13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Chusmeru by Chusmeru
January 13, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

MENJADI mahasiswa di perguruan tinggi ternama tentu merupakan suatu kebanggaan. Begitulah yang dirasakan Andika ketika diterima kuliah di salah satu universitas di Purwokerto, Jawa Tengah. Kotanya sejuk, berada di lereng Gunung Slamet.

Berbeda dengan kota asalnya Jakarta, Andika merasa lebih nyaman tinggal di Purwokerto. Masyarakatnya ramah, kotanya aman. Harga kebutuhan sehari-hari jauh lebih murah dibanding Jakarta. Warung makan di seputaran kampus harganya sangat ramah di kantong mahasiswa.

Andika kost tak jauh dari kampus tempatnya menuntut ilmu. Rumah kostnya tidak terlalu mewah, namun terbilang bagus, bersih, dan tentu saja murah. Teman-teman kostnya dari berbagai daerah di Indonesia. Tentu saja ini membuat Andika banyak belajar tentang kebiasaan dan budaya daerah lain.

Beruntung di tempat kost Andika ada kakak tingkat di jurusan yang sama, Bagas Rafi. Dia berasal dari Garut. Darinya Andika banyak mendapat cerita tentang perkuliahan di jurusan komunikasi yang katanya menyenangkan. Mata kuliahnya banyak yang relate dengan kehidupan sehari-hari. Dosen-dosennya juga asyik saat berada di kelas.

Kampus tempat Andika memang tak semegah kampus-kampus di Jakarta. Namun suasana kampus sungguh nyaman. Meskipun banyak bangunan ruang kuliah yang tampak kuno, tetapi fasilitas perkuliahan cukup memadai. Semua ruangan memiliki AC. Tempat parkir kendaraan juga luas.

Tidak seperti kampus di kota besar yang gersang, kampus Andika terasa sejuk. Taman kampus ada di setiap fakultas. Pohon-pohon besar dan rimbun dibiarkan tumbuh, menambah kesejukan. Meski jika dalam kondisi sepi, atau perkuliahan di malam hari, pohon-pohon besar itu sempat membuat Andika merasa merinding juga.

***

Matahari sudah condong ke barat. Andika bersiap untuk kuliah di hari Kamis sore ini. Kali ini dia semangat berangkat ke kampus. Mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya merupakan salah satu yang disukainya. Apalagi pengajarnya Pak Kusmedi. Dosen yang santai dan sering bercanda, membuat suasana perkuliahan menjadi hidup.

Lima belas menit sebelum perkuliahan dimulai, Andika sudah berada di ruang 13 sesuai jadwal kuliah. Suasana di luar yang terasa sedikit panas membuatnya bergegas masuk kelas untuk mendapatkan sentuhan dingin AC. Beberapa teman kuliahnya juga sudah di ruangan. Terlihat Fandi bersandar di sudut kelas bagian belakang sambil sesekali menguap.

“Ngantuk banget aku… semalam nonton Liga Inggris,” kata Fandi saat merasa diperhatikan Andika. Matanya agak sedikit sayu. Fandi penggemar berat klub sepak bola Manchester United.

Ruang 13 yang berada di lantai 2, AC-nya memang sejuk. Apalagi Fandi menyetelnya di angka 23 derajat. Berada di arah timur area kampus, ruang 13 akan terasa panas di sore hari. Wajar jika mahasiswa menutup gorden di jendela agar pancaran sinar matahari tidak menembus ke dalam kelas.

Tepat pukul 15.30 WIB Pak Kusmedi membuka pintu kelas, dan menutupnya kembali. Seperti biasa, ia menyapa mahasiswa dengan senyumnya. Dikeluarkan laptop dari tas punggungnya. Kuliah segera dimulai dengan tayangan power point di latar tembok ruangan.

Kuliah baru berjalan sepuluh menit ketika tiba-tiba pintu ruang kelas terbuka sendiri. Padahal tidak tampak ada angin yang berhembus dari luar kelas. Semua mahasiswa terperangah kaget. Tak terkecuali Pak Kusmedi. Sejenak ia memandangi pintu kelas, kemudian tersenyum sambil berbicara.

“Silakan duduk kalau mau ikut kuliah,” ucapnya sambil menunjuk beberapa kursi yang masih belum terisi mahasiswa.

Seketika mahasiswa saling pandang. Pak Kusmedi tersenyum kepada para mahasiswa.

“Ada yang mau ikutan kuliah… Nggak apa ya.. Nggak ganggu kok…,” kata Pak Kusmedi dengan tenang.

Di kalangan dosen dan mahasiswa, Pak Kusmedi memang dikenal sebagai dosen yang dianggap mampu berkomunikasi dengan makhluk gaib. Bahkan ada yang memanggil Pak Kusmedi dengan sebutan Mbah Kus.

Mahasiswa kembali saling pandang. Semua mata memandang ke deretan kursi kosong di ruang kelas. Tidak tampak sosok seperti yang dimaksud Pak Kusmedi. Semua kursi kosong tak ada yang menempatinya.

Situasi perkuliahan mulai mencekam ketika bau harum tercium di ruangan kelas. Ada mahasiswa yang mencoba mengendus, ada pula yang menutup hidung dengan telapak tangannya.

“Bau bunga melati,” bisik Windya kepada Rani, teman duduk sebelahnya.

“Ada hantu yang ikutan kuliah. Sekarang kan malam Jumat Kliwon,“ jawab Rani sambil menunjukkan raut muka ketakutan.

Hari Kamis Wage atau menjelang malam Jumat Kliwon dipercaya oleh masyarakat Jawa sebagai malam yang keramat dan menyeramkan. Hantu, setan, dan segala makhluk halus akan berkeliaran di malam Jumat Kliwon.

Andika merasa penasaran. Benarkah ada makhluk tak kasat mata yang ikut hadir dalam perkuliahan? Perlahan ia keluarkan ponselnya. Ia arahkan kamera ponsel ke deretan kursi kosong. Betapa kaget Andika ketika melihat hasil jepretan kamera ponselnya. Ada sosok bayangan putih duduk di kursi paling depan. Ia coba zoom gambar itu. Bayangan putih itu seorang perempuan. Rambutnya panjang terurai. Sorot matanya tajam, menatap ke arah kamera ponsel Andika. Hampir saja ponsel Andika terjatuh karena kaget dan ketakutan.

Tidak ingin merasa tercekam sendirian, Andika membagikan foto itu ke WA grup teman-teman peserta kuliah. Serempak semua temannya memberi tanggapan emoticon ketakutan. Bulu kuduk mereka seketika berdiri, merinding. Bau harum di dalam kelas semakin terasa. Anehnya, Pak Kusmedi seperti tidak merasakan keanehan di kelas. Ia tetap mengajar dengan santainya.

Menjelang azan maghrib Pak Kusmedi mengakhiri kuliahnya. Mahasiswa tidak segera bergegas meninggalkan ruangan. Mereka masih penasaran dengan sosok yang hadir dalam kuliah seperti hasil jepretan kamera ponsel Andika. Setelah Pak Kusmedi keluar ruang kelas, mahasiswa mengamati kursi kosong di mana sosok perempuan berambut panjang itu duduk. Namun tak satu pun yang dapat melihatnya.

Saat semua mahasiswa tak habis pikir dengan suasana perkuliahan, tiba-tiba pintu kelas kembali terbuka sendiri. Mereka semua terkejut. Sebersit angin bertiup menuju ke arah pintu. Berbarengan dengan itu, harum bunga melati di dalam kelas perlahan hilang.

***

Kembali ke tempat kost, Andika masih diliputi suasana mencekam. Ketika membayangkan sosok perempuan di kelas, bulu kuduk Andika kembali berdiri. Tak ingin merasa tercekam berkepanjangan, Andika segera menghapus foto hantu perempuan yang ikut kuliah itu dari ponselnya.

Diceritakannya pengalaman mencekam kuliah tadi kepada Bagas Rafi. Bukannya terkejut, Bagas justru tertawa ngakak mendengar cerita Andika.

“Ha..ha..ha… Ruang 13 memang begitu…,” kata Bagas.

“Begitu bagaimana?” tanya Andika.

“Serem..! Apalagi kalau kuliah di malam Jumat Kliwon,” jawab Bagas.

Lalu Bagas pun berkisah tentang kuliah di ruang 13.

Ternyata kejadian mencekam di ruang 13 bukan hanya dialami mahasiswa seangkatan Andika. Mahasiswa kakak dan adik angkatan juga pernah mengalaminya. Juga bukan hanya pada perkuliahan pak Kusmedi. Saat kuliah oleh dosen yang lain juga pernah terjadi peristiwa serupa.

Menurut penuturan Bagas, sosok hantu perempuan yang ikut kuliah di ruang 13 juga terjadi ketika kuliah Retorika oleh Bu Mita Setiani. Saat itu mahasiswa mendapat tugas untuk praktikum berpidato di depan kelas.

Bagas melihat dengan jelas, saat Yunita tampil berpidato di depan kelas; ada sosok perempuan berambut panjang berdiri di sebelahnya. Bagas berkali-kali menggosok-gosok matanya untuk meyakinkan bahwa yang dilihatnya bukanlah ilusi atau bayangan. Sosok perempuan itu berdiri diam dengan tatapan mata yang kosong.

Bagas mencolek Andreas, teman duduk sebelahnya, untuk menanyakan apakah ia melihat perempuan yang berdiri di samping Yunita. Tetapi Andreas mengaku tak melihat siapa pun selain Yunita yang sedang berpidato. Bagas pun menoleh ke belakang, bertanya kepada Fajrul. Sama seperti Andreas, Fajrul juga tidak melihat sosok perempuan berambut panjang, selain Yunita yang berhijab hitam.

“Terus, bagaimana?” Andika tak sabar, memotong cerita Bagas.

“Ya sudah…, semua ketakutan. Tapi tak seorang pun yang melihat, kecuali aku,” jawab Bagas sambil tersenyum membayangkan peristiwa dulu.

Andika tidak lagi bertanya kepada Bagas. Rasa mencekam masih dirasakan. Sepanjang hidupnya belum pernah menemui kejadian mistis seperti di ruang 13. Kota Purwokerto yang sejuk ternyata menyimpan aura yang mencekam. [T][Bersambung]

(Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata)

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita bersambungcerita misterifiksi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Obyek Wisata Alas Pala di Desa Sangeh: Menonton Kera, Menikmati Taman-Hutan dan Sejuk Pepohonan

Next Post

Filosofi Perilaku Konformitas Orang Baduy

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

by Chusmeru
July 2, 2026
0

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails
Next Post
Kelecung ”Eco Village” Tabanan: Menjawab Keresahan Gempuran Investor

Filosofi Perilaku Konformitas Orang Baduy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co