2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kadek Angga Wahyu Pradana, Pemuda Pelopor Bali dan Revitalisasi Tabuh Lelonggoran Buleleng

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
June 4, 2024
in Persona
Kadek Angga Wahyu Pradana, Pemuda Pelopor Bali dan Revitalisasi Tabuh Lelonggoran Buleleng

Kadek Angga Wahyu Pradana

JANGAN cemas. Seni budaya Bali, semisal tabuh-tabuh dan tarian kuno, tak akan hilang. Selalu lahir anak muda yang punya kecintaan serius pada seni budaya, termasuk dengan serius pula memperkenalkan kepada anak-anak muda yang lain.

Salah satu yang lahir di Bali Utara adalah Kadek Angga Wahyu Pradana. Usianya tergolong muda, tapi sudah menjadi pengabdi masyarakat di bidang seni budaya dengan membangun yayasan di perbatasan antara Desa Tukadmungga, Buleleng, dan Desa Tegallinggah, Sukasada, Buleleng.

Mengurus yayasan, mengajar tari dan tabuh bagi anak-anak muda, adalah satu pekerjaan yang hampir setiap hari ia lakukan, selain juga mengajar dan menjadi dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Karena kesetiaan dan kegigihannya mengembangkan seni budaya di kalangan kaum milineal, Angga terpilih menjadi Pemuda Pelopor bidang seni budaya tahun 2024, wakil dari Provinsi Bali, yang siap berkompetisi di tingkat nasional.

Saat seleksi Pemuda Pelopor itu ia menyampaikan presentasi tentang revitalisasi tabuh lelonggoran untuk bisa diakses oleh penabuh-penabuh muda di Buleleng.  

Bagaimana prosesnya hingga ia terpilih jadi Pemuda Pelopor?

“Sederhananya, proses diawali dari seleksi tingkat kabupaten lalu seleksi tingkat provinsi, iya, begitu,” kata Angga.

Seleksi tingkat kabupaten dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Jumat, 3 Mei 2024. “Dalam seleksi tingkat kabupaten saya bisa memperoleh juara satu dan mengikuti tahap selanjutnya yakni seleksi Pemuda Pelopor tingkat Provinsi,” ujarnya.

Seleksi tingkat Provinsi dilakukan dari tanggal 15 hingga 17 Mei 2024 yang diikuti pemuda dari kabupaten/kota di Provinsi Bali. Seleksi yang berlangsung 3 hari, dilanjutkan ke tahap selanjutnya, yakni tahap fact finding atau verifikasi lapangan oleh Tim Juri Provinsi Bali.

Pada saat fact finding, Tim Juri datang ke Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti yang dikelola Angga, yang beralamat di Banjar Dinas Lebah Pupuan, Desa Tegallinggah, Sukasada. Tim juri datang tanggal 23 Mei 2024.

Saat itu Kadek Angga mempersiapkan penyambutan tim juri dengan sangat matang beserta 400 anggota yayasan.

Singkat cerita, setelah dilakukan fact finding ke semua peserta di semua kabupaten di Bali, maka dalam bidang seni budaya sesuai hasil pleno diputuskan Kadek Angga Wahyu Pradana terpilih menjadi Juara 1 Provinsi Bali.

“Setelah ini akan dilanjutkan fact finding tingkat nasional dan setelah itu akan berlomba di tingkat nasional pada kisaran bulan juli mendatang,” kata Angga.

***

Angga bernama lengkap Kadek Angga Wahyu Pradana, S.Sn., M.Sn. Titel sarjana seni ia peroleh di ISI Denpasar pada jurusan seni karawitan, dan magister seni ia dapatnya di kampus yang sama pada program pascasarjana pengkajian seni karawitan.

Masa kecilnya dihabiskan di Desa Tukadmungga, di desa kelahirannya. Ia sekolah di SDN 3 Tukadmungga tahun 2010, lalu SMPN 4 Singaraja, kemudian di KOKAR Bali jurusan seni karawitan sebelum ia menempuh pendidikan S1 dan S2 di ISI Denpasar.  

Karena kecintaannya yang begitu besar terhadap seni karawitan, ia membangun yayasan untuk menampung dan mengajari anak-anak muda di Buleleng dalam hal seni karawitan. “Seni karawitan harus diperkenalkan terus menerus kepada anak muda,” ujarnya.

Bisa dikata, Kadek Angga adalah seniman, leadership, akademisi, dan pelopor dalam bidang seni budaya.

Ia telah mengabdikan diri dan karirnya untuk memastikan bahwa setiap individu mempunyai ketrampilan dan basic yang mumpuni serta berkualitas dalam bidang seni budaya.  Dengan gelar magister yang disandangnya, ia telah memperdalam pemahaman tentang berbagai kebutuhan pendidikan yang beragam dan merancang para generasi muda untuk menekuni warisan leluhur yang sudah diwariskan sejak dahulu,  yakni berbagai jenis kesenian yang luar biasa.

Sebagai seorang pemuda pelopor, Kadek Angga telah menerbitkan buku tentang gamelan Gong Kebyar Mepacek khas Bali Utara Buleleng sekaligus menjadi pengabdi di ranah masyarakat.

“Di yayasan saya mengabdikan diri setiap hari. Saat hari libur, saya di yayasan dari pagi hingga malam,” ujar Kadek Angga yang biasa juga disapa dengan nama singkat Dek Angga.

Dek Angga memiliki  berbagai pengalaman di ranah seni budaya dan mengimplementasikan strategi untuk mengembangkan dan menumbuhkan semangat para generasi muda yang berada di ranah seni. 

Dek Angga juga telah menjadi narasumber dalam berbagai workshop maupun seminar, berbagi wawasan tentang praktik, dan telah menjadi berbagai juri dalam lomba-lomba tingkat kecamatan, hingga kabupaten.

***

Dek Angga punya perhatian dan kecintaan yang sangat besar pada seni tabuh atau karawitan lelonggoran yang dianggap sebagai tabuh khas Bali Utara. Untuk itulah, dalam seleksi Pemuda Pelopor tahun 2024 ini ia mengajukan presentasi revitalisasi tabuh lelonggoran khas Bali Utara agar bisa diakses oleh anak-anak muda, terutama penabuh-penabuh muda di Buleleng.

Apa itu lelonggoran?

Kadek Angga mengatakan, lelonggoran atau gending lelonggoran merupakan gending ciri khas dari Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Gending lelonggoran ini setiap daerah di Buleleng dikemas dengan gaya atau stil yang berbeda-beda namun tidak mengurangi esensi serta struktur yang sudah diwariskan sejak dahulu.

Kadek Angga sempat mewawancari I Made Ranten pada tanggal 1 Februari 2024 untuk mengetahuis ecara lebih jelas gending lelonggoran itu. Dan menurut Ranten, gending lelonggoran merupakan gending yang dilonggarkan dan dikembangkan.

Musikalitas atau jenis gending-gending yang disajikan akhir-akhir ini, kata Dek Angga, sudah jarang menyentuh atau minim menggemari gending-gending gending lelonggoran.

Selain sebagai gending khas Bali Utara, gending lelonggoran memiliki fungsi tersendiri yang harus dan wajib disajikan atau ditabuhkan pada saat ritual keagamaan khususnya dewa yadnya.

“Inilah yang saya lakukan di Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti untuk tetap melestarikan kesenian apa yang sudah di wariskan, terutama gending lelonggoran,” kata Dek Angga.

Dek Angga | Foto: Dok

Menurut Dek Angga, rasa enggan para generasi muda untuk tertarik dengan keberadaan gending lelonggoran khas Bali Utara membuat gending lelonggoran lambat laun termakan jaman. “Untuk itulah perlu dilakukan revitalisasi,” kata Dek Angga.

Revitasisasi yang dilakukan adalah memaksimalnya suatu bagian gending atau komponen tertentu sesuai dengan perkembangan anak muda jaman sekarang,

“Misalnya ada pepayasan dalam gending atau tabuh itu yang tidak mengurangi ranah dan pakem yang sudah ada. Ini merupakan salah satu niatan untuk melakukan sebuah revitalisasi gending lelonggoran,” kata Dek Angga.

Selamat, Dek Angga. Maju terus! [T]

Edi Juliana, Pemuda Pelopor Wakil Bali, Pemuda Tamblingan yang Tak Bosan Urus Pertanian
Deyana, Devita dan Novita: Kartini-kartini Muda Kebanggaan Buleleng Dalam Pelestarian Gong Kebyar Bali Utara
Di Balik Kemajuan Pariwisata Pemuteran Ada Nama Ketut Sutrawan Selamet
Gede Ganesha, Bank Sampah, dan Vibrasi Kebaikan dari Bali Utara
Gong Mebarung Banjar Paketan dan Desa Umejero: Karya Rekonstruksi dan Reinterpretasi
Tags: bulelengDesa TegallinggahDesa TukadmunggakarawitanPemuda Peloporseni karawitantabuh lelonggoran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyurat yang Silam, Menggurat yang Datang — Sambutan Artistik Pekan Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram

Next Post

Membicarakan Kembali Identitas Musikal Dangin Njung dan Dauh Njung di Bali Utara

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Membicarakan Kembali Identitas Musikal Dangin Njung dan Dauh Njung di Bali Utara

Membicarakan Kembali Identitas Musikal Dangin Njung dan Dauh Njung di Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co