14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berbincang dengan Kunti Afrida Maharani, Pemenang Putri Hijabfluencer Bali 2024

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
June 5, 2024
in Persona
Berbincang dengan Kunti Afrida Maharani, Pemenang Putri Hijabfluencer Bali 2024

Kunti Afrida Maharani | Foto: Dok. Kunti

“Kak, untuk wawancaranya nanti jam delapan lebih ya, Kunti ada kelas mendadak soalnya. Maaf nggih.”

ITU jawaban Kunti Afrida Maharani saat dihubungi lewat WA, beberapa hari lalu. Sebelumnya, kami sepakat bertemu di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja, untuk membicarakan prestasi yang baru saja diraihnya.

Dan, sebagai orang yang mempunyai kepentingan dengannya, tentu saya sudah berada di rumah yang beralamat di JL. Abimanyu, Banjar Tegal, Buleleng, Bali itu lebih awal dari jam yang sudah ditentukan.

Di Sekret HMI—begitu orang-orang menyebutnya—malam itu, tak seperti biasanya. Sepi dan sunyi. orang-orang berlalu-lalang, lewat begitu saja. Saling bertegur bila bertemu, tapi lewat senyuman. Di kejauhan, selain suara-suara malam, lamat-lamat terdengar lolongan anjing, seakan ditujukan kepada bintang-bintang yang hendak memberanikan diri untuk muncul.

Tapi tak berselang lama, perempuan muda itu muncul. Senyumnya merekah seiring langkah kakinya yang gemulai. Di tangannya, sebungkus makanan dan beberapa botol minuman ringan dibawanya. Semakin dekat ia, semakin terasa pula udara meraba dinding-dinding yang mulai retak.

Kunti Afrida Maharani, Pemenang Putri Hijabfluencer Bali 2024 | Foto: Dok. Kunti

“Ini, Kak, dimakan. Maaf sudah menunggu,” ucapnya dengan malu-malu.

Kunti, begitu ia akrab dipanggil. Gadis cantik kelahiran Banyuwangi, 3 Juni 2005 itu, baru saja sukses menyematkan “Putri Hijabfluencer Bali” ke dalam namanya. Meskipun gelar tersebut tak mungkin dapat disematkan pada nama di KTP-nya, tetapi, prestasi itu patutulah dibanggakan.

Ia bercerita, pada awalnya tidak mengetahui apa itu Putri Hijabfluencer Bali. Perkenalannya dengan ajang perlombaan perempuan muslimah itu berawal dari ajakan seorang teman. Kata temannya itu, Putri Hijabfluencer Bali merupakan sebuah wadah bagi perempuan muslimah yang akan dididik menjadi seorang penggerak perubahan.

Sekadar informasi, Putri Hijabfluencer Bali merupakan cabang regional dari Putri Hijabfluencer Indonesia yang didirikan oleh Lidya Agustin pada tahun 2015 yang lalu. Kontes kecantikan itu merupakan wadah untuk mencetak perempuan-perempuan muslimah yang melek akan informasi dan tekhnologi, wawasan pengetahuan, serta trend fashion dengan tetap berada dalam koridor syariat agama Islam.

Ya, siapa sangka. Di Bali, selain Jegeg Bagus Balidan Putra-Putri Kampus—sebagai ajang perlombaan muda-mudi Bali—ternyata juga ada Putri Hijabfluencer sebagai perlombaan khusus untuk perempuan-perempuan muslimah di Bali.

Meski namanya tidak setenar Jegeg Bagus Bali, adanya Putri Hijabfluencer Bali patutlah mendapat apresiasi. Sebab, dari wadah itulah, nantinya akan lahir perempuan-perempuan muslim yang mampu mengikuti perkembangan zaman. Dengan kata lain, menyelaraskan perkembangan zaman tanpa meninggalkan syariat agama.

“Pas disuruh ikut lomba itu, awalnya sempat ragu. Tapi, karena dukungan orang tua dan teman-teman sangat kuat, jadinya saya mau ikut join lomba Putri Hijab itu,” jelasnya, Senin, 3 Juni 2024, malam.

Benar. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, perempuan yang kini menetap di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, itu, sebelumnya tidak mengetahui tentang adanya perlombaan yang dikhususkan untuk perempuan-perempuan muslimah, khususnya di Bali.

“Setelah belasan tahun hidup di Bali, awalnya, setahu saya cuma ada jegeg bagus dan putra-putri kampus saja. Ternyata ada juga yang khusus buat seorang muslimah,” jelasnya.

Dengan tekad dan niat yang begitu kuat, setelah melewati tahapan demi tahapan, akhirnya ia ditetapkan menjadi pemenang dari Putri Hijabfluencer Bali tahun 2024, beberapa waktu yang lalu.

Namun, ia bercerita, pada awal proses pendaftarannya, dia tidak mengetahui jika pada ajang perlombaan itu, ada beberapa program yang dapat diikuti oleh peserta. “Sebenarnya, ada kelas Putri Hijab Akademinya,” tuturnya.

Karena telat mendaftar kelas Putri Hijab Akademi tersebut, membuat Kunti tidak mempunyai pengetahuan tambahan tentang lomba yang ia ikuti tersebut. Namun, meski tidak mengikuti kelas itu, siapa sangka dia lah yang ditetapkan menjadi pemenangnya.

“Meskipun gak ikut kelas akademinya, qadarullah, Kunti yang menjadi pemenangnya. Ya ini rezeki Kunti, alhamdulillah,” ucapnya penuh rasa syukur.

Pada kontes kecantikan itu, terdapat beberapa tahapan seleksi, di antarannya catwalk, QnA, tes bakat serta pemahaman tentang seorang muslimah dalam syariat agama Islam. Dengan begitu, pantaslah Putri Hijabfluencer sebagai wadah seorang muslimah untuk menjadi penggerak perubahan, sesuai dengan tagline-nya “Cantik, Sehat, Cerdas, Kreatif, Muslimah Inspirasi”.

Namun, meski begitu, menurut penejalasan Kunti, Putri Hijabfluencer Bali yang merupakan cabang regional dari Putri Hijabfluencer Indonesia, tidak seperti pada provinsi-provinsi lain. Di Bali, Putri Hijabfluencer—meminjam istilah Kunti—masih ngragati. Maksudnya masih banyak hal yang harus dibenahi dan dipersiapkan.

“Putri Hijab di Bali beda sama di provinsi-provinsi lain. Di sini—di Bali maksudnya—masih kesusahan mendapat sponsor besar yang mau support pada kegiatan kemarin,” jelasnya.

Meski begitu, dengan keterbatasan yang dimiliknya, ia tetap optimis untuk terus melangkah pada perhelatan Putri Hijabfluencer Indonesia, pada bulan Agustus mendatang.

“Sekarang sih fokus ke nasional dulu. Bulan Agustus lombanya di Jakarta. Semoga goals lagi,” ucapnya penuh harap.

Lantas, apa yang menjadi motivasinya mengikuti perlombaan itu?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, setelah meneguk minumannya, disenderkan begitu saja tubuhnya pada punggung kursi yang ia duduki. Matanya menerawang jauh, seakan peristiwa-peristiwa di masa lalu sedang bergelayut di udara malam itu. Sesekali, diputar-putarnya handphone dengan jari-jarinya.

“Motivasinya karena pada saat itu, saya baru saja putus,” ucapnya dengan pelan.

Ya, malam itu, luka seperti mengucur dari mana saja, tatkala ia mencoba mengingat tentang masalalunya. Mungkin, itu yang dirasakan oleh perempuan yang sedang duduk di semester dua jurusan Ilmu Hukum itu.

Benar. Setiap patah hati, sebagian orang—barangkali Kunti salah satunya—malam akan bergerak dengan lambat. Setiap sedih, mungkin akan menggerakkan waktu dengan lambat. Bahkan menggerakkan segala sesuatu dengan lambat, bukan hanya sekadar waktu.

Namun, alih-alih sesenggukan—sebagaimana kisah kandasnya asmara anak muda—ia lebih memilih untuk mengupgrade diri dengan cara mencoba hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah ia lakukan.

“Karena gak mau lama-lama larut dalam kesedihan, jadinya saya eksplore diri untuk mengalihkan rasa sedih itu,” jelasnya menggebu.

Sebagai seseorang yang sangat terinspirasi dari novel berjudul Laut Bercerita—novel karya Leila S. Chudori itu, yang membuatnya memiliki keinginan untuk terus mengasah diri, tampaknya bukan hal yang sia-sia.

Proses penyematan Pemenang Putri Hijabfluencer Bali 2024 | Foto: Dok. Kunti

“Dari novel itu saya jadi punya keinginan menjadi seorang aktivis dan pingin suatu saat di wanwancarai oleh wartawan,” jelasnya. Sesaat setelah memberi jeda, ia menambahkan, “Ternyata sekarang kesampaian juga, jadi aktivis dan diwawancarai,” ucapnya sembari tertawa.

Benar saja, dari proses sakit hati itulah yang membuatnya tumbuh menjadi perempuan yang aktif berorganisasi. Tercatat ia beberapa kali terlibat di berbagai organisiasi, seperti, menjabat sebagai anggota Osis ketika SMA, Pembina Pramuka, dan ketika masuk di perguruan tinggi, ia tergabung ke dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam serta menjabat sebagai anggota BEM di kampusnya.

Perempuan jebolan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Satu Jembrana itu, juga tercatat pernah menjabat sebagai ketua asrama pondok putri di MAN 1 Jembrana. “Pokoknya harus terus move up buat upgrade diri,” ucapnya.

Sebagai seorang Putri Hijab Bali, Kunti pada awalnya merasa sangat awam dengan dunia influncer dan bagaimana cara membranding diri. Padahal, kedua hal itulah yang sangat penting ketika bergabung menjadi bagian dari Putri Hijabfluencer Indonesia.

Sehingga, pada awal pendaftarannya, ia merasa banyak kekurangan di dalam dirinya. “Benar-benar gak ada persiapan. Bahkan, pada saat seleksi tes bakat saja, saya cuma bermodalkan video nyanyi sewaktu di kampus beberapa waktu yang lalu,” katanya.

Meski harus melewati berbagai rintangan, dari harus meminjam sepatu dengan hak tinggi sampai membuat proposal yang kemudian ia sebar kepada teman maupun senior-seniornya untuk melunasi proses administrasi, membuatnya semakin yakin dengan apa yang menjadi pilihannya itu, sebagai Putri Hijabfluencer Bali 2024.

Dengan kata lain, keberhasilannya menjadi winner Putri Hijabfluencer Bali 2024 itu merupakan sebuah proses yang panjang dengan melibatkan banyak pihak yang membantunya.

“Jadinya, kemenangan ini bukan serta merta milik Kunti saja, tetapi ini sebuah keberhasilan yang saya persembahkan untuk orang-orang yang selalu mendukung saya dalam segi apa pun,” katanya.

Meski begitu, ia tetap memiliki resep yang mengantarkannya menjadi pemenang dalam ajang perlomban itu. Lantas apa resepnya?

“Resepnya itu yang pasti restu orang tua, dan ikhtiar,” jelasnya sembari tersenyum.

Lebih lanjut, keselarasan antara ma’rifatun bil qalbi, iqrarun bil lisan, dan amalun bil arkan menjadi kunci suksesnya dalam melewati proses-proses seleksi dalam ajang kontes kecantikan itu.

Ya, benar. Sebagai seorang muslim, tentu haruslah benar-benar mengamalkan tiga ranah dimensi keimanan tersebut. Di mana seorang muslim haruslah mencintai dan membenci karena Allah SWT, membaca kitab suci Al-Qur’an dan membaca kalimat thayyibah, serta mengajarkan ilmu kepada orang lain dan belajar menuntut ilmu secara terus menerus.

Maka, dengan kata lain, apa yang dilakukan oleh Kunti untuk memperoleh gelar Putri Hijab itu adalah hasil dari sebuah keistiqomahan dalam mengamalkan tiga ranah dimensi keimanan tersebut.

***

Tak terasa, malam semakin jauh menuju jantungnya sendiri. Di dalam gang yang hanya berukuran satu mobil itu, beberapa lampu penerangan mengerjap, mati, hidup, menemani si anak sulung dari tiga bersaudara itu bercerita.

Tumbuh dari keluarga dengan perekenomian menengah, membuat Kunti harus terus mengasah diri dengan mengikuti berbagai kegiatan sebagai modal untuk mengangkat derajat keluarganya. Dan, terpilihnya ia menjadi Putri Hijabfluencer Bali tahun 2024, merupakan langkah awal bagi Kunti untuk membuka pintu-pintu kesuksesannya di masa mendatang.

Kunti (ditengah) bersama finalis dua dan tiga | Foto: Dok. Kunti

Kini, setelah menjadi Putri Hijabfluencer Bali tahun 2024, Kunti, selain terus berupaya menyosialisasikan kepada rekan-rekannya tentang apa saja manfaat yang akan didapatkan ketika join kedalam wadah kontes kecantikan tersebut, ia mempunyai keinginan untuk berusaha membawa nama Kabupaten Buleleng menjadi lebih baik lagi.

“Ada sih keinginan buat collab sama Jegeg Bagus Buleleng. Ya, pastinya dalam tujuan membawa nama Buleleng menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

Meski dirinya kini secara jelas telah membawa nama baik kampus dan Buleleng, namun, sejauh ini belum ada apresiasi atas prestasinya itu dari kedua instansi terkait.

“Sejauh ini sih belum ada, gak tahu nanti pas sudah nasional, barangkali ada apresiasinya,” ucapnya.

Ya, sekalipun minim apresiasi, ia tetap bertekad dan fokus mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang perlombaan seleksi nasional yang akan diadakan pada bulan Agustus mendatang. Dan, ia akan terus berupaya menjaga amanah yang diberikan kepadanya itu.

Menurutnya, menjaga dan menerapkan amanah yang tersemat kepadanya itu merupakan, selain sebagai reward atas proses panjang yang telah ia lalui, juga sebuah tantangan yang harus benar-benar ia buktikan keberhasilannya.

Apalagi, ada stigma yang mengatakan jika perempuan berhijab akan susah mengikuti perkembangan zaman karena adanya norma-norma perilaku yang harus dijaga. Namun, di sisi lain, di era sekarang, menurut Kunti, seorang muslimah dituntut menjadi generasi yang gaul.

Dengan kata lain, Kunti akan membuktikan bahwa seorang perempuan berhijab akan terus dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan syariat-syariat yang berlaku. “Perempuan muslim bisa kok ngikutin perkembangan zaman dan gaul. Tetapi, gaul yang sejalan dengan nilai-nilai keislaman,” jelasnya.

Ya, perjalanan Kunti menjadi pemenang Putri Hijabfluencer Bali 2024 merupakan sebuah proses penggalian potensi diri yang cukup panjang. Berawal dari asmara yang kandas, membuatnya bertekad mengubah diri menjadi perempuan yang berkelas.

Hal itu sejalan dengan prinsip yang selalu Kunti yakini, “Karena bunga, untuk menjadi mekar juga membutuhkan waktu. Dan, tidak ada bunga yang layu sebelum mekar,” katanya bijak.

Selamat, dan terus berjuang, Kunti.[T]

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Dua Jam Bersama Luh Menek
Ni Putu Anita Sofia Veronia, Menari Sejak Dalam Kandungan
Dayu Shanti, Sosok Gadis Buleleng Masa Kini
Tags: baliPutri HijabfluencerPutri Hijabfluencer 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia: Melompat dengan Beban Berat

Next Post

Menggemparkan Suara di Tengah Ketidakadilan: Ulasan Kumpulan Puisi “Jari Tengah” karya Alfian Dippahatang

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Menggemparkan Suara di Tengah Ketidakadilan: Ulasan Kumpulan Puisi “Jari Tengah” karya Alfian Dippahatang

Menggemparkan Suara di Tengah Ketidakadilan: Ulasan Kumpulan Puisi “Jari Tengah" karya Alfian Dippahatang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co