15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Subak Spirit Festival 2024: Merayakan Subak, Menjaga Entitas dan Identitas Masyarakat Bali

Son Lomri by Son Lomri
November 9, 2024
in Khas
Subak Spirit Festival 2024: Merayakan Subak, Menjaga Entitas dan Identitas Masyarakat Bali

Penari yang mengiringi Ayu Laksmi di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

DI sana, para pengunjung tak henti-hentinya datang, terus-menerus, ke setiap pameran yang ada di Subak Spirit Festival 2024 di areal panggung utama.

Sementara di balik gapura—pintu masuk, berderet para petani penuh usia, memonggok hasil panennya, seperti padi, kayu bakar, kemudian rumput untuk pakan ternak, dan masih banyak lagi. Mereka mempertunjukkan aktivitas bertani atau berladang lainnya kepada orang-orang—dalam dan luar negeri—yang datang.

Sementara warga yang lainnya berderet megamel. Suara gong terdengar kemudian. Mereka semua, sedang menantikan, menyambut, Wakil Mentri Kebudayaan yang baru-baru ini dilantik, Giring Ganesha. Wakil menteri yang juga seorang vokalis band itu, bakal membuka festival tersebut, di siang hari yang mendung, pada Sabtu, 9 November 2024.

Tentu, tidak lama setelah berjalan dari Monumen Subak Jatiluwih, bersama jajarannya, Pak Wamen berjalan melewati stand-stand UMKM yang menjajakan beragam kuliner dan cinderamata oleh-oleh. Dan senyum tak putus-putus terlihat dari mereka yang berderet menyambut Giring, dan suara tabuhan nyaring kemudian. Selayaknya pejabat (pula artis), Giring Ganesha melambaikan tangan, menyapa—melempar senyum kepada warga.

Giring Genesha, Wakil Menteri Kebudayaan, mencoba memainkan kepuakan | Foto: tatkala.co/Son

Giring dan jajarannya juga disambut hamparan sawah dengan warna kuning emas dan hijau subur, yang terbentang luas di Jatiluwih. Air mengalir tanpa macet di sungai yang tak jauh dari lokasi. Subak, mengalirkan itu dengan baik—dengan adil.

Beberapa sungai (tukad) seperti Yeh Ho, Yeh Baat, Munduk, Abangan, dan Yeh Pusut telah mengairi sawah-sawah di Jatiluwih dengan basah. Dan sebagai sistem pengairan yang adiluhung, subak kini telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 2012.

Untuk mencapai predikat itu, tentu tidak singkat, mesti menghabiskan sepuluh tahun agar subak dikenal dunia, sejak pengusulannya tahun 2002.

Giring duduk di tempat yang telah disediakan, di panggung lesehan untuk tamu kehormatan. Beralaskan tikar pandan ia bersila, menghadap panggung utama yang berlatar sawah berjenjang yang menakjubkan.

Subak Spirit Festival 2024 dimulai. Pewara mempersilakan Pj. Gubernur Bali untuk memberi sambutan, yang kali ini diwakili oleh I Gede Arya Sugiartha, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Dalam sambutannya—yang sebenarnya sambutan Pj. Gubernur Bali itu, Arya Sugiartha mengatakan bahwa Subak Spirit Festival ini merupakan satu perayaan penting dalam upaya dan memelihara ekosistem subak Bali di tengah tantangan dan ancaman keberadaan subak dewasa ini.

Selain itu, ia juga menegaskan bagaimana festival ini menjadi bahan renungan kita bersama. Subak, selain sebagai sistem pengairan, juga sebagai entitas dan identitas masyarakat Bali—karena keberadaan subak tidak terlepas dari sejarah perkembangannya.

Giring Genesha, Wakil Menteri Kebudayaan, saat membacakan sambutannya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Terlebih, Subak megandung unsur filosofi Tri Hita Karana, yaitu Tuhan (parahyangan), manusia (pawongan), dan alam (palemahan)—yang terus diimani oleh masyarakat Bali sebagai keharmonisan dalam hidup.

Subak, lanjut I Gede Arya Sugiartha, sudah mulai dikenal pada masa Bali Kuno, terbukti dengan adanya prasasti Bali Kuno yang memuat tentang subak—atau sistem pengairan dan mencapai puncaknya pada abad ke-11. Tata kelolanya berkembang hingga saat ini, hal ini membuktikan masyarakat Bali sangat menjaga keberadaan dan mempertahankan tradisi leluhur ini.

Tantangan Subak dan Spirit Subak

Kemudian, saat memberi sekapur sirih, Giring Ganesha Djumaryo tampak terkesima dengan keindahan hamparan sawah di Jatiluwih. Pula, tak henti-henti ia kagum dan memujinya. Menurutnya, di tengah keindahan alam yang dikelilingi oleh sistem pertanian subak—yang tidak hanya menakjubkan secara visual, juga mengandung nilai budaya dan spiritual yang luar biasa.

Di tengah kekagumannya itu, ia juga menyelipkan sesuatu yang penting, yaitu subak yang sedang menghadapi tantangan besar.

Katanya, kita sedang dihadapkan pada penurunan sumber air, penyempitan lahan pertanian, dan ancaman bencana alam.

“Tantangan ini mengingatkan kita akan pentingnya regenerasi petani dan inovasi dalam pertanian, untuk menjaga kelestarian, kesejahteraan desa, dan kebudayaan di sekitar sistem subak,” ucap Giring Ganesha.

Sampai di sini, ia melanjutkan, melalui Subak Spirit Festival ini, negara berupaya menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan holistik melalui tujuh ruang aktivasi, yakni budaya, ekologi, pengetahuan, gastronomi, olahraga, pertunjukan, dan publikasi.

Ayu Laksmi saat manggung di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Festival ini bukan hanya perayaan tetapi juga gerakan, katanya, sebuah panggilan bagi generasi muda untuk kembali kepada nilai-nilai kearifan lokal, memahami budaya kita, dan memeliharanya dengan penuh kebanggaan.

Kemudian, pelantun Laskar Pelangi itu juga menekankan, pelestarian subak harus terus digenjot. Melestarikan subak, ujarnya, berarti melestarikan alam, seni, budaya, dan meningkatkan ketakwaan kepada Sang Pencipta.

Menurut Giring, subak mengajarkan kita akan nilai-nilai universal—yang relevan dengan visi besar Presidan Prabowo Subianto—dalam menciptakan kedaulatan pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan bagi bangsa Indonesia.

“Dengan menjaga subak, kita menjaga masa depan, menjaga kearifan, dan menjaga martabat kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan sumber daya,” ujarnya. Pula, Kementerian Kebudayaan berkomitmen penuh untuk mendukung setiap inisiatif yang menguatkan ketahanan budaya dan kedaulatan pangan Indonesia.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Giring berharap, Subak Spirit Festival ini bisa menjadi inspirasi bagi semua orang, terutama bagi generasi muda, untuk merawat dan melanjutkan warisan berharga ini dengan sepenuh hati.

“Mari kita jadikan subak sebagai simbol keseimbangan, kearifan, dan kekayaan budaya yang akan terus hidup untuk generasi yang akan datang,” tutup Giring, yang disambut dengan tepuk tangan dan suara kepuakan—alat pengusir burung tradisional yang terbuat dari bambu—yang dibunyikan tamu undangan.

Merayakan Subak

Sesaat setelah Giring menyelesaikan sambutannya, yang retoris itu, ibu-ibu berpakaian adat berbaris dan berjalan sambil membawa hal-hal yang berkaitan dengan petani dan pedesaan. Mereka nyuwun (menyunggi) sesigih padi bali, rumput dalam keranjang, sebongkok blarak (daun kelapa kering), seikat kayu bakar, dll. Sementara segerombolan bapak-bapak, dengan penuh semangat, terus memainkan okokan dengan bentuk-bentuk wayah ikon Bali—dengan taring dan tangan berkuku panjang.

Giring bersama beberapa tamu undangan yang penting, berjajar di panggung dan membunyikan lesung sebagai tanda Subak Spirit Festival 2024 resmi dibukan. Adegan tersebut disusul dengan tembang Ayu Laksmi dan teriakan para bocah. Suasana sawah menjadi meriah.

Dua orang gadis remaja mulai menarikan Nunas Baos, tarian yang terinspirasi dari tradisi nunas bawos—ritual untuk memohon petunjuk agar upacara berjalan lancar dan harapan sampai kepada Tuhan.

Bapak-bapak sedang memainkan okokan di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Tarian tersebut melambangkan permohonan berkah bagi kegiatan pertanian, sering dilakukan petani sebelum musim tanam atau setelah panen sebagai penghormatan kepada Dewi Sri. Ritual tersebut biasanya diiringi musik gamelan dan tari sebagai persembahan sakral di pura atau sawah.

Nunas bawos juga mengandung nilai sosial, mengikat komunitas petani dalam menjaga sistem subak, menjaga keseimbangan alam, dan menghormati alam sebagai sumber kehidupan. Tarian ini melambangkan permohonan untuk kebaikan dan kelancaran.

Dalam acara tersebut, Tari Nunas Baos menjadi pembuka proses penandatangan prasasti, di mana deklarasi subak adalah sebagai “baos” atau kata-kata. Pembukaan Subak Spirit Festival 2024, diakhiri dengan lagu “Mahasa” yang didendangkan Ayu Laksi bersama beberapa penari yang sangat teatrikal. Pertunjukan-pertunjukan seni tersebut, seolah menjadi “perayaan” subak yang meriah.

Sekadar informasi, dalam kesempatan kali ini juga, Subak Spirit telah me-launching portal subakspirit.com. Website ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk acara Subak Spirit ini, agar bisa berkelanjutan. Semoga demikian.[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Subak Spirit Festival 2024, Pesta Rakyat, dan Usaha Pemuliaan Air
Tags: balijatiluwihKementerian KebudayaansubakSubak Spirit Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilukada: Locus dan Fokus Kabupaten Banyumas

Next Post

Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Putu Agus Gotawa: Seniman Muda yang Memiliki Mimpi Besar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co