2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Pasangan Untuk De Gadjah

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
July 15, 2024
in Esai
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Teddy C Putra

TERPILIHNYA Prabowo Subianto menjadi Presiden RI 2024 – 2029 menjadi modal besar bagi Gerindra dalam menghadapi Pilkada Serentak pada 27 November 2024 mendatang. Hasil baik pada Pilpres sebelumnya memberi kepercayaan diri bagi Gerindra. Memenangkan Pilkada adalah salah satu langkah penting bagi Gerindra untuk menyukseskan pelbagai program yang dijanjikan oleh Prabowo – Gibran. Salah satu daerah yang menjadi target bagi Gerindra adalah Bali.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Habiburokhman selaku Wakil Ketua Umum DPP Gerindra. Dirinya menyebutkan bahwa Gerindra mengincar kursi wakil gubernur dan sudah menyiapkan Made Mulyawan Arya (De Gadjah) dalam Pilgub Bali. Target tersebut makin realistis karena Gerindra menorehkan hasil positif di Bali. Bertambahnya 4 kursi di DPRD Bali tentu menjadi nilai tambah bagi Gerindra. Apalagi sang Ketua DPD Gerindra Bali, De Gadjah berhasil menjadi peraih suara terbanyak di Kota Denpasar dengan perolehan 49.091 suara.

Paket Mantra – Mulya

Jelang Pilkada, nama-nama potensial pun bermunculan di ruang-ruang publik. Figur Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Rai Mantra) mulai dipasangkan dengan De Gadjah untuk melaju ke Pilgub Bali. Pasangan ini mendapat dukungan oleh partai-partai politik di Bali yang tergabung dalam KIM Plus, yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, PSI, Nasdem, PKB, Gelora, Garuda, PKB, PAN, dan Prima.

Rai Mantra merupakan Wali Kota Denpasar 2016 – 2021 yang sebelumnya pernah berkontestasi di Pilgub Bali 2018 berpasangan dengan I Ketut Sudikerta. Meski pada saat itu pasangan Mantra – Kerta kalah dari pasangan Koster – Ace, karir politik Rai Mantra belum sepenuhnya redup. Terbukti pada Pemilu 2024, Rai Mantra berhasil meraih satu kursi DPD RI perwakilan Bali dengan perolehan 494.698 suara.

Kuatnya figur Rai Mantra dan De Gadjah, apalagi mereka cukup populer di sosial media, digadang-gadang akan menjadi penantang tangguh bagi pasangan yang diusung oleh PDIP, selaku partai dominan di Bali. Namun alih-alih semakin kuat dan serius, wacana pasangan Mantra – Mulya justru semakin melempem dan hilang tertiup angin. Tidak adanya sambutan hangat dari Rai Mantra menjadi salah satu faktornya.

Berbeda dengan De Gadjah yang merupakan seorang anggota partai, Rai Mantra adalah figur individu merdeka. Rai Mantra tentu harus mempertimbangkan banyak hal sebelum menerima pinangan KIM Plus sebagai bakal calon gubernur Bali. Taruhannya begitu besar apabila Rai Mantra menerima pinangan ini, apalagi dirinya baru saja terpilih sebagai Senator perwakilan Bali untuk lima tahun ke depan.

Jika pasangan Mantra – Mulya tetap maju dalam kontestasi Pilgub Bali 2024, maka baik Rai Mantra dan De Gadjah harus membuat surat pernyataan bersedia mengundurkan diri jika telah dilantik secara resmi menjadi anggota DPD RI dan anggota DPRD provinsi sesuai amanat Putusan MK Nomor 12/PUU-XXII/2024. Artinya akan ada satu kursi DPD RI perwakilan Bali yang kosong karena ditinggalkan Rai Mantra dan satu kursi DPRD Provinsi Bali dapil Denpasar yang ditinggalkan De Gadjah.

Semua skenario harus disiapkan dalam politik, termasuk skenario terburuk. Apa yang akan terjadi apabila pasangan Mantra – Mulya gagal menjadi pemenang di Pilgub Bali? De Gadjah mungkin saja akan kembali melakukan aktivitas politiknya sebagai Ketua DPD Gerindra Bali, tetapi bagaimana dengan Rai Mantra? Poin inilah yang harus disiapkan oleh KIM Plus apabila serius ingin Rai Mantra kembali berkontestasi di Pilgub Bali.

Belum adanya “garansi” terhadap Rai Mantra dapat menjadi salah satu faktor mandegnya wacana pasangan ini, meski sudah dideklarasikan oleh 11 partai politik. KIM Plus harus menyiapkan tempat berlabuh bagi Rai Mantra apabila pasangan Mantra – Mulya gagal dalam Pilgub Bali. Hal ini tentu realistis, mengingat untuk bersedia maju menjadi calon gubernur, Rai Mantra harus meninggalkan kursi DPD RI yang sudah diraihnya dengan cost politics yang tentu saja tidak sedikit jumlahnya.

Menipisnya potensi terwujudnya pasangan Mantra – Mulya, memunculkan paket pasangan baru, yakni Cantiasa – Mulya. Mantan Danjen Kopassus yang kini duduk di kursi Wakil Kepala Badan Intelejen Nasional (Waka BIN) tersebut belakangan santer dipasangkan dengan De Gadjah. Figur Cantiasa yang berangkat dari kalangan militer dinilai memahami teritorial dan dapat membaca potensi-potensi yang harus digali oleh Bali.

Tidak seperti pasangan Mantra – Mulya yang terlihat digarap secara serius oleh KIM Plus Bali, pasangan Cantiasa – Mulya terkesan hanya sekadar “tes ombak” alias hanya ingin mencari tahu respon publik terhadap pasangan ini. Bahkan kedua belah pihak, baik Cantiasa dan De Gadjah tidak berkomentar banyak dan mengembalikan hal tersebut kepada rakyat dan utamanya pimpinan partai politik yang memiliki kewenangan mengeluarkan surat rekomendasi.

Apapun Dinamika Politik Daerah, Penentunya Tetap Jakarta

Baru-baru ini terjadi peristiwa politik yang patut diperhatikan, yakni pertemuan antara I Wayan Koster dan De Gadjah. Pertemuan dua poros kekuatan politik Bali tersebut setidaknya berhasil memberi warna baru bagi dinamika politik Bali. Komunikasi politik dua kubu ini mengindikasikan satu hal menarik, yakni mulai tidak percaya dirinya PDIP di kandang sendiri. Kekhawatiran ini menjadi masuk akal tatkala mengingat pasangan Ganjar – Mahfud babak belur di Bali yang notabene adalah “kandang banteng”.

Terlalu dini jika menyimpulkan pertemuan dua tokoh politik tersebut adalah tanda akan terbangunnya koalisi “merah putih” seperti yang ramai diperbincangkan publik. Faktor yang menghambat terwujudnya koalisi antara PDIP dan Gerindra adalah soal calon yang diusung. Berbeda dengan Gerindra yang sudah bulan mengusung De Gadjah. Situasi internal PDIP justru menunjukkan hal berbeda. Masih panasnya persaingan antara Koster dan Giri dalam merebut rekomendasi calon gubernur dari DPP PDIP menunjukkan bahwa persoalan di internal PDIP Bali belumlah usai.

Pada akhirnya rakyat Bali harus menunggu keputusan dari para Ketua Umum partai politik di Jakarta. Surat rekomedasi yang dibubuhi tanda tangan ketua umum dan sekretaris jenderal menjadi modal utama untuk melenggang ke dalam perebutan kursi Bali 1 dan 2. Selain itu, seperti kata Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, penting untuk mengetahui siapa yang sekiranya siap membiayai pasangan cagub dan cawagub yang akan bertanding nanti? [T]


Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi
Berebut Rekomendasi Menuju Pilgub Bali: Bagaimana Peluang Koster-Giri?
Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi
Membaca Masa Depan Koster
Percakapan di Ruang Tengah : Tentang Pendidikan Hindu di Bali
Tags: PilkadaPilkada BaliPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian

Next Post

Beberapa Menit Bersama Ketut Ariyani: Membicarakan Hak Pemilih Disabilitas di Bali

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Beberapa Menit Bersama Ketut Ariyani: Membicarakan Hak Pemilih Disabilitas di Bali

Beberapa Menit Bersama Ketut Ariyani: Membicarakan Hak Pemilih Disabilitas di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co