2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

Son Lomri by Son Lomri
February 6, 2025
in Milenial
Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

Book Cafe Halaman Belakang | Foto: tatkala.co

KALAU Anda sedang berada di daerah Baktiseraga, Kecamatan Buleleng—arah ke Litle Sunhsine Learning Centre, Singaraja—jangan lupa mampir ke Book Cafe Halaman Belakang, sebuah kafe yang unik untuk menghabiskan senja sendiri, bersama kekasih atau bersama keluarga.

Kafe Halaman Belakang merupakan cabang dari Rumah Momo, sebuah kafe dengan konsep yang sama di Renon, Denpasar. Sebelum Halaman Belakang, Rumah Momo juga me-launching Ruang Tamu dengan konsep yang tak jauh berbeda. Yang memiliki dua space nongkrong, di luar dan di dalam.

Di Halaman Belakang, bangunannya tampak seperti rumah impian, di pinggirnya ada sawah-sawah. Tapi juga tidak terlalu jauh dengan pemukiman warga atau perumahan. Udaranya juga tidak terlalu kotor. Ditambah tidak terlalu bising. Cocok untuk menepi. Cocok banget untuk menenangkan pikiran.

Padi-padi di sawah itu baru saja dipanen. Saya telat datang untuk melihat bagaimana padi berisi merunduk memberi hormat pada petani, atau melihat kemuliaan para petani memotong emasnya sendiri. Seperti kata penyair Isma Sawitri, “Yang emas adalah padi”

Selain dekat dengan alam yang membuat sejuk suasana, apalagi beberapa pohon cukup tinggi-tinggi, kafe Halaman Belakang itu terasa teduh. Hangat. Di beranda kafe itu, orang-orang bisa nongkrong dengan lanskap alam terbuka.

Ubi cilembu di Book Cafe Halaman Belakang | Foto: tatkala.co/Son

Ubi Cilembu Cheese Brule (20K), menjadi teman suasana ngopi ketika rehat bekerja di waktu sore. Rasa madu alami dari ubi dengan timpalan lelehan keju terbakar di dalamnya,  menjadikan rasanya lebih unik. Sementara memecahkan kerak gula yang tampak seperti karamel itu di lapisan pertamanya sebagai pengganti kulit, menjadi ritual tersendiri yang menyenangkan sebelum akan menemukan tekstur empuk itu pada seporsi ubi.

“Apalagi setelah seruput kopi, sedot rokok Djarum Coklat alias Jarcok (sengaja seperti menyebut Jancuk!) paslah,” kata Perhat, temanku dari Tasikmalaya ketika aku datang ke kafe itu, Rabu, 5 Feruari 2025.

Kami datang berdua. Kami memesan itu, dengan satu kopi Vietnam Drip (20 ribu) dan dia memesan Lemon Yogurt (23 ribu).  Di sana, bukan hanya tempat untuk sekadar ngopi sambil ngemil, tetapi juga bisa sambil baca buku-buku komik atau novel, atau cerita lainnya. Tersedia banyak buku-buku di rak itu. Karena itulah kafe itu juga diberi nama Book Cafe Halaman Belakang.

Buku dan lain-lain di meja makan | Foto: tatkala.co/Son

Seorang anak kecil baru saja masuk bersama ibunya, ayah, kakak, lengkap. Kafe itu benar-benar dipenuhi keluarga bahagia, Keluarga Cemara barangkali. Juga pasangan muda mudi terkasih.

Anak itu turun dari tempat duduknya, menghampiri satu rak berisikan benda-benda klasik seperti telepon dan radio masa lalu sebelum menggeser langkahnya ke rak-rak buku. Bocah itu kemudian mengambil satu buku komik, tapi saya tidak tahu betul apa judul komik yang diambil bocah itu.

Ia kembali menghampiri keluarganya sambil menenteng buku di tangan kanan. Sambil duduk dan membaca, terlihat anak itu merasa asik sendiri di kursinya menanti pesanan tiba.

Pemandangan orang, pemandangan buku | Foto: tatkala.co/Son

Di ruang utama, memang, terdapat satu buah rak buku cukup panjang. Bertumpuk, dan terjejer apik buku-buku itu di tata selain ramah anak ruangannya. Lebih menarik, sebelum orang-orang memilih buku bacaannya, atau memilih tempat duduk ternyaman.

Seorang penyair melalui puisinya menyambut mereka romantis di sebuah tembok dekat sofa empuk dengan judul “Hujan Bulan Juni” :

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
Tak adayang lebih bijak dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

Meninggalkan Jejak (air)—Seni

Puisi itu milik mendiang Sapardi Djoko Damono, penyair tersohor republik ini. Saya membayangkan, jika di satu tembok yang lain juga mestilah ditulis puisi dari Eang Sapardi dengan judul “Di Restoran” (1989), agaknya, tambah puitik. Begini kirak-kira sajak itu jika dituliskan :

Kita berdua saja, duduk
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput
Kau entah memesan apa
Aku memesan batu ditengah sungai terjal yang deras
Kau entah memean apa
Tapi kita berdua saja, duduk
Aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu

Bayangkan jika puisi “Di Restoran” itu juga ditulis di tembok berbeda. Doi siapa yang tidak basah hatinya? Atau hati siapa yang tak jadi lembut setelah rengas hendak memutuskan kekasihnya karena belum mapan? Atau belum di wisuda.

Orang-orang santai di Book Cafe | Foto: tatkala.co/Son

Seorang teman menimpali, sebelum pulang, kata Bang Perhat. “Jangan lupa masuk ke toilet kafe ini. Tinggalkan kencing, sebagai tanda bahwa kamu pernah ada di tempat ini. Kencing adalah (air) seni.”

Kami memang hendak pulang karena senja sebentar lagi tandas. Dan ia menunjukkan sesuatu yang lain selain tempat kafe ini ada komik shincan, dan Ubi Cilembu yang dimasak dan diplating modern. Dialah yang membawa saya ke Halaman Belakang untuk merasakan itu semua sebagai perjumpaan hangat. Karena tak sempat deal beberapa hari lalu untuk pergi ke sini.

“Pokoknya kamu harus cobain toiletnya. Sok geura,” kata lelaki setia itu. Nama pacarnya Kakak Jasmine, tapi di hari kemarin, dia tak setia karena tak mengajaknya berkencan. Lebih memilih untuk pergi berdua bersama saya—sambil ngomongin yang aneh-aneh tentang hidup, “Ada hari khusus kalo pergi sama pacar. Lebih sakral,” katanya.

“Ada apa di toilet?” timpal saya memotong pembicaraan tentang pacar.

“Sok cobaan wae sorangan,” katanya sambil senyum-senyum tipis.

Di toilet bisa main game | Foto: tatkala.co/Son

Lantas saya pergi ke toilet yang tak jauh dari tempat pemesanan. “Toilet” nama besar itu tertera di satu ruangan khusus. Saya membuka pintunya. Toilet itu kering. Bersih. Ada pohon kecil yang hijau daunnya, yang barangkali bisa menyerap bau tak sedap.

“Kleng!!” takjub saya pada sebuah game Nintendo Entertainment System (NES) yang berhadapan dengan tempat ngising. Game itu rilisan tahun 1985-an di Amerika Serikat.

Saya langsung buka celana. Pup. Maen game. Tak percaya? Datanglah ke sana sendiri, dan jangan lupa pup. Tapi, sebelumnya, jangan lupa memesan.

Entah kau mau memesan apa…[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Farm Brew & Co, Menikmati Kopi di Tanah Legendanya
Tags: book cafekafeKafe Anak MudakulinerSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [6]: Akik Keramat Dosen

Next Post

Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

by Ni Komang Sariasih
September 17, 2025
0
Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

MESKIPUN ada orang yang melihat K-Pop dari sisi negatif, Ni Komang Puspita Karianti Putri (22), yang biasa disapa Ita, justru...

Read moreDetails

Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

by tatkala
March 12, 2025
0
Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

PUTU Bayu Sena Putrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan Luh Putu Anggi Sutami Dewi dari SMK Negeri 1...

Read moreDetails

Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

by Dede Putra Wiguna
February 17, 2025
0
Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

TONGKAT estafet itu kini sudah berpindah, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sekarang memiliki Duta Generasi Berencana (GenRe) yang baru....

Read moreDetails

Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

by Nyoman Budarsana
February 3, 2025
0
Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

ANAK-ANAK muda begitu antusias mengikuti agenda Kriyaloka (Workshop) Produksi Konten Digital Kreatif dan Edukatif antuk Basa, Aksara dan Sastra Bali...

Read moreDetails

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

by Son Lomri
January 17, 2025
0
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

MALAM puncak Dies Natalis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja-Bali yang ke-32, Kamis malam, 16 Januari 2025, ditutup dengan penampilan Lyla...

Read moreDetails

Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

by Son Lomri
January 16, 2025
0
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

PEMINAT dalam permainan kostum (cosplay) tidak pernah berkurang. Hal itu terus bertambah sebagaimana dunia kreatif pada film anime, game dan...

Read moreDetails

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

by Son Lomri
October 5, 2024
0
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Ayah atau Abi, Bunda atau Meme’, tak mesti lagi khawatir atau pusing tujuh keliling jika anak kesayangannya main game terus...

Read moreDetails

Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

by Son Lomri
September 13, 2024
0
Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

DI dalam Gelanggang Olahraga (GOR) Bhuana Patra, Singaraja, supporter bergemuruh sangat kencang. Permainan tradisional megoak-goakan membangkitkan orang-orang untuk berteriak, “Ayo,...

Read moreDetails

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

by tatkala
August 25, 2024
0
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian mesin pencari seperti Google....

Read moreDetails

Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

by Kadek Danila Suri Saputri
May 10, 2023
0
Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

DI DUNIA YANG KIAN BERJALAN dan mengalami perubahan tiap harinya, sudah tidak heran dengan yang namanya penggunakan media sosial. Mulai...

Read moreDetails
Next Post
Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng

Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co