24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 15, 2024
in Persona
Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian

Kartunis Wayan Tama

DI antara banyaknya kartunis Bali, I Wayan Tama adalah salah satu yang konsisten dengan aktivitas satu ini. Ia begitu piawai menggoreskan lukisan kartun yang lucu, menggelitik, bahkan acap kali mengkritik. Baginya, seni dalam melukis kartun adalah hal yang menyenangkan dan tidak akan pernah bosan dilakoni olehnya.

Jika Anda sempat datang ke Pesta Kesenian Bali (PKB) ia mudah ditemui di Stand Pameran Karikatur Bali. Ia pun siap menggambar wajah Anda menjadi sosok karikatur yang lucu. Mengapa kartunis asal Karangasem ini mengatakan kartunis adalah profesi yang kurang diperhatikan? Berikut petikan perbincangan antara I Wayan Tama dengan penulis.

Sejak kapan Anda menekuni seni melukis, terutama sebagai kartunis?

Kalau saya dari tahun 2004, tetapi tahun 2008 baru jadi pekerjaan tetap.

Apakah dulu Anda bersekolah seni lukis atau seni rupa?

Kalau saya lulusan SMA. Awalnya saya bekerja di pembuatan film kartun, dari sana saya mulai belajar. Nama perusahaannya Marsa Jaya. Jadi keterampilan yang saya miliki ini bisa saya sebut otodidak.

Apa kesibukan Anda sehari-hari?

Ya tetap melukis. Ini sudah menjadi kerjaan saya. Udah benar-benar kerja dari karikatur. Ya sehari-hari gak ada kerjaan yang lain.

Dalam banyak kesempatan seperti di ajang PKB, Anda menggambar objek secara langsung atau on the spot. Apa daya tarik dari melukis on the spot?

Kalau on the spot itu kan ada chemistry-nya ya. Orang yang digambar langsung itu ada kesannya tersendiri. Beda pokoknya. Yang digambar juga merasakan kesenangan yang berbeda ketika melihat hasilnya.

Foto: I Wayan Tama melukis karikatur di Pameran Karikatur Bali (PKB) | Foto: Dede

Selain melukis on the spot di pameran, apakah Anda juga ikut kegiatan lain, misalnya juga melukis wedding?

Iya melukis Wedding (Bali Wedding Carricatures). Kalau itu sistemnya bookingan. Biasanya bule-bule yang nikah itu kan punya tamu, ya tamu-tamu itu yang saya Lukis, jadi souvenir lah istilahnya. Lukisannya on the spot juga. Sistemnya beda, kalau wedding itu per-jam. Dibayarnya sama pengantin. Jumlah tamu tidak mempengaruhi. Termasuk dinner juga, sistemnya sama.

Selain kartun wajah, Anda sering melukis apa lagi?

Dulu pernah melukis realis, foto, batik juga pernah (desain batik tulis).

Apakah kemampuan melukis juga Anda bagikan kepada yang lain, mungkin pernah mengajar melukis?

Kalau batik saya sempat ngajar di Batik Popiler. Itu art shop tapi ada tempat untuk ngajar. Tapi menurut saya kurang sreg, lebih menarik di karikatur ini, passion-nya lebih di sini, bisa ketemu orang-orang baru dan tidak monoton. Kalau mengajar melukis yang lain saya tidak pernah, saya tidak berani karena hanya belajar otodidak. Lebih baik kerja sendiri.

Di keluarga apakah ada yang mengikuti jejak Anda sebagai pelukis?

Anak saya ada, tapi tidak pelukis seperti saya, dia lebih ke teknologi. Masih kecil sih, masih SMA, tapi ngambil jurusan DKV. Gambar juga, cuma beda aliran lah. Dia lebih ke anime dan ilustrasi.

Karya I Wayan Tama dalam Pameran Karikatur Bali 2024 | Foto: Dede

Apa kesan Anda mengenai minat anak muda untuk menjadi kartunis?

Nah, kalau menurut saya belum sih ya, belum ada. Karena anak muda lebih ke teknologi, desain-desain. Kalaupun ada, tidak terlalu mendalami. Jurusannya juga tidak ada. Kalau ada kemungkinan besar bakal ada. Biasanya hanya jurusan umum. Ini karena jurusannya tidak ada, otomatis juga jarang ada yang berminat. Saya juga awalnya tidak berniat ke sini, tapi karena mendapat tawaran kerja di film kartun tadi, jadinya belajar dan bisa. Saya banyak belajar dasar-dasarnya di sana. Lama-kelamaan jadi pekerjaan tetap sampai sekarang.

Apa harapan Anda untuk seniman kartun Bali?

Harapan saya agar ke depannya kartunis mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Karena karikatur atau kartun ini kan berbeda dengan seni lukis lain yang lebih diperhatikan. Kalau kartun seperti karikatur itukan model humor, kritikan. Rata rata yang diangkat humor. Sketsa pun dibuat agar orang yang melihat tertawa. Komunitas kami sendiri memang belum penuh mendapatkan perhatian. Baru ini saja, agak bersyukur sih era kemarin kami dikasi tempat di sini untuk tetap menunjukkan eksistensi.

Di luar PKB, sama sekali belum ada wadah yang disediakan untuk kami. Kami sudah sering menghubungi pihak terkait, tapi tak ada respon, buntu. Mungkin karena kita dianggap sebagai kritikus. Berbeda dengan seni lukis yang lain.

***

Pesta Kesenian Bali Jadi Ladang Rejeki

Setiap setahun sekali, perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) menjadi momentum yang ditunggu-tunggu banyak orang, tak terkecuali oleh I Wayan Tama. Ia bisa melukis banyak sketsa dalam sebulan penuh di PKB, di Pameran Karikatur Bali.

Karya I Wayan Tama dalam Pameran Karikatur Bali 2024 | Foto: Dede

I Wayan Tama mengungkapkan bahwa pameran karikatur ini sudah ada sejak tahun 2000-an. Namun, dirinya mulai bergabung pada tahun 2015.

Pada awalnya pameran ini bertempat di areal pameran Ksirarnawa. Kemudian sejak tahun 2020 pindah ke ruang pameran, dekat Gedung Wantilan.

“Setelah pindah ke sini, ternyata animo masyarakat masih sama, bahkan makin ramai,” ungkapnya.

Dalam sehari ia bisa membuat 10-15 sketsa, satu sketsa dibanderol dengan harga 50 ribu rupiah. Selain sketsa wajah, pameran karikatur ini juga menampilkan karya-karya dari komunitas BALICA (Bali Cartoons Association). Semuanya adalah kartunis yang menuangkan ide-ide kekinian, terutama isu-isu yang sedang viral.

“Kami ini dari komunitas BALICA, nah dari kami ada sepuluh orang seniman, satu orang minimal buat tiga karya untuk dipamerkan di pameran karikatur ini. Tidak ada seleksi juga, karena waktunya juga mepet,” tandasnya.

Penulis bersama I Wayan Tama | Foto: Dok. Dede

Pesta Kesenian Bali ke-46 secara resmi telah ditutup pada 13 Juli 2024. Jika anda tertarik untuk membuat sketsa wajah, namun belum sempat berkunjung ke Pameran Karikatur Bali. Anda dapat menghubungi I Wayan Tama melalui akun Instagram-nya @bali_karikatur. [T]

BIODATA
Nama Lengkap : I Wayan Tama
Asal : Karangasem, Menetap di Denpasar
Tempat/Tgl Lahir : Karangasem, 24 Agustus 1968
Profesi : Kartunis, Pelukis Karikatur
Usaha : Bali Karikatur
Komunitas : Bali Cartoons Association

Reporter: Dede Putra Wiguna
Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Repertoar “Ng”, Pranamya Swari, dan Proses Kreatifnya
Putu Shinta Aiswarya, Pecinta Kucing, Calon Pendidik, Lulus Cumlaude
Kadek Angga Wahyu Pradana, Pemuda Pelopor Bali dan Revitalisasi Tabuh Lelonggoran Buleleng
Tags: Karikaturkartunkartunis baliPesta Kesenian BaliSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dalang Bali: Manipulator dengan Keahlian dan Misteri “Makebang-kebang”

Next Post

Mencari Pasangan Untuk De Gadjah

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Mencari Pasangan Untuk De Gadjah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co