2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 15, 2024
in Persona
Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian

Kartunis Wayan Tama

DI antara banyaknya kartunis Bali, I Wayan Tama adalah salah satu yang konsisten dengan aktivitas satu ini. Ia begitu piawai menggoreskan lukisan kartun yang lucu, menggelitik, bahkan acap kali mengkritik. Baginya, seni dalam melukis kartun adalah hal yang menyenangkan dan tidak akan pernah bosan dilakoni olehnya.

Jika Anda sempat datang ke Pesta Kesenian Bali (PKB) ia mudah ditemui di Stand Pameran Karikatur Bali. Ia pun siap menggambar wajah Anda menjadi sosok karikatur yang lucu. Mengapa kartunis asal Karangasem ini mengatakan kartunis adalah profesi yang kurang diperhatikan? Berikut petikan perbincangan antara I Wayan Tama dengan penulis.

Sejak kapan Anda menekuni seni melukis, terutama sebagai kartunis?

Kalau saya dari tahun 2004, tetapi tahun 2008 baru jadi pekerjaan tetap.

Apakah dulu Anda bersekolah seni lukis atau seni rupa?

Kalau saya lulusan SMA. Awalnya saya bekerja di pembuatan film kartun, dari sana saya mulai belajar. Nama perusahaannya Marsa Jaya. Jadi keterampilan yang saya miliki ini bisa saya sebut otodidak.

Apa kesibukan Anda sehari-hari?

Ya tetap melukis. Ini sudah menjadi kerjaan saya. Udah benar-benar kerja dari karikatur. Ya sehari-hari gak ada kerjaan yang lain.

Dalam banyak kesempatan seperti di ajang PKB, Anda menggambar objek secara langsung atau on the spot. Apa daya tarik dari melukis on the spot?

Kalau on the spot itu kan ada chemistry-nya ya. Orang yang digambar langsung itu ada kesannya tersendiri. Beda pokoknya. Yang digambar juga merasakan kesenangan yang berbeda ketika melihat hasilnya.

Foto: I Wayan Tama melukis karikatur di Pameran Karikatur Bali (PKB) | Foto: Dede

Selain melukis on the spot di pameran, apakah Anda juga ikut kegiatan lain, misalnya juga melukis wedding?

Iya melukis Wedding (Bali Wedding Carricatures). Kalau itu sistemnya bookingan. Biasanya bule-bule yang nikah itu kan punya tamu, ya tamu-tamu itu yang saya Lukis, jadi souvenir lah istilahnya. Lukisannya on the spot juga. Sistemnya beda, kalau wedding itu per-jam. Dibayarnya sama pengantin. Jumlah tamu tidak mempengaruhi. Termasuk dinner juga, sistemnya sama.

Selain kartun wajah, Anda sering melukis apa lagi?

Dulu pernah melukis realis, foto, batik juga pernah (desain batik tulis).

Apakah kemampuan melukis juga Anda bagikan kepada yang lain, mungkin pernah mengajar melukis?

Kalau batik saya sempat ngajar di Batik Popiler. Itu art shop tapi ada tempat untuk ngajar. Tapi menurut saya kurang sreg, lebih menarik di karikatur ini, passion-nya lebih di sini, bisa ketemu orang-orang baru dan tidak monoton. Kalau mengajar melukis yang lain saya tidak pernah, saya tidak berani karena hanya belajar otodidak. Lebih baik kerja sendiri.

Di keluarga apakah ada yang mengikuti jejak Anda sebagai pelukis?

Anak saya ada, tapi tidak pelukis seperti saya, dia lebih ke teknologi. Masih kecil sih, masih SMA, tapi ngambil jurusan DKV. Gambar juga, cuma beda aliran lah. Dia lebih ke anime dan ilustrasi.

Karya I Wayan Tama dalam Pameran Karikatur Bali 2024 | Foto: Dede

Apa kesan Anda mengenai minat anak muda untuk menjadi kartunis?

Nah, kalau menurut saya belum sih ya, belum ada. Karena anak muda lebih ke teknologi, desain-desain. Kalaupun ada, tidak terlalu mendalami. Jurusannya juga tidak ada. Kalau ada kemungkinan besar bakal ada. Biasanya hanya jurusan umum. Ini karena jurusannya tidak ada, otomatis juga jarang ada yang berminat. Saya juga awalnya tidak berniat ke sini, tapi karena mendapat tawaran kerja di film kartun tadi, jadinya belajar dan bisa. Saya banyak belajar dasar-dasarnya di sana. Lama-kelamaan jadi pekerjaan tetap sampai sekarang.

Apa harapan Anda untuk seniman kartun Bali?

Harapan saya agar ke depannya kartunis mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Karena karikatur atau kartun ini kan berbeda dengan seni lukis lain yang lebih diperhatikan. Kalau kartun seperti karikatur itukan model humor, kritikan. Rata rata yang diangkat humor. Sketsa pun dibuat agar orang yang melihat tertawa. Komunitas kami sendiri memang belum penuh mendapatkan perhatian. Baru ini saja, agak bersyukur sih era kemarin kami dikasi tempat di sini untuk tetap menunjukkan eksistensi.

Di luar PKB, sama sekali belum ada wadah yang disediakan untuk kami. Kami sudah sering menghubungi pihak terkait, tapi tak ada respon, buntu. Mungkin karena kita dianggap sebagai kritikus. Berbeda dengan seni lukis yang lain.

***

Pesta Kesenian Bali Jadi Ladang Rejeki

Setiap setahun sekali, perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) menjadi momentum yang ditunggu-tunggu banyak orang, tak terkecuali oleh I Wayan Tama. Ia bisa melukis banyak sketsa dalam sebulan penuh di PKB, di Pameran Karikatur Bali.

Karya I Wayan Tama dalam Pameran Karikatur Bali 2024 | Foto: Dede

I Wayan Tama mengungkapkan bahwa pameran karikatur ini sudah ada sejak tahun 2000-an. Namun, dirinya mulai bergabung pada tahun 2015.

Pada awalnya pameran ini bertempat di areal pameran Ksirarnawa. Kemudian sejak tahun 2020 pindah ke ruang pameran, dekat Gedung Wantilan.

“Setelah pindah ke sini, ternyata animo masyarakat masih sama, bahkan makin ramai,” ungkapnya.

Dalam sehari ia bisa membuat 10-15 sketsa, satu sketsa dibanderol dengan harga 50 ribu rupiah. Selain sketsa wajah, pameran karikatur ini juga menampilkan karya-karya dari komunitas BALICA (Bali Cartoons Association). Semuanya adalah kartunis yang menuangkan ide-ide kekinian, terutama isu-isu yang sedang viral.

“Kami ini dari komunitas BALICA, nah dari kami ada sepuluh orang seniman, satu orang minimal buat tiga karya untuk dipamerkan di pameran karikatur ini. Tidak ada seleksi juga, karena waktunya juga mepet,” tandasnya.

Penulis bersama I Wayan Tama | Foto: Dok. Dede

Pesta Kesenian Bali ke-46 secara resmi telah ditutup pada 13 Juli 2024. Jika anda tertarik untuk membuat sketsa wajah, namun belum sempat berkunjung ke Pameran Karikatur Bali. Anda dapat menghubungi I Wayan Tama melalui akun Instagram-nya @bali_karikatur. [T]

BIODATA
Nama Lengkap : I Wayan Tama
Asal : Karangasem, Menetap di Denpasar
Tempat/Tgl Lahir : Karangasem, 24 Agustus 1968
Profesi : Kartunis, Pelukis Karikatur
Usaha : Bali Karikatur
Komunitas : Bali Cartoons Association

Reporter: Dede Putra Wiguna
Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Repertoar “Ng”, Pranamya Swari, dan Proses Kreatifnya
Putu Shinta Aiswarya, Pecinta Kucing, Calon Pendidik, Lulus Cumlaude
Kadek Angga Wahyu Pradana, Pemuda Pelopor Bali dan Revitalisasi Tabuh Lelonggoran Buleleng
Tags: Karikaturkartunkartunis baliPesta Kesenian BaliSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dalang Bali: Manipulator dengan Keahlian dan Misteri “Makebang-kebang”

Next Post

Mencari Pasangan Untuk De Gadjah

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Mencari Pasangan Untuk De Gadjah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co