24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Pasangan Untuk De Gadjah

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
July 15, 2024
in Esai
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Teddy C Putra

TERPILIHNYA Prabowo Subianto menjadi Presiden RI 2024 – 2029 menjadi modal besar bagi Gerindra dalam menghadapi Pilkada Serentak pada 27 November 2024 mendatang. Hasil baik pada Pilpres sebelumnya memberi kepercayaan diri bagi Gerindra. Memenangkan Pilkada adalah salah satu langkah penting bagi Gerindra untuk menyukseskan pelbagai program yang dijanjikan oleh Prabowo – Gibran. Salah satu daerah yang menjadi target bagi Gerindra adalah Bali.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Habiburokhman selaku Wakil Ketua Umum DPP Gerindra. Dirinya menyebutkan bahwa Gerindra mengincar kursi wakil gubernur dan sudah menyiapkan Made Mulyawan Arya (De Gadjah) dalam Pilgub Bali. Target tersebut makin realistis karena Gerindra menorehkan hasil positif di Bali. Bertambahnya 4 kursi di DPRD Bali tentu menjadi nilai tambah bagi Gerindra. Apalagi sang Ketua DPD Gerindra Bali, De Gadjah berhasil menjadi peraih suara terbanyak di Kota Denpasar dengan perolehan 49.091 suara.

Paket Mantra – Mulya

Jelang Pilkada, nama-nama potensial pun bermunculan di ruang-ruang publik. Figur Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Rai Mantra) mulai dipasangkan dengan De Gadjah untuk melaju ke Pilgub Bali. Pasangan ini mendapat dukungan oleh partai-partai politik di Bali yang tergabung dalam KIM Plus, yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, PSI, Nasdem, PKB, Gelora, Garuda, PKB, PAN, dan Prima.

Rai Mantra merupakan Wali Kota Denpasar 2016 – 2021 yang sebelumnya pernah berkontestasi di Pilgub Bali 2018 berpasangan dengan I Ketut Sudikerta. Meski pada saat itu pasangan Mantra – Kerta kalah dari pasangan Koster – Ace, karir politik Rai Mantra belum sepenuhnya redup. Terbukti pada Pemilu 2024, Rai Mantra berhasil meraih satu kursi DPD RI perwakilan Bali dengan perolehan 494.698 suara.

Kuatnya figur Rai Mantra dan De Gadjah, apalagi mereka cukup populer di sosial media, digadang-gadang akan menjadi penantang tangguh bagi pasangan yang diusung oleh PDIP, selaku partai dominan di Bali. Namun alih-alih semakin kuat dan serius, wacana pasangan Mantra – Mulya justru semakin melempem dan hilang tertiup angin. Tidak adanya sambutan hangat dari Rai Mantra menjadi salah satu faktornya.

Berbeda dengan De Gadjah yang merupakan seorang anggota partai, Rai Mantra adalah figur individu merdeka. Rai Mantra tentu harus mempertimbangkan banyak hal sebelum menerima pinangan KIM Plus sebagai bakal calon gubernur Bali. Taruhannya begitu besar apabila Rai Mantra menerima pinangan ini, apalagi dirinya baru saja terpilih sebagai Senator perwakilan Bali untuk lima tahun ke depan.

Jika pasangan Mantra – Mulya tetap maju dalam kontestasi Pilgub Bali 2024, maka baik Rai Mantra dan De Gadjah harus membuat surat pernyataan bersedia mengundurkan diri jika telah dilantik secara resmi menjadi anggota DPD RI dan anggota DPRD provinsi sesuai amanat Putusan MK Nomor 12/PUU-XXII/2024. Artinya akan ada satu kursi DPD RI perwakilan Bali yang kosong karena ditinggalkan Rai Mantra dan satu kursi DPRD Provinsi Bali dapil Denpasar yang ditinggalkan De Gadjah.

Semua skenario harus disiapkan dalam politik, termasuk skenario terburuk. Apa yang akan terjadi apabila pasangan Mantra – Mulya gagal menjadi pemenang di Pilgub Bali? De Gadjah mungkin saja akan kembali melakukan aktivitas politiknya sebagai Ketua DPD Gerindra Bali, tetapi bagaimana dengan Rai Mantra? Poin inilah yang harus disiapkan oleh KIM Plus apabila serius ingin Rai Mantra kembali berkontestasi di Pilgub Bali.

Belum adanya “garansi” terhadap Rai Mantra dapat menjadi salah satu faktor mandegnya wacana pasangan ini, meski sudah dideklarasikan oleh 11 partai politik. KIM Plus harus menyiapkan tempat berlabuh bagi Rai Mantra apabila pasangan Mantra – Mulya gagal dalam Pilgub Bali. Hal ini tentu realistis, mengingat untuk bersedia maju menjadi calon gubernur, Rai Mantra harus meninggalkan kursi DPD RI yang sudah diraihnya dengan cost politics yang tentu saja tidak sedikit jumlahnya.

Menipisnya potensi terwujudnya pasangan Mantra – Mulya, memunculkan paket pasangan baru, yakni Cantiasa – Mulya. Mantan Danjen Kopassus yang kini duduk di kursi Wakil Kepala Badan Intelejen Nasional (Waka BIN) tersebut belakangan santer dipasangkan dengan De Gadjah. Figur Cantiasa yang berangkat dari kalangan militer dinilai memahami teritorial dan dapat membaca potensi-potensi yang harus digali oleh Bali.

Tidak seperti pasangan Mantra – Mulya yang terlihat digarap secara serius oleh KIM Plus Bali, pasangan Cantiasa – Mulya terkesan hanya sekadar “tes ombak” alias hanya ingin mencari tahu respon publik terhadap pasangan ini. Bahkan kedua belah pihak, baik Cantiasa dan De Gadjah tidak berkomentar banyak dan mengembalikan hal tersebut kepada rakyat dan utamanya pimpinan partai politik yang memiliki kewenangan mengeluarkan surat rekomendasi.

Apapun Dinamika Politik Daerah, Penentunya Tetap Jakarta

Baru-baru ini terjadi peristiwa politik yang patut diperhatikan, yakni pertemuan antara I Wayan Koster dan De Gadjah. Pertemuan dua poros kekuatan politik Bali tersebut setidaknya berhasil memberi warna baru bagi dinamika politik Bali. Komunikasi politik dua kubu ini mengindikasikan satu hal menarik, yakni mulai tidak percaya dirinya PDIP di kandang sendiri. Kekhawatiran ini menjadi masuk akal tatkala mengingat pasangan Ganjar – Mahfud babak belur di Bali yang notabene adalah “kandang banteng”.

Terlalu dini jika menyimpulkan pertemuan dua tokoh politik tersebut adalah tanda akan terbangunnya koalisi “merah putih” seperti yang ramai diperbincangkan publik. Faktor yang menghambat terwujudnya koalisi antara PDIP dan Gerindra adalah soal calon yang diusung. Berbeda dengan Gerindra yang sudah bulan mengusung De Gadjah. Situasi internal PDIP justru menunjukkan hal berbeda. Masih panasnya persaingan antara Koster dan Giri dalam merebut rekomendasi calon gubernur dari DPP PDIP menunjukkan bahwa persoalan di internal PDIP Bali belumlah usai.

Pada akhirnya rakyat Bali harus menunggu keputusan dari para Ketua Umum partai politik di Jakarta. Surat rekomedasi yang dibubuhi tanda tangan ketua umum dan sekretaris jenderal menjadi modal utama untuk melenggang ke dalam perebutan kursi Bali 1 dan 2. Selain itu, seperti kata Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, penting untuk mengetahui siapa yang sekiranya siap membiayai pasangan cagub dan cawagub yang akan bertanding nanti? [T]


Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi
Berebut Rekomendasi Menuju Pilgub Bali: Bagaimana Peluang Koster-Giri?
Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi
Membaca Masa Depan Koster
Percakapan di Ruang Tengah : Tentang Pendidikan Hindu di Bali
Tags: PilkadaPilkada BaliPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian

Next Post

Beberapa Menit Bersama Ketut Ariyani: Membicarakan Hak Pemilih Disabilitas di Bali

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Beberapa Menit Bersama Ketut Ariyani: Membicarakan Hak Pemilih Disabilitas di Bali

Beberapa Menit Bersama Ketut Ariyani: Membicarakan Hak Pemilih Disabilitas di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co