14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Masa Depan Koster

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
January 5, 2024
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

LAMA tak terdengar, Wayan Koster muncul ke permukaan dengan berita yang tidak enak. Ia diberitakan telah diperiksa di Polda Bali terkait kasus korupsi.

Meski informasi yang beredar di publik tidak merincikan soal kasus korupsi apa yang menyandungnya, namun hal ini tentu akan memberi dampak kepada Gubernur Bali 2018-2023 ini–mengingat Koster digadang-gadang akan kembali maju sebagai Gubernur Bali pada Pemilihan Kepala Daerah pada akhir 2024 mendatang.

Dampak yang dihadapinya dengan pemberitaan ini, bisa beragam, misalnya dampak krisis kepercayaan dari Ketua Umum PDIP, dan ancaman elektoral pada saat pemilihan mendatang.

Tugas Berat Koster

Sesungguhnya saya tidak yakin bahwa isu korupsi yang menimpanya saat ini akan menghambat Koster melenggang ke kontestasi Gubernur Bali mendatang. Kalau diingat-ingat kembali, Koster juga pernah dikaitkan dengan kasus korupsi mega proyek Hambalang. Toh, Koster melenggang mulus pada Pilgub 2018 dan berhasil duduk di kursi kepemimpinan Bali selama satu periode.

Tapi kalau dalam prosesnya nanti bahwa benar Koster melakukan tindak pidana korupsi, maka ia harus bertanggung jawab. Hal itu selaras dengan apa yang pernah dikatakan oleh Sabam Sirait (Tokoh Senior PDIP), “Tanggung jawab pertama seorang politisi adalah kepada rakyat”.

Lantas apa yang dapat menghambatnya?

Jawabannya adalah dirinya sendiri. Menurut saya, over confidence yang ditunjukkan oleh Koster sebagai Ketua DPD PDIP Bali dalam menetapkan target kemenangan untuk Ganjar-Mahfud di Bali sebesar 95 persen adalah salah satu langkah yang bisa dikata blunder.

Apabila kita meninjau kembali histori kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung oleh PDIP di Bali pasca Reformasi, hanya Jokowi-Ma’ruf saja yang mampu menembus angka 90 persen, tepatnya 92 persen–itu pun kondisinya hanya terdapat dua paslon. Lantas, bagaimana situasinya dengan tiga paslon?

Pemilu 2009 memberikan ruang kepada tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk memperebutkan kursi RI 1 dan 2. Mereka adalah Megawati-Prabowo, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, dan Jusuf Kalla-Wiranto. Lantas, bagaimana hasilnya di Bali? Sebagai “kandang banteng” tentu Bali berhasil memenangkan pasangan MegaPro.

Meski meraih kemenangan saat itu, angka yang dihasilkan pun tidak signifikan. MegaPro berhasil meraih suara di Bali sebesar 52 persen saja. Sisanya terbagi dua–mendukung pasangan SBY-Boediono dan Jusuf Kala-Wiranto.

Bagaimana dengan Ganjar-Mahfud?

Saya pikir kemenangan yang diperoleh MegaPro di Bali pada Pilpres 2009 juga akan didapatkan oleh pasangan Ganjar-Mahfud. Untuk angkanya, tentu tidak akan jauh-jauh dari apa yang diraih oleh Megawati-Prabowo.

Mengapa demikian?

Pertama, harus diakui bahwa Ganjar tidak memiliki efek sekuat Jokowi pada pemilihan sebelumnya. Angka 92 persen yang diraih oleh Jokowi-Ma’ruf pun didapatkan setelah melewati satu periode kepemimpinan sebagai Presiden RI.

Kedua, kini Ganjar dihadapkan dengan pasangan Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin. Artinya, faktor pembagi akan semakin besar dan potensi meraup suara besar pun akan semakin sulit diraih–meski tidak berarti mustahil.

Ketiga, Ganjar menghadapi tantangan besar karena representasi Jokowi yang sampai hari ini memiliki approval rating di atas 80 persen justru hadir di pihak Prabowo, dan saya pikir rakyat yang puas dengan kinerja Jokowi akan melabuhkan pilihannya kepada Prabowo-Gibran.

Meski PDIP Bali memiliki optimisme tinggi untuk memenangkan Ganjar-Mahfud di Bali, namun mengantarkan kemenangan sebesar 95 persen di Bali tentu harus dibarengi dengan kerja keras seluruh stakeholder PDIP di Bali. Tugas mahaberat harus dituntaskan oleh Koster selaku “Panglima Perang” di Bali, karena saya melihat dampaknya akan sangat fatal ketika angka yang sudah ditargetkan oleh Koster gagal tercapai.

Masa Depan Koster di Tangan Mega

Sudah jadi rahasia umum bahwa karir politik dari kader PDIP berada di tangan Ketua Umum, Megawati Sukarno Putri–tak terkecuali Koster. Bisa atau tidaknya Koster maju kembali sebagai Calon Gubernur Bali pun tergantung Ketua Umum, apalagi PDIP sering kali mengumumkan rekomendasinya terkait pemilihan kepala daerah di detik-detik akhir. Tentu ini bikin dag dig dug para kadernya yang ingin ikut kontestasi.

Pertanyaannya sekarang, apakah Koster akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP sebagai Calon Gubernur Bali dengan mudah? Saya pikir akan lebih sulit kali ini.

Hasil Pilpres di Bali akan menjadi penentu bagi Koster. Dirinya harus memenangkan Ganjar-Mahfud sebesar 95 persen di Bali, sesuai dengan target yang telah dikatakannya ke khalayak publik. Kegagalan PDIP memenangkan Ganjar-Mahfud dengan target yang sudah dipasang saya pikir akan menjadi hal buruk bagi Koster–besar kemungkinan rekomendasi menjadi taruhannya.

Kemenangan mutlak Ganjar-Mahfud di Bali adalah pembuktian Koster kepada partai bahwa dirinya masih kuat di elektoral maupun akar rumput dan layak untuk diberi rekomendasi kembali sebagai Gubernur Bali.

Namun melihat realitas di Bali hari ini, kubu Prabowo-Gibran dan Anis-Muhaimin juga memasang target yang tidak main-main. Kalau targetnya tinggi, sudah tentu dong perencanaan dan aksinya enggak main-main. Hehe.

Jadi bagaimana menurut kalian, apakah Koster mampu menuntaskan tugas maha berat ini? [T]

  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Gincu Politik: Manis dan Menghanyutkan
Mempertanyakan Diamnya Gibran
Ilusi Citra ‘Gemoy’ Dalam Politik Elektoral Indonesia
Sulit Membayangkan Anies Menang di Bali
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Partisipasi Politik Dalam Negara Demokrasi
Tags: baliGanjar PranowoPilpresPolitikWayan Koster
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ke Trunyan Kami Mendaki: Melepaskan Beban, Mengeratkan Hubungan

Next Post

Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah

Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co