24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Chusmeru by Chusmeru
January 13, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

MENJADI mahasiswa di perguruan tinggi ternama tentu merupakan suatu kebanggaan. Begitulah yang dirasakan Andika ketika diterima kuliah di salah satu universitas di Purwokerto, Jawa Tengah. Kotanya sejuk, berada di lereng Gunung Slamet.

Berbeda dengan kota asalnya Jakarta, Andika merasa lebih nyaman tinggal di Purwokerto. Masyarakatnya ramah, kotanya aman. Harga kebutuhan sehari-hari jauh lebih murah dibanding Jakarta. Warung makan di seputaran kampus harganya sangat ramah di kantong mahasiswa.

Andika kost tak jauh dari kampus tempatnya menuntut ilmu. Rumah kostnya tidak terlalu mewah, namun terbilang bagus, bersih, dan tentu saja murah. Teman-teman kostnya dari berbagai daerah di Indonesia. Tentu saja ini membuat Andika banyak belajar tentang kebiasaan dan budaya daerah lain.

Beruntung di tempat kost Andika ada kakak tingkat di jurusan yang sama, Bagas Rafi. Dia berasal dari Garut. Darinya Andika banyak mendapat cerita tentang perkuliahan di jurusan komunikasi yang katanya menyenangkan. Mata kuliahnya banyak yang relate dengan kehidupan sehari-hari. Dosen-dosennya juga asyik saat berada di kelas.

Kampus tempat Andika memang tak semegah kampus-kampus di Jakarta. Namun suasana kampus sungguh nyaman. Meskipun banyak bangunan ruang kuliah yang tampak kuno, tetapi fasilitas perkuliahan cukup memadai. Semua ruangan memiliki AC. Tempat parkir kendaraan juga luas.

Tidak seperti kampus di kota besar yang gersang, kampus Andika terasa sejuk. Taman kampus ada di setiap fakultas. Pohon-pohon besar dan rimbun dibiarkan tumbuh, menambah kesejukan. Meski jika dalam kondisi sepi, atau perkuliahan di malam hari, pohon-pohon besar itu sempat membuat Andika merasa merinding juga.

***

Matahari sudah condong ke barat. Andika bersiap untuk kuliah di hari Kamis sore ini. Kali ini dia semangat berangkat ke kampus. Mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya merupakan salah satu yang disukainya. Apalagi pengajarnya Pak Kusmedi. Dosen yang santai dan sering bercanda, membuat suasana perkuliahan menjadi hidup.

Lima belas menit sebelum perkuliahan dimulai, Andika sudah berada di ruang 13 sesuai jadwal kuliah. Suasana di luar yang terasa sedikit panas membuatnya bergegas masuk kelas untuk mendapatkan sentuhan dingin AC. Beberapa teman kuliahnya juga sudah di ruangan. Terlihat Fandi bersandar di sudut kelas bagian belakang sambil sesekali menguap.

“Ngantuk banget aku… semalam nonton Liga Inggris,” kata Fandi saat merasa diperhatikan Andika. Matanya agak sedikit sayu. Fandi penggemar berat klub sepak bola Manchester United.

Ruang 13 yang berada di lantai 2, AC-nya memang sejuk. Apalagi Fandi menyetelnya di angka 23 derajat. Berada di arah timur area kampus, ruang 13 akan terasa panas di sore hari. Wajar jika mahasiswa menutup gorden di jendela agar pancaran sinar matahari tidak menembus ke dalam kelas.

Tepat pukul 15.30 WIB Pak Kusmedi membuka pintu kelas, dan menutupnya kembali. Seperti biasa, ia menyapa mahasiswa dengan senyumnya. Dikeluarkan laptop dari tas punggungnya. Kuliah segera dimulai dengan tayangan power point di latar tembok ruangan.

Kuliah baru berjalan sepuluh menit ketika tiba-tiba pintu ruang kelas terbuka sendiri. Padahal tidak tampak ada angin yang berhembus dari luar kelas. Semua mahasiswa terperangah kaget. Tak terkecuali Pak Kusmedi. Sejenak ia memandangi pintu kelas, kemudian tersenyum sambil berbicara.

“Silakan duduk kalau mau ikut kuliah,” ucapnya sambil menunjuk beberapa kursi yang masih belum terisi mahasiswa.

Seketika mahasiswa saling pandang. Pak Kusmedi tersenyum kepada para mahasiswa.

“Ada yang mau ikutan kuliah… Nggak apa ya.. Nggak ganggu kok…,” kata Pak Kusmedi dengan tenang.

Di kalangan dosen dan mahasiswa, Pak Kusmedi memang dikenal sebagai dosen yang dianggap mampu berkomunikasi dengan makhluk gaib. Bahkan ada yang memanggil Pak Kusmedi dengan sebutan Mbah Kus.

Mahasiswa kembali saling pandang. Semua mata memandang ke deretan kursi kosong di ruang kelas. Tidak tampak sosok seperti yang dimaksud Pak Kusmedi. Semua kursi kosong tak ada yang menempatinya.

Situasi perkuliahan mulai mencekam ketika bau harum tercium di ruangan kelas. Ada mahasiswa yang mencoba mengendus, ada pula yang menutup hidung dengan telapak tangannya.

“Bau bunga melati,” bisik Windya kepada Rani, teman duduk sebelahnya.

“Ada hantu yang ikutan kuliah. Sekarang kan malam Jumat Kliwon,“ jawab Rani sambil menunjukkan raut muka ketakutan.

Hari Kamis Wage atau menjelang malam Jumat Kliwon dipercaya oleh masyarakat Jawa sebagai malam yang keramat dan menyeramkan. Hantu, setan, dan segala makhluk halus akan berkeliaran di malam Jumat Kliwon.

Andika merasa penasaran. Benarkah ada makhluk tak kasat mata yang ikut hadir dalam perkuliahan? Perlahan ia keluarkan ponselnya. Ia arahkan kamera ponsel ke deretan kursi kosong. Betapa kaget Andika ketika melihat hasil jepretan kamera ponselnya. Ada sosok bayangan putih duduk di kursi paling depan. Ia coba zoom gambar itu. Bayangan putih itu seorang perempuan. Rambutnya panjang terurai. Sorot matanya tajam, menatap ke arah kamera ponsel Andika. Hampir saja ponsel Andika terjatuh karena kaget dan ketakutan.

Tidak ingin merasa tercekam sendirian, Andika membagikan foto itu ke WA grup teman-teman peserta kuliah. Serempak semua temannya memberi tanggapan emoticon ketakutan. Bulu kuduk mereka seketika berdiri, merinding. Bau harum di dalam kelas semakin terasa. Anehnya, Pak Kusmedi seperti tidak merasakan keanehan di kelas. Ia tetap mengajar dengan santainya.

Menjelang azan maghrib Pak Kusmedi mengakhiri kuliahnya. Mahasiswa tidak segera bergegas meninggalkan ruangan. Mereka masih penasaran dengan sosok yang hadir dalam kuliah seperti hasil jepretan kamera ponsel Andika. Setelah Pak Kusmedi keluar ruang kelas, mahasiswa mengamati kursi kosong di mana sosok perempuan berambut panjang itu duduk. Namun tak satu pun yang dapat melihatnya.

Saat semua mahasiswa tak habis pikir dengan suasana perkuliahan, tiba-tiba pintu kelas kembali terbuka sendiri. Mereka semua terkejut. Sebersit angin bertiup menuju ke arah pintu. Berbarengan dengan itu, harum bunga melati di dalam kelas perlahan hilang.

***

Kembali ke tempat kost, Andika masih diliputi suasana mencekam. Ketika membayangkan sosok perempuan di kelas, bulu kuduk Andika kembali berdiri. Tak ingin merasa tercekam berkepanjangan, Andika segera menghapus foto hantu perempuan yang ikut kuliah itu dari ponselnya.

Diceritakannya pengalaman mencekam kuliah tadi kepada Bagas Rafi. Bukannya terkejut, Bagas justru tertawa ngakak mendengar cerita Andika.

“Ha..ha..ha… Ruang 13 memang begitu…,” kata Bagas.

“Begitu bagaimana?” tanya Andika.

“Serem..! Apalagi kalau kuliah di malam Jumat Kliwon,” jawab Bagas.

Lalu Bagas pun berkisah tentang kuliah di ruang 13.

Ternyata kejadian mencekam di ruang 13 bukan hanya dialami mahasiswa seangkatan Andika. Mahasiswa kakak dan adik angkatan juga pernah mengalaminya. Juga bukan hanya pada perkuliahan pak Kusmedi. Saat kuliah oleh dosen yang lain juga pernah terjadi peristiwa serupa.

Menurut penuturan Bagas, sosok hantu perempuan yang ikut kuliah di ruang 13 juga terjadi ketika kuliah Retorika oleh Bu Mita Setiani. Saat itu mahasiswa mendapat tugas untuk praktikum berpidato di depan kelas.

Bagas melihat dengan jelas, saat Yunita tampil berpidato di depan kelas; ada sosok perempuan berambut panjang berdiri di sebelahnya. Bagas berkali-kali menggosok-gosok matanya untuk meyakinkan bahwa yang dilihatnya bukanlah ilusi atau bayangan. Sosok perempuan itu berdiri diam dengan tatapan mata yang kosong.

Bagas mencolek Andreas, teman duduk sebelahnya, untuk menanyakan apakah ia melihat perempuan yang berdiri di samping Yunita. Tetapi Andreas mengaku tak melihat siapa pun selain Yunita yang sedang berpidato. Bagas pun menoleh ke belakang, bertanya kepada Fajrul. Sama seperti Andreas, Fajrul juga tidak melihat sosok perempuan berambut panjang, selain Yunita yang berhijab hitam.

“Terus, bagaimana?” Andika tak sabar, memotong cerita Bagas.

“Ya sudah…, semua ketakutan. Tapi tak seorang pun yang melihat, kecuali aku,” jawab Bagas sambil tersenyum membayangkan peristiwa dulu.

Andika tidak lagi bertanya kepada Bagas. Rasa mencekam masih dirasakan. Sepanjang hidupnya belum pernah menemui kejadian mistis seperti di ruang 13. Kota Purwokerto yang sejuk ternyata menyimpan aura yang mencekam. [T][Bersambung]

(Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata)

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita bersambungcerita misterifiksi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Obyek Wisata Alas Pala di Desa Sangeh: Menonton Kera, Menikmati Taman-Hutan dan Sejuk Pepohonan

Next Post

Filosofi Perilaku Konformitas Orang Baduy

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Kemping yang Mencekam

by Chusmeru
October 15, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Suara dari Dalam Lemari

by Chusmeru
September 17, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails
Next Post
Kelecung ”Eco Village” Tabanan: Menjawab Keresahan Gempuran Investor

Filosofi Perilaku Konformitas Orang Baduy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co