22 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [6]: Akik Keramat Dosen

Chusmeru by Chusmeru
February 6, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

MENJADI dosen yang ramah dan periang menjadikan Himawan banyak disukai mahasiswa. Bahkan rekan dosen dan pegawai juga banyak yang menyukainya. Apalagi Himawan dikenal sebagai dosen yang humoris dan senang bercanda dengan siapa pun.

Meski sudah termasuk dosen senior, masih terpancar aura kegantengannya di masa lalu. Wajahnya perpaduan antara aktor film Cok Simbara dan Roy Marten. Kumisnya melintang tebal. Wajar jika selain disukai, Himawan juga disegani karena sikapnya yang tegas untuk urusan pekerjaan.

Mengajar mata kuliah Kebijakan Publik, Himawan sangat disiplin. Selalu tepat waktu masuk ruang kelas. Setiap tugas kuliah harus dikumpulkan tepat waktu. Meski demikian, ketika berada di dalam kelas Himawan membuat suasana kuliah sangat cair dan santai. Sesekali ia bercanda, membuat cerita-cerita lucu yang membuat mahasiswa tertawa terbahak-bahak.

Selain suka bercanda, Himawan juga perokok berat. Jika sedang santai, Himawan akan mengajak ngobrol dosen lain atau pegawai sambil merokok di lobi kampus. Sambil merokok pun Himawan masih selalu bercanda dan mengundang tawa orang. Sebetulnya kebiasaan merokok Himawan untuk mengurangi ketegangan akibat pekerjaannya yang menumpuk setiap hari. Ia juga memelihara dan beternak burung perkutut serta ikan hias. Hewan peliharaannya selain untuk hobi juga dijual untuk menambah koceknya sebagai dosen.

Himawan bukan sekadar dosen biasa yang rutin mengajar di kampus. Banyak jabatan di tingkat fakultas, universitas, maupun di pusat yang membuat Himawan sering mondar-mandir ke Jakarta. Kadang ia juga mendapat tugas ke berbagai daerah di luar Jawa. Karenanya, Himawan memiliki banyak relasi mulai dari dosen, menteri, hingga pejabat tinggi di berbagai lembaga.

Setiap melakukan perjalanan ke berbagai daerah, ada saja cerita lucu yang dibagikan kepada dosen lain. Bahkan kadang Himawan juga membagikan cerita yang misterius dan menyeramkan. Hal itu biasanya ia alami ketika melakukan tugas penelitian ke daerah pedalaman.

Sebagai dosen Himawan bukan hanya mengoleksi buku di perpustakaan pribadinya di rumah. Ia juga mempunyai beberapa batu akik yang dikoleksi. Batu akik itu ia peroleh dari berbagai daerah seperti Sumatra, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi. Tentu saja koleksi batu akiknya diwarnai dengan latar belakang misteri untuk mendapatkannya.

Batu akik kecubung ungu misalnya, ia dapatkan di pedalaman Kalimantan. Menurut Himawan akik tersebut termasuk keramat. Untuk mendapatkan akik itu ia harus berjalan kaki puluhan kilometer di bebukitan pedalaman Kalimantan. Disebut keramat karena akik itu ada pantangan jika dipakai dan memiliki aura yang menyebabkan banyak orang simpati kepada pemakainya. Salah satu pantangan akik itu adalah tidak boleh dipakai saat berkencan dengan wanita.

Ada juga batu akik onyx hitam yang ia peroleh dari pedalaman Sumatra. Akik ini memiliki aura kewibawaan. Jika orang memakai akik ini maka akan tampak berwibawa di hadapan orang lain. Pantangannya, akik ini tidak boleh dibawa buang air ke toilet. Apa alasannya, Himawan tak tahu. Hanya itu pesan yang peroleh dari orang yang memberi akik tersebut.

Kedua akik Himawan pernah akan dibeli oleh seorang pengusaha. Tidak main-main, orang itu menawar akik itu hingga puluhan juta. Himawan menolaknya. Bukan ia tak tergiur oleh uang puluhan juta, namun ia lebih sayang pada akiknya yang keramat itu. Apalagi akik itu ia peroleh jauh di pedalaman luar Jawa, dan diberikan oleh tokoh masyarakat di sana.

                 ***

Himawan berada di depan kelas. Kuliah Kebijakan Publik akan dimulai. Di jari tangan kanan akik onyx hitam dipakainya. Mahasiswa duduk tertib. Materi demi materi diberikan. Dibumbui cerita lucu, kuliah menjadi segar. Tidak ada mahasiswa yang mengantuk atau mengobrol sendiri dengan teman.

Di tengah perkuliahan, mahasiswa dikejutkan oleh munculnya sosok laki-laki tinggi besar secara misterius dan tiba-tiba yang berdiri di samping Himawan. Rambutnya gondrong sedikit gimbal. Bola matanya besar dan menonjol ke luar. Tubuhnya kekar, telanjang dada hanya menenakan celana kolor hitam. Siapa pun yang melihatnya pasti ketakutan. Sebagian besar mahasiswi menutup matanya.

Sosok laki-laki menyeramkan itu bukan hanya berdiri di samping Himawan. Ia juga bertolak pinggang sambil matanya melotot memandangi mahasiswa. Beberapa mahasiswi yang duduk di kursi depan nyaris berteriak histeris sambil menutup mulut dengan kedua telapak tangannya. Suasana perkuliahan pun menjadi gaduh. Mahasiswa yang duduk di depan bergegas pindah tempat duduk ke belakang.

“Ada apa dengan kalian, kok seperti ketakutan?” tanya Himawan kepada mahasiswa.

Tak seorang pun mahasiswa yang menjawab. Ferdinan, sebagai koordinator kelas dengan terpaksa dan takut menjelaskan.

“Ada laki-laki menyeramkan di sebelah bapak,” kata Ferdinan.

Himawan terkesiap. Ia tak menyadari makhluk gaib yang katanya menghuni batu akiknya menampakkan diri di kelas.

“Maaf…,” kata Himawan sambil melepas dan memasukkan batu akik keramat itu ke dalam saku bajunya. Seketika sosok laki-laki menyeramkan di sebelah Himawan pun hilang.

Menurut orang yang dulu memberikan batu onyx hitam itu, akiknya memang keramat. Dihuni oleh makhluk gaib seperti raksasa yang menakutkan. Akik itu memiliki wibawa yang membuat orang yang memakainya akan disegani oleh orang lain.

Akik hitam milik Himawan memiliki aura keperkasaan dan kekuasaan. Beberapa orang pernah meminjam akik itu untuk mendapatkan jabatan. Kenalan Himawan yang pernah meminjam adalah mereka yang akan mencalonkan diri sebagai kepala desa, bupati, dan calon pejabat di beberapa kampus. Entah karena akik keramat itu atau memang usaha keras dan nasib baik, mereka yang meminjam akik Himawan sukses dalam persaingan jabatan itu.

Tidak sedikit orang yang percaya pada kekuatan magis akik keramat Himawan. Memang agak aneh. Di era teknologi digital, masih banyak orang yang percaya pada kekuatan batu akik. Barangkali rasionalitas menimbulkan kejenuhan, sehingga orang kembali pada mitos dan irasionalitas. Bukan untuk mengabaikan garis illahi atau takdir Tuhan, tetapi manusia mencoba melawan rasionalitas teknologi yang membelenggunya.

                     ***

Kuliah Kebijakan Publik berikutnya Himawan tidak memakai akik onyx hitam. Ia khawatir makhluk seperti raksasa itu akan hadir kembali di kelas. Apalagi perkuliahan hari ini bertepatan dengan malam Jumat Kliwon. Kali ini Himawan memakai akik kecubung ungu di tangan kirinya. Bentuk akiknya cukup besar, sehingga sangat mencolok ketika dipakai. Akik itu diperoleh Himawan saat penelitian di pedalaman Kalimantan, bertemu dengan tokoh masyarakat di sana yang memberinya batu akik itu.

Konon batu akik kecubung ungu itu juga disebut keramat oleh pemberinya. Himawan mengiyakan saja, karena ia tak mau menanyakan lebih lanjut kepada tokoh masyarakat yang memberinya. Akik itu dikatakan memiliki aura keberuntungan dan daya pikat.

Himawan sedang menjelaskan arti penting kebijakan publik dalam proses pembangunan di daerah. Tanpa ia duga, suasana kelas kembali gaduh. Mahasiswa dikejutkan dengan munculnya sosok perempuan cantik di samping kiri Himawan secara tiba-tiba. Parasnya menawan. Menggunakan gaun cerah berwarna ungu, mirip seperti warna akik yang dipakai Himawan.

Mahasiswa tetap saja takut, meski yang muncul sosok perempuan cantik. Masalahnya ia hadir secara misterius dan bukan manusia biasa. Berulang kali perempuan itu tersenyum kepada mahasiswa. Senyum yang disertai dengan tatapan mata yang menyeramkan bagi mahasiswa. Sesekali perempuan itu  memegangi rambutnya yang terurai panjang. Tentu saja menambah suasana menyeramkan di ruang kuliah.

Apalagi Thomas, mahasiswa yang duduk di depan berkali-kali menjadi sasaran tatapan mata perempuan itu. Bulu kuduk Thomas berdiri. Ia seperti diteror hantu perempuan. Ia mencoba menundukkan kepala, tetapi perempuan itu tetap memandanginya. Bergegas ia berdiri dan pindah tempat duduk di kursi belakang. Himawan pun menegur Thomas yang tiba-tiba hengkang dari tempat duduknya.

“Kenapa Thomas?” tanya Himawan ketika melihat Thomas seperti ketakutan.

“Maaf, Pak… ada perempuan di samping bapak…,” jawab Thomas dengan mulut gemetaran.

Tentu saja Himawan kaget. Mengapa mahasiswa selalu melihat makhluk gaib yang menghuni cincinnya. Padahal Himawan sendiri belum pernah melihat sosok penghuni akiknya. Segera ia melepas cincin itu dari jari tangan kirinya, dan memasukannya ke dalam sakunya.

“Waduuuhh… maaf… maaf…,” kata Himawan kepada Thomas dan mahasiswa lainnya.

Begitu akik itu berada di dalam saku baju Himawan, perempuan gaib itu pun lenyap. Namun suasana perkuliahan sudah tidak kondusif lagi. Semua mahasiswa berada dalam suasana yang mencekam.

Batu akik kecubung ungu milik Himawan dipercaya sangat keramat. Pancaran sinar yang keluar dari batu akik itu mampu menimbulkan daya pikat kepada lawan jenis. Tak heran jika banyak rekan Himawan yang masih jomblo meminjam akik itu untuk mendapatkan jodoh atau pasangan.

Himawan dengan senang hati akan meminjamkan akik itu. Baginya, jika memang orang lain percaya pada aura akik itu dan berhasil mendapatkan jodoh, Himawan juga ikut merasa senang. Dan sebagian besar rekan kerja Himawan yang muda dan belum memiliki pasangan, tak lama kemudian mendapatkan pasangan setelah memakai akik keramat itu.

Bukan hanya itu, akik kecubung ungu itu juga dipercaya membawa keberuntungan. Akik itu pernah dipinjam kawan Himawan yang menjadi pelatih klub bola voli  di Jakarta. Anehnya, saat akik Himawan yang dipinjam temannya itu terjatuh, klub volinya sempat tertinggal jauh skornya ketika bertanding. Namun ketika akik itu dipakai kembali, klubnya kembali unggul hingga memenangi pertandingan itu.

***

Bulan berikutnya Himawan masuk ruang kuliah seperti biasa. Kuliah terakhir dari Kebijakan Publik yang diampunya. Namun ada yang tak biasa kali ini. Himawan tidak memakai cincin di tangannya. Ia tak memakai akik onyx hitam maupun kecubung ungu. Wajahnya seperti memendam rasa kecewa.

“Kok nggak pakai akik, Pak Himawan?” tanya Ferdinan memberanikan diri.

Himawan tidak segera menjawab. Matanya seperti memancarkan kesedihan.

“Hilang…,” kata Himawan lirih.

Himawan lantas menceritakan apa yang terjadi. Akik onyx hitam miliknya dipinjam seorang teman yang akan mencalonkan diri sebagai bupati. Awalnya Himawan ragu untuk memimanjamkannya. Apalagi setelah ia tahu akik itu keramat. Sosok raksasa yang menghuni akik itu seolah menambah kewibawaan Himawan ketika berada di hadapan orang lain.

Namun karena temannya memohon dengan sedikit memaksa, akhirnya Himawan meminjamkannya. Celakanya, teman yang meminjam akiknya berbuat teledor. Ketika buang air kecil di toilet akik itu tidak dilepasnya. Padahal Himawan sudah mengingatkan tentang pantangan memakai akik itu di toilet. Benar saja, akik keramat itu hilang begitu saja dari jemari tangan temannya. Lebih sial lagi, teman Himawan kalah dalam pertarungan pemilihan bupati.

Sedangkan akik kecubung ungu dipinjam laki-laki tetangganya. Alasannya, tetangga itu sudah cukup lama menyendiri, belum punya kekasih. Ia berharap dengan memakai akik Himawan akan segera mendapatkan pasangan hidup.

Nyaris sama dengan akik onyx hitamnya, tetangga yang meminjam akik kecubung ungu pun berbuat kesalahan. Ketika ia berhasil mendapatkan kekasih, ia lupa pada pantangan yang disampaikan Himawan. Saat sedang berkencan dengan kekasihnya, akik itu tetap dipakainya. Seketika akik keramat yang mengandung aura pengasihan itu pun lenyap.

Himawan jelas terpukul, mengingat kedua akik itu diperoleh dengan perjuangan yang berat. Ia kini tak lagi punya akik keramat. Tak ada lagi lelaki tinggi besar telanjang dada di sampingnya. Tak ada lagi perempuan cantik yang mendampinginya. Tetapi Himawan tetap berwibawa dan disegani. Ia tetap kocak dengan kumis lebatnya.

  •  Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata.

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam
Kampusku Sarang Hantu [2]: Suara Misterius di Ruang Dosen
Kampusku Sarang Hantu [3]: Kuntilanak Beterbangan di Proyek Bangunan
Kampusku Sarang Hantu [4]: Mahasiswa Kesurupan di Ruang Kuliah
Kampusku Sarang Hantu [5]: Tangisan dari Gudang Tua
Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita bersambungcerita misterifiksihoror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Kiri” Ayah

Next Post

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Suara dari Dalam Lemari

by Chusmeru
September 17, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails
Next Post
Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

Book Café Halaman Belakang di Singaraja -- Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co