23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Chusmeru by Chusmeru
January 13, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

MENJADI mahasiswa di perguruan tinggi ternama tentu merupakan suatu kebanggaan. Begitulah yang dirasakan Andika ketika diterima kuliah di salah satu universitas di Purwokerto, Jawa Tengah. Kotanya sejuk, berada di lereng Gunung Slamet.

Berbeda dengan kota asalnya Jakarta, Andika merasa lebih nyaman tinggal di Purwokerto. Masyarakatnya ramah, kotanya aman. Harga kebutuhan sehari-hari jauh lebih murah dibanding Jakarta. Warung makan di seputaran kampus harganya sangat ramah di kantong mahasiswa.

Andika kost tak jauh dari kampus tempatnya menuntut ilmu. Rumah kostnya tidak terlalu mewah, namun terbilang bagus, bersih, dan tentu saja murah. Teman-teman kostnya dari berbagai daerah di Indonesia. Tentu saja ini membuat Andika banyak belajar tentang kebiasaan dan budaya daerah lain.

Beruntung di tempat kost Andika ada kakak tingkat di jurusan yang sama, Bagas Rafi. Dia berasal dari Garut. Darinya Andika banyak mendapat cerita tentang perkuliahan di jurusan komunikasi yang katanya menyenangkan. Mata kuliahnya banyak yang relate dengan kehidupan sehari-hari. Dosen-dosennya juga asyik saat berada di kelas.

Kampus tempat Andika memang tak semegah kampus-kampus di Jakarta. Namun suasana kampus sungguh nyaman. Meskipun banyak bangunan ruang kuliah yang tampak kuno, tetapi fasilitas perkuliahan cukup memadai. Semua ruangan memiliki AC. Tempat parkir kendaraan juga luas.

Tidak seperti kampus di kota besar yang gersang, kampus Andika terasa sejuk. Taman kampus ada di setiap fakultas. Pohon-pohon besar dan rimbun dibiarkan tumbuh, menambah kesejukan. Meski jika dalam kondisi sepi, atau perkuliahan di malam hari, pohon-pohon besar itu sempat membuat Andika merasa merinding juga.

***

Matahari sudah condong ke barat. Andika bersiap untuk kuliah di hari Kamis sore ini. Kali ini dia semangat berangkat ke kampus. Mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya merupakan salah satu yang disukainya. Apalagi pengajarnya Pak Kusmedi. Dosen yang santai dan sering bercanda, membuat suasana perkuliahan menjadi hidup.

Lima belas menit sebelum perkuliahan dimulai, Andika sudah berada di ruang 13 sesuai jadwal kuliah. Suasana di luar yang terasa sedikit panas membuatnya bergegas masuk kelas untuk mendapatkan sentuhan dingin AC. Beberapa teman kuliahnya juga sudah di ruangan. Terlihat Fandi bersandar di sudut kelas bagian belakang sambil sesekali menguap.

“Ngantuk banget aku… semalam nonton Liga Inggris,” kata Fandi saat merasa diperhatikan Andika. Matanya agak sedikit sayu. Fandi penggemar berat klub sepak bola Manchester United.

Ruang 13 yang berada di lantai 2, AC-nya memang sejuk. Apalagi Fandi menyetelnya di angka 23 derajat. Berada di arah timur area kampus, ruang 13 akan terasa panas di sore hari. Wajar jika mahasiswa menutup gorden di jendela agar pancaran sinar matahari tidak menembus ke dalam kelas.

Tepat pukul 15.30 WIB Pak Kusmedi membuka pintu kelas, dan menutupnya kembali. Seperti biasa, ia menyapa mahasiswa dengan senyumnya. Dikeluarkan laptop dari tas punggungnya. Kuliah segera dimulai dengan tayangan power point di latar tembok ruangan.

Kuliah baru berjalan sepuluh menit ketika tiba-tiba pintu ruang kelas terbuka sendiri. Padahal tidak tampak ada angin yang berhembus dari luar kelas. Semua mahasiswa terperangah kaget. Tak terkecuali Pak Kusmedi. Sejenak ia memandangi pintu kelas, kemudian tersenyum sambil berbicara.

“Silakan duduk kalau mau ikut kuliah,” ucapnya sambil menunjuk beberapa kursi yang masih belum terisi mahasiswa.

Seketika mahasiswa saling pandang. Pak Kusmedi tersenyum kepada para mahasiswa.

“Ada yang mau ikutan kuliah… Nggak apa ya.. Nggak ganggu kok…,” kata Pak Kusmedi dengan tenang.

Di kalangan dosen dan mahasiswa, Pak Kusmedi memang dikenal sebagai dosen yang dianggap mampu berkomunikasi dengan makhluk gaib. Bahkan ada yang memanggil Pak Kusmedi dengan sebutan Mbah Kus.

Mahasiswa kembali saling pandang. Semua mata memandang ke deretan kursi kosong di ruang kelas. Tidak tampak sosok seperti yang dimaksud Pak Kusmedi. Semua kursi kosong tak ada yang menempatinya.

Situasi perkuliahan mulai mencekam ketika bau harum tercium di ruangan kelas. Ada mahasiswa yang mencoba mengendus, ada pula yang menutup hidung dengan telapak tangannya.

“Bau bunga melati,” bisik Windya kepada Rani, teman duduk sebelahnya.

“Ada hantu yang ikutan kuliah. Sekarang kan malam Jumat Kliwon,“ jawab Rani sambil menunjukkan raut muka ketakutan.

Hari Kamis Wage atau menjelang malam Jumat Kliwon dipercaya oleh masyarakat Jawa sebagai malam yang keramat dan menyeramkan. Hantu, setan, dan segala makhluk halus akan berkeliaran di malam Jumat Kliwon.

Andika merasa penasaran. Benarkah ada makhluk tak kasat mata yang ikut hadir dalam perkuliahan? Perlahan ia keluarkan ponselnya. Ia arahkan kamera ponsel ke deretan kursi kosong. Betapa kaget Andika ketika melihat hasil jepretan kamera ponselnya. Ada sosok bayangan putih duduk di kursi paling depan. Ia coba zoom gambar itu. Bayangan putih itu seorang perempuan. Rambutnya panjang terurai. Sorot matanya tajam, menatap ke arah kamera ponsel Andika. Hampir saja ponsel Andika terjatuh karena kaget dan ketakutan.

Tidak ingin merasa tercekam sendirian, Andika membagikan foto itu ke WA grup teman-teman peserta kuliah. Serempak semua temannya memberi tanggapan emoticon ketakutan. Bulu kuduk mereka seketika berdiri, merinding. Bau harum di dalam kelas semakin terasa. Anehnya, Pak Kusmedi seperti tidak merasakan keanehan di kelas. Ia tetap mengajar dengan santainya.

Menjelang azan maghrib Pak Kusmedi mengakhiri kuliahnya. Mahasiswa tidak segera bergegas meninggalkan ruangan. Mereka masih penasaran dengan sosok yang hadir dalam kuliah seperti hasil jepretan kamera ponsel Andika. Setelah Pak Kusmedi keluar ruang kelas, mahasiswa mengamati kursi kosong di mana sosok perempuan berambut panjang itu duduk. Namun tak satu pun yang dapat melihatnya.

Saat semua mahasiswa tak habis pikir dengan suasana perkuliahan, tiba-tiba pintu kelas kembali terbuka sendiri. Mereka semua terkejut. Sebersit angin bertiup menuju ke arah pintu. Berbarengan dengan itu, harum bunga melati di dalam kelas perlahan hilang.

***

Kembali ke tempat kost, Andika masih diliputi suasana mencekam. Ketika membayangkan sosok perempuan di kelas, bulu kuduk Andika kembali berdiri. Tak ingin merasa tercekam berkepanjangan, Andika segera menghapus foto hantu perempuan yang ikut kuliah itu dari ponselnya.

Diceritakannya pengalaman mencekam kuliah tadi kepada Bagas Rafi. Bukannya terkejut, Bagas justru tertawa ngakak mendengar cerita Andika.

“Ha..ha..ha… Ruang 13 memang begitu…,” kata Bagas.

“Begitu bagaimana?” tanya Andika.

“Serem..! Apalagi kalau kuliah di malam Jumat Kliwon,” jawab Bagas.

Lalu Bagas pun berkisah tentang kuliah di ruang 13.

Ternyata kejadian mencekam di ruang 13 bukan hanya dialami mahasiswa seangkatan Andika. Mahasiswa kakak dan adik angkatan juga pernah mengalaminya. Juga bukan hanya pada perkuliahan pak Kusmedi. Saat kuliah oleh dosen yang lain juga pernah terjadi peristiwa serupa.

Menurut penuturan Bagas, sosok hantu perempuan yang ikut kuliah di ruang 13 juga terjadi ketika kuliah Retorika oleh Bu Mita Setiani. Saat itu mahasiswa mendapat tugas untuk praktikum berpidato di depan kelas.

Bagas melihat dengan jelas, saat Yunita tampil berpidato di depan kelas; ada sosok perempuan berambut panjang berdiri di sebelahnya. Bagas berkali-kali menggosok-gosok matanya untuk meyakinkan bahwa yang dilihatnya bukanlah ilusi atau bayangan. Sosok perempuan itu berdiri diam dengan tatapan mata yang kosong.

Bagas mencolek Andreas, teman duduk sebelahnya, untuk menanyakan apakah ia melihat perempuan yang berdiri di samping Yunita. Tetapi Andreas mengaku tak melihat siapa pun selain Yunita yang sedang berpidato. Bagas pun menoleh ke belakang, bertanya kepada Fajrul. Sama seperti Andreas, Fajrul juga tidak melihat sosok perempuan berambut panjang, selain Yunita yang berhijab hitam.

“Terus, bagaimana?” Andika tak sabar, memotong cerita Bagas.

“Ya sudah…, semua ketakutan. Tapi tak seorang pun yang melihat, kecuali aku,” jawab Bagas sambil tersenyum membayangkan peristiwa dulu.

Andika tidak lagi bertanya kepada Bagas. Rasa mencekam masih dirasakan. Sepanjang hidupnya belum pernah menemui kejadian mistis seperti di ruang 13. Kota Purwokerto yang sejuk ternyata menyimpan aura yang mencekam. [T][Bersambung]

(Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata)

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita bersambungcerita misterifiksi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Obyek Wisata Alas Pala di Desa Sangeh: Menonton Kera, Menikmati Taman-Hutan dan Sejuk Pepohonan

Next Post

Filosofi Perilaku Konformitas Orang Baduy

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Ajian Jaran Goyang

by Chusmeru
August 20, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

by Chusmeru
August 6, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

Read moreDetails

Malam Keakraban Berbuntut Teror

by Chusmeru
July 23, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi membuat Asifa Furoda selalu dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya ketika berada...

Read moreDetails

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

by Chusmeru
July 2, 2026
0

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Kelecung ”Eco Village” Tabanan: Menjawab Keresahan Gempuran Investor

Filosofi Perilaku Konformitas Orang Baduy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co