3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gincu Politik: Manis dan Menghanyutkan

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
December 22, 2023
in Esai
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Gambar ilustrasi: tatkala.co

MASA kampanye adalah masa buat seluruh peserta pemilu untuk memperkenalkan diri kepada pemilih dengan tujuan mengajak pemilik hak pilih untuk mencoblos nama mereka di surat suara pada Rabu, 14 Februari 2024 mendatang.

Cara yang digunakan pun beragam, ada yang blusukan—mengetuk satu-satu pintu rumah masyarakat, ada yang membuat acara di pusat desa, pasang alat peraga kampanye (APK) di lokasi-lokasi strategis—banyak yang ngasal juga sih, Hehe. Sampai ada yang bagi-bagi bingkisan—juga masih banyak yang bagi-bagi amplop. Semua dilakukan demi duduk di kursi kekuasaan.

Kalau masuk ke masa kampanye seperti sekarang ini, saya jadi teringat salah satu quotes dari Seth Godin yang kemudian dipopulerkan oleh Pandji Pragiwaksono, “sedikit lebih beda, lebih baik daripada sedikit lebih baik”. Saya rasa itu sangat relevan diaplikasikan oleh peserta pemilu, karena untuk dikenal rakyat memang harus berbeda dari kebiasaan umum.

Jadi wajar ketika kita melihat gambar-gambar peserta pemilu yang agak nyeleneh, tapi secara tidak langsung mudah diingat. Kalau sudah begitu, peserta pemilu akan lebih mudah untuk masuk ke fase berikutnya.

Gimik Adalah Kunci

Karena berbeda adalah kunci penting untuk masuk ke hati dan pikiran pemilih, maka wajar saja kalau calon pemimpin bangsa menggunakan hal-hal yang sedang ramai di masyarakat—itulah yang disebut gimik. Kalau merujuk KBBI, gimik sendiri memiliki maksud gerak-gerik tipu daya aktor untuk mengelabui lawan peran.

Ada lagi yang meyebutkan kalau gimik adalah adegan kreatif yang diciptakan guna menarik perhatian audiens apabila tayangan pada program tersebut sudah terlihat membosankan. Jadi kalau bisa saya simpulkan, semoga kalian memiliki pandangan yang sama, Hehe—satu langkah atau strategi kreatif yang dilakukan untuk menarik perhatian audiens dan hal yang ditampilkan bukanlah sesuatu hal yang sebenarnya.

Dalam rangka menggaet perhatian pemilih demi meraup suara sebanyak-banyaknya, tentu gimik menjadi satu hal penting yang mesti dilakukan oleh peserta pemilu. Ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) yang siap merebutkan kursi RI 1 dan 2 pun melakukan hal yang serupa.

Misalnya pasangan Anies-Muhaimin yang muncul dengan video Slepet Imin yang memperlihatkan bagaimana Cak Imin tertawa sangat lepas setelah berhasil memberikan slepetan menggunakan sarungnya ke Anies Baswedan. Juga ada remake video Men In Black 3 yang memperlihatkan Anies dan Cak Imin kompak menggunakan setelah putih hitam yang diikuti dengan kalimat “lupakan yang lain, pilih Amin”.

Beda paslon, tentu beda cara. Pasangan Prabowo-Gibran kini lebih dikenal dengan pasangan yang gemoy, hal ini juga didukung dengan Prabowo yang lebih suka joget tinimbang menjelaskan pemikirannya sebagai pemimpin, juga Gibran yang lebih memilih diam dibandingkan harus menjawab pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Gambar diri dari paslon ini yang dihasilkan teknologi Artificial Intelligence (AI) pun ramai terpampang di pinggir jalan dalam bentuk Billboard, Baliho, hingga spanduk.

Tidak hanya di ruang-ruang nyata, konten-konten pasangan calon ini pun ramai di ruang-ruang maya—bahkan joget Prabowo pun hits dan semakin populer karena banyak figur dan pesohor ikut tren yang dibuat Prabowo seusai mengambil nomor urut di KPU. Saya pikir ini adalah salah satu faktor penyebab hasil survei pasangan calon Prabowo-Gibran selalu teratas meninggalkan dua pasangan calon lainnya.

Kalau dua pasangan calon sebelumnya mencoba mengemas diri lebih santai dan tampak ramah di mata publik, berbeda dengan pasangan calon Ganjar-Mahfud. Sepanjang memantau akun sosial media Ganjar dan Mahfud, saya cenderung menemukan konten-konten yang cukup serius—soal aspirasi yang diserap selama turun ke daerah-daerah, kemudian hal-hal apa saja yang akan dilakukan apabila terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, juga pernyataan-pernyataan tentang dinamika politik bangsa terkini. Agak kurang memang, bahkan gimik baju yang dipakai saat debat pun menurut saya kurang mampu menggaet keterlibatan pemilih, berbeda dengan apa yang sudah dilakukan oleh dua pasangan calon sebelumnya.

Gimik Bukanlah Inti

Pada akhirnya yang akan dikerjakan oleh presiden dan wakil presiden terpilih bukanlah gimik belaka. Kerja-kerja kolektif nan serius demi keberlangsungan bangsa di depan mata, tidak bisa diselesaikan dengan gimik-gimik sesaat. Kedaulatan pangan tidak bisa diselesaikan dengan Slepet Imin, persoalan geopolitik tidak bisa dituntaskan dengan hanya sekadar joget-joget gemoy di depan kamera, termasuk juga masalah kelangkaan pupuk bagi para petani tidak akan bisa diselesaikan hanya dengan membagikan baju yang bertuliskan “sat set” dan “tas tes”. Saya nggak salah kan? Hehe.

Gimik menjadi penting tatkala perkembangan politik dalam negeri memanas akibat persaingan peserta pemilu. Gimik diperlukan untuk meredakan ketegangan, tidak hanya di kalangan elit, tetapi yang paling utama adalah di kalangan akar rumput. Sama halnya seperti acara hiburan di layar kaca, gimik digunakan untuk menyegarkan format acara yang terkesan monoton, juga bisa memberi efek kejut yang menyenangkan.

Tapi dari sekian banyak manfaat gimik, juga tersimpan bahaya di dalamnya. Terhanyut ke sebuah gimik politik dengan konsekuensi kekuasaan jatuh ke tangan yang salah tentu menjadi kerugian besar bagi negara yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh rakyat.

Oleh karenanya, nikmati gimik secukupnya—dalami substansi gagasan sedalam-dalamnya, setelah itu baru tentukan pilihan. Ada yang tidak sependapat? [T]

  • Baca esai-esai politik TEDDY CHRISPRIMANATA PUTRA lainnya DI SINI
Mempertanyakan Diamnya Gibran
Ilusi Citra ‘Gemoy’ Dalam Politik Elektoral Indonesia
Sulit Membayangkan Anies Menang di Bali
Membicarakan Kekuasaan di Indonesia: Timur Apa Barat?
Partisipasi Politik Dalam Negara Demokrasi
Tags: Pemilu 2024PilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BELAJAR DARI HALAMAN RUMAH IBU FATMAWATI

Next Post

Bawaslu, Pers, dan Perannya dalam Pemilu 2024

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Bawaslu, Pers, dan Perannya dalam Pemilu 2024

Bawaslu, Pers, dan Perannya dalam Pemilu 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co