 22 tahun ini lahir di Negara tanggal 12 Juni 2002. Aku memiliki kesempatan untuk mewawancarainya pada 11 Juni 2024, sehari sebelum ulang tahunnya.

Meskipun kami tidak bisa bertatap muka karena Shinta berada di kampung, kami berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp. Semangat dan antusiasmenya terhadap percakapan apa saja, tetap terasa. meskipun hanya melalui layar ponsel.

Shinta tinggal di  Banjar Dinas Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Menuntaskan studi S1 di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraga, dengan predikat  cumlaude.

Shinta diwisuda pada Jumat, 31 Mei 2024. Pada jenjang S1 ini, Shinta mengambil Program Studi Ilmu Komunikasi. Ia menuntaskan pendidikan dengan kurun waktu 3 tahun 5 bulan saja.

Shinta tumbuh di sebuah rumah yang sederhana namun penuh cinta. Buah hati dari pasangan I Komang Agus Cahyadi, yang bekerja di Dinas Perikanan dan Putu Nila Sukreni, seorang karyawan honorer di RSUD Buleleng. Meski dengan penghasilan yang pas-pasan, kedua orang tuanya selalu menekankan pentingnya pendidikan.

Shinta menjadi narasumber kegiatan Gerakan Gemilang Literasi Digital 2023 | Foto: Dok. Shinta

Dari kecil, Shinta sudah dicekoki buku-buku yang membuka jendela dunia. Saat usianya baru menginjak tiga tahun, Shinta sudah bisa membaca dengan lancar, sebuah prestasi yang disambut dengan bangga oleh keluarganya.

Namun, kisah Shinta bukan hanya tentang pendidikan formal. Ada cinta yang tumbuh seiring waktu—cinta yang tak terduga kepada makhluk berbulu lembut yang datang tanpa diundang. Kucing itu, yang diberi nama Alok oleh adik Shinta karena kecintaan pada karakter game Free Fire, menjadi lebih dari sekadar hewan peliharaan.

“Alok bisa membuat aku lebih berempati terhadap semua makhluk dan aku sering curhat sama dia, meski jawabannya cuma meong-meong, tapi dia selalu dengerin aku,” kata Shinta dengan mata berbinar.

Alok adalah saksi bisu dari perjuangan dan tangisan Shinta, teman setia yang selalu ada dalam suka dan duka.

Perjalanan akademis Shinta penuh dengan liku-liku yang kemudian membentuk karakternya sebagai seorang perempuan yang kuat dan teguh di segala lini.

Awalnya, ia bermimpi kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), namun nasib membawanya ke STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Di kampus ini ia menemukan panggilan hidupnya.

“Sejak awal kuliah, aku nggak ada plan sama sekali untuk di STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja, tapi aku bermimpi banget kuliah di UGM,” kenangnya.

 Namun, di STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja-lah ia belajar menemukan dirinya sendiri. Shinta aktif dalam berbagai organisasi, mengasah kemampuan public speaking, dan memenangkan berbagai kompetisi nasional dalam bidang kepenulisan dan berbicara.

Dokumentasi penghargaan Shinta sebagai mahasiswa terbaik semester 6 angkatan 2020. Dalam Acara Malam Apresiasi Program Studi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja | Foto: Dok. Shinta

Di kampus, Shinta adalah sosok yang disegani. Ia menjadi mahasiswa pertama di angkatannya yang menjalani ujian proposal dan skripsi, serta lulus dengan IPK 3.96. Itu menjadikan ia sebagai lulusan terbaik di jurusannya.

 “Hidup itu seperti permainan, tergantung bagaimana kita memainkannya. Setiap kegagalan adalah pelajaran, dan setiap pencapaian adalah langkah kecil menuju mimpi besar,” kata Shinta bijak.

Dedikasinya pada akademik dan organisasi membawa Shinta meraih prestasi demi prestasi, mengukuhkan namanya sebagai sosok yang inspiratif.

Shinta memiliki sejumlah prestasi gemilang dalam berbagai perlombaan. Ia pernah meraih juara 1 Nasional dalam lomba menulis opini oleh DWP-Kominfo, juara 1 Nasional dalam Lomba Podcast oleh Poltekkes Kemenkes Denpasar, juara 2 Nasional dalam lomba menulis opini Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dan juara 3 Nasional dalam lomba menulis artikel AKM Undiksha.

Tidak hanya itu, Shinta juga berhasil meraih gelar Best Presenter pada Speech Contest Hari Bumi oleh Youth Indonesia.

Selain itu, ia juga aktif sebagai kontributor buku puisi, inisiator Gerakan Prestasi Gemilang, dan menjadi source speakers di acara kepemudaan dan leadership.

Dengan berbagai pencapaiannya ini, Shinta telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, mimpi besar dapat diwujudkan.

Di sela-sela kesibukannya, Shinta tetap meluangkan waktu untuk merawat kucing-kucingnya. Selain Alok, ada Pluto dan Simba yang menemani hari-harinya. Pluto, dinamai dari karakter kartun Mickey Mouse, dan Simba, yang bulunya mirip macan, menambah keceriaan di rumah Shinta.

Mereka adalah bukti dari cinta Shinta terhadap hewan, yang bahkan membuatnya bermimpi untuk mendirikan panti hewan gratis di masa depan.

“Aku jadi bermimpi juga suatu saat kalau sudah kaya raya mau jadi volunteer untuk rescue kucing dan anjing jalanan yang menderita,” katanya penuh harap.

Tidak hanya hewan, Shinta juga memiliki kepedulian yang besar terhadap pendidikan. Ia aktif dalam berbagai kegiatan volunteering, mengajar anak-anak, dan menjadi inisiator aksi peduli pendidikan. Shinta bercita-cita melanjutkan studinya ke luar negeri dan menjadi dosen, bahkan profesor suatu hari nanti.

“Rencanaku bisa dibilang sangat besar, sampai kemungkinan tercapainya hanya 0,1%. Tapi aku akan usaha keras untuk mencapai 0,1% itu apapun yang terjadi,” tegas Shinta dengan tekad bulat.

Di tengah segala pencapaiannya, Shinta tetap rendah hati dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap langkah yang diambilnya. Ia percaya bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan positif di dunia.

“Semua orang harus punya ambisi, tapi sayangnya di Indonesia, justru orang yang pintar dan rajin akan dicap sombong dan sok. Padahal, dengan menjadi individu yang well-educated kita akan bisa lebih melihat banyak perspektif akan suatu hal,” jelasnya.

Ketika berbicara tentang cita-citanya, Shinta tidak ragu untuk bermimpi besar. Ia ingin menginspirasi banyak orang dengan perjalanannya dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Aku selalu percaya bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil akan membawa kita lebih dekat pada impian kita. Meskipun jalannya mungkin berliku dan penuh tantangan, dengan tekad yang kuat dan semangat yang tak pernah padam, tidak ada yang tidak mungkin,” katanya penuh keyakinan.

Shinta, seorang gadis yang penuh semangat dan dedikasi, menjalani kehidupannya dengan berbagai peran yang beragam. Selain meniti karier akademisnya yang gemilang dan merawat kucing-kucing kesayangannya, ia juga aktif dalam kegiatan volunteering dan sedang mempersiapkan diri untuk ujian IELTS.

Meskipun ditawari berbagai kesempatan menarik, dia masih mencari arah yang jelas untuk tujuan hidupnya.

Dengan kebanyakan pilihan yang menghampirinya, dia merenungkan dengan cermat setiap langkah yang akan diambilnya, menimbang antara menjadi seorang dosen, wartawan, copywriter, atau bahkan mempertimbangkan tawaran dari perusahaan telekomunikasi ternama.

Dalam setiap langkahnya, Shinta mempertahankan semangatnya untuk mencapai impian-impiannya dan memberikan yang terbaik dalam segala hal yang dia lakukan. Hidup Shinta adalah simfoni dari perjuangan, harapan, dan cinta yang tulus.

Dari merawat kucing jalanan hingga memenangkan kompetisi nasional, dari kegagalan dalam mengejar universitas impian hingga meraih predikat lulusan terbaik.

Shinta aktif dalam setiap diskusi | Foto: Dok. Shinta

Shinta menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dengan sepenuh hati. Setiap hari adalah lembaran baru yang dipenuhi dengan tantangan dan harapan.

Dengan senyuman dan penuh semangat, Shinta melanjutkan hidupnya dengan penuh rasa syukur dan optimisme. Dia tahu, perjalanan ini masih panjang, namun dengan tekad yang kuat, mimpi-mimpinya, baik yang besar maupun kecil, suatu hari akan terwujud.

Masa depan Shinta adalah kanvas kosong yang siap diwarnai dengan berbagai pencapaian dan impian besar. Dengan setiap langkah yang diambilnya, Shinta membawa serta harapan dan inspirasi bagi banyak orang.

Sebagai lulusan terbaik, pecinta kucing, dan calon pendidik, Shinta terus melangkah maju, membawa serta impian besar dan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan masyarakat sekitarnya.

Seperti yang Shinta katakan, “Rencanaku bisa dibilang sangat besar, sampai kemungkinan tercapainya mungkin hanya 0,1%. Tapi aku akan usaha keras untuk mencapai 0,1% itu apapun yang terjadi.”

Kata-kata itu menggambarkan semangat pantang menyerah Shinta dalam mengejar impian-impiannya.

 Meskipun perjalanan yang dilalui penuh dengan tantangan dan rintangan, Shinta tetap teguh pada tujuannya dan terus berusaha untuk mencapai impian-impiannya. Dengan segala pencapaian dan mimpi besarnya, Shinta tetap rendah hati dan terus berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap langkah yang diambilnya.

Sebagai seorang wanita muda yang penuh semangat dan dedikasi, Shinta adalah inspirasi bagi banyak orang untuk terus bermimpi besar dan tidak pernah menyerah pada tantangan hidup.

“Hidup adalah permainan, tergantung bagaimana kita memainkannya,” tutup Shinta dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa dengan tekad dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin dalam meraih mimpi-mimpi besar. [T]

Reporter: Gusti Ayu Putu Sri Swandewi
Penulis: Gusti Ayu Putu Sri Swandewi
Editor: Adnyana Ole

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Berbincang dengan Kunti Afrida Maharani, Pemenang Putri Hijabfluencer Bali 2024
Kadek Angga Wahyu Pradana, Pemuda Pelopor Bali dan Revitalisasi Tabuh Lelonggoran Buleleng
Juni Widiantari, Gadis Pengawas Pemilu di Tigawasa: Kadang Susuri Jalan Rusak di Tengah Gelap Malam
Tags: kampusmahasiswaPendidikanSTAHN Mpu Kuturan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan Lakon Wayang Wong “Ripati Patih Sputa Daksa lan Pratapa Naksir” di Pura Ratu Gede Sambangan Tejakula

Next Post

Pesan Dewa Ruci dalam Pagelaran Seni Tri Hita Karana di Taman Bung Karno

Gusti Ayu Putu Sri Swandewi

Gusti Ayu Putu Sri Swandewi

Mahasiswa Jurusan Dharma Duta, Ilmu Komunikasi, STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Pesan Dewa Ruci dalam Pagelaran Seni Tri Hita Karana di Taman Bung Karno

Pesan Dewa Ruci dalam Pagelaran Seni Tri Hita Karana di Taman Bung Karno

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co