23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Masa Depan Koster

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
January 5, 2024
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

LAMA tak terdengar, Wayan Koster muncul ke permukaan dengan berita yang tidak enak. Ia diberitakan telah diperiksa di Polda Bali terkait kasus korupsi.

Meski informasi yang beredar di publik tidak merincikan soal kasus korupsi apa yang menyandungnya, namun hal ini tentu akan memberi dampak kepada Gubernur Bali 2018-2023 ini–mengingat Koster digadang-gadang akan kembali maju sebagai Gubernur Bali pada Pemilihan Kepala Daerah pada akhir 2024 mendatang.

Dampak yang dihadapinya dengan pemberitaan ini, bisa beragam, misalnya dampak krisis kepercayaan dari Ketua Umum PDIP, dan ancaman elektoral pada saat pemilihan mendatang.

Tugas Berat Koster

Sesungguhnya saya tidak yakin bahwa isu korupsi yang menimpanya saat ini akan menghambat Koster melenggang ke kontestasi Gubernur Bali mendatang. Kalau diingat-ingat kembali, Koster juga pernah dikaitkan dengan kasus korupsi mega proyek Hambalang. Toh, Koster melenggang mulus pada Pilgub 2018 dan berhasil duduk di kursi kepemimpinan Bali selama satu periode.

Tapi kalau dalam prosesnya nanti bahwa benar Koster melakukan tindak pidana korupsi, maka ia harus bertanggung jawab. Hal itu selaras dengan apa yang pernah dikatakan oleh Sabam Sirait (Tokoh Senior PDIP), “Tanggung jawab pertama seorang politisi adalah kepada rakyat”.

Lantas apa yang dapat menghambatnya?

Jawabannya adalah dirinya sendiri. Menurut saya, over confidence yang ditunjukkan oleh Koster sebagai Ketua DPD PDIP Bali dalam menetapkan target kemenangan untuk Ganjar-Mahfud di Bali sebesar 95 persen adalah salah satu langkah yang bisa dikata blunder.

Apabila kita meninjau kembali histori kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung oleh PDIP di Bali pasca Reformasi, hanya Jokowi-Ma’ruf saja yang mampu menembus angka 90 persen, tepatnya 92 persen–itu pun kondisinya hanya terdapat dua paslon. Lantas, bagaimana situasinya dengan tiga paslon?

Pemilu 2009 memberikan ruang kepada tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk memperebutkan kursi RI 1 dan 2. Mereka adalah Megawati-Prabowo, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, dan Jusuf Kalla-Wiranto. Lantas, bagaimana hasilnya di Bali? Sebagai “kandang banteng” tentu Bali berhasil memenangkan pasangan MegaPro.

Meski meraih kemenangan saat itu, angka yang dihasilkan pun tidak signifikan. MegaPro berhasil meraih suara di Bali sebesar 52 persen saja. Sisanya terbagi dua–mendukung pasangan SBY-Boediono dan Jusuf Kala-Wiranto.

Bagaimana dengan Ganjar-Mahfud?

Saya pikir kemenangan yang diperoleh MegaPro di Bali pada Pilpres 2009 juga akan didapatkan oleh pasangan Ganjar-Mahfud. Untuk angkanya, tentu tidak akan jauh-jauh dari apa yang diraih oleh Megawati-Prabowo.

Mengapa demikian?

Pertama, harus diakui bahwa Ganjar tidak memiliki efek sekuat Jokowi pada pemilihan sebelumnya. Angka 92 persen yang diraih oleh Jokowi-Ma’ruf pun didapatkan setelah melewati satu periode kepemimpinan sebagai Presiden RI.

Kedua, kini Ganjar dihadapkan dengan pasangan Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin. Artinya, faktor pembagi akan semakin besar dan potensi meraup suara besar pun akan semakin sulit diraih–meski tidak berarti mustahil.

Ketiga, Ganjar menghadapi tantangan besar karena representasi Jokowi yang sampai hari ini memiliki approval rating di atas 80 persen justru hadir di pihak Prabowo, dan saya pikir rakyat yang puas dengan kinerja Jokowi akan melabuhkan pilihannya kepada Prabowo-Gibran.

Meski PDIP Bali memiliki optimisme tinggi untuk memenangkan Ganjar-Mahfud di Bali, namun mengantarkan kemenangan sebesar 95 persen di Bali tentu harus dibarengi dengan kerja keras seluruh stakeholder PDIP di Bali. Tugas mahaberat harus dituntaskan oleh Koster selaku “Panglima Perang” di Bali, karena saya melihat dampaknya akan sangat fatal ketika angka yang sudah ditargetkan oleh Koster gagal tercapai.

Masa Depan Koster di Tangan Mega

Sudah jadi rahasia umum bahwa karir politik dari kader PDIP berada di tangan Ketua Umum, Megawati Sukarno Putri–tak terkecuali Koster. Bisa atau tidaknya Koster maju kembali sebagai Calon Gubernur Bali pun tergantung Ketua Umum, apalagi PDIP sering kali mengumumkan rekomendasinya terkait pemilihan kepala daerah di detik-detik akhir. Tentu ini bikin dag dig dug para kadernya yang ingin ikut kontestasi.

Pertanyaannya sekarang, apakah Koster akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP sebagai Calon Gubernur Bali dengan mudah? Saya pikir akan lebih sulit kali ini.

Hasil Pilpres di Bali akan menjadi penentu bagi Koster. Dirinya harus memenangkan Ganjar-Mahfud sebesar 95 persen di Bali, sesuai dengan target yang telah dikatakannya ke khalayak publik. Kegagalan PDIP memenangkan Ganjar-Mahfud dengan target yang sudah dipasang saya pikir akan menjadi hal buruk bagi Koster–besar kemungkinan rekomendasi menjadi taruhannya.

Kemenangan mutlak Ganjar-Mahfud di Bali adalah pembuktian Koster kepada partai bahwa dirinya masih kuat di elektoral maupun akar rumput dan layak untuk diberi rekomendasi kembali sebagai Gubernur Bali.

Namun melihat realitas di Bali hari ini, kubu Prabowo-Gibran dan Anis-Muhaimin juga memasang target yang tidak main-main. Kalau targetnya tinggi, sudah tentu dong perencanaan dan aksinya enggak main-main. Hehe.

Jadi bagaimana menurut kalian, apakah Koster mampu menuntaskan tugas maha berat ini? [T]

  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Gincu Politik: Manis dan Menghanyutkan
Mempertanyakan Diamnya Gibran
Ilusi Citra ‘Gemoy’ Dalam Politik Elektoral Indonesia
Sulit Membayangkan Anies Menang di Bali
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Partisipasi Politik Dalam Negara Demokrasi
Tags: baliGanjar PranowoPilpresPolitikWayan Koster
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ke Trunyan Kami Mendaki: Melepaskan Beban, Mengeratkan Hubungan

Next Post

Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah

Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co