12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [2]: Suara Misterius di Ruang Dosen

Chusmeru by Chusmeru
January 13, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

RINTIK gerimis belum juga reda. Pelataran kampus masih tampak basah. Ruangan dosen sudah mulai sepi. Satu per satu dosen kembali ke rumah seiring dengan datangnya senja. Namun tidak demikian dengan Elisabeth Nunce. Pekerjaan yang masih numpuk membuatnya masih bertahan di ruang kerjanya.

Berulang kali suami dan anak-anaknya menelpon. Mereka menanyakan kenapa Nunce belum juga pulang ke rumah. Mereka khawatir terjadi sesuatu pada Nunce. Ketika diberitahu alasannya, mereka pun maklum, dengan harapan Nunce tidak pulang terlalu malam; mengingat mendung di langit semakin tebal.

Ruang kerja Nunce tidak terlalu besar. Ada tumpukan buku literatur di atas meja. File kabinet berisi surat-surat penting. Nunce tidak begitu tertarik untuk menata ruang kerjanya. Baginya yang penting bersih, sejuk, dan nyaman untuk bekerja.

Sebetulnya Nunce bisa saja menyelesaikan pekerjaannya di rumah. Namun ia tak yakin bisa melakukannya. Saat di rumah alih-alih mau mengerjakan tugas, ia justru disibukkan dengan pekerjaan domestiknya. Anak-anaknya pasti akan mengganggunya dengan berbagai permintaan yang memaksanya harus turun tangan. Sedangkan suaminya lebih asyik bermain game di ponselnya saat di rumah.

Menyelesaikan pekerjaan di kantor hingga menjelang malam sebetulnya bukan hal baru bagi Nunce. Kadang ia juga memberikan waktu sore hari kepada mahasiswanya untuk bimbingan skripsi maupun tesisnya. Alasannya sama. Membimbing mahasiswa di rumah banyak gangguan oleh anak-anaknya yang ribut bermain, berlarian di dalam rumah.

Seperti sore ini, mahasiswa bimbingan skripsi baru saja keluar dari ruang kerjanya. Mata Nunce sudah mulai terasa mengantuk diterpa dinginnya AC di ruang dosen. Nunce memutuskan membuat segelas kopi untuk mengusir kantuknya. Agak sedikit malas ia harus ke dapur sendirian. Banyak cerita dari para dosen bahwa pantry atau dapur di ruang jurusan ada hantunya. Sejenak ia hendak membatalkan membuat kopi, namun rasa capai di tubuh sepertinya harus diredakan dengan segelas kopi.

***

Kopi itu masih panas. Nunce tak segera meminumnya. Dibiarkannya beberapa saat hingga panasnya berkurang. Kebiasaan minum kopi sudah Nunce lakukan sejak ia masih kuliah dulu. Kopi dan musik sering menjadi teman belajarnya.

Nunce kembali melanjutkan pekerjaannya. Tugas mata kuliah Komunikasi Pembangunan yang dibuat mahasiswanya tinggal beberapa yang belum ia baca. Perlahan Nunce menyeruput kopi yang dibuatnya. Kopi itu merupakan oleh-oleh dari Aceh yang dibawa Mita Setiani, rekan kerjanya.

Baru saja satu teguk Nunce mencicipi kopinya, terdengar suara derap langkah di selasar ruang dosen. Nunce mengira pasti Mita Setiani yang melintas. Suara langkah orang itu semakin keras dan mendekati ruang kerjanya. Kini suara itu seperti langkah kaki yang terseret-seret di lantai. Tentu menyeramkan mendengar suara seperti itu di ruangan sepi senja hari.

“Bu Mita ya…?” tanya Nunce ke arah suara itu. Tidak ada yang menyahut. Ia penasaran, dan mencoba menengok keluar ruangan. Tak ada tanda-tanda orang melintas.

Nunce kembali masuk ruangan. Baru saja hendak duduk kembali, terdengar suara orang membuka pintu ruang sebelah. Itu adalah ruangan Sri Hastuti, rekan kerjanya yang sudah senior. Nunce agak heran, tidak seperti biasanya Sri Hastuti ke kampus senja hari.

“Ibu Sri.., tumben ke kampus…?” kata Nunce ke ruangan sebelah. Tidak ada jawaban apa pun. Namun dari dalam ruangan Sri Hastuti terdengar seperti orang sedang membuka-buka buku.

Merasa penasaran, Nunce menghampiri ruang Sri Hastuti. Ia buka pintu ruangannya. Tidak tampak seorang pun di ruangan itu. Buku-buku di atas meja Sri Hastuti juga masih tersusun rapi. Bulu kuduk Nunce mulai merinding. Jangan-jangan suara itu adalah hantu yang seperti diceritakan dosen-dosen.

Nunce tidak ambil pusing. Meski sedikit ketakutan, ia tetap kembali meneruskan pekerjaannya. Kopi di gelas sudah mulai dingin. Senja juga sudah tergantikan malam. Satu jam lagi pulang, begitu pikir Nunce saat melihat arlojinya sudah menunjukkan angka tujuh.

Tiba-tiba, braaakk…! Seperti barang yang terjatuh dari atas meja. Kali ini datang dari ruang Ketua Jurusan, Edward Santo Sonara. Tentu saja Nunce terkejut. Untuk apa Pak Edward malam-malam ke kampus? Apakah ada sesuatu yang ingin diambilnya? Ataukah mau kerja lembur malam? Belum selesai pertanyaan-pertanyaan Nunce itu, terdengar suara orang menguap di ruang Ketua Jurusan.

Nunce kembali membuka ruangannya, menengok ke ruangan Ketua Jurusan.

“Pak Edward..?” panggil Nunce ke ruangan Ketua Jurusan.

Sama seperti kejadian sebelumnya, tidak ada orang yang menjawab Nunce. Kali ini Nunce memberanikan diri membuka ruangan pak Edward yang tidak terkunci.

Betapa kaget Nunce. Barang-barang di meja Pak Edward jatuh berserakan di lantai. Dengan jelas Nunce melihat buku, map, spidol, dan beberapa vandel berjatuhan seperti habis diacak-acak. Nunce segera menutup ruangan pak Edward. Kali ini bukan hanya bulu kuduknya yang berdiri, namun keringat dingin mulai menetes dari keningnya. Bergegas ia masuk ke ruangannya sendiri.

Nunce berharap kejadian di ruangan pak Edward adalah yang terakhir kali ia saksikan. Tetapi ternyata tidak. Kali ini ia dengar suara ketukan jemari tangan di atas meja. Nunce mencoba menerka dari mana suara itu berasal. Ruangan Isnaeni, Ketua Laboratorium Komunikasi.

Suara ketukan jari di atas meja Isnaeni makin cepat dan semakin keras, seperti mengikuti irama lagu. Isnaeni memang termasuk dosen yang suka mendengarkan musik ketika bekerja di ruangan. Namun Nunce tak yakin itu suara ketukan jari Isnaeni. Nunce tahu persis, Isnaeni termasuk dosen yang lebih personal. Andai pun ia mendengarkan lagu di laptopnya, itu hanya untuk didengar sendiri dengan volume yang lirih.

Detak jantung Nunce mulai meningkat debarnya. Mengapa ia harus mengalami suara-suara misterius, mulai dari derap langkah di selasar ruang dosen hingga ke beberapa ruangan dosen. Ia segera mengambil tisu untuk mengelap keringat dingin di dahinya. Nunce memutuskan untuk tidak menghampiri ruangan Isnaeni. Nyali keberaniannya mulai surut.

Perlahan ia habiskan minum kopinya. Tumpukan tugas di mejanya segera dibereskan. Ia memutuskan untuk pulang ke rumah saja. Kampus telah membuatnya tidak nyaman bekerja di malam hari. Ia berpikir, kalau pun dia teruskan pekerjaannya, tentu akan muncul suara-suara misterius yang lainnya.

Sambil berjingkat pelan, ia tutup pintu ruangan. Berjalan lambat meninggalan ruangan melewati selasar ruang dosen. Suara ketukan di meja ruangan Isnaeni belum juga berhenti, meski mulai terdengar pelan. Nunce tak ingin menoleh ke belakang,  ke selasar ruang dosen. Takut ia akan melihat sosok hantu yang sering jadi bahan perbincangan di kalangan dosen.

***

Hari ini Nunce berangkat ke kampus agak siang. Semalam ia sulit memejamkan mata. Kejadian di selasar ruang dosen membuatnya sulit tidur. Masih terngiang di telinga dan terbayang di benaknya suara-suara aneh di kampus tempat kerjanya.

Nunce semalam tidur larut malam. Setiba di rumah masih banyak pekerjaan domestik yang harus ia selesaikan. Setumpuk piring bekas makan anak-anaknya masih berantakan di tempat cuci. Sebetulnya ia merasa kesal kepada suaminya yang lebih memilih asyik dengan ponselnya ketimbang membantunya mencuci piring. Tapi Nunce dengan sisa tenaganya tetap mengerjakan, karena memang ia yang mengambil keputusan untuk tidak memiliki asisten rumah tangga.

Suasana di kampus belum begitu ramai. Baru beberapa dosen yang datang. Sementara Wahyono, pegawai tata usaha di jurusan sedang mengetik sesuatu di komputer. Nunce menghampiri Wahyono untuk menanyakan siapa saja dosen yang telah hadir.

“Pak Edward sudah datang, Mas?” tanya Nunce pada Wahyono.

“Belum, Bu, baru Pak Heri dan Pak Aldo,” jawab Wahyono.

“Antar saya ke ruangan pak Edward ya mas…,” pinta Nunce kepada Wahyono. Ia penasaran dengan kejadian kemarin malam.

Ditemani Wahyono, Nunce menuju ruangan pak Edward. Ia buka pintu ruangan Pak Edward. Tidak ada barang-barang di meja Pak Edward yang berantakan. Semua tertata dengan rapi. Padahal semalam Nunce menyaksikan dengan matanya sendiri kondisi ruangan Pak Edward yang porak-poranda.

Nunce tertegun. Ia tak habis pikir, siapa yang membuat ruangan Pak Edward berantakan. Ia juga masih penasaran, siapa yang melangkah di selasar ruang dosen. Semua serba misterius. Nunce tak ceritakan semua ini kepada Wahyono. Juga tidak kepada pak Heri dan dan Aldo. Ia simpan semua untuk dirinya sendiri. (Bersambung)

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita bersambungcerita misterifiksihorror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Konformitas Orang Baduy dalam Penampilan

Next Post

Palebon Jero Gede Batur Alitan Dilaksanakan 24 Januari 2025

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Ajian Jaran Goyang

by Chusmeru
August 20, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

by Chusmeru
August 6, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

Read moreDetails

Malam Keakraban Berbuntut Teror

by Chusmeru
July 23, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi membuat Asifa Furoda selalu dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya ketika berada...

Read moreDetails
Next Post
Palebon Jero Gede Batur Alitan Dilaksanakan 24 Januari 2025

Palebon Jero Gede Batur Alitan Dilaksanakan 24 Januari 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co