14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harbuknas, Momentum Refleksi Gerakan Literasi 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
May 16, 2024
in Esai
Harbuknas, Momentum Refleksi Gerakan Literasi 

Foto ilustrasi: tatkala.co

MEI adalah bulan penuh pesona dalam khasanah gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada 2 Mei kita merayakan Hari Pendidikan Nasional, dan 17 Mei Hari Buku Nasional, serta 20 Mei Hari Kebangkitan Nasional. Jika menilik historisnya, ketiga peringatan hari besar itu saling terhubung dalam konteks perjuangan bangsa. Melalui bukulah, sejarah pendidikan dan sejarah kebangkitan nasional dicatat. Tanpa buku, jejak sejarah itu tidak terlacak. Sejarah berhutang budi pada budaya buku.

Walaupun Harbuknas baru dicetuskan pada 17 Mei 2002,  secara historis dapat dilacak dari sejarah berdirinya Balai Pustaka yang semula bernama Komisi untuk Bacaan Rakyat (Commisisie voor de Volslectuur) berdiri 15 Agustus 1908 dan pada 17 Mei 1917 berganti nama menjadi Balai Pustaka. Commisisie voor de Volslectuur berdiri sebagai bagian dari Politik Etis (politik balas budi) Belanda yang digagas Van Deventer dengan inti aktivitasnya irigasi, migrasi, dan edukasi. Tiga program prioritas itu dijadikan Belanda untuk melanggengkan kekuasaan di daerah jajahannya, Indonesia (dulu :Hindia Belanda).

Mengapa? Pertama, melalui irigasi, Belanda hendak menyiapkan pangan yang cukup bagi negeri jajahannya walaupun dengan penuh paksaan dan siksaan yang disebut kerja rodi bagi penduduk pribumi. Pangan itu dapat dihasilkan dengan irigasi yang baik di seluruh tanah jajahan Belanda yang sejak doeloe kala terkenal subur makmur. Sistem irigasi itu di Bali dikenal dengan nama subak yang kini mendunia dengan kearifan lokalnya.

Kedua, melalui program migrasi, Belanda memindahkan penduduk dari pulau yang padat ke pulau yang jarang penduduknya. Pemerataan penduduk antarpulau diniatkan untuk mengelola sumber daya pertanian (agraris) yang kaya raya di negeri ini. Selain itu, melalui migrasi, terimplisit pula maksud terjadi transformasi  budaya agraris yang lebih maju dan merata di seluruh tanah jajahannya untuk melanggengkan kekuasaan.

Ketiga, melalui edukasi, Belanda hendak mengontrol daerah jajahannya melalui pendidikan. Pendidikan dipandang strategis untuk melanggengkan kekuasaan. Oleh karena itu, seleksi penerimaan siswa sangat terbatas (golongan ningrat) dan diatur dengan regulasi yang menguntungkan penjajah. Itu pun untuk pemenuhan birokrat kelas rendah dengan akses kekuasaan terbatas. Dengan pembatasan itu, cengkraman Belanda makin menguat di tanah jajahannya.

Namun, sayang Belanda salah perhitungan. Sejumlah bangsawan Hindia Belanda yang berkesempatan bersekolah, ternyata membakar api semangat membela negerinya dan sadar bahwa penjajah Belanda tak seharusnya berkuasa dan menginjak-injak warga yang nota bena adalah pemilik sah.

Dari program edukasilah lahir kesadaran nasional dengan semangat literasi para tokoh pergerakan yang dimotori mahasiswa STOVIA melahirkan organisasi Budi Utomo  yang gagas oleh dr. Wahidin Soediro Husodo. Kemudian, organisasi ini dipimpin Soetomo  dengan sekretaris  Gondo Soewarno dan Goenawan Mangoenkoesoemo. Tokoh-tokoh Budi Utomo dikenal sangat literat mengutamakan kesadaran budi dengan asupan bahan bacaan sebagai panduan. Kelahiran  Commisisie voor de Volslectuur tiga bulan setelah Budi Utomo berdiri seakan menyiapkan dapur bacaan dengan cita rasa gizi Belanda.

Maklumlah kala itu, bahan bacaan di bawah  sensor Belanda. Namun pembaca yang arif bijaksana, tidak saja membaca di permukaan sebagai bermain surfing di atas ombak berbuih putih, tetapi menyelam di kedalaman menemukan hakikat mutiara di balik bacaan. Itulah senjata pemungkas kaum pejuang literat yang berkat keberaksaraannya mampu menguasai ilmu pengetahuan yang tidak bisa diambil musuh.

Berubahnya,  Commisisie voor de Volslectuur menjadi Balai Pustaka pada 1917 menjadi babak baru mengindonesiakan perjuangan semakin nyata adanya. Kelak inilah menjadi cikal-bakal lahirnya Sastra Indonesia modern dengan Balai Pustaka sebagai tonggak kelahirannnya.  Lahirnya organisasi pergerakan politik yang memerdekakan diiringi dengan lahirnya lembaga pendidikan dan Balai Pustaka saling melengkapi,saling menyemangati serta saling mempersenjatai. Dalam konteks pembelajaran kini, inilah yang disebut kolaborasi.

Ketika literasi diformalkan sejak 2016 dengan gerakan terstruktur melalui Gerakan Literasi Nasional (GLN)  dan  Gerakan Literasi Sekolah (GLS), hasilnya dibandingkan dengan tes PISA menunjukkan kemampuan literasi kita masih rendah. Berbagai upaya juga telah dilakukan untuk menyukseskan Gerakan Literasi  seperti pemilihan Duta Literasi, lomba literasi berjenjang dari tingkat sekolah hingga nasional,  Asesmen Nasional dengan fokus literasi dan numerasi.

Selempang “Duta Literasi” di dada juga makin marak dianugrahkan dengan harapan mengedukasi dan mempercepat gerakan. Begitulah gerakan kini selalu ramai di permukaan dan sesaat viral di media sosial, sebagai bahan pencitraan untuk mendapat pujian : keren, top, mantap, luar biasa !

Berbeda dengan saat masa perjuangan kebangsaan zaman kolonial. Mesti harus disadari bahwa suasana kebatinan yang melatarbelakangi pergerakan literasi zaman penjajah disatukan oleh  semangat memerdekakan bangsa dari penjajah, sedangkan gerakan literasi kini disatukan oleh semangat Merdeka Belajar dalam jaringan maya. Jaringan pergerakan zaman kolonial adalah jaringan faktual dengan semanagat patriotik.

Tantangan literasi yang dihadapi kini adalah budaya instan digital melalui lompatan teknologi supercepat dengan bahan bacaan yang melimpah. Banjirnya bahan bacaan di media sosial dapat membuat kohesi dan koherensi kebangsaan terganggu bila tidak dibarengi dengan kecerdasan literat. Memilih, memilah, dan mengolah informasi untuk kebermaknaan hidup yang guyub memanusiakan dan memberadabkan. Bersamaan dengan itu, budaya membaca buku kian tergerus. Toko-toko buku besar juga pasrah menyerah, tidak kembali modal.

Namun demikian, buku sebagaimana lontar sebagai bagian produk budaya mesti terus diproduksi dan  dirawat bersamaan dengan semangat digitalisasi. Jika tidak demikian, tonggak sejarah perbukuan dan perlontaran akan habis ditelan zaman digital.  Hari Buku Nasional setiap 17 Mei seyogyanya menjadi  momentum refleksi Gerakan Literasi Nasional. Ayo, membaca buku! [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

 Guru Penggerak Sebagai “Balian Ketakson”
Kurikulum Merdeka Berkiblat ke Taman Siswa
Kurikulum  Dengan Pendekatan “Desa, Kala, Patra”
Tags: Hari Buku NasionalLiterasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berebut Rekomendasi Menuju Pilgub Bali: Bagaimana Peluang Koster-Giri?

Next Post

Semalam Bersama Persib Bandung: Banyak Kesempatan Terbuang dan Satu Sama Bukan Persoalan

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Semalam Bersama Persib Bandung: Banyak Kesempatan Terbuang dan Satu Sama Bukan Persoalan

Semalam Bersama Persib Bandung: Banyak Kesempatan Terbuang dan Satu Sama Bukan Persoalan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co