24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [33]: Nenek Penyapu Halaman Kampus

Chusmeru by Chusmeru
September 18, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

KEBERSIHAN adalah sebagian dari iman. Begitu yang sering dikatakan ustaz dan kiai dalam ceramah agamanya. Dalam badan yang bersih akan terdapat hati dan jiwa yang bersih. Maka setiap orang hendaknya dapat menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.

Rumah yang jorok dan kotor mencerminkan penghuninya yang tidak peduli dengan kebersihan. Bisa dipastikan pemilik rumah seperti itu juga kurang menjaga kebersihan tubuhnya. Boleh jadi ia malas membersihkan rumah atau mungkin saja menganggap kebersihan rumah bukan merupakan hal penting dalam hidupnya.

Sama halnya dengan kondisi sebuah kota, akan mencerminkan sikap dan perilaku warganya. Kota yang bersih, indah, dan nyaman biasanya dihuni oleh warga masyarakat yang tertib dan disiplin dalam menjaga kebersihan. Sebaliknya, kota yang jorok dan kumuh sudah pasti dihuni oleh warga yang abai terhadap keadaan lingkungan.

Kampus yang bersih merupakan dambaan setiap dosen, pegawai, dan mahasiswa. Lingkungan kampus yang bersih dan asri akan membuat sivitas akademika merasa betah berada di kampus. Kadang, citra sebuah perguruan tinggi juga dapat dilihat dari kebersihan kampusnya.

Beragam cara dilakukan untuk menjaga kebersihan di kampus. Papan pengumuman maupun poster bertuliskan “Jagalah Kebersihan” atau “Dilarang Membuang Sampah Sembarangan” sering dijumpai di kampus. Meski demikian, banyak warga kampus yang hanya membaca tulisan itu, namun tetap membuang sampah sembarangan.

Tempat sampah juga disediakan di beberapa sudut kampus. Tujuannya pasti agar siapa pun membuang sampah pada tempat itu. Praktiknya, sampah tetap saja ditemukan pada tempat-tempat yang tidak tersedia tempat sampah. Seakan orang enggan untuk berjalan beberapa meter menuju tempat sampah.

Petugas kebersihan atau cleaning service dipekerjakan di kampus untuk menjaga kampus tetap bersih. Mereka bekerja mulai sebelum kampus buka pagi hari hingga kampus tutup pada sore hari. Akan tetapi keluhan juga sering datang dari para petugas kebersihan.

Ada saja mahasiswa yang membuang sampah sembarangan, baik di dalam kelas maupun di halaman kampus. Padahal setiap hari mahasiswa melewati tempat sampah. Setiap hari mahasiswa juga melewati tulisan dilarang membuang sampah sembarangan.

                                                            ***

Dinar Riswani bergegas memarkir sepeda motornya di halaman belakang kampus. Kuliah Pak Bintoro dimulai pukul 07.00 pagi hari. ia tak ingin terlambat kuliah, karena Pak Bintoro sangat disiplin tepat waktu. Ia belum sempat makan pagi. Karenanya ia berbekal sepotong roti yang dibelinya di toko kecil dekat kostnya.

Masih ada waktu sepuluh menit bagi Dinar Riswani untuk masuk kelas. Ia buka roti yang dibeli untuk dimakan sebelum kuliah. Dinar  menengok ke kiri dan ke kanan, mencari tempat sampah yang ada di dekatnya, namun tidak ia temukan. Terburu-buru akan masuk kelas, Dinar membuang plastik pembungkus roti di tempat parkir.

Tanpa terduga dan tanpa ia lihat sebelumnya, seorang nenek muncul di dekatnya. Nenek itu membawa sapu lidi. Rambutnya panjang dan sudah memutih. Dinar terkejut. Nenek itu menyapu bungkus roti yang dibuang Dinar. Matanya memandangi Dinar dengan sorot mata yang menyeramkan.

“Siapa nenek itu?” tanya Dinar Riswani dalam hati.

Sepengetahuan Dinar petugas kebersihan di kampusnya adalah laki-laki, dan masih muda. Mengapa tiba-tiba muncul seorang nenek yang menyeramkan. Dada Dinar berdebar. Nenek itu terus menyapu dan memandangi Dinar.

Selagi Dinar ketakutan, nenek itu tertawa kecil. Giginya tampak ompong, membuat Dinar semakin ketakutan. Semerbak bau bunga mawar tercium berbarengan dengan langkah nenek itu menyapu. Ia buru-buru berlari ke arah kelas. Ketika ia menengok ke belakang, nenek itu telah menghilang.

“Ada hantu nenek-nenek…,“ kata Dinar tergopoh-gopoh saat tiba di kelas.

Teman-teman Dinar terkejut. Banyak yang tidak percaya, namun sebagian teman kuliah perempuan ikut merasa ketakutan.

“Hantu apa..? Masa pagi-pagi ada hantu..?” tanya Rizal teman kuliahnya yang tak percaya.

“Beneran.. nenek ompong..,” jawab Dinar masih dengan rona ketakutan.

Dinar menjelaskan awal mula ia melihat nenek yang muncul tiba-tiba sambil membawa sapu lidi. Wajah takut terpancar dari teman-teman perempuannya. Rizal yang awalnya tak percaya, menunjukkan raut muka takut juga. Dinar tak melanjutnya ceritanya lagi, Pak Bintoro masuk kelas untuk mulai perkuliahan.

 Tengah hari, sisi utara kampus dekat ruang kuliah 3, Hendra Antono duduk di bawah pohon sambil merokok di taman. Kuliah Ibu Sari Wuryani masih lama.  Namun Hendra Antono sudah terserang rasa mengantuk. Sebatang rokok dia pikir dapat mengusir kantuknya. Teman-teman kuliahnya belum tampak datang, sehingga dia tidak bisa mengobrol.

Sebatang rokok sudah ia habiskan, belum juga ada teman yang datang. Ia buang puntung rokok di dekat tempat duduknya. Hendra Antono terkejut, bukan bau asap rokok yang tercium, tetapi aroma bunga mawar. Ia mencoba membaui dari mana asal aroma mawar itu. Tidak ia lihat ada pohon bunga mawar di taman kecil tempat ia duduk.

Saat Hendra penasaran, sontak ia dikagetkan oleh munculnya seorang nenek yang membawa sapu lidi berdiri di sampingnya. Ia heran dari mana nenek itu muncul. Perasaannya dari tadi ia duduk sendirian sambil merokok.

“Nenek siapa?” tanya Hendra sedikit ketakutan.

Nenek itu tak menjawab. Ia menyapu puntung rokok yang dibuang Hendra. Rambut nenek yang berwarna putih menambah seram penampilannya. Hendra mencoba memperhatikan nenek itu menyapu. Mata nenek itu memandang Hendra dengan sorot tajam seolah memendam marah. Jantung Hendra berdegup kencang.

Puntung rokok yang dibuang Hendra sudah disapu nenek berambut putih. Namun nenek itu belum juga pergi meninggalkan taman di mana Hendra merokok. Hendra ingin beranjak pergi, tetapi kakinya terasa berat untuk melangkah. Nenek penyapu itu tertawa kecil. Tampak giginya yang ompong. Hendra semakin ketakutan. Secepat kilat ia berlari menuju kelas. Hendra terjatuh. Ketika ia tengok ke belakang, nenek itu telah menghilang.

***

Sore hari, langit di kampus sedikit mendung. Udara terasa sedikit panas, meski banyak pepohonan di sekitar kampus. Sepertinya akan turun hujan. Lidia Natali masih berdiri di dekat pintu kelas. Kuliah Pak Nandang Marsono akan berlangsung hingga magrib tiba.

Bengong sendirian di dekat pintu kelas membuat Lidia Natali jemu. Ia mengeluarkan permen dari dalam tas, lalu mengunyahnya. Sedikit dapat mengurangi kejenuhan. Baru ada beberapa teman Lidia yang datang dan langsung duduk di dalam kelas. Lidia ingin juga masuk ke kelas. Ia buang bungkus permen di halaman kampus dekat pintu kelas.

Lidia Natali urung masuk kelas. Langkahnya terhenti oleh aroma bunga mawar yang menusuk hidung. Ia menengok ke kiri dan ke kanan, mencari pohon bunga mawar; tapi ia tak melihatnya. Jantungnya terasa mau copot saat di sebelahnya telah berdiri seorang nenek berambut putih membawa sapu lidi. Sambil menatap Lidia, nenek itu menyapu bungkus permen yang dibuang sembarangan oleh Lidia.

“Nenek pegawai baru di kampus..?” tanya Lidia sedikit gemetaran.

Nenek itu diam tak menjawab. Ia terus membersihkan halaman kampus dengan sapu lidinya. Lidia Natali memandangi penuh ketakutan. Ketika pandangan mereka beradu, nenek itu tertawa kecil dan terlihat giginya yang ompong. Wajahnya kini jadi lebih menyeramkan.

“Astagaaaa…!!!” teriak Lidia histeris sambil berlari masuk kelas.

“Ada apa, Lidia..???” tanya teman-teman Lidia heran.

“Ada hantu…,” jawab Lidia terbata-bata.

“Hantu apa, mana?” tanya teman Lidia dengan raut muka takut.

“Hantu nenek-nenek.. membawa sapu lidi..,” jelas Lidia sambil memegangi lengan tangannya yang merinding.

“Hhhiiiiii…,” serempak teman-teman Lidia berteriak histeris ketakutan.

Beruntung Pak Nandang Marsono masuk kelas. Diceritakan peristiwa yang terjadi pada dosen itu. Pak Nandang Marsono tidak terlalu kaget. Ia sudah sering mendengar cerita dari petugas kebersihan  tentang sosok hantu nenek penyapu halaman kampus.

“Itu Mbah Ompong,” kata Pak Nandang Marsono kepada mahasiswa di kelas.

“Siapa dia, Pak?” tanya Lidia Natali yang masih belum hilang rasa takutnya.

“Menurut cerita petugas kebersihan, Mbah Ompong adalah sosok hantu yang akan muncul jika ada orang membuang sampah sembarangan di halapan kampus. Dia akan menyapu sampah itu, “ jelas pak Nandang Marsono.

Mahasiswa di kelas saling pandang. Dicekam rasa takut, mereka saling bertanya apakah pernah membuang sampah sembarangan dan nenek itu muncul. Bagi yang selalu membuang sampah pada tempatnya tentu tidak begitu takut. Namun bagi mahasiswa yang suka membuang sampah sembarangan, cerita Pak Nandang Marsono membuat mereka dicekam rasa takut.

Cerita Mbah Ompong yang membawa sapu lidi menarik mahasiswa pecinta alam di fakultas. Secara tidak langsung, percaya atau tidak, keberadaan Mbah Ompong telah membantu mereka untuk kampanye kesadaran lingkungan. Mbah Ompong membuat mahasiswa takut untuk membuang sampah sembarangan.

Di tengah cerita misteri Mbah Ompong, muncul gagasan iseng dari mahasiswa pecinta alam. Beberapa poster dan baner tentang kebersihan lingkungan terpasang di sudut halaman kampus. Salah satu tulisan poster yang menggelitik berbunyi: “Dilarang Membuang Sampah Sembarangan. Tertanda, Mbah Ompong”. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Jaswanto

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

Next Post

Kepo, Saat Rasa Ingin Tahu Begitu Menganggu

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Kemping yang Mencekam

by Chusmeru
October 15, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Suara dari Dalam Lemari

by Chusmeru
September 17, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

BEKERJA sebagai arsitek muda freelance, Dara Ayunita terbiasa tidur larut malam. Itu tak menjadi masalah, meskipun ia masih tinggal di...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails
Next Post
Kepo, Saat Rasa Ingin Tahu Begitu Menganggu

Kepo, Saat Rasa Ingin Tahu Begitu Menganggu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co