10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [12]: Anak-Anak Bermain di Sungai Kecil

Chusmeru by Chusmeru
April 24, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

MENYANDANG predikat sebagai dosen favorit di fakultas bagi Dina Bestiari tentu satu kebanggaan tersendiri. Di tengah kehidupan mahasiswa yang kadang acuh terhadap suasana perkuliahan, mereka menempatkan Dina Bestiari sebagai dosen idola bagi mahasiswa.

Penilaian mahasiswa terhadap Dina Bestiari memang tidak mengada-ada. Sosok dosen muda ini dikenal cantik, ramah, murah senyum, dan baik hati. Penampilannya selalu rapi, busananya kekinian. Setiap hari tampak ceria dan wangi aroma parfumnya yang branded membuat penampilannya semakin menawan. Tak heran bila banyak mahasiswa dan dosen lain yang menyebutnya “ibu harum”, lantaran aroma tubuh Dina yang selalu wangi.

Mengajar Marketing Communication, kuliah Dina Bestiari tidak pernah membuat mahasiswa mengantuk. Setiap materi kuliah disampaikan dengan cara yang menarik. Maka kuliah pun seringkali terasa begitu cepat berlalu. Berbeda dengan dosen-dosen senior yang kadang membuat mahasiswa merasa begitu lama berada di dalam kelas.

Ruang kuliah 8 tempat Dina mengajar tidak terlalu jauh dari ruang dosen. Namun dia selalu membiasakan diri untuk masuk kelas sepuluh menit sebelum jadwal kuliah. Dia harus mempersiapkan segala sesuatu agar kuliah berjalan lancar. Memastikan AC ruangan berfungsi. Memastikan laptop dan power point yang akan ditayangkan tidak mengalami masalah. Begitulah Dina Bestiari, dosen muda yang selalu ingin tampil sempurna.

Seperti pagi ini, Dina Bestiari sudah berada di kampus pukul 06.30. Jadwal kuliahnya dimulai pukul 07.00, kuliah sesi pertama. Kampus masih terasa sepi. Parkir mobil dosen tampak masih lengang. Hanya ada mobil dinas dekan yang memang menginap di kampus setiap hari.

Entah mengapa, pagi ini perasaan Dina Bestiari tidak seperti biasanya. Suasana kampus yang masih sepi membuat dirinya sedikit merinding. Apalagi jalan menuju ruang 8 harus melewati sungai kecil yang cukup menyeramkan jika suasana sepi.

                                  ***

Betul firasat Dina Bestiari. Ketika melewati sungai kecil di kampus, ia melihat beberapa anak kecil telanjang bermain air di sungai. Dina menghentikan langkahnya. Ia perhatikan dengan seksama anak-anak kecil itu.

Betapa terkejut Dina. Anak-anak yang bermain di sungai itu wajahnya menyeringai. Mata mereka sedikit melotot dan menonjol. Lidah mereka menjulur panjang. Giginya tampak merah seperti berdarah. Anehnya, mereka tidak mempunyai alat kelamin. Laki-laki bukan, perempuan juga tidak. Sungguh menyeramkan.

“Makhluk apa itu..?!” tanya Dina Bestiari heran.

Bulu kuduknya berdiri. Bergegas ia berjalan cepat menuju ruang kelas. Wajahnya pucat pasi. Mahasiswa yang sudah berada di kelas merasa heran.  Tidak seperti biasanya yang tampil ceria, Dina Bestiari tampak ketakutan.

“Ibu Dina, kenapa?” tanya Feri Haryono selaku koordinator kelas.

“Seremmmm… !” jawab Dina Bestiari.

Kemudian ia menceritakan kepada mahasiswa apa yang dilihatnya di sungai kecil tadi.

“Hiiii…!” sahut mahasiswa berbarengan. Wajah mereka ketakutan.

“Kalian waktu melewati sungai itu melihat anak-anak kecil bermain nggak?” tanya Dina Bestiari.

“Tidak Bu..” jawab mahasiswa kompak. Aneh. Dina Bestiari tak habis pikir. Kenapa hanya dia yang menyaksikan anak-anak tak berjenis kelamin itu di sungai kecil dalam kampus.

Dina mencoba mengkonfirmasi kepada teman-teman dosen yang lain, apakah mereka pernah melihat anak-anak bermain di sungai kecil. Semua dosen menjawab tidak pernah. Ia semakin penasaran, sekaligus ketakutan. Apakah selama ini ia hanya berhalusinasi saja? Mengingat ia memang sangat menyukai anak-anak, baik di rumah maupun di lingkungan wilayah tempat tinggalnya. Tapi, bukankah semua perempuan secara alami akan menyukai anak-anak?

Bukan hanya sekali Dina menyaksikan anak-anak kecil aneh dan misterius itu bermain di sungai kecil. Pada perkuliahan berikutnya, ia kembali melihat sekitar lima atau enam anak-anak kecil yang bermain di sungai. Wajah dan bentuknya sama persis dengan yang dia lihat minggu sebelumnya. Kali ini mereka tertawa ke arahnya, dan memanggil-manggil namanya.

“Ibu Dina… ibu Dina…,” kata anak-anak itu sambil melambaikan tangan, seolah mengajak Dina Bestiari untuk turun ke sungai.

Dina terkejut. Dari mana mereka tahu namanya? Semakin takut dan gemetaran Dina. Secepatnya ia bergegas menuju ke kelas. Seperti biasa, mahasiswa terkejut melihat dosen mereka yang datang tergopoh-gopoh dengan wajah pucat.

“Saya melihat lagi anak-anak kecil itu!” kata Dina Bestiari sambil minum air mineral yang ia bawa untuk mengurangi kecemasannya.

“Ibuuuu… Seremmm…!” teriak mahasiswa perempuan mendengar cerita Dina.

Kelas menjadi tegang. Perkuliahan belum segera dimulai. Dina masih mencoba menenangkan diri. Sementara mahasiswa juga hanyut dalam suasana mencekam. Ruang kuliah yang sejuk tak mampu mendinginkan suasana penuh misteri di kampus.

                                  ***

Dina Bestiari mencoba mencari tahu tentang keberadaan anak-anak di sungai itu. Salah satu dosen senior, Tata Sugita menyarankan agar menemui penjaga malam kampus yang bernama pak Untung. Konon Pak Untung memiliki mata batin untuk melihat hal-hal yang bersifat gaib.

Tak ingin membuang waktu, Dina segera mendatangi penjaga malam kampus yang saat itu sedang bersiap pulang ke rumah setelah semalaman berjaga. Pak Untung tidak menduga didatangi dosen, karena selama ini ia hanya bergaul dengan para pegawai administrasi.

Dina Bestiari menjelaskan peristiwa yang dialaminya saat melewati sungai kecil di kampus kepada Pak Untung. Tak segera menjawab, Pak Untung sedikit merenung. Seolah ia sedang berkomunikasi dengan makhluk-makhluk aneh itu. Sejenak hening, lantas ia tersenyum.

“Mereka siluman ular, Bu Dina…,” jelas pak Untung.

“Hahh.. siluman ular? Tapi mereka seperti manusia,” kata Dina seolah tak percaya.

“Betul, Bu Dina. Mereka adalah jelmaan siluman ula weling, ular belang yang sering muncul di pinggiran sungai,” terang Pak Untung.

“Dulu pernah ada kejadian. Pegawai yang sedang membersihkan sungai terjatuh, kemudian digigit ular-ular itu sampai berdarah. Nah, darahnya itu yang diminum ular-ular itu, sehingga gigi anak-anak kecil yang tampak di sungai itu seperti merah berdarah,” lanjut Pak Untung menjelaskan.

“Terus gimana nasib pegawai itu, Pak?” tanya Dina penasaran.

Pak Untung diam sejenak. Wajahnya tampak sedih.

“Meninggal, Bu,” jawab pak Untung dengan nada sedih.

Dina Bestiari kaget diselimuti takut.

“Tapi mengapa mereka selalu muncul kalau saya lewat di sungai, dan memanggil nama saya?” tanya Dina.

“Mungkin karena ibu Dina menyukai anak-anak, jadi mereka meminta perhatian,” jawab Pak Untung.

“Tapi saya ketakutan, Pak,” kata Dina.

Pak Untung hanya tersenyum tipis.

“Apa yang harus saya lakukan agar tak melihat anak-anak di sungai itu?” tanya Dina Bestiari. Ia benar-benar tak ingin melihat lagi anak-anak yang menyeramkan itu.

“Kalau ibu Dina lewat sungai itu, lemparkan permen saja. Nanti mereka tidak menampakkan diri lagi,” terang Pak Untung.

“Permen..?” Dina tidak mengerti maksud Pak Untung.

“Iya, siluman ular itu suka pada bau anyir darah manusia. Tetapi mereka tidak menyukai rasa manis dan aroma permen,” jelas Pak Untung.

Dina Bestiari mencoba memahami penjelasan pak Untung. Meski sepintas sepertinya tidak masuk akal, namun dia mencoba mengikuti saran pak Untung. Ketika perkuliahan berikutnya ia melewati sungai itu, masih tampak anak-anak kecil bermain di sungai. Dengan sisa-sisa keberanian, Dina  segera melempar beberapa permen yang ia siapkan dari rumah.

Aneh tapi nyata. Anak-anak siluman ular itu berlarian ketakutan dan menghilang ke dalam arus air sungai. Betapa lega hati Dina Bestiari. Detak jantungnya tak lagi berdegup kencang seperti minggu sebelumnya. Ia pun masuk ke ruang kuliah dengan senyum manisnya. Mahasiswa menyambutnya dengan rona ceria.

Perkuliahan minggu berikutnya Dina Bestiari tak lagi melihat anak-anak siluman ular itu bermain di sungai. Hanya suara gemericik air sungai yang mengalir tersentuh bebatuan. Meski tetap saja sungai itu tampak wingit di mata Dina Bestiari. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [11]: Dosen Tak Kasat Mata
Kampusku Sarang Hantu [10]: Cemburu pada Khodam Perempuan
Kampusku Sarang Hantu [9]: Mahasiswi yang Duduk di Pojok Kantin
Kampusku Sarang Hantu [8]: Mobil Bergoyang Tengah Malam
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam
Kampusku Sarang Hantu [2]: Suara Misterius di Ruang Dosen
Kampusku Sarang Hantu [3]: Kuntilanak Beterbangan di Proyek Bangunan
Kampusku Sarang Hantu [4]: Mahasiswa Kesurupan di Ruang Kuliah
Kampusku Sarang Hantu [5]: Tangisan dari Gudang Tua
Kampusku Sarang Hantu [6]: Akik Keramat Dosen
Kampusku Sarang Hantu [7]: Suara Printer dan Keran Air Mengucur
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterifiksihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Galungan di Desa Tembok: Ketika Taksi Parkir di Rumah-rumah Warga

Next Post

Memorial Made Supena

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails
Next Post
Memorial Made Supena

Memorial Made Supena

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co