2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Masa Depan Koster

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
January 5, 2024
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

LAMA tak terdengar, Wayan Koster muncul ke permukaan dengan berita yang tidak enak. Ia diberitakan telah diperiksa di Polda Bali terkait kasus korupsi.

Meski informasi yang beredar di publik tidak merincikan soal kasus korupsi apa yang menyandungnya, namun hal ini tentu akan memberi dampak kepada Gubernur Bali 2018-2023 ini–mengingat Koster digadang-gadang akan kembali maju sebagai Gubernur Bali pada Pemilihan Kepala Daerah pada akhir 2024 mendatang.

Dampak yang dihadapinya dengan pemberitaan ini, bisa beragam, misalnya dampak krisis kepercayaan dari Ketua Umum PDIP, dan ancaman elektoral pada saat pemilihan mendatang.

Tugas Berat Koster

Sesungguhnya saya tidak yakin bahwa isu korupsi yang menimpanya saat ini akan menghambat Koster melenggang ke kontestasi Gubernur Bali mendatang. Kalau diingat-ingat kembali, Koster juga pernah dikaitkan dengan kasus korupsi mega proyek Hambalang. Toh, Koster melenggang mulus pada Pilgub 2018 dan berhasil duduk di kursi kepemimpinan Bali selama satu periode.

Tapi kalau dalam prosesnya nanti bahwa benar Koster melakukan tindak pidana korupsi, maka ia harus bertanggung jawab. Hal itu selaras dengan apa yang pernah dikatakan oleh Sabam Sirait (Tokoh Senior PDIP), “Tanggung jawab pertama seorang politisi adalah kepada rakyat”.

Lantas apa yang dapat menghambatnya?

Jawabannya adalah dirinya sendiri. Menurut saya, over confidence yang ditunjukkan oleh Koster sebagai Ketua DPD PDIP Bali dalam menetapkan target kemenangan untuk Ganjar-Mahfud di Bali sebesar 95 persen adalah salah satu langkah yang bisa dikata blunder.

Apabila kita meninjau kembali histori kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung oleh PDIP di Bali pasca Reformasi, hanya Jokowi-Ma’ruf saja yang mampu menembus angka 90 persen, tepatnya 92 persen–itu pun kondisinya hanya terdapat dua paslon. Lantas, bagaimana situasinya dengan tiga paslon?

Pemilu 2009 memberikan ruang kepada tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk memperebutkan kursi RI 1 dan 2. Mereka adalah Megawati-Prabowo, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, dan Jusuf Kalla-Wiranto. Lantas, bagaimana hasilnya di Bali? Sebagai “kandang banteng” tentu Bali berhasil memenangkan pasangan MegaPro.

Meski meraih kemenangan saat itu, angka yang dihasilkan pun tidak signifikan. MegaPro berhasil meraih suara di Bali sebesar 52 persen saja. Sisanya terbagi dua–mendukung pasangan SBY-Boediono dan Jusuf Kala-Wiranto.

Bagaimana dengan Ganjar-Mahfud?

Saya pikir kemenangan yang diperoleh MegaPro di Bali pada Pilpres 2009 juga akan didapatkan oleh pasangan Ganjar-Mahfud. Untuk angkanya, tentu tidak akan jauh-jauh dari apa yang diraih oleh Megawati-Prabowo.

Mengapa demikian?

Pertama, harus diakui bahwa Ganjar tidak memiliki efek sekuat Jokowi pada pemilihan sebelumnya. Angka 92 persen yang diraih oleh Jokowi-Ma’ruf pun didapatkan setelah melewati satu periode kepemimpinan sebagai Presiden RI.

Kedua, kini Ganjar dihadapkan dengan pasangan Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin. Artinya, faktor pembagi akan semakin besar dan potensi meraup suara besar pun akan semakin sulit diraih–meski tidak berarti mustahil.

Ketiga, Ganjar menghadapi tantangan besar karena representasi Jokowi yang sampai hari ini memiliki approval rating di atas 80 persen justru hadir di pihak Prabowo, dan saya pikir rakyat yang puas dengan kinerja Jokowi akan melabuhkan pilihannya kepada Prabowo-Gibran.

Meski PDIP Bali memiliki optimisme tinggi untuk memenangkan Ganjar-Mahfud di Bali, namun mengantarkan kemenangan sebesar 95 persen di Bali tentu harus dibarengi dengan kerja keras seluruh stakeholder PDIP di Bali. Tugas mahaberat harus dituntaskan oleh Koster selaku “Panglima Perang” di Bali, karena saya melihat dampaknya akan sangat fatal ketika angka yang sudah ditargetkan oleh Koster gagal tercapai.

Masa Depan Koster di Tangan Mega

Sudah jadi rahasia umum bahwa karir politik dari kader PDIP berada di tangan Ketua Umum, Megawati Sukarno Putri–tak terkecuali Koster. Bisa atau tidaknya Koster maju kembali sebagai Calon Gubernur Bali pun tergantung Ketua Umum, apalagi PDIP sering kali mengumumkan rekomendasinya terkait pemilihan kepala daerah di detik-detik akhir. Tentu ini bikin dag dig dug para kadernya yang ingin ikut kontestasi.

Pertanyaannya sekarang, apakah Koster akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP sebagai Calon Gubernur Bali dengan mudah? Saya pikir akan lebih sulit kali ini.

Hasil Pilpres di Bali akan menjadi penentu bagi Koster. Dirinya harus memenangkan Ganjar-Mahfud sebesar 95 persen di Bali, sesuai dengan target yang telah dikatakannya ke khalayak publik. Kegagalan PDIP memenangkan Ganjar-Mahfud dengan target yang sudah dipasang saya pikir akan menjadi hal buruk bagi Koster–besar kemungkinan rekomendasi menjadi taruhannya.

Kemenangan mutlak Ganjar-Mahfud di Bali adalah pembuktian Koster kepada partai bahwa dirinya masih kuat di elektoral maupun akar rumput dan layak untuk diberi rekomendasi kembali sebagai Gubernur Bali.

Namun melihat realitas di Bali hari ini, kubu Prabowo-Gibran dan Anis-Muhaimin juga memasang target yang tidak main-main. Kalau targetnya tinggi, sudah tentu dong perencanaan dan aksinya enggak main-main. Hehe.

Jadi bagaimana menurut kalian, apakah Koster mampu menuntaskan tugas maha berat ini? [T]

  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Gincu Politik: Manis dan Menghanyutkan
Mempertanyakan Diamnya Gibran
Ilusi Citra ‘Gemoy’ Dalam Politik Elektoral Indonesia
Sulit Membayangkan Anies Menang di Bali
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Partisipasi Politik Dalam Negara Demokrasi
Tags: baliGanjar PranowoPilpresPolitikWayan Koster
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ke Trunyan Kami Mendaki: Melepaskan Beban, Mengeratkan Hubungan

Next Post

Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah

Megawati, Bandara Internasional, dan Begitu Mudahnya Petani Bali Kehilangan Tanah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co