2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [2]: Suara Misterius di Ruang Dosen

Chusmeru by Chusmeru
January 13, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

RINTIK gerimis belum juga reda. Pelataran kampus masih tampak basah. Ruangan dosen sudah mulai sepi. Satu per satu dosen kembali ke rumah seiring dengan datangnya senja. Namun tidak demikian dengan Elisabeth Nunce. Pekerjaan yang masih numpuk membuatnya masih bertahan di ruang kerjanya.

Berulang kali suami dan anak-anaknya menelpon. Mereka menanyakan kenapa Nunce belum juga pulang ke rumah. Mereka khawatir terjadi sesuatu pada Nunce. Ketika diberitahu alasannya, mereka pun maklum, dengan harapan Nunce tidak pulang terlalu malam; mengingat mendung di langit semakin tebal.

Ruang kerja Nunce tidak terlalu besar. Ada tumpukan buku literatur di atas meja. File kabinet berisi surat-surat penting. Nunce tidak begitu tertarik untuk menata ruang kerjanya. Baginya yang penting bersih, sejuk, dan nyaman untuk bekerja.

Sebetulnya Nunce bisa saja menyelesaikan pekerjaannya di rumah. Namun ia tak yakin bisa melakukannya. Saat di rumah alih-alih mau mengerjakan tugas, ia justru disibukkan dengan pekerjaan domestiknya. Anak-anaknya pasti akan mengganggunya dengan berbagai permintaan yang memaksanya harus turun tangan. Sedangkan suaminya lebih asyik bermain game di ponselnya saat di rumah.

Menyelesaikan pekerjaan di kantor hingga menjelang malam sebetulnya bukan hal baru bagi Nunce. Kadang ia juga memberikan waktu sore hari kepada mahasiswanya untuk bimbingan skripsi maupun tesisnya. Alasannya sama. Membimbing mahasiswa di rumah banyak gangguan oleh anak-anaknya yang ribut bermain, berlarian di dalam rumah.

Seperti sore ini, mahasiswa bimbingan skripsi baru saja keluar dari ruang kerjanya. Mata Nunce sudah mulai terasa mengantuk diterpa dinginnya AC di ruang dosen. Nunce memutuskan membuat segelas kopi untuk mengusir kantuknya. Agak sedikit malas ia harus ke dapur sendirian. Banyak cerita dari para dosen bahwa pantry atau dapur di ruang jurusan ada hantunya. Sejenak ia hendak membatalkan membuat kopi, namun rasa capai di tubuh sepertinya harus diredakan dengan segelas kopi.

***

Kopi itu masih panas. Nunce tak segera meminumnya. Dibiarkannya beberapa saat hingga panasnya berkurang. Kebiasaan minum kopi sudah Nunce lakukan sejak ia masih kuliah dulu. Kopi dan musik sering menjadi teman belajarnya.

Nunce kembali melanjutkan pekerjaannya. Tugas mata kuliah Komunikasi Pembangunan yang dibuat mahasiswanya tinggal beberapa yang belum ia baca. Perlahan Nunce menyeruput kopi yang dibuatnya. Kopi itu merupakan oleh-oleh dari Aceh yang dibawa Mita Setiani, rekan kerjanya.

Baru saja satu teguk Nunce mencicipi kopinya, terdengar suara derap langkah di selasar ruang dosen. Nunce mengira pasti Mita Setiani yang melintas. Suara langkah orang itu semakin keras dan mendekati ruang kerjanya. Kini suara itu seperti langkah kaki yang terseret-seret di lantai. Tentu menyeramkan mendengar suara seperti itu di ruangan sepi senja hari.

“Bu Mita ya…?” tanya Nunce ke arah suara itu. Tidak ada yang menyahut. Ia penasaran, dan mencoba menengok keluar ruangan. Tak ada tanda-tanda orang melintas.

Nunce kembali masuk ruangan. Baru saja hendak duduk kembali, terdengar suara orang membuka pintu ruang sebelah. Itu adalah ruangan Sri Hastuti, rekan kerjanya yang sudah senior. Nunce agak heran, tidak seperti biasanya Sri Hastuti ke kampus senja hari.

“Ibu Sri.., tumben ke kampus…?” kata Nunce ke ruangan sebelah. Tidak ada jawaban apa pun. Namun dari dalam ruangan Sri Hastuti terdengar seperti orang sedang membuka-buka buku.

Merasa penasaran, Nunce menghampiri ruang Sri Hastuti. Ia buka pintu ruangannya. Tidak tampak seorang pun di ruangan itu. Buku-buku di atas meja Sri Hastuti juga masih tersusun rapi. Bulu kuduk Nunce mulai merinding. Jangan-jangan suara itu adalah hantu yang seperti diceritakan dosen-dosen.

Nunce tidak ambil pusing. Meski sedikit ketakutan, ia tetap kembali meneruskan pekerjaannya. Kopi di gelas sudah mulai dingin. Senja juga sudah tergantikan malam. Satu jam lagi pulang, begitu pikir Nunce saat melihat arlojinya sudah menunjukkan angka tujuh.

Tiba-tiba, braaakk…! Seperti barang yang terjatuh dari atas meja. Kali ini datang dari ruang Ketua Jurusan, Edward Santo Sonara. Tentu saja Nunce terkejut. Untuk apa Pak Edward malam-malam ke kampus? Apakah ada sesuatu yang ingin diambilnya? Ataukah mau kerja lembur malam? Belum selesai pertanyaan-pertanyaan Nunce itu, terdengar suara orang menguap di ruang Ketua Jurusan.

Nunce kembali membuka ruangannya, menengok ke ruangan Ketua Jurusan.

“Pak Edward..?” panggil Nunce ke ruangan Ketua Jurusan.

Sama seperti kejadian sebelumnya, tidak ada orang yang menjawab Nunce. Kali ini Nunce memberanikan diri membuka ruangan pak Edward yang tidak terkunci.

Betapa kaget Nunce. Barang-barang di meja Pak Edward jatuh berserakan di lantai. Dengan jelas Nunce melihat buku, map, spidol, dan beberapa vandel berjatuhan seperti habis diacak-acak. Nunce segera menutup ruangan pak Edward. Kali ini bukan hanya bulu kuduknya yang berdiri, namun keringat dingin mulai menetes dari keningnya. Bergegas ia masuk ke ruangannya sendiri.

Nunce berharap kejadian di ruangan pak Edward adalah yang terakhir kali ia saksikan. Tetapi ternyata tidak. Kali ini ia dengar suara ketukan jemari tangan di atas meja. Nunce mencoba menerka dari mana suara itu berasal. Ruangan Isnaeni, Ketua Laboratorium Komunikasi.

Suara ketukan jari di atas meja Isnaeni makin cepat dan semakin keras, seperti mengikuti irama lagu. Isnaeni memang termasuk dosen yang suka mendengarkan musik ketika bekerja di ruangan. Namun Nunce tak yakin itu suara ketukan jari Isnaeni. Nunce tahu persis, Isnaeni termasuk dosen yang lebih personal. Andai pun ia mendengarkan lagu di laptopnya, itu hanya untuk didengar sendiri dengan volume yang lirih.

Detak jantung Nunce mulai meningkat debarnya. Mengapa ia harus mengalami suara-suara misterius, mulai dari derap langkah di selasar ruang dosen hingga ke beberapa ruangan dosen. Ia segera mengambil tisu untuk mengelap keringat dingin di dahinya. Nunce memutuskan untuk tidak menghampiri ruangan Isnaeni. Nyali keberaniannya mulai surut.

Perlahan ia habiskan minum kopinya. Tumpukan tugas di mejanya segera dibereskan. Ia memutuskan untuk pulang ke rumah saja. Kampus telah membuatnya tidak nyaman bekerja di malam hari. Ia berpikir, kalau pun dia teruskan pekerjaannya, tentu akan muncul suara-suara misterius yang lainnya.

Sambil berjingkat pelan, ia tutup pintu ruangan. Berjalan lambat meninggalan ruangan melewati selasar ruang dosen. Suara ketukan di meja ruangan Isnaeni belum juga berhenti, meski mulai terdengar pelan. Nunce tak ingin menoleh ke belakang,  ke selasar ruang dosen. Takut ia akan melihat sosok hantu yang sering jadi bahan perbincangan di kalangan dosen.

***

Hari ini Nunce berangkat ke kampus agak siang. Semalam ia sulit memejamkan mata. Kejadian di selasar ruang dosen membuatnya sulit tidur. Masih terngiang di telinga dan terbayang di benaknya suara-suara aneh di kampus tempat kerjanya.

Nunce semalam tidur larut malam. Setiba di rumah masih banyak pekerjaan domestik yang harus ia selesaikan. Setumpuk piring bekas makan anak-anaknya masih berantakan di tempat cuci. Sebetulnya ia merasa kesal kepada suaminya yang lebih memilih asyik dengan ponselnya ketimbang membantunya mencuci piring. Tapi Nunce dengan sisa tenaganya tetap mengerjakan, karena memang ia yang mengambil keputusan untuk tidak memiliki asisten rumah tangga.

Suasana di kampus belum begitu ramai. Baru beberapa dosen yang datang. Sementara Wahyono, pegawai tata usaha di jurusan sedang mengetik sesuatu di komputer. Nunce menghampiri Wahyono untuk menanyakan siapa saja dosen yang telah hadir.

“Pak Edward sudah datang, Mas?” tanya Nunce pada Wahyono.

“Belum, Bu, baru Pak Heri dan Pak Aldo,” jawab Wahyono.

“Antar saya ke ruangan pak Edward ya mas…,” pinta Nunce kepada Wahyono. Ia penasaran dengan kejadian kemarin malam.

Ditemani Wahyono, Nunce menuju ruangan pak Edward. Ia buka pintu ruangan Pak Edward. Tidak ada barang-barang di meja Pak Edward yang berantakan. Semua tertata dengan rapi. Padahal semalam Nunce menyaksikan dengan matanya sendiri kondisi ruangan Pak Edward yang porak-poranda.

Nunce tertegun. Ia tak habis pikir, siapa yang membuat ruangan Pak Edward berantakan. Ia juga masih penasaran, siapa yang melangkah di selasar ruang dosen. Semua serba misterius. Nunce tak ceritakan semua ini kepada Wahyono. Juga tidak kepada pak Heri dan dan Aldo. Ia simpan semua untuk dirinya sendiri. (Bersambung)

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita bersambungcerita misterifiksihorror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Konformitas Orang Baduy dalam Penampilan

Next Post

Palebon Jero Gede Batur Alitan Dilaksanakan 24 Januari 2025

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Malam Keakraban Berbuntut Teror

by Chusmeru
July 23, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi membuat Asifa Furoda selalu dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya ketika berada...

Read moreDetails

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

by Chusmeru
July 2, 2026
0

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Palebon Jero Gede Batur Alitan Dilaksanakan 24 Januari 2025

Palebon Jero Gede Batur Alitan Dilaksanakan 24 Januari 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co