4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Subak Spirit Festival 2024: Merayakan Subak, Menjaga Entitas dan Identitas Masyarakat Bali

Son Lomri by Son Lomri
November 9, 2024
in Khas
Subak Spirit Festival 2024: Merayakan Subak, Menjaga Entitas dan Identitas Masyarakat Bali

Penari yang mengiringi Ayu Laksmi di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

DI sana, para pengunjung tak henti-hentinya datang, terus-menerus, ke setiap pameran yang ada di Subak Spirit Festival 2024 di areal panggung utama.

Sementara di balik gapura—pintu masuk, berderet para petani penuh usia, memonggok hasil panennya, seperti padi, kayu bakar, kemudian rumput untuk pakan ternak, dan masih banyak lagi. Mereka mempertunjukkan aktivitas bertani atau berladang lainnya kepada orang-orang—dalam dan luar negeri—yang datang.

Sementara warga yang lainnya berderet megamel. Suara gong terdengar kemudian. Mereka semua, sedang menantikan, menyambut, Wakil Mentri Kebudayaan yang baru-baru ini dilantik, Giring Ganesha. Wakil menteri yang juga seorang vokalis band itu, bakal membuka festival tersebut, di siang hari yang mendung, pada Sabtu, 9 November 2024.

Tentu, tidak lama setelah berjalan dari Monumen Subak Jatiluwih, bersama jajarannya, Pak Wamen berjalan melewati stand-stand UMKM yang menjajakan beragam kuliner dan cinderamata oleh-oleh. Dan senyum tak putus-putus terlihat dari mereka yang berderet menyambut Giring, dan suara tabuhan nyaring kemudian. Selayaknya pejabat (pula artis), Giring Ganesha melambaikan tangan, menyapa—melempar senyum kepada warga.

Giring Genesha, Wakil Menteri Kebudayaan, mencoba memainkan kepuakan | Foto: tatkala.co/Son

Giring dan jajarannya juga disambut hamparan sawah dengan warna kuning emas dan hijau subur, yang terbentang luas di Jatiluwih. Air mengalir tanpa macet di sungai yang tak jauh dari lokasi. Subak, mengalirkan itu dengan baik—dengan adil.

Beberapa sungai (tukad) seperti Yeh Ho, Yeh Baat, Munduk, Abangan, dan Yeh Pusut telah mengairi sawah-sawah di Jatiluwih dengan basah. Dan sebagai sistem pengairan yang adiluhung, subak kini telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 2012.

Untuk mencapai predikat itu, tentu tidak singkat, mesti menghabiskan sepuluh tahun agar subak dikenal dunia, sejak pengusulannya tahun 2002.

Giring duduk di tempat yang telah disediakan, di panggung lesehan untuk tamu kehormatan. Beralaskan tikar pandan ia bersila, menghadap panggung utama yang berlatar sawah berjenjang yang menakjubkan.

Subak Spirit Festival 2024 dimulai. Pewara mempersilakan Pj. Gubernur Bali untuk memberi sambutan, yang kali ini diwakili oleh I Gede Arya Sugiartha, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Dalam sambutannya—yang sebenarnya sambutan Pj. Gubernur Bali itu, Arya Sugiartha mengatakan bahwa Subak Spirit Festival ini merupakan satu perayaan penting dalam upaya dan memelihara ekosistem subak Bali di tengah tantangan dan ancaman keberadaan subak dewasa ini.

Selain itu, ia juga menegaskan bagaimana festival ini menjadi bahan renungan kita bersama. Subak, selain sebagai sistem pengairan, juga sebagai entitas dan identitas masyarakat Bali—karena keberadaan subak tidak terlepas dari sejarah perkembangannya.

Giring Genesha, Wakil Menteri Kebudayaan, saat membacakan sambutannya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Terlebih, Subak megandung unsur filosofi Tri Hita Karana, yaitu Tuhan (parahyangan), manusia (pawongan), dan alam (palemahan)—yang terus diimani oleh masyarakat Bali sebagai keharmonisan dalam hidup.

Subak, lanjut I Gede Arya Sugiartha, sudah mulai dikenal pada masa Bali Kuno, terbukti dengan adanya prasasti Bali Kuno yang memuat tentang subak—atau sistem pengairan dan mencapai puncaknya pada abad ke-11. Tata kelolanya berkembang hingga saat ini, hal ini membuktikan masyarakat Bali sangat menjaga keberadaan dan mempertahankan tradisi leluhur ini.

Tantangan Subak dan Spirit Subak

Kemudian, saat memberi sekapur sirih, Giring Ganesha Djumaryo tampak terkesima dengan keindahan hamparan sawah di Jatiluwih. Pula, tak henti-henti ia kagum dan memujinya. Menurutnya, di tengah keindahan alam yang dikelilingi oleh sistem pertanian subak—yang tidak hanya menakjubkan secara visual, juga mengandung nilai budaya dan spiritual yang luar biasa.

Di tengah kekagumannya itu, ia juga menyelipkan sesuatu yang penting, yaitu subak yang sedang menghadapi tantangan besar.

Katanya, kita sedang dihadapkan pada penurunan sumber air, penyempitan lahan pertanian, dan ancaman bencana alam.

“Tantangan ini mengingatkan kita akan pentingnya regenerasi petani dan inovasi dalam pertanian, untuk menjaga kelestarian, kesejahteraan desa, dan kebudayaan di sekitar sistem subak,” ucap Giring Ganesha.

Sampai di sini, ia melanjutkan, melalui Subak Spirit Festival ini, negara berupaya menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan holistik melalui tujuh ruang aktivasi, yakni budaya, ekologi, pengetahuan, gastronomi, olahraga, pertunjukan, dan publikasi.

Ayu Laksmi saat manggung di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Festival ini bukan hanya perayaan tetapi juga gerakan, katanya, sebuah panggilan bagi generasi muda untuk kembali kepada nilai-nilai kearifan lokal, memahami budaya kita, dan memeliharanya dengan penuh kebanggaan.

Kemudian, pelantun Laskar Pelangi itu juga menekankan, pelestarian subak harus terus digenjot. Melestarikan subak, ujarnya, berarti melestarikan alam, seni, budaya, dan meningkatkan ketakwaan kepada Sang Pencipta.

Menurut Giring, subak mengajarkan kita akan nilai-nilai universal—yang relevan dengan visi besar Presidan Prabowo Subianto—dalam menciptakan kedaulatan pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan bagi bangsa Indonesia.

“Dengan menjaga subak, kita menjaga masa depan, menjaga kearifan, dan menjaga martabat kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan sumber daya,” ujarnya. Pula, Kementerian Kebudayaan berkomitmen penuh untuk mendukung setiap inisiatif yang menguatkan ketahanan budaya dan kedaulatan pangan Indonesia.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Giring berharap, Subak Spirit Festival ini bisa menjadi inspirasi bagi semua orang, terutama bagi generasi muda, untuk merawat dan melanjutkan warisan berharga ini dengan sepenuh hati.

“Mari kita jadikan subak sebagai simbol keseimbangan, kearifan, dan kekayaan budaya yang akan terus hidup untuk generasi yang akan datang,” tutup Giring, yang disambut dengan tepuk tangan dan suara kepuakan—alat pengusir burung tradisional yang terbuat dari bambu—yang dibunyikan tamu undangan.

Merayakan Subak

Sesaat setelah Giring menyelesaikan sambutannya, yang retoris itu, ibu-ibu berpakaian adat berbaris dan berjalan sambil membawa hal-hal yang berkaitan dengan petani dan pedesaan. Mereka nyuwun (menyunggi) sesigih padi bali, rumput dalam keranjang, sebongkok blarak (daun kelapa kering), seikat kayu bakar, dll. Sementara segerombolan bapak-bapak, dengan penuh semangat, terus memainkan okokan dengan bentuk-bentuk wayah ikon Bali—dengan taring dan tangan berkuku panjang.

Giring bersama beberapa tamu undangan yang penting, berjajar di panggung dan membunyikan lesung sebagai tanda Subak Spirit Festival 2024 resmi dibukan. Adegan tersebut disusul dengan tembang Ayu Laksmi dan teriakan para bocah. Suasana sawah menjadi meriah.

Dua orang gadis remaja mulai menarikan Nunas Baos, tarian yang terinspirasi dari tradisi nunas bawos—ritual untuk memohon petunjuk agar upacara berjalan lancar dan harapan sampai kepada Tuhan.

Bapak-bapak sedang memainkan okokan di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Tarian tersebut melambangkan permohonan berkah bagi kegiatan pertanian, sering dilakukan petani sebelum musim tanam atau setelah panen sebagai penghormatan kepada Dewi Sri. Ritual tersebut biasanya diiringi musik gamelan dan tari sebagai persembahan sakral di pura atau sawah.

Nunas bawos juga mengandung nilai sosial, mengikat komunitas petani dalam menjaga sistem subak, menjaga keseimbangan alam, dan menghormati alam sebagai sumber kehidupan. Tarian ini melambangkan permohonan untuk kebaikan dan kelancaran.

Dalam acara tersebut, Tari Nunas Baos menjadi pembuka proses penandatangan prasasti, di mana deklarasi subak adalah sebagai “baos” atau kata-kata. Pembukaan Subak Spirit Festival 2024, diakhiri dengan lagu “Mahasa” yang didendangkan Ayu Laksi bersama beberapa penari yang sangat teatrikal. Pertunjukan-pertunjukan seni tersebut, seolah menjadi “perayaan” subak yang meriah.

Sekadar informasi, dalam kesempatan kali ini juga, Subak Spirit telah me-launching portal subakspirit.com. Website ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk acara Subak Spirit ini, agar bisa berkelanjutan. Semoga demikian.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Subak Spirit Festival 2024, Pesta Rakyat, dan Usaha Pemuliaan Air
Tags: balijatiluwihKementerian KebudayaansubakSubak Spirit Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilukada: Locus dan Fokus Kabupaten Banyumas

Next Post

Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co