22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Percakapan di Ruang Tengah : Tentang Pendidikan Hindu di Bali

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
August 14, 2023
in Esai
Percakapan di Ruang Tengah : Tentang Pendidikan Hindu di Bali

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

PAGI ITU saya menerima sebuah pesan dari salah seorang senior sepuh. Ia mengatakan sedang berada di Jakarta dan bermaksud untuk bertemu. Sebagai junior yang taat, saya langsung bersiap.

Bermodal sepeda motor pinjaman dari senior yang sedang berlibur, saya pun tancap gas menuju lokasi yang sudah dikirimkan oleh senior saya.

Akhirya, ditemani dengan segelas susu, saya pun siap menyimak berbagai pengalaman dan pandangan dari dua orang senior yang kini duduk di hadapan saya—dan inilah beberapa hal yang kami diskusikan selama beberapa jam.

Elegi di Pulau Bali

Kata “elegi” juga pernah saya gunakan dalam sebuah esai yang membahas pendidikan Hindu di Bali. Dalam pembahasan kali ini pun kurang lebih sama. Senior saya memulai diskusi di Ruang Tengah dengan mengungkapkan fakta bahwa di salah satu kabupaten di Bali sedang kekurangan guru Agama Hindu. Banyak siswa-siswi yang tidak memiliki guru Agama Hindu.

Bagaimana bisa daerah yang mayoritas penduduknya memeluk Agama Hindu, justru kekurangan guru untuk mengajar Agama Hindu? Meski berat menerima, inilah fakta yang terjadi di lapangan.

Setahu saya, tanggung jawab dalam pemenuhan guru agama berada di tangan penyelenggara pendidikan, seperti TK, SD, SMP di tingkat Kabupaten/Kota dan SMA/SMK di tingkat Provinsi. Artinya penyelenggara pendidikan menginventarisir kebutuhan jumlah guru agama di daerahnya, kemudian diusulkan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama Pada Sekolah.

Apabila melihat persoalan ini, penting untuk selanjutnya melihat di bagian sebelah mana sesungguhnya permasalahan terjadi—di sisi pemerintah daerah selaku penyelenggara pendidikan atau di sisi Kementerian Agama.

Terlepas dari permasalahan berada di sisi penyelenggara pendidikan atau Kementerian Agama, hal ini perlu disoroti oleh semua pihak. Karena perlu disadari bahwa bagi umat Hindu, pendidikan Agama Hindu menjadi faktor penting untuk memberikan pondasi moral dan budi pekerti bagi generasi muda penerus bangsa, khususnya generasi muda Hindu. Apabila masalah pemenuhan guru Agama Hindu di Bali tidak teratasi, maka apa bedanya umat Hindu di Bali dengan seekor tikus yang mati di lumbung padi?

Pembangunan Nir-Filosofi

Selain soal pemenuhan guru Agama Hindu yang masih jadi masalah, kecenderungan permasalahan dari Bali hari ini adalah pembangunan berbasis fisik. Akan sangat mudah bagi saya untuk menyebutkan proyek apa saja yang sedang berjalan di Bali hari ini. Mulai dari Jalan Tol, Pusat Kebudayaan di Klungkung, hingga pembangunan Turyapada Tower.

Pertama, pembangunan Jalan Tol. Bali kini sedang menyiapkan diri untuk menyambut Jalan Tol kedua di Pulau Dewata yang menghubungkan Jembrana dan Badung—konon akan mempersingkat waktu tempuh hingga 1,5 jam. Namun di balik kemegahan dan manfaat yang dibayangkan, nyatanya pembangunan ini harus mengorbankan banyak hal. Salah satunya adalah mengorbankan tempat suci, seperti Sanggah Gede, Merajan, hingga Pura—ini disampaikan langsung oleh senior saya yang Merajan keluarganya hampir menjadi korban dari Jalan Tol ini.

Kedua, pembangunan Pusat Kebudayaan di Klungkung. Selain karena alasan bahwa Art Centre yang berlokasi di Denpasar sudah tidak bisa menampung antusiasme warga Bali dalam setiap perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB), saya pikir pembangunan Pusat Kebudayaan ini tak lepas dari ambisi pemimpin Bali untuk meninggalkan monumental legacy di bawah pemerintahannya.

Siapa sangka mega proyek ini dibangun di tengah jalur lahar apabila Gunung Agung menunjukkan murkanya? Bahkan saya merasa miris ketika melihat banyak bukit dikeruk demi pembangunan Pusat Kebudayaan, yang bahkan belum tentu akan diterima manfaatnya oleh seluruh rakyat Bali. Tapi yang sudah pasti, rakyat sekitar kehilangan sumber air dan sumber penghidupannya.

Ketiga, pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali. Saya kurang tahu mengapa ada embel-embel 6.0 di dalamnya, meski hari ini dunia baru memasuki Revolusi Industri 5.0 (society 5.0). Tapi sudahlah, itu adalah kewenangan mereka. Memang wacana pembangunan menara ini memang sudah sejak tahun 2019, dalam rangka menangani persoalan beberapa titik di Buleleng yang tidak mampu mengakses siaran televisi tertentu (blank spot)—diinisiasi oleh KPID Bali, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh lembaga penyiaran di Bali.

Tetapi, dalam konteks pembangunannya tentu harus mengorbankan banyak hal. Saya sangat percaya bahwa di setiap pembangunan, maka lingkungan akan menjadi korbannya. Jadi tentu kebermanfaatan menjadi salah satu pertimbangan dalam pembangunan, termasuk di dalamnya Turyapada Tower yang dibangun di Desa Pegayaman, Buleleng. Sebenarnya, bisa saja pemerintah membangun menara biasa untuk menuntaskan masalah blank spot tersebut.

Tapi pertanyaannya, kenapa harus dibangun sebuah menara semegah ini? Besar kemungkinannya adalah ambisi pemimpinnya untuk meninggalkan monumental legacy. Dan pada akhirnya yang menerima dampak negatif sosial dan lingkungan adalah masyarakat sekitar.

Kalau dipikirkan kembali, Koster tak berbeda seperti Jokowi—bahwa fokus pemerintahannya adalah pembangunan infrastruktur. Tapi kalau direnungkan kembali, dua pemimpin tersebut telah melupakan satu hal penting, yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM). Dalam konteks Bali, perubahan status SMA Bali Mandara menjadi sekolah reguler telah menunjukkan kepada khalayak umum soal arah keberpihakan atau setidaknya prioritas pemerintah Bali hari ini.

 Aspek pembangunan SDM sejatinya harus seiring sejalan, bahkan selangkah lebih maju tinimbang pembangunan berbasis fisik. Karena pada ujungnya, penerima manfaat dari infrastruktur fisik tersebut adalah manusia. Jika manusianya tidak dibekali dengan pengetahuan yang memadai, maka infrastruktur fisik yang tersedia akan sia-sia. [T]

  • Baca esai-esai dari penulis  TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Dari Isu Kebangsaan Sampai Keumatan : Perbincangan Presiden dan Mahasiswa Hindu
PP KMHDI Bertemu Presiden RI di Istana, Apa Saja yang Dibahas?
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat
Tags: baliPendidikanpendidikan hindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Showcase: Ini Ujaran Musikal, Klimaks dari Kolaborasi Panjang Regenerasi Bernyali

Next Post

17 Agustus: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi!

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
17 Agustus: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi!

17 Agustus: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co