3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Pasangan Untuk De Gadjah

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
July 15, 2024
in Esai
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Teddy C Putra

TERPILIHNYA Prabowo Subianto menjadi Presiden RI 2024 – 2029 menjadi modal besar bagi Gerindra dalam menghadapi Pilkada Serentak pada 27 November 2024 mendatang. Hasil baik pada Pilpres sebelumnya memberi kepercayaan diri bagi Gerindra. Memenangkan Pilkada adalah salah satu langkah penting bagi Gerindra untuk menyukseskan pelbagai program yang dijanjikan oleh Prabowo – Gibran. Salah satu daerah yang menjadi target bagi Gerindra adalah Bali.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Habiburokhman selaku Wakil Ketua Umum DPP Gerindra. Dirinya menyebutkan bahwa Gerindra mengincar kursi wakil gubernur dan sudah menyiapkan Made Mulyawan Arya (De Gadjah) dalam Pilgub Bali. Target tersebut makin realistis karena Gerindra menorehkan hasil positif di Bali. Bertambahnya 4 kursi di DPRD Bali tentu menjadi nilai tambah bagi Gerindra. Apalagi sang Ketua DPD Gerindra Bali, De Gadjah berhasil menjadi peraih suara terbanyak di Kota Denpasar dengan perolehan 49.091 suara.

Paket Mantra – Mulya

Jelang Pilkada, nama-nama potensial pun bermunculan di ruang-ruang publik. Figur Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Rai Mantra) mulai dipasangkan dengan De Gadjah untuk melaju ke Pilgub Bali. Pasangan ini mendapat dukungan oleh partai-partai politik di Bali yang tergabung dalam KIM Plus, yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, PSI, Nasdem, PKB, Gelora, Garuda, PKB, PAN, dan Prima.

Rai Mantra merupakan Wali Kota Denpasar 2016 – 2021 yang sebelumnya pernah berkontestasi di Pilgub Bali 2018 berpasangan dengan I Ketut Sudikerta. Meski pada saat itu pasangan Mantra – Kerta kalah dari pasangan Koster – Ace, karir politik Rai Mantra belum sepenuhnya redup. Terbukti pada Pemilu 2024, Rai Mantra berhasil meraih satu kursi DPD RI perwakilan Bali dengan perolehan 494.698 suara.

Kuatnya figur Rai Mantra dan De Gadjah, apalagi mereka cukup populer di sosial media, digadang-gadang akan menjadi penantang tangguh bagi pasangan yang diusung oleh PDIP, selaku partai dominan di Bali. Namun alih-alih semakin kuat dan serius, wacana pasangan Mantra – Mulya justru semakin melempem dan hilang tertiup angin. Tidak adanya sambutan hangat dari Rai Mantra menjadi salah satu faktornya.

Berbeda dengan De Gadjah yang merupakan seorang anggota partai, Rai Mantra adalah figur individu merdeka. Rai Mantra tentu harus mempertimbangkan banyak hal sebelum menerima pinangan KIM Plus sebagai bakal calon gubernur Bali. Taruhannya begitu besar apabila Rai Mantra menerima pinangan ini, apalagi dirinya baru saja terpilih sebagai Senator perwakilan Bali untuk lima tahun ke depan.

Jika pasangan Mantra – Mulya tetap maju dalam kontestasi Pilgub Bali 2024, maka baik Rai Mantra dan De Gadjah harus membuat surat pernyataan bersedia mengundurkan diri jika telah dilantik secara resmi menjadi anggota DPD RI dan anggota DPRD provinsi sesuai amanat Putusan MK Nomor 12/PUU-XXII/2024. Artinya akan ada satu kursi DPD RI perwakilan Bali yang kosong karena ditinggalkan Rai Mantra dan satu kursi DPRD Provinsi Bali dapil Denpasar yang ditinggalkan De Gadjah.

Semua skenario harus disiapkan dalam politik, termasuk skenario terburuk. Apa yang akan terjadi apabila pasangan Mantra – Mulya gagal menjadi pemenang di Pilgub Bali? De Gadjah mungkin saja akan kembali melakukan aktivitas politiknya sebagai Ketua DPD Gerindra Bali, tetapi bagaimana dengan Rai Mantra? Poin inilah yang harus disiapkan oleh KIM Plus apabila serius ingin Rai Mantra kembali berkontestasi di Pilgub Bali.

Belum adanya “garansi” terhadap Rai Mantra dapat menjadi salah satu faktor mandegnya wacana pasangan ini, meski sudah dideklarasikan oleh 11 partai politik. KIM Plus harus menyiapkan tempat berlabuh bagi Rai Mantra apabila pasangan Mantra – Mulya gagal dalam Pilgub Bali. Hal ini tentu realistis, mengingat untuk bersedia maju menjadi calon gubernur, Rai Mantra harus meninggalkan kursi DPD RI yang sudah diraihnya dengan cost politics yang tentu saja tidak sedikit jumlahnya.

Menipisnya potensi terwujudnya pasangan Mantra – Mulya, memunculkan paket pasangan baru, yakni Cantiasa – Mulya. Mantan Danjen Kopassus yang kini duduk di kursi Wakil Kepala Badan Intelejen Nasional (Waka BIN) tersebut belakangan santer dipasangkan dengan De Gadjah. Figur Cantiasa yang berangkat dari kalangan militer dinilai memahami teritorial dan dapat membaca potensi-potensi yang harus digali oleh Bali.

Tidak seperti pasangan Mantra – Mulya yang terlihat digarap secara serius oleh KIM Plus Bali, pasangan Cantiasa – Mulya terkesan hanya sekadar “tes ombak” alias hanya ingin mencari tahu respon publik terhadap pasangan ini. Bahkan kedua belah pihak, baik Cantiasa dan De Gadjah tidak berkomentar banyak dan mengembalikan hal tersebut kepada rakyat dan utamanya pimpinan partai politik yang memiliki kewenangan mengeluarkan surat rekomendasi.

Apapun Dinamika Politik Daerah, Penentunya Tetap Jakarta

Baru-baru ini terjadi peristiwa politik yang patut diperhatikan, yakni pertemuan antara I Wayan Koster dan De Gadjah. Pertemuan dua poros kekuatan politik Bali tersebut setidaknya berhasil memberi warna baru bagi dinamika politik Bali. Komunikasi politik dua kubu ini mengindikasikan satu hal menarik, yakni mulai tidak percaya dirinya PDIP di kandang sendiri. Kekhawatiran ini menjadi masuk akal tatkala mengingat pasangan Ganjar – Mahfud babak belur di Bali yang notabene adalah “kandang banteng”.

Terlalu dini jika menyimpulkan pertemuan dua tokoh politik tersebut adalah tanda akan terbangunnya koalisi “merah putih” seperti yang ramai diperbincangkan publik. Faktor yang menghambat terwujudnya koalisi antara PDIP dan Gerindra adalah soal calon yang diusung. Berbeda dengan Gerindra yang sudah bulan mengusung De Gadjah. Situasi internal PDIP justru menunjukkan hal berbeda. Masih panasnya persaingan antara Koster dan Giri dalam merebut rekomendasi calon gubernur dari DPP PDIP menunjukkan bahwa persoalan di internal PDIP Bali belumlah usai.

Pada akhirnya rakyat Bali harus menunggu keputusan dari para Ketua Umum partai politik di Jakarta. Surat rekomedasi yang dibubuhi tanda tangan ketua umum dan sekretaris jenderal menjadi modal utama untuk melenggang ke dalam perebutan kursi Bali 1 dan 2. Selain itu, seperti kata Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, penting untuk mengetahui siapa yang sekiranya siap membiayai pasangan cagub dan cawagub yang akan bertanding nanti? [T]


Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Pancasila Menghendaki Hadirnya Oposisi
Berebut Rekomendasi Menuju Pilgub Bali: Bagaimana Peluang Koster-Giri?
Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi
Membaca Masa Depan Koster
Percakapan di Ruang Tengah : Tentang Pendidikan Hindu di Bali
Tags: PilkadaPilkada BaliPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian

Next Post

Beberapa Menit Bersama Ketut Ariyani: Membicarakan Hak Pemilih Disabilitas di Bali

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Beberapa Menit Bersama Ketut Ariyani: Membicarakan Hak Pemilih Disabilitas di Bali

Beberapa Menit Bersama Ketut Ariyani: Membicarakan Hak Pemilih Disabilitas di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co