13 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

Son Lomri by Son Lomri
February 6, 2025
in Milenial
Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

Book Cafe Halaman Belakang | Foto: tatkala.co

KALAU Anda sedang berada di daerah Baktiseraga, Kecamatan Buleleng—arah ke Litle Sunhsine Learning Centre, Singaraja—jangan lupa mampir ke Book Cafe Halaman Belakang, sebuah kafe yang unik untuk menghabiskan senja sendiri, bersama kekasih atau bersama keluarga.

Kafe Halaman Belakang merupakan cabang dari Rumah Momo, sebuah kafe dengan konsep yang sama di Renon, Denpasar. Sebelum Halaman Belakang, Rumah Momo juga me-launching Ruang Tamu dengan konsep yang tak jauh berbeda. Yang memiliki dua space nongkrong, di luar dan di dalam.

Di Halaman Belakang, bangunannya tampak seperti rumah impian, di pinggirnya ada sawah-sawah. Tapi juga tidak terlalu jauh dengan pemukiman warga atau perumahan. Udaranya juga tidak terlalu kotor. Ditambah tidak terlalu bising. Cocok untuk menepi. Cocok banget untuk menenangkan pikiran.

Padi-padi di sawah itu baru saja dipanen. Saya telat datang untuk melihat bagaimana padi berisi merunduk memberi hormat pada petani, atau melihat kemuliaan para petani memotong emasnya sendiri. Seperti kata penyair Isma Sawitri, “Yang emas adalah padi”

Selain dekat dengan alam yang membuat sejuk suasana, apalagi beberapa pohon cukup tinggi-tinggi, kafe Halaman Belakang itu terasa teduh. Hangat. Di beranda kafe itu, orang-orang bisa nongkrong dengan lanskap alam terbuka.

Ubi cilembu di Book Cafe Halaman Belakang | Foto: tatkala.co/Son

Ubi Cilembu Cheese Brule (20K), menjadi teman suasana ngopi ketika rehat bekerja di waktu sore. Rasa madu alami dari ubi dengan timpalan lelehan keju terbakar di dalamnya,  menjadikan rasanya lebih unik. Sementara memecahkan kerak gula yang tampak seperti karamel itu di lapisan pertamanya sebagai pengganti kulit, menjadi ritual tersendiri yang menyenangkan sebelum akan menemukan tekstur empuk itu pada seporsi ubi.

“Apalagi setelah seruput kopi, sedot rokok Djarum Coklat alias Jarcok (sengaja seperti menyebut Jancuk!) paslah,” kata Perhat, temanku dari Tasikmalaya ketika aku datang ke kafe itu, Rabu, 5 Feruari 2025.

Kami datang berdua. Kami memesan itu, dengan satu kopi Vietnam Drip (20 ribu) dan dia memesan Lemon Yogurt (23 ribu).  Di sana, bukan hanya tempat untuk sekadar ngopi sambil ngemil, tetapi juga bisa sambil baca buku-buku komik atau novel, atau cerita lainnya. Tersedia banyak buku-buku di rak itu. Karena itulah kafe itu juga diberi nama Book Cafe Halaman Belakang.

Buku dan lain-lain di meja makan | Foto: tatkala.co/Son

Seorang anak kecil baru saja masuk bersama ibunya, ayah, kakak, lengkap. Kafe itu benar-benar dipenuhi keluarga bahagia, Keluarga Cemara barangkali. Juga pasangan muda mudi terkasih.

Anak itu turun dari tempat duduknya, menghampiri satu rak berisikan benda-benda klasik seperti telepon dan radio masa lalu sebelum menggeser langkahnya ke rak-rak buku. Bocah itu kemudian mengambil satu buku komik, tapi saya tidak tahu betul apa judul komik yang diambil bocah itu.

Ia kembali menghampiri keluarganya sambil menenteng buku di tangan kanan. Sambil duduk dan membaca, terlihat anak itu merasa asik sendiri di kursinya menanti pesanan tiba.

Pemandangan orang, pemandangan buku | Foto: tatkala.co/Son

Di ruang utama, memang, terdapat satu buah rak buku cukup panjang. Bertumpuk, dan terjejer apik buku-buku itu di tata selain ramah anak ruangannya. Lebih menarik, sebelum orang-orang memilih buku bacaannya, atau memilih tempat duduk ternyaman.

Seorang penyair melalui puisinya menyambut mereka romantis di sebuah tembok dekat sofa empuk dengan judul “Hujan Bulan Juni” :

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
Tak adayang lebih bijak dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

Meninggalkan Jejak (air)—Seni

Puisi itu milik mendiang Sapardi Djoko Damono, penyair tersohor republik ini. Saya membayangkan, jika di satu tembok yang lain juga mestilah ditulis puisi dari Eang Sapardi dengan judul “Di Restoran” (1989), agaknya, tambah puitik. Begini kirak-kira sajak itu jika dituliskan :

Kita berdua saja, duduk
Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput
Kau entah memesan apa
Aku memesan batu ditengah sungai terjal yang deras
Kau entah memean apa
Tapi kita berdua saja, duduk
Aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu

Bayangkan jika puisi “Di Restoran” itu juga ditulis di tembok berbeda. Doi siapa yang tidak basah hatinya? Atau hati siapa yang tak jadi lembut setelah rengas hendak memutuskan kekasihnya karena belum mapan? Atau belum di wisuda.

Orang-orang santai di Book Cafe | Foto: tatkala.co/Son

Seorang teman menimpali, sebelum pulang, kata Bang Perhat. “Jangan lupa masuk ke toilet kafe ini. Tinggalkan kencing, sebagai tanda bahwa kamu pernah ada di tempat ini. Kencing adalah (air) seni.”

Kami memang hendak pulang karena senja sebentar lagi tandas. Dan ia menunjukkan sesuatu yang lain selain tempat kafe ini ada komik shincan, dan Ubi Cilembu yang dimasak dan diplating modern. Dialah yang membawa saya ke Halaman Belakang untuk merasakan itu semua sebagai perjumpaan hangat. Karena tak sempat deal beberapa hari lalu untuk pergi ke sini.

“Pokoknya kamu harus cobain toiletnya. Sok geura,” kata lelaki setia itu. Nama pacarnya Kakak Jasmine, tapi di hari kemarin, dia tak setia karena tak mengajaknya berkencan. Lebih memilih untuk pergi berdua bersama saya—sambil ngomongin yang aneh-aneh tentang hidup, “Ada hari khusus kalo pergi sama pacar. Lebih sakral,” katanya.

“Ada apa di toilet?” timpal saya memotong pembicaraan tentang pacar.

“Sok cobaan wae sorangan,” katanya sambil senyum-senyum tipis.

Di toilet bisa main game | Foto: tatkala.co/Son

Lantas saya pergi ke toilet yang tak jauh dari tempat pemesanan. “Toilet” nama besar itu tertera di satu ruangan khusus. Saya membuka pintunya. Toilet itu kering. Bersih. Ada pohon kecil yang hijau daunnya, yang barangkali bisa menyerap bau tak sedap.

“Kleng!!” takjub saya pada sebuah game Nintendo Entertainment System (NES) yang berhadapan dengan tempat ngising. Game itu rilisan tahun 1985-an di Amerika Serikat.

Saya langsung buka celana. Pup. Maen game. Tak percaya? Datanglah ke sana sendiri, dan jangan lupa pup. Tapi, sebelumnya, jangan lupa memesan.

Entah kau mau memesan apa…[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Farm Brew & Co, Menikmati Kopi di Tanah Legendanya
Tags: book cafekafeKafe Anak MudakulinerSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [6]: Akik Keramat Dosen

Next Post

Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

by Ni Komang Sariasih
September 17, 2025
0
Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

MESKIPUN ada orang yang melihat K-Pop dari sisi negatif, Ni Komang Puspita Karianti Putri (22), yang biasa disapa Ita, justru...

Read moreDetails

Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

by tatkala
March 12, 2025
0
Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

PUTU Bayu Sena Putrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan Luh Putu Anggi Sutami Dewi dari SMK Negeri 1...

Read moreDetails

Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

by Dede Putra Wiguna
February 17, 2025
0
Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

TONGKAT estafet itu kini sudah berpindah, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sekarang memiliki Duta Generasi Berencana (GenRe) yang baru....

Read moreDetails

Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

by Nyoman Budarsana
February 3, 2025
0
Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

ANAK-ANAK muda begitu antusias mengikuti agenda Kriyaloka (Workshop) Produksi Konten Digital Kreatif dan Edukatif antuk Basa, Aksara dan Sastra Bali...

Read moreDetails

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

by Son Lomri
January 17, 2025
0
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

MALAM puncak Dies Natalis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja-Bali yang ke-32, Kamis malam, 16 Januari 2025, ditutup dengan penampilan Lyla...

Read moreDetails

Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

by Son Lomri
January 16, 2025
0
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

PEMINAT dalam permainan kostum (cosplay) tidak pernah berkurang. Hal itu terus bertambah sebagaimana dunia kreatif pada film anime, game dan...

Read moreDetails

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

by Son Lomri
October 5, 2024
0
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Ayah atau Abi, Bunda atau Meme’, tak mesti lagi khawatir atau pusing tujuh keliling jika anak kesayangannya main game terus...

Read moreDetails

Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

by Son Lomri
September 13, 2024
0
Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

DI dalam Gelanggang Olahraga (GOR) Bhuana Patra, Singaraja, supporter bergemuruh sangat kencang. Permainan tradisional megoak-goakan membangkitkan orang-orang untuk berteriak, “Ayo,...

Read moreDetails

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

by tatkala
August 25, 2024
0
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian mesin pencari seperti Google....

Read moreDetails

Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

by Kadek Danila Suri Saputri
May 10, 2023
0
Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

DI DUNIA YANG KIAN BERJALAN dan mengalami perubahan tiap harinya, sudah tidak heran dengan yang namanya penggunakan media sosial. Mulai...

Read moreDetails
Next Post
Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng

Timbul Suheri, Cerita Tentang Lapak dan Pasar Loak di Kreneng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co