2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gincu Politik: Manis dan Menghanyutkan

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
December 22, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

MASA kampanye adalah masa buat seluruh peserta pemilu untuk memperkenalkan diri kepada pemilih dengan tujuan mengajak pemilik hak pilih untuk mencoblos nama mereka di surat suara pada Rabu, 14 Februari 2024 mendatang.

Cara yang digunakan pun beragam, ada yang blusukan—mengetuk satu-satu pintu rumah masyarakat, ada yang membuat acara di pusat desa, pasang alat peraga kampanye (APK) di lokasi-lokasi strategis—banyak yang ngasal juga sih, Hehe. Sampai ada yang bagi-bagi bingkisan—juga masih banyak yang bagi-bagi amplop. Semua dilakukan demi duduk di kursi kekuasaan.

Kalau masuk ke masa kampanye seperti sekarang ini, saya jadi teringat salah satu quotes dari Seth Godin yang kemudian dipopulerkan oleh Pandji Pragiwaksono, “sedikit lebih beda, lebih baik daripada sedikit lebih baik”. Saya rasa itu sangat relevan diaplikasikan oleh peserta pemilu, karena untuk dikenal rakyat memang harus berbeda dari kebiasaan umum.

Jadi wajar ketika kita melihat gambar-gambar peserta pemilu yang agak nyeleneh, tapi secara tidak langsung mudah diingat. Kalau sudah begitu, peserta pemilu akan lebih mudah untuk masuk ke fase berikutnya.

Gimik Adalah Kunci

Karena berbeda adalah kunci penting untuk masuk ke hati dan pikiran pemilih, maka wajar saja kalau calon pemimpin bangsa menggunakan hal-hal yang sedang ramai di masyarakat—itulah yang disebut gimik. Kalau merujuk KBBI, gimik sendiri memiliki maksud gerak-gerik tipu daya aktor untuk mengelabui lawan peran.

Ada lagi yang meyebutkan kalau gimik adalah adegan kreatif yang diciptakan guna menarik perhatian audiens apabila tayangan pada program tersebut sudah terlihat membosankan. Jadi kalau bisa saya simpulkan, semoga kalian memiliki pandangan yang sama, Hehe—satu langkah atau strategi kreatif yang dilakukan untuk menarik perhatian audiens dan hal yang ditampilkan bukanlah sesuatu hal yang sebenarnya.

Dalam rangka menggaet perhatian pemilih demi meraup suara sebanyak-banyaknya, tentu gimik menjadi satu hal penting yang mesti dilakukan oleh peserta pemilu. Ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) yang siap merebutkan kursi RI 1 dan 2 pun melakukan hal yang serupa.

Misalnya pasangan Anies-Muhaimin yang muncul dengan video Slepet Imin yang memperlihatkan bagaimana Cak Imin tertawa sangat lepas setelah berhasil memberikan slepetan menggunakan sarungnya ke Anies Baswedan. Juga ada remake video Men In Black 3 yang memperlihatkan Anies dan Cak Imin kompak menggunakan setelah putih hitam yang diikuti dengan kalimat “lupakan yang lain, pilih Amin”.

Beda paslon, tentu beda cara. Pasangan Prabowo-Gibran kini lebih dikenal dengan pasangan yang gemoy, hal ini juga didukung dengan Prabowo yang lebih suka joget tinimbang menjelaskan pemikirannya sebagai pemimpin, juga Gibran yang lebih memilih diam dibandingkan harus menjawab pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Gambar diri dari paslon ini yang dihasilkan teknologi Artificial Intelligence (AI) pun ramai terpampang di pinggir jalan dalam bentuk Billboard, Baliho, hingga spanduk.

Tidak hanya di ruang-ruang nyata, konten-konten pasangan calon ini pun ramai di ruang-ruang maya—bahkan joget Prabowo pun hits dan semakin populer karena banyak figur dan pesohor ikut tren yang dibuat Prabowo seusai mengambil nomor urut di KPU. Saya pikir ini adalah salah satu faktor penyebab hasil survei pasangan calon Prabowo-Gibran selalu teratas meninggalkan dua pasangan calon lainnya.

Kalau dua pasangan calon sebelumnya mencoba mengemas diri lebih santai dan tampak ramah di mata publik, berbeda dengan pasangan calon Ganjar-Mahfud. Sepanjang memantau akun sosial media Ganjar dan Mahfud, saya cenderung menemukan konten-konten yang cukup serius—soal aspirasi yang diserap selama turun ke daerah-daerah, kemudian hal-hal apa saja yang akan dilakukan apabila terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, juga pernyataan-pernyataan tentang dinamika politik bangsa terkini. Agak kurang memang, bahkan gimik baju yang dipakai saat debat pun menurut saya kurang mampu menggaet keterlibatan pemilih, berbeda dengan apa yang sudah dilakukan oleh dua pasangan calon sebelumnya.

Gimik Bukanlah Inti

Pada akhirnya yang akan dikerjakan oleh presiden dan wakil presiden terpilih bukanlah gimik belaka. Kerja-kerja kolektif nan serius demi keberlangsungan bangsa di depan mata, tidak bisa diselesaikan dengan gimik-gimik sesaat. Kedaulatan pangan tidak bisa diselesaikan dengan Slepet Imin, persoalan geopolitik tidak bisa dituntaskan dengan hanya sekadar joget-joget gemoy di depan kamera, termasuk juga masalah kelangkaan pupuk bagi para petani tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan membagikan baju yang bertuliskan “sat set” dan “tas tes”. Saya nggak salah kan? Hehe.

Gimik menjadi penting tatkala perkembangan politik dalam negeri memanas akibat persaingan peserta pemilu. Gimik diperlukan untuk meredakan ketegangan, tidak hanya di kalangan elit, tetapi yang paling utama adalah di kalangan akar rumput. Sama halnya seperti acara hiburan di layar kaca, gimik digunakan untuk menyegarkan format acara yang terkesan monoton, juga bisa memberi efek kejut yang menyenangkan.

Tapi dari sekian banyak manfaat gimik, juga tersimpan bahaya di dalamnya. Terhanyut ke sebuah gimik politik dengan konsekuensi kekuasaan jatuh ke tangan yang salah tentu menjadi kerugian besar bagi negara yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh rakyat.

Oleh karenanya, nikmati gimik secukupnya—dalami substansi gagasan sedalam-dalamnya, setelah itu baru tentukan pilihan. Ada yang tidak sependapat? [T]

  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Mempertanyakan Diamnya Gibran
Ilusi Citra ‘Gemoy’ Dalam Politik Elektoral Indonesia
Sulit Membayangkan Anies Menang di Bali
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Partisipasi Politik Dalam Negara Demokrasi
Tags: Pemilu 2024PilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BELAJAR DARI HALAMAN RUMAH IBU FATMAWATI

Next Post

Bawaslu, Pers, dan Perannya dalam Pemilu 2024

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Bawaslu, Pers, dan Perannya dalam Pemilu 2024

Bawaslu, Pers, dan Perannya dalam Pemilu 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co