24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gincu Politik: Manis dan Menghanyutkan

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
December 22, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

MASA kampanye adalah masa buat seluruh peserta pemilu untuk memperkenalkan diri kepada pemilih dengan tujuan mengajak pemilik hak pilih untuk mencoblos nama mereka di surat suara pada Rabu, 14 Februari 2024 mendatang.

Cara yang digunakan pun beragam, ada yang blusukan—mengetuk satu-satu pintu rumah masyarakat, ada yang membuat acara di pusat desa, pasang alat peraga kampanye (APK) di lokasi-lokasi strategis—banyak yang ngasal juga sih, Hehe. Sampai ada yang bagi-bagi bingkisan—juga masih banyak yang bagi-bagi amplop. Semua dilakukan demi duduk di kursi kekuasaan.

Kalau masuk ke masa kampanye seperti sekarang ini, saya jadi teringat salah satu quotes dari Seth Godin yang kemudian dipopulerkan oleh Pandji Pragiwaksono, “sedikit lebih beda, lebih baik daripada sedikit lebih baik”. Saya rasa itu sangat relevan diaplikasikan oleh peserta pemilu, karena untuk dikenal rakyat memang harus berbeda dari kebiasaan umum.

Jadi wajar ketika kita melihat gambar-gambar peserta pemilu yang agak nyeleneh, tapi secara tidak langsung mudah diingat. Kalau sudah begitu, peserta pemilu akan lebih mudah untuk masuk ke fase berikutnya.

Gimik Adalah Kunci

Karena berbeda adalah kunci penting untuk masuk ke hati dan pikiran pemilih, maka wajar saja kalau calon pemimpin bangsa menggunakan hal-hal yang sedang ramai di masyarakat—itulah yang disebut gimik. Kalau merujuk KBBI, gimik sendiri memiliki maksud gerak-gerik tipu daya aktor untuk mengelabui lawan peran.

Ada lagi yang meyebutkan kalau gimik adalah adegan kreatif yang diciptakan guna menarik perhatian audiens apabila tayangan pada program tersebut sudah terlihat membosankan. Jadi kalau bisa saya simpulkan, semoga kalian memiliki pandangan yang sama, Hehe—satu langkah atau strategi kreatif yang dilakukan untuk menarik perhatian audiens dan hal yang ditampilkan bukanlah sesuatu hal yang sebenarnya.

Dalam rangka menggaet perhatian pemilih demi meraup suara sebanyak-banyaknya, tentu gimik menjadi satu hal penting yang mesti dilakukan oleh peserta pemilu. Ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) yang siap merebutkan kursi RI 1 dan 2 pun melakukan hal yang serupa.

Misalnya pasangan Anies-Muhaimin yang muncul dengan video Slepet Imin yang memperlihatkan bagaimana Cak Imin tertawa sangat lepas setelah berhasil memberikan slepetan menggunakan sarungnya ke Anies Baswedan. Juga ada remake video Men In Black 3 yang memperlihatkan Anies dan Cak Imin kompak menggunakan setelah putih hitam yang diikuti dengan kalimat “lupakan yang lain, pilih Amin”.

Beda paslon, tentu beda cara. Pasangan Prabowo-Gibran kini lebih dikenal dengan pasangan yang gemoy, hal ini juga didukung dengan Prabowo yang lebih suka joget tinimbang menjelaskan pemikirannya sebagai pemimpin, juga Gibran yang lebih memilih diam dibandingkan harus menjawab pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Gambar diri dari paslon ini yang dihasilkan teknologi Artificial Intelligence (AI) pun ramai terpampang di pinggir jalan dalam bentuk Billboard, Baliho, hingga spanduk.

Tidak hanya di ruang-ruang nyata, konten-konten pasangan calon ini pun ramai di ruang-ruang maya—bahkan joget Prabowo pun hits dan semakin populer karena banyak figur dan pesohor ikut tren yang dibuat Prabowo seusai mengambil nomor urut di KPU. Saya pikir ini adalah salah satu faktor penyebab hasil survei pasangan calon Prabowo-Gibran selalu teratas meninggalkan dua pasangan calon lainnya.

Kalau dua pasangan calon sebelumnya mencoba mengemas diri lebih santai dan tampak ramah di mata publik, berbeda dengan pasangan calon Ganjar-Mahfud. Sepanjang memantau akun sosial media Ganjar dan Mahfud, saya cenderung menemukan konten-konten yang cukup serius—soal aspirasi yang diserap selama turun ke daerah-daerah, kemudian hal-hal apa saja yang akan dilakukan apabila terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, juga pernyataan-pernyataan tentang dinamika politik bangsa terkini. Agak kurang memang, bahkan gimik baju yang dipakai saat debat pun menurut saya kurang mampu menggaet keterlibatan pemilih, berbeda dengan apa yang sudah dilakukan oleh dua pasangan calon sebelumnya.

Gimik Bukanlah Inti

Pada akhirnya yang akan dikerjakan oleh presiden dan wakil presiden terpilih bukanlah gimik belaka. Kerja-kerja kolektif nan serius demi keberlangsungan bangsa di depan mata, tidak bisa diselesaikan dengan gimik-gimik sesaat. Kedaulatan pangan tidak bisa diselesaikan dengan Slepet Imin, persoalan geopolitik tidak bisa dituntaskan dengan hanya sekadar joget-joget gemoy di depan kamera, termasuk juga masalah kelangkaan pupuk bagi para petani tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan membagikan baju yang bertuliskan “sat set” dan “tas tes”. Saya nggak salah kan? Hehe.

Gimik menjadi penting tatkala perkembangan politik dalam negeri memanas akibat persaingan peserta pemilu. Gimik diperlukan untuk meredakan ketegangan, tidak hanya di kalangan elit, tetapi yang paling utama adalah di kalangan akar rumput. Sama halnya seperti acara hiburan di layar kaca, gimik digunakan untuk menyegarkan format acara yang terkesan monoton, juga bisa memberi efek kejut yang menyenangkan.

Tapi dari sekian banyak manfaat gimik, juga tersimpan bahaya di dalamnya. Terhanyut ke sebuah gimik politik dengan konsekuensi kekuasaan jatuh ke tangan yang salah tentu menjadi kerugian besar bagi negara yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh rakyat.

Oleh karenanya, nikmati gimik secukupnya—dalami substansi gagasan sedalam-dalamnya, setelah itu baru tentukan pilihan. Ada yang tidak sependapat? [T]

  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Mempertanyakan Diamnya Gibran
Ilusi Citra ‘Gemoy’ Dalam Politik Elektoral Indonesia
Sulit Membayangkan Anies Menang di Bali
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Partisipasi Politik Dalam Negara Demokrasi
Tags: Pemilu 2024PilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BELAJAR DARI HALAMAN RUMAH IBU FATMAWATI

Next Post

Bawaslu, Pers, dan Perannya dalam Pemilu 2024

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Bawaslu, Pers, dan Perannya dalam Pemilu 2024

Bawaslu, Pers, dan Perannya dalam Pemilu 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co