30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Isu Kebangsaan Sampai Keumatan : Perbincangan Presiden dan Mahasiswa Hindu

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
August 12, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

BELUM juga alarm gawai berbunyi, saya sudah berada di teras rumah sambil menikmati segelas kopi hangat. Berbeda dengan hari-hari lainnya, hari ini menjadi sangat spesial—mungkin saja untuk semua penghuni rumah yang saya sudah huni setahun ke belakang. Apanya yang spesial? Hari ini organisasi yang saya ikuti sejak tahun 2016 ini diterima oleh Presiden RI, Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Sangat spesial bukan?

Bahkan “kehebohannya” sudah terjadi sehari sebelumnya. Kami menyiapkan pakaian terbaik yang dimiliki, mulai dari batik, celana hitam panjang, hingga jas—salah satu identitas organisasi. Dan mengingat rumah ini dihuni oleh sebelas orang, waktu mandi pun diatur sedemikian rupa agar tidak terlambat sampai di Istana Merdeka. Tapi kira-kira apa saja yang bakal kami sampaikan di hadapan Pak Jokowi?

IKN Nusantara Tidak Bisa Berdiri Sendiri

Karena saya tidak menggunakan jam tangan, maka saya hanya bisa berasumsi kalau kami diterima oleh Presiden RI tepat pukul: 14.00 WIB. Penyampaian dimulai dari pembahasan Ibu Kota Negara (IKN) “Nusantara” yang secara hukum telah diatur dalam UU No. 3 tahun 2022 tentang IKN. Pada akhirnya rakyat Indonesia sudah bisa membayangkan bahwa IKN akan berpindah dari DKI Jakarta menuju Kalimantan Timur—tentu dengan segala konsekuensi yang mengikutinya.

Cita-cita di balik pindahnya IKN adalah terwujudnya pemerataan pembangunan antara di wilayah Barat dan wilayah Timur Indonesia. Selain itu, penumpukan segala aspek di Pulau Jawa menyebabkan gula-gula pembangunan hanya berpusat di pulau yang saat ini menampung lebih dari 50 persen populasi Indonesia. Tidak hanya itu, bahkan Jokowi sendiri menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia, 58 persennya berpusat di Pulau Jawa. Tentu apabila dibiarkan begini saja, cita-cita terwujudnya pemerataan pembangunan di Indonesia akan jauh panggang dari api.

Selain itu, ada beberapa pertimbangan lagi yang dibahas. Polusi udara jadi masalah yang belakangan ini menyelimuti Jakarta. Kualitas udara per tanggal 8 Agustus 2023 mencapai angka 103 AQI US yang artinya kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif. Bahkan pada hari Jumat nanti, kualitas udara mencapai angka 164 AQI US yang bisa dikatakan sudah tidak sehat lagi. Permasalahan ini jadi salah satu faktor pemindahan IKN. Pertimbangan soal bencana alam juga jadi pertimbangan dalam upaya pemindahan IKN ke Kalimantan Timur—harapannya IKN “Nusantara” aman dari segala ancaman bencana alam, meski belakangan tersebar video adanya banjir di lokasi IKN akan dibangun.

Terlepas dari pro dan kontra, IKN akan lebih kokoh apabila daerah-daerah penyangga juga dibangun infrastruktur pendukung, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan berbasis Indonesia Sentris. Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah dibangunnya “Terusan Khatulistiwa”. Apabila usulan ini direalisasikan, maka diperkirakan jarak pelayaran akan dapat diperpendek dan meningkatkan efisiensi hingga 40-50 persen. Hal ini dikarenakan atas kondisi objektif bahwa Sulawesi Tengah melalui “Terusan Khatulistiwa”nya dapat berperan sebagai jembatan penghubung antara Indonesia Timur dengan IKN “Nusantara”.

Pendidikan Berbasis Agama Jadi Persoalan Serius

Saya sempat mendapat kabar bahwa di salah satu kabupaten di Bali sedang kekurangan guru Agama Hindu. Kabar ini memang agak aneh, apalagi mengingat Bali adalah daerah yang mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu. Tapi justru di sini terjadi persoalan tersebut. Meski aneh, tapi inilah fakta yang terjadi. Selain itu, sistem pendidikan Agama Hindu juga sedang menghadapi permasalahan yang harus segera ditemukan solusinya. Tapi hal ini tentu tidak mudah—meski tak mudah, apa salahnya untuk diusahakan bukan? Hehe.

Topik ini menjadi salah satu penyampaian kami kepada Presiden. Persoalan status Pasraman masih menjadi momok yang belum juga menemukan jalan keluarnya. Sebelumnya kami pun sempat bertemu dengan Prof. Duija selaku Dirjen Bimas Hindu RI, pihaknya kini tengah menyusun draf Peraturan Menteri Agama (PMA) yang akan mengatur Pendidikan Agama Hindu. Harapannya melalui regulasi ini, persoalan seperti kurikulum, tenaga pendidik, sarana dan prasarana, serta status Pasraman dapat menemukan solusinya.

Meski singkat, Pak Jokowi pun menyampaikan bahwa persoalan semacam ini tidak hanya dirasakan oleh Hindu saja. Agama Islam pun masih merasakan permasalahan yang serupa, bagaimana fasilitas pendidikan berbasis Agama Islam di beberapa titik masih belum berada di standar yang telah diatur dalam peraturan-peraturan di bawah Kementerian Agama.

Hal-hal ini yang kami sampaikan kepada Presiden dan harapannya mendapat dorongan juga dari orang nomor satu di Indonesia ini. Apabila niat baik ini terealisasi dengan cepat melalui peraturan ini, maka kita akan melihat generasi-generasi muda Hindu yang menempuh pendidikan di Pasraman bisa melanjutkan studinya ke kampus-kampus idaman mereka. Bukankah hal tersebut dapat meningkatkan nilai Pasraman di mata umat? Saya pikir pasti jawabannya “iya”.

Presiden Akan Hadir di Palu Akhir Agustus Mendatang

“Kapan acaranya itu, tanggal 30 Agustus ya? Kalau tidak ada agenda ke luar negeri, saya pasti hadir.”

Kalimat di atas tentu bukan saya yang melontarkannya, kalimat itu disampaikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di hadapan kami. Sontak kami menatap satu sama lain, seolah tak percaya—tanpa berpikir panjang Pak Jokowi langsung menyambut baik undangan yang kami sampaikan. Setelah terakhir membuka Mahasabha XI KMHDI di Yogyakarta pada tahun 2018 lalu, Pak Jokowi akan kembali membuka acara serupa pada 30 Agustus mendatang di Palu, Sulawesi Tengah. Sebuah kabar yang harus disiarkan ke seluruh umat Hindu di Indonesia.

Tentu masih banyak hal yang harus dilakukan. Hadirnya Presiden RI dalam acara KMHDI bukanlah tujuan utama, hal yang paling penting adalah tetap bergerak dan memberi dampak baik bagi sekitar. Bukankah mahasiswa Hindu yang berhimpun di dalam KMHDI telah berjanji untuk tetap setia menjalankan dharma agama dan dharma negara?

Sampai jumpa di Palu, Sulawesi Tengah! [T]

  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
PP KMHDI Bertemu Presiden RI di Istana, Apa Saja yang Dibahas?
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat
Tags: JokowiKMHDIPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Makian Tertinggi Bahasa Bali: Pirata Tendas Teli/Keleng

Next Post

“Nglawang”: Sumber Sastra dan Realita

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

“Nglawang”: Sumber Sastra dan Realita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co