4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
September 17, 2025
in Milenial
Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

Izzy seorang Kpopers | Foto: Istimewa

MESKIPUN ada orang yang melihat K-Pop dari sisi negatif, Ni Komang Puspita Karianti Putri (22), yang biasa disapa Ita, justru menemukan semangat baru dari budaya massa Korea Selatan itu.

Sejak duduk di bangku SMP, Ita diperkenalkan K-Pop oleh temannya. Awalnya dia tertarik belajar bahasa Korea karena melihat temannya bisa berbicara dalam bahasa Korea. Sejak saat itu, Ita langsung menyukai K-Pop dan mulai belajar bahasa Korea secara otodidak, terutama huruf Hangul.

Menurut Ita, K-Pop menjadi penyemangat dalam belajarnya. Setiap kali melihat idol yang ia kagumi, rasa ingin belajar semakin meningkat, terutama karena melihat perjuangan dan pencapaian mereka.

Awalnya, Ita hanya menyukai girl group Blackpink, namun lama-lama ia mulai tertarik dengan boy group EXO dan Treasure. Ita menyebutkan bahwa EXO punya tempat istimewa di hatinya. Di dunia nyata, menurutnya, ketika seseorang bercerita, jarang mendapat respon atau feedback yang sesuai harapan.

“Jika orang lain menghakimi kita saat bercerita, lebih baik aku menonton mereka saja. Setiap kali mereka ada sesi wawancara, mereka selalu berkata-kata yang memotivasi dan menyentuh hati, sesuatu yang tidak pernah aku temukan di kehidupan nyata,” ujar Ita.

Ni Komang Puspita Karianti Putri | Foto: Sariasih

Saat Ita pergi ke Living World, ia mengikuti acara karaoke bersama dan mengaku sangat seru. Di sana ia bisa mengekspresikan diri bersama para penggemar K-Pop lainnya. Menjadi penggemar K-Pop membuat Ita lebih cepat akrab dan memiliki banyak teman. Menurut Ita, hubungan antara idol dan penggemar yang paling menarik adalah ketika Treasure membuka kafe dan mengundang beberapa Teume, singkatan dari Treasure Maker.

Penggemar yang datang ke kafe langsung dilayani oleh anggota Treasure. Ita merasa Treasure tidak melupakan para penggemarnya, mereka tetap aktif berinteraksi dan tidak ada batasan. Jika harus memilih satu boy group yang paling memengaruhi dirinya, Ita memilih Treasure.

Boy group tersebut berada di bawah agensi ternama YG Entertainment. Mereka debut pada tahun 2020 dengan 12 anggota, namun karena alasan pribadi dan kesehatan, Treasure kini aktif dengan formasi 10 anggota.

“Yang ‘My Treasure’ itu seperti lagu yang dibuat pada masa pandemi Covid, yang bisa membangkitkan semangat. Mereka bilang jangan sedih, jangan terlalu stres, pasti kita bisa melewati masa ini. Itu yang membuatku terpengaruh, kalau Treasure saja bisa mengatakan seperti itu, kenapa kita nggak bisa?” kata alumni Politeknik Negeri Bali itu.

Motivasi dan Pengembangan Diri Para Kpopers

Ita pernah ingin belajar sampai ke Korea Selatan dan bahkan pernah mencari beasiswa Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST). Meski salah satu impian itu belum tercapai, ia tetap bangga karena ia telah berusaha belajar segala hal untuk bisa belajar ke Negeri Ginseng.

Dari sana, ia merasakan dampak K-Pop terhadap dirinya sendiri. Tidak hanya dalam pendidikan, Ita juga belajar cara berpenampilan, karena ia percaya penampilan memang penting. Tapi bukan semata-mata untuk diperhatikan, melainkan agar orang yang melihat pun merasa nyaman.

Perempuan asal Labuhan Sait, Pecatu, ini juga pernah punya mimpi ingin bekerja di luar Indonesia, tetapi bekerja sebagai hotelier, intinya, ia ingin bekerja di luar sambil menikmati dunia luar Indonesia yang bisa dikumpulkan pengalamannya.

Selain Ita, Ni wayan suwini (20) juga seorang Kpopers. Ia mengatakan sangat menyukai boy group EXO sejak tahun 2018—walaupun sebenarnya ia mengidolakan Kim Jong-dae dengan nama panggung Chen. Kalau sedang sedih ia pasti memilih menonton konten-konten EXO. Menyalurkan kesedihan dengan melihat tingkah dan tawa idolanya.

“Jadi pengen olahraga mulu! Soalnya aku juga suka banget nge-dance EXO The Eve sampai hafal koreografinya,” katanya antusias. Sebuah jawaban singkat tapi cukup membuktikan bahwa K-Pop tak melulu buruk.

EXO Planet in Seoul | Foto: Pinteres

Suwini juga mengagumi boy group NCT. Ia memberikan alasan singkat mengapa bisa memilih lagu “Hello Future” milik NCT Dream. Karena beat musik lagu tersebut mengacu semangatnya, tipe-tipe musik yang bisa membuatnya asyik sendiri, katanya.

Selain musiknya yang bisa mengacu semangat, liriknya juga keren, ia paling suka bagian Park Ji-sung, anggota group termuda, yakni pada lirik “here we go here we go, bentangkan sayapmu meskipun akan patah dan terluka lagi”. Ia suka tipe lagu yang easy listening, salah satu contohnya “Hello Future”, lagu yang sekali didenger langsung nyantol.

Ada lagi, Kpopers bernama Kiki, seorang siswi SMK jurusan afirmasi. Ia hampir menyukai seluruh boy atau girl group. Kiki menyukai salah satu lagu NCT Dream, yaitu “Ridin” yang membahas soal keberanian untuk maju, membuktikan diri sendiri, serta terus optimis meskipun masa depan masih belum pasti. Setiap kali Kiki mendengarkan lagu tersebut rasanya seperti diberikan dorongan baru untuk tidak mudah menyerah.

Sampai di sini, Kini mengaku, dalam K-Pop ada banyak hal positif yang bisa diambil. K-Pop mengajarkan tentang kerja keras, disiplin, juga konsistensi. Idol-idol itu tidak langsung sukses dalam semalam, mereka latihan bertahun-tahun, jatuh bangun, bahkan ada yang hampir menyerah tetapi tetep berdiri sampai akhirnya dikenal dunia.

“Vibes fandom yang rame, suportif, sama kreatif, juga bikin aku nggak ngerasa sendirian. Kayak ada energi positif yang terus ngedorong aku buat lebih semangat ngejalanin hari. Singkatnya, jadi diri sendiri itu berharga dan selalu ada energi positif kalau kamu mau,” jelas Kiki.

Izzy seorang Kpopers—yang bekerja sebagai waiters di Restoran Jepang—juga mengatakan K-Pop sangat memotivasi, apalagi yang kerjaannya berat seperti yang ia lakukan, jadi bisa ada penyemangat. Orang tua Izzy juga salah satu penyuka K-Pop karena awalnya nonton Drama Korea.

“Here I Stand, ini lagu Jepangnya Treasure, biasanya kalau lagi down karena masalah hidup, ini lagunya cocok. Sesuai sama judulnya, juga buat tetep bertahan dan bersinar di posisi kita yang sekarang,” terang Izzy ketika ditanya apa salah satu lagu boy group yang disukai.

K-Pop Memengaruhi Kesehatan Mental

Ita menyebutkan bahwa K-Pop bisa menyembuhkan seseorang yang sedang rapuh karena lelah mengejar nilai, masalah keluarga, percintaan, pertemanan, dan lain-lain. Ada penyemangat tersendiri yang bisa didapat dari K-Pop.

“Ketika mendengarkan suara idolamu, itu bisa menyemangati kita dan menenangkan—walau hanya sementara dan tidak permanen, tapi setidaknya kita bisa bertahan di masa-masa sulit,” kata Ita. Jadi, menurut Ita, itu bisa menjadi obat untuk orang-orang tertentu.

Kalau Ita dimintai saran satu lagu oleh seseorang yang sama sekali tidak tahu atau tidak pernah mendengar K-Pop, maka ia akan memilih lagu “My Treasure.” Musik video lagu ini sangat cerah dan menyenangkan—yang terpenting adalah setiap liriknya memiliki makna yang dalam.

Bagi Ita, K-Pop tidak hanya sekadar hiburan, tapi juga semacam dorongan untuk terus berkembang, bertemu teman baru, dan yang terpenting, menjadi versi dirinya yang lebih baik.

NCT Dream | Foto: Pinterest

“Itu hanya sebatas lagu saja, tapi bisa membuat kita semangat dan tenang,” katanya, membuktikan bahwa di balik kepopuleran idol K-Pop ada hal-hal positif yang tersembunyi.

Saat ditanya mengenai masa depan K-Pop, Ita menjawab, “Kalau musnah kayaknya enggak. Karena tergantung agensi-agensi di Korea Selatan. Mereka punya inovasi baru, cara memperkenalkan idol-idolnya, atau cara membuat sesuatu yang lebih menarik dan segar daripada sebelumnya, nggak monoton.”

Sebagai generasi Z, Ita memilih K-Pop generasi 3 karena banyak boy atau girl grup yang ia idolakan debut di generasi tersebut. Contohnya ada NCT, BTS, Gfriend, Red Velvet, EXO, TWICE, GOT7, dan masih banyak lagi, walaupun Treasure debut di generasi 4.

Ita memberikan tanggapan terkait bagaimana K-Pop sering dipandang sebelah mata, “Mending diem sih, karena itu juga mancing keributan, aku juga males nanggepin orang-orang kayak gitu,” ujarnya.

Memang banyak orang yang tidak suka K-Pop. Mereka cenderung melihat K-Pop hanya dari sisi tarian dan busana yang dianggap terlalu terbuka. Namun, mereka tidak melihat sisi yang lebih luas, seperti kekayaan budaya dan tempat wisata yang menarik di Korea Selatan. Bahkan, para idola K-Pop yang mereka benci tetap menempuh pendidikan sambil menjalani jadwal yang padat, seperti latihan menari, menyanyi, dan kegiatan lainnya.[T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Jaswanto

Tags: BlackpinkBTSEXOGfriendK-PopKorea SelatanNCTTreasure.
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melihat Sampah dan Demokrasi: Refleksi dari Banjir di Ibu Kota Bali

Next Post

Kampusku Sarang Hantu [33]: Nenek Penyapu Halaman Kampus

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

by tatkala
March 12, 2025
0
Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

PUTU Bayu Sena Putrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan Luh Putu Anggi Sutami Dewi dari SMK Negeri 1...

Read moreDetails

Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

by Dede Putra Wiguna
February 17, 2025
0
Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

TONGKAT estafet itu kini sudah berpindah, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sekarang memiliki Duta Generasi Berencana (GenRe) yang baru....

Read moreDetails

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

by Son Lomri
February 6, 2025
0
Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

KALAU Anda sedang berada di daerah Baktiseraga, Kecamatan Buleleng—arah ke Litle Sunhsine Learning Centre, Singaraja—jangan lupa mampir ke Book Cafe...

Read moreDetails

Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

by Nyoman Budarsana
February 3, 2025
0
Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

ANAK-ANAK muda begitu antusias mengikuti agenda Kriyaloka (Workshop) Produksi Konten Digital Kreatif dan Edukatif antuk Basa, Aksara dan Sastra Bali...

Read moreDetails

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

by Son Lomri
January 17, 2025
0
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

MALAM puncak Dies Natalis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja-Bali yang ke-32, Kamis malam, 16 Januari 2025, ditutup dengan penampilan Lyla...

Read moreDetails

Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

by Son Lomri
January 16, 2025
0
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

PEMINAT dalam permainan kostum (cosplay) tidak pernah berkurang. Hal itu terus bertambah sebagaimana dunia kreatif pada film anime, game dan...

Read moreDetails

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

by Son Lomri
October 5, 2024
0
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Ayah atau Abi, Bunda atau Meme’, tak mesti lagi khawatir atau pusing tujuh keliling jika anak kesayangannya main game terus...

Read moreDetails

Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

by Son Lomri
September 13, 2024
0
Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

DI dalam Gelanggang Olahraga (GOR) Bhuana Patra, Singaraja, supporter bergemuruh sangat kencang. Permainan tradisional megoak-goakan membangkitkan orang-orang untuk berteriak, “Ayo,...

Read moreDetails

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

by tatkala
August 25, 2024
0
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian mesin pencari seperti Google....

Read moreDetails

Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

by Kadek Danila Suri Saputri
May 10, 2023
0
Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

DI DUNIA YANG KIAN BERJALAN dan mengalami perubahan tiap harinya, sudah tidak heran dengan yang namanya penggunakan media sosial. Mulai...

Read moreDetails
Next Post
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Kampusku Sarang Hantu [33]: Nenek Penyapu Halaman Kampus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co