2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Percakapan di Ruang Tengah : Tentang Pendidikan Hindu di Bali

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
August 14, 2023
in Esai
Percakapan di Ruang Tengah : Tentang Pendidikan Hindu di Bali

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

PAGI ITU saya menerima sebuah pesan dari salah seorang senior sepuh. Ia mengatakan sedang berada di Jakarta dan bermaksud untuk bertemu. Sebagai junior yang taat, saya langsung bersiap.

Bermodal sepeda motor pinjaman dari senior yang sedang berlibur, saya pun tancap gas menuju lokasi yang sudah dikirimkan oleh senior saya.

Akhirya, ditemani dengan segelas susu, saya pun siap menyimak berbagai pengalaman dan pandangan dari dua orang senior yang kini duduk di hadapan saya—dan inilah beberapa hal yang kami diskusikan selama beberapa jam.

Elegi di Pulau Bali

Kata “elegi” juga pernah saya gunakan dalam sebuah esai yang membahas pendidikan Hindu di Bali. Dalam pembahasan kali ini pun kurang lebih sama. Senior saya memulai diskusi di Ruang Tengah dengan mengungkapkan fakta bahwa di salah satu kabupaten di Bali sedang kekurangan guru Agama Hindu. Banyak siswa-siswi yang tidak memiliki guru Agama Hindu.

Bagaimana bisa daerah yang mayoritas penduduknya memeluk Agama Hindu, justru kekurangan guru untuk mengajar Agama Hindu? Meski berat menerima, inilah fakta yang terjadi di lapangan.

Setahu saya, tanggung jawab dalam pemenuhan guru agama berada di tangan penyelenggara pendidikan, seperti TK, SD, SMP di tingkat Kabupaten/Kota dan SMA/SMK di tingkat Provinsi. Artinya penyelenggara pendidikan menginventarisir kebutuhan jumlah guru agama di daerahnya, kemudian diusulkan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama Pada Sekolah.

Apabila melihat persoalan ini, penting untuk selanjutnya melihat di bagian sebelah mana sesungguhnya permasalahan terjadi—di sisi pemerintah daerah selaku penyelenggara pendidikan atau di sisi Kementerian Agama.

Terlepas dari permasalahan berada di sisi penyelenggara pendidikan atau Kementerian Agama, hal ini perlu disoroti oleh semua pihak. Karena perlu disadari bahwa bagi umat Hindu, pendidikan Agama Hindu menjadi faktor penting untuk memberikan pondasi moral dan budi pekerti bagi generasi muda penerus bangsa, khususnya generasi muda Hindu. Apabila masalah pemenuhan guru Agama Hindu di Bali tidak teratasi, maka apa bedanya umat Hindu di Bali dengan seekor tikus yang mati di lumbung padi?

Pembangunan Nir-Filosofi

Selain soal pemenuhan guru Agama Hindu yang masih jadi masalah, kecenderungan permasalahan dari Bali hari ini adalah pembangunan berbasis fisik. Akan sangat mudah bagi saya untuk menyebutkan proyek apa saja yang sedang berjalan di Bali hari ini. Mulai dari Jalan Tol, Pusat Kebudayaan di Klungkung, hingga pembangunan Turyapada Tower.

Pertama, pembangunan Jalan Tol. Bali kini sedang menyiapkan diri untuk menyambut Jalan Tol kedua di Pulau Dewata yang menghubungkan Jembrana dan Badung—konon akan mempersingkat waktu tempuh hingga 1,5 jam. Namun di balik kemegahan dan manfaat yang dibayangkan, nyatanya pembangunan ini harus mengorbankan banyak hal. Salah satunya adalah mengorbankan tempat suci, seperti Sanggah Gede, Merajan, hingga Pura—ini disampaikan langsung oleh senior saya yang Merajan keluarganya hampir menjadi korban dari Jalan Tol ini.

Kedua, pembangunan Pusat Kebudayaan di Klungkung. Selain karena alasan bahwa Art Centre yang berlokasi di Denpasar sudah tidak bisa menampung antusiasme warga Bali dalam setiap perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB), saya pikir pembangunan Pusat Kebudayaan ini tak lepas dari ambisi pemimpin Bali untuk meninggalkan monumental legacy di bawah pemerintahannya.

Siapa sangka mega proyek ini dibangun di tengah jalur lahar apabila Gunung Agung menunjukkan murkanya? Bahkan saya merasa miris ketika melihat banyak bukit dikeruk demi pembangunan Pusat Kebudayaan, yang bahkan belum tentu akan diterima manfaatnya oleh seluruh rakyat Bali. Tapi yang sudah pasti, rakyat sekitar kehilangan sumber air dan sumber penghidupannya.

Ketiga, pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali. Saya kurang tahu mengapa ada embel-embel 6.0 di dalamnya, meski hari ini dunia baru memasuki Revolusi Industri 5.0 (society 5.0). Tapi sudahlah, itu adalah kewenangan mereka. Memang wacana pembangunan menara ini memang sudah sejak tahun 2019, dalam rangka menangani persoalan beberapa titik di Buleleng yang tidak mampu mengakses siaran televisi tertentu (blank spot)—diinisiasi oleh KPID Bali, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh lembaga penyiaran di Bali.

Tetapi, dalam konteks pembangunannya tentu harus mengorbankan banyak hal. Saya sangat percaya bahwa di setiap pembangunan, maka lingkungan akan menjadi korbannya. Jadi tentu kebermanfaatan menjadi salah satu pertimbangan dalam pembangunan, termasuk di dalamnya Turyapada Tower yang dibangun di Desa Pegayaman, Buleleng. Sebenarnya, bisa saja pemerintah membangun menara biasa untuk menuntaskan masalah blank spot tersebut.

Tapi pertanyaannya, kenapa harus dibangun sebuah menara semegah ini? Besar kemungkinannya adalah ambisi pemimpinnya untuk meninggalkan monumental legacy. Dan pada akhirnya yang menerima dampak negatif sosial dan lingkungan adalah masyarakat sekitar.

Kalau dipikirkan kembali, Koster tak berbeda seperti Jokowi—bahwa fokus pemerintahannya adalah pembangunan infrastruktur. Tapi kalau direnungkan kembali, dua pemimpin tersebut telah melupakan satu hal penting, yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM). Dalam konteks Bali, perubahan status SMA Bali Mandara menjadi sekolah reguler telah menunjukkan kepada khalayak umum soal arah keberpihakan atau setidaknya prioritas pemerintah Bali hari ini.

 Aspek pembangunan SDM sejatinya harus seiring sejalan, bahkan selangkah lebih maju tinimbang pembangunan berbasis fisik. Karena pada ujungnya, penerima manfaat dari infrastruktur fisik tersebut adalah manusia. Jika manusianya tidak dibekali dengan pengetahuan yang memadai, maka infrastruktur fisik yang tersedia akan sia-sia. [T]

  • Baca esai-esai dari penulis  TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Dari Isu Kebangsaan Sampai Keumatan : Perbincangan Presiden dan Mahasiswa Hindu
PP KMHDI Bertemu Presiden RI di Istana, Apa Saja yang Dibahas?
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat
Tags: baliPendidikanpendidikan hindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Showcase: Ini Ujaran Musikal, Klimaks dari Kolaborasi Panjang Regenerasi Bernyali

Next Post

17 Agustus: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi!

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
17 Agustus: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi!

17 Agustus: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co