22 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [12]: Anak-Anak Bermain di Sungai Kecil

Chusmeru by Chusmeru
April 24, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

MENYANDANG predikat sebagai dosen favorit di fakultas bagi Dina Bestiari tentu satu kebanggaan tersendiri. Di tengah kehidupan mahasiswa yang kadang acuh terhadap suasana perkuliahan, mereka menempatkan Dina Bestiari sebagai dosen idola bagi mahasiswa.

Penilaian mahasiswa terhadap Dina Bestiari memang tidak mengada-ada. Sosok dosen muda ini dikenal cantik, ramah, murah senyum, dan baik hati. Penampilannya selalu rapi, busananya kekinian. Setiap hari tampak ceria dan wangi aroma parfumnya yang branded membuat penampilannya semakin menawan. Tak heran bila banyak mahasiswa dan dosen lain yang menyebutnya “ibu harum”, lantaran aroma tubuh Dina yang selalu wangi.

Mengajar Marketing Communication, kuliah Dina Bestiari tidak pernah membuat mahasiswa mengantuk. Setiap materi kuliah disampaikan dengan cara yang menarik. Maka kuliah pun seringkali terasa begitu cepat berlalu. Berbeda dengan dosen-dosen senior yang kadang membuat mahasiswa merasa begitu lama berada di dalam kelas.

Ruang kuliah 8 tempat Dina mengajar tidak terlalu jauh dari ruang dosen. Namun dia selalu membiasakan diri untuk masuk kelas sepuluh menit sebelum jadwal kuliah. Dia harus mempersiapkan segala sesuatu agar kuliah berjalan lancar. Memastikan AC ruangan berfungsi. Memastikan laptop dan power point yang akan ditayangkan tidak mengalami masalah. Begitulah Dina Bestiari, dosen muda yang selalu ingin tampil sempurna.

Seperti pagi ini, Dina Bestiari sudah berada di kampus pukul 06.30. Jadwal kuliahnya dimulai pukul 07.00, kuliah sesi pertama. Kampus masih terasa sepi. Parkir mobil dosen tampak masih lengang. Hanya ada mobil dinas dekan yang memang menginap di kampus setiap hari.

Entah mengapa, pagi ini perasaan Dina Bestiari tidak seperti biasanya. Suasana kampus yang masih sepi membuat dirinya sedikit merinding. Apalagi jalan menuju ruang 8 harus melewati sungai kecil yang cukup menyeramkan jika suasana sepi.

                                  ***

Betul firasat Dina Bestiari. Ketika melewati sungai kecil di kampus, ia melihat beberapa anak kecil telanjang bermain air di sungai. Dina menghentikan langkahnya. Ia perhatikan dengan seksama anak-anak kecil itu.

Betapa terkejut Dina. Anak-anak yang bermain di sungai itu wajahnya menyeringai. Mata mereka sedikit melotot dan menonjol. Lidah mereka menjulur panjang. Giginya tampak merah seperti berdarah. Anehnya, mereka tidak mempunyai alat kelamin. Laki-laki bukan, perempuan juga tidak. Sungguh menyeramkan.

“Makhluk apa itu..?!” tanya Dina Bestiari heran.

Bulu kuduknya berdiri. Bergegas ia berjalan cepat menuju ruang kelas. Wajahnya pucat pasi. Mahasiswa yang sudah berada di kelas merasa heran.  Tidak seperti biasanya yang tampil ceria, Dina Bestiari tampak ketakutan.

“Ibu Dina, kenapa?” tanya Feri Haryono selaku koordinator kelas.

“Seremmmm… !” jawab Dina Bestiari.

Kemudian ia menceritakan kepada mahasiswa apa yang dilihatnya di sungai kecil tadi.

“Hiiii…!” sahut mahasiswa berbarengan. Wajah mereka ketakutan.

“Kalian waktu melewati sungai itu melihat anak-anak kecil bermain nggak?” tanya Dina Bestiari.

“Tidak Bu..” jawab mahasiswa kompak. Aneh. Dina Bestiari tak habis pikir. Kenapa hanya dia yang menyaksikan anak-anak tak berjenis kelamin itu di sungai kecil dalam kampus.

Dina mencoba mengkonfirmasi kepada teman-teman dosen yang lain, apakah mereka pernah melihat anak-anak bermain di sungai kecil. Semua dosen menjawab tidak pernah. Ia semakin penasaran, sekaligus ketakutan. Apakah selama ini ia hanya berhalusinasi saja? Mengingat ia memang sangat menyukai anak-anak, baik di rumah maupun di lingkungan wilayah tempat tinggalnya. Tapi, bukankah semua perempuan secara alami akan menyukai anak-anak?

Bukan hanya sekali Dina menyaksikan anak-anak kecil aneh dan misterius itu bermain di sungai kecil. Pada perkuliahan berikutnya, ia kembali melihat sekitar lima atau enam anak-anak kecil yang bermain di sungai. Wajah dan bentuknya sama persis dengan yang dia lihat minggu sebelumnya. Kali ini mereka tertawa ke arahnya, dan memanggil-manggil namanya.

“Ibu Dina… ibu Dina…,” kata anak-anak itu sambil melambaikan tangan, seolah mengajak Dina Bestiari untuk turun ke sungai.

Dina terkejut. Dari mana mereka tahu namanya? Semakin takut dan gemetaran Dina. Secepatnya ia bergegas menuju ke kelas. Seperti biasa, mahasiswa terkejut melihat dosen mereka yang datang tergopoh-gopoh dengan wajah pucat.

“Saya melihat lagi anak-anak kecil itu!” kata Dina Bestiari sambil minum air mineral yang ia bawa untuk mengurangi kecemasannya.

“Ibuuuu… Seremmm…!” teriak mahasiswa perempuan mendengar cerita Dina.

Kelas menjadi tegang. Perkuliahan belum segera dimulai. Dina masih mencoba menenangkan diri. Sementara mahasiswa juga hanyut dalam suasana mencekam. Ruang kuliah yang sejuk tak mampu mendinginkan suasana penuh misteri di kampus.

                                  ***

Dina Bestiari mencoba mencari tahu tentang keberadaan anak-anak di sungai itu. Salah satu dosen senior, Tata Sugita menyarankan agar menemui penjaga malam kampus yang bernama pak Untung. Konon Pak Untung memiliki mata batin untuk melihat hal-hal yang bersifat gaib.

Tak ingin membuang waktu, Dina segera mendatangi penjaga malam kampus yang saat itu sedang bersiap pulang ke rumah setelah semalaman berjaga. Pak Untung tidak menduga didatangi dosen, karena selama ini ia hanya bergaul dengan para pegawai administrasi.

Dina Bestiari menjelaskan peristiwa yang dialaminya saat melewati sungai kecil di kampus kepada Pak Untung. Tak segera menjawab, Pak Untung sedikit merenung. Seolah ia sedang berkomunikasi dengan makhluk-makhluk aneh itu. Sejenak hening, lantas ia tersenyum.

“Mereka siluman ular, Bu Dina…,” jelas pak Untung.

“Hahh.. siluman ular? Tapi mereka seperti manusia,” kata Dina seolah tak percaya.

“Betul, Bu Dina. Mereka adalah jelmaan siluman ula weling, ular belang yang sering muncul di pinggiran sungai,” terang Pak Untung.

“Dulu pernah ada kejadian. Pegawai yang sedang membersihkan sungai terjatuh, kemudian digigit ular-ular itu sampai berdarah. Nah, darahnya itu yang diminum ular-ular itu, sehingga gigi anak-anak kecil yang tampak di sungai itu seperti merah berdarah,” lanjut Pak Untung menjelaskan.

“Terus gimana nasib pegawai itu, Pak?” tanya Dina penasaran.

Pak Untung diam sejenak. Wajahnya tampak sedih.

“Meninggal, Bu,” jawab pak Untung dengan nada sedih.

Dina Bestiari kaget diselimuti takut.

“Tapi mengapa mereka selalu muncul kalau saya lewat di sungai, dan memanggil nama saya?” tanya Dina.

“Mungkin karena ibu Dina menyukai anak-anak, jadi mereka meminta perhatian,” jawab Pak Untung.

“Tapi saya ketakutan, Pak,” kata Dina.

Pak Untung hanya tersenyum tipis.

“Apa yang harus saya lakukan agar tak melihat anak-anak di sungai itu?” tanya Dina Bestiari. Ia benar-benar tak ingin melihat lagi anak-anak yang menyeramkan itu.

“Kalau ibu Dina lewat sungai itu, lemparkan permen saja. Nanti mereka tidak menampakkan diri lagi,” terang Pak Untung.

“Permen..?” Dina tidak mengerti maksud Pak Untung.

“Iya, siluman ular itu suka pada bau anyir darah manusia. Tetapi mereka tidak menyukai rasa manis dan aroma permen,” jelas Pak Untung.

Dina Bestiari mencoba memahami penjelasan pak Untung. Meski sepintas sepertinya tidak masuk akal, namun dia mencoba mengikuti saran pak Untung. Ketika perkuliahan berikutnya ia melewati sungai itu, masih tampak anak-anak kecil bermain di sungai. Dengan sisa-sisa keberanian, Dina  segera melempar beberapa permen yang ia siapkan dari rumah.

Aneh tapi nyata. Anak-anak siluman ular itu berlarian ketakutan dan menghilang ke dalam arus air sungai. Betapa lega hati Dina Bestiari. Detak jantungnya tak lagi berdegup kencang seperti minggu sebelumnya. Ia pun masuk ke ruang kuliah dengan senyum manisnya. Mahasiswa menyambutnya dengan rona ceria.

Perkuliahan minggu berikutnya Dina Bestiari tak lagi melihat anak-anak siluman ular itu bermain di sungai. Hanya suara gemericik air sungai yang mengalir tersentuh bebatuan. Meski tetap saja sungai itu tampak wingit di mata Dina Bestiari. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [11]: Dosen Tak Kasat Mata
Kampusku Sarang Hantu [10]: Cemburu pada Khodam Perempuan
Kampusku Sarang Hantu [9]: Mahasiswi yang Duduk di Pojok Kantin
Kampusku Sarang Hantu [8]: Mobil Bergoyang Tengah Malam
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam
Kampusku Sarang Hantu [2]: Suara Misterius di Ruang Dosen
Kampusku Sarang Hantu [3]: Kuntilanak Beterbangan di Proyek Bangunan
Kampusku Sarang Hantu [4]: Mahasiswa Kesurupan di Ruang Kuliah
Kampusku Sarang Hantu [5]: Tangisan dari Gudang Tua
Kampusku Sarang Hantu [6]: Akik Keramat Dosen
Kampusku Sarang Hantu [7]: Suara Printer dan Keran Air Mengucur
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterifiksihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Galungan di Desa Tembok: Ketika Taksi Parkir di Rumah-rumah Warga

Next Post

Memorial Made Supena

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Suara dari Dalam Lemari

by Chusmeru
September 17, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails
Next Post
Memorial Made Supena

Memorial Made Supena

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co