14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berebut Rekomendasi Menuju Pilgub Bali: Bagaimana Peluang Koster-Giri?

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
May 16, 2024
in Esai
Suburnya Politik Dinasti di Pulau Dewata

Teddy C Putra

PASANGAN I Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta (Koster – Giri) menjadi paket paling potensial yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Bali mendatang. Setidaknya ada tiga faktor yang dapat menguatkan pandangan tersebut. Pertama, hasil pemilu 2024 khususnya di Bali. Kedua, hasil pilgub edisi sebelumnya. Dan, ketiga adalah perkembangan kultur politik di Bali.

Sebelumnya, seluruh DPC PDIP se-Bali telah mengirimkan rekomendasi nama-nama yang akan diusung dalam pilgub Bali. Pertama, pasangan incumbent I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster – Ace). Dan kedua, pasangan Koster – Giri. Secara akumulasi, terdapat 8 (delapan) DPC yang mengusung kembali Koster – Ace, sedangkan 6 (enam) DPC mengusung Koster – Giri. Lantas seberapa besar peluang Giri Prasta merebut kursi calon wakil gubernur dari Cok Ace sang incumbent?

Faktor Figur Jadi Penentu

Selepas mengakhiri jabatan sebagai wakil gubernur, sorotan terhadap Cok Ace secara drastis berkurang. Meski aktif sebagai Ketua PHRI Bali, tokoh Puri Agung Ubud ini jarang terlihat geliatnya di media. Berbanding terbalik dengan kompetitornya, Giri Prasta. Figur yang masih aktif sebagai Bupati Badung ini justru ramai diperbincangkan di media. Popularitasnya di media semakin diperkuat dengan program angelus buana yang populis di tengah masyarakat.

Program angelus buana yang berasal dari dana APBD Badung tersebut, memungkinkan Giri Prasta mengguyur seluruh kabupaten/kota di Bali dengan bantuan dana hibah yang tidak kecil nilainya. Upaya tersebut memberi dampak positif terhadap citra Giri Prasta di mata masyarakat. Citra Giri Prasta sebagai bupati bares-pun semakin kuat. Alhasil, Giri Prasta diunggulkan dalam kontestasi pilgub Bali mendatang.

Berkaca pada hasil pemilu 2024 lalu, partai politik tidak lagi menjadi faktor penentu dalam meraih kemenangan. Kemenangan mutlak pasangan Prabowo – Gibran di Bali adalah bukti bahwa rakyat Bali kini lebih melihat figur tinimbang partai pengusung. Fenomena tersebut setidaknya dapat menjadi pertimbangan bagi PDIP dalam menentukan pasangan yang akan diusung dalam pilgub mendatang.

Memiliki popularitas tinggi dan diperkuat dengan dukungan akar rumput yang kuat adalah modal besar bagi Giri Prasta untuk mendampingi Kosrer dalam pilgub Bali. Dalam konteks ini, jelas Giri Prasta lebih unggul dibanding Cok Ace.

Melihat Pilgub Edisi Sebelumnya

Tren gubernur terpilih berasal dari Buleleng telah ditunjukkan sejak pilgub Bali 2008. Pada pilgub 2008 dan 2013, Made Mangku Pastika yang berasal dari Desa Patemon, Kabupaten Buleleng berhasil terpilih sebagai Gubernur Bali. Tren tersebut dilanjutkan pada pilgub 2018 dengan terpilihnya I Wayan Koster yang berasal dari Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng.

Tren yang dapat menjadi perhatian selanjutnya adalah representasi wakil gubernur. Pada pilgub 2008, Made Mangku Pastika menggandeng Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang berasal dari Puri Ksatria, Kota Denpasar. Kemudian di periode kedua, Made Mangku Pastika menggandeng I Ketut Sudikerta yang berasal dari Desa Pecatu, Kabupaten Badung. Terakhir, di pilgub 2018, I Wayan Koster menggandeng Cok Ace yang berasal dari Desa Ubud, Kabupaten Gianyar.

Berdasarkan uraian tersebut, keseimbangan antara representasi Bali bagian utara dan selatan menjadi faktor yang krusial dalam setiap kontestasi pilgub Bali. Giri Prasta yang berasal dari Desa Plaga, Kabupaten Badung tentu menjadi figur kuat yang dapat menjadi representasi Bali bagian selatan. Apalagi, jika melihat jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten Badung pada pemilu 2024 lalu, Kabupaten Badung adalah pemilik jumlah pemilih terbanyak ketiga setelah Kabupaten Buleleng dan Kota Denpasar dengan jumlah sebanyak 403.326 pemilih.

Kultur Politik Bali Terkini

Masyarakat Bali kini telah terbiasa menerima guyuran bantuan dari pemerintah. Bantuan berupa hibah, dana kreativitas, hingga pembangunan infrastruktur terus digelontorkan di setiap kesempatan. Realitas politik Bali hari ini, pemimpin yang mampu meringankan beban masyarakat dalam menjalankan adat, tradisi, dan budaya dianggap sebagai pemimpin yang serius dalam mengimplementasikan konsep Ajeg Bali. Tidak heran kini para pemimpin di Bali berlomba-lomba memanfaatkan anggaran daerah untuk “memelihara” konstituennya.

I Wayan Koster menjadi salah satu pemimpin di Bali yang memiliki fokus pada pembangunan infrastruktur. Beberapa proyek mercusuarnya pun dikemas dengan narasi penguatan adat, tradisi, dan budaya Bali. Sebut saja penataan kawasan suci Pura Besakih di Karangasem dan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung. Proyek mercusuar lainnya tidak kalah populer, seperti penataan Pelabuhan Sanur, pembangunan Tower Turyupada, hingga pembangunan Jalan Tol yang menghubungkan Jembrana dengan Badung.

Kebijakan-kebijakan serupa juga dilakukan oleh Giri Prasta selama menjabat sebagai Bupati Badung. Bantuan kepada masyarakat untuk melaksanakan upacara agama, perbaikan balai banjar, hingga pembangunan infrastruktur dilakukan secara konsisten. Tidak heran Giri Prasta dijuluki sebagai “Bupati Bares”.

Melihat realitas tersebut, tidak bisa dipungkiri bahwa figur Giri Prasta sangat potensial ditunjuk oleh DPP PDIP untuk mendampingi Koster dalam kontestasi pilgub Bali 2024 mendatang. Berkaca pada kekalahan di pilpres sebelumnya, PDIP harus benar-benar memikirkan figur yang tepat untuk mendampingi Koster dalam pilgub mendatang. Dan mengusung pasangan Koster–Giri adalah pilihan yang realistis apabila PDIP benar-benar ingin mengamankan kursi eksekutif di Pulau Dewata. [T]

aca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI

Wayan Koster, Giri Prasta, dan Tebar Pesona Elit PDIP Bali Demi Rebut Rekomendasi
Membaca Masa Depan Koster
Percakapan di Ruang Tengah : Tentang Pendidikan Hindu di Bali
Tags: Nyoman Giri PrastaPilkada BaliWayan Koster
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warung Suparmiasih, Menikmati Kopi Sambil Menyaksikan Sunset di Laut Utara Bali

Next Post

Harbuknas, Momentum Refleksi Gerakan Literasi 

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Harbuknas, Momentum Refleksi Gerakan Literasi 

Harbuknas, Momentum Refleksi Gerakan Literasi 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co