23 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

Son Lomri by Son Lomri
January 17, 2025
in Milenial
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

Ira seorang mahasiswa memamerkan tatotanya di sela konser Lyla band di Undiksha Singaraja | Foto: tatkala.co

MALAM puncak Dies Natalis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja-Bali yang ke-32, Kamis malam, 16 Januari 2025, ditutup dengan penampilan Lyla Band sekaligus sebagai guest star malam itu. Lapangan terbuka di kampus tengah Undikhsa, tempat acara malam itu, cukup ramai dipadati Ganesha Muda—sebutan bagi mahasiswa Undiksha.  Orang-orang berjubel, lapangan seperti telaga manusia.

Bahkan, nyaris—yang di luar tak bisa masuk sekitar jam 09 malam, dijegal penjaga, “Udah overload,” kata sang penjaga. Tapi selang beberapa lama menunggu, akhirnya para penonton dibolehkan masuk, diberi kesempatan. Pintu masuk segera diserobot terburu-buru para penonton yang sudah tak sabar mau menonton atau sekadar bertemu teman.

Lyla Band memang punya daya tarik meski bisa dikatakan band itu usianya cukup lawas. Lyla Band pernah digawangi oleh Indra Perdanan Sinagar atau Naga (vokalis saat itu). Kemudian yang kini masih bertahan, Fare Adinata (gitar), Dharma (Keyboard), Dennis Riky (bass) dan Amec Jen Aris (drum), memang masih jadi idola.

Konser Lyla Band di Undiksha | Foto: tatkala.co/Son

Lyla Band menata karirnya sejak 2001 di Jakarta. Saat itu namanya Mahameru Band, dan setelah manggung sana-sini, di tahun 2008 band itu dilirik oleh Alfa Records. Dan sejak itulah nama Mahameru diganti menjadi Lyla Band, yang berarti pangeran gelap—dalam sebuah mitologi Persia. Genre musik mereka merupakan pop atau rock alternatif.

Kini, setelah hengkangnya Naga sebagai vokalis dan berpindah ke Ada Band beberapa tahun silam, posisi Naga digantikan oleh Ario Setiawan. Walaupun sempat berganti vokalis, band ini masih memiliki cukup banyak penggemar.

Pada malam Dies Natalis Undiksha itu, Lyla Band membawakan sekitar delapan lagu seperti “Percayakan”, “Mantan Kekasih”, “Gak Romantis”, “Kamu Cantik Kamu Baik” dan “Magic”.

Orang-orang, kebanyakan mahasiswa, berbondong pergi ke Undiksha menonton mereka. Tentu saja mereka bersama teman, atau bersama pacarnya.

Tapi tidak dengan Wawan anak Desain Komunikasi Visual (DKV). Ia datang sendiri. Ia mengaku belum punya pacar. Ia datang lebih dulu dari mereka yang berdesakkan di pintu masuk tadi. Hatinya hanya sekilas untuk konser.

“Belum pengen juga, sih. Ribet!” kata Wawan ketika disinggung soal pacar.

Di tengah riuh para penonton yang bergandengan, vokalis Lyla Band Ario Setiawan menyapa mereka yang berpasangan. Teriak penonton semakin terdengar keras. Lantas Ario terdengar mendoakan dari atas panggung, “Semoga yang jomlo segera punya pasangan,” katanya.

Serentak para penonton bilang amin, dengan kencang. Tapi saya tak tahu, Wawan mengucap amin atau tidak saat itu, yang jelas ia tampaknya bias malam itu secara batin malam itu. Apakah hatinya juga tawar? Ini adalah rahasia Wawan dan hanya Tuhan yang tahu.

Dan ia lebih memilih menepi dari konser itu, seperti enggan ikut nemplok dengan barisan punya pasangan. Lelaki itu pergi ke tuan tato bernama Wahyu Toples, seniman tattoo temporary—yang juga masih temenan sama Wawan.

Wahyu Toples adalah mahasiswa seni paling seni, dia semester 5. Cukup ganteng dan pandai melukis. Berminat?

Wawan (kiri) dan Wahyu Toples (kanan) | Foto: tatkala.co/Son

Dan Wawan memilih tidak menonton konser, menepi ke belakang untuk dirinya ditato petir di tangan bagian kiri. “Biar kuat!” kata Wawan. “Biar serem gambar petir, Bang. Biar ada kekuatan, karena saya suka ngegim,” lanjut lelaki itu sedikit bercanda.

“Biar ada energi tangannya,” saut Wahyu humor saat menato.

Tato yang dibuat oleh Wahyu Toples tentu bukanlah tato betulan, tapi tato bercanda. Namanya Tattoo Temporary, yaitu sejenis tato yang tidak bisa bertahan lama atau dengan periode waktu yang pendek, maksimal dua minggu. Tapi tampak dikulit seperti tato beneran. Intinya, cukuplah untuk bergaya di malam terakhir Dies Natalies.

Alat yang digunakan oleh Wahyu untuk mentato adalah suntikan dengan jarum yang sudah ditumpulkan. Untuk tinta, ia menggunakan bahan dari semir rambut warna hitam merek Tanco yang sudah dilarutkan hingga menjadi kental.

Tanpa komat-kamit membaca mantra, petir segera digambar oleh Wahyu di tangan Wawan. Dengan hati-hati takut menyambar semir keluar pola, ia cukup detail menggambar gelap terang di ujung petir—yang bentuknya seperti akar itu. Tak membutuhkan waktu satu hari, 45 menit tato petir meledak keren di tangan klien.

Wahyu tersenyum, lantas ia pergi entah ke mana dengan tato itu setelah mengeringkannya beberapa menit di stand Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Selamat berkelana Tuan Wawan. Semoga segera dapat gebetan hehe..

Tantangan Menato Perempuan di Daerah Teritorial—Dada

Dalam dunia pertatoan sejak tanggal 10 Januari, Wahyu Toples tak sendiri dalam menggurat cerita dikulit orang lain melalui gambar. Ada Bayu Ariada dan Suta Nugraha. Mereka satu pertapaan, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha.

Mahasiswa pamer tato | Foto: tatkala.co/Son

Malam itu, di tempat stand yang berbeda. Bayu dan Suta Nugraha tandem membuka jasa tattoo temporary untuk fakultasnya. Sejak siang ia melayani para pengunjung yang datang meminta ditato. Tak lama sebelum konser akan dimulai, Ira Kartika (19) dari program studi Ilmu Hukum Undiksha itu datang menemui Bayu bersama temannya.

Perempuan itu meminta ditato gambar ular kecil di tangan kirinya dan salib kecil di tangan kanan.

Setelah jadi, ia juga meminta digambarkan kelelawar karena senang keluar malam, katanya. “Saya sejak SMA suka banget gambar-gambar di tangan pake pulpen. Pengen nato sih sebenarnya, tapi nggak dibolehin sama mamah. Nanti saja kalo sudah menikah mungkin dibolehin hehe..” lanjut Ira Kartika.

Sementara Nining—temannya memilih digambarkan laba-laba, “Karena lucu aja sih kak,” kata Nining tersenyum tipis.

Setelah beberapa hari menjadi tukang tato, Suta Nugraha mengalami culture shock alias sok budaya. Katanya, pernah di hari apa begitu, ia dipinta menato perempuan di bagian dada sekitar dua centi meter dari daerah teritorial perempuan. Karena Suta lelaki sopan tapi sedikit amatiran, tangannya bergetar takut salah sentuh.

“Apalagi di tongkrongi pacarnya, saya jadi gak enak. Tapi, itu rasanya, ya, saya berprilaku profesional saja walaupun dengan waktu yang lama karena tanpa tumpuan,” kata Suta Nugraha saat cerita.

Proses menato | Foto: tatkala.co/Son

Tentu, hal sama dirasakan pula oleh Bayu, sikap profesional sebagai seniman muda mulai dipupuknya sejak itu. Dalam satu hari, bisa lima orang ditato bahkan bisa lebih, ya, perempuan dan laki-laki tentu saja. Sekali tato harganya 10 ribu, jika rumit si kline minta digambar—harga bisa dinaikan menjadi 20 ribu.

Macam-macam gambar yang sudah dibuat oleh mereka, terakhir, Bayu menggambar Visca Barca di dada perempuan berkulit putih. Sementara yang lain, lebih dekat lagi beberapa centi, meminta dirinya menggambarkan kupu-kupu kecil di sana.

Pengalaman ini menjadikan jam terbang psikologis mereka dalam menghadapi situasi yang sulit, karena, tergelincir tangan sedikit atau kedipan nakal—bisa menjerumuskan mereka kedalam tuduhan tindakan tak senonoh. Tapi itu dilaluinya dengan profesional. Tak ada masalah selama beberapa hari menato pacar orang.

“Senimannya sendiri sudah punya pacar?” tanya saya.

“Belumm, Bang,” kata Suta. “Tapi setidaknya, karya kami ada di tubuh mereka,”  lanjut lelaki itu gagah.

Kemudian, lagu Lyla berjudul “Magic” terdengar bersamaan dengan petasan menyala…

Semua yang kau lakukan is magic

Semua yang kau berikan is magic…[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tingkah dan Alasan-alasan Konyol Orang Bertato – Cerita Kecil Seniman Tato
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara
Parade Cosplay Jejepangan di Pantai Penimbangan: Pencinta Anime Itu Berbaur dalam Kegembiraan
Jangan Lihat Tatonya, Sumertana Hidupi Keluarga dengan Kerja Baik Pantang Meminta
Film Dua Sisi | Perempuan Bali, Tato, dan Dewi Pradewi
Tags: Dies Natalis UndikshaLyla BandmahasiswaTatoUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Destinasi Wisata Baduy sebagai Donatur Kesejahteraan Sekitar

Next Post

“Sura Belawa” dan Upaya Merawat Ekosistem Baleganjur | Catatan Lomba Baleganjur Taksu Agung

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

by Ni Komang Sariasih
September 17, 2025
0
Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

MESKIPUN ada orang yang melihat K-Pop dari sisi negatif, Ni Komang Puspita Karianti Putri (22), yang biasa disapa Ita, justru...

Read moreDetails

Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

by tatkala
March 12, 2025
0
Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

PUTU Bayu Sena Putrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan Luh Putu Anggi Sutami Dewi dari SMK Negeri 1...

Read moreDetails

Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

by Dede Putra Wiguna
February 17, 2025
0
Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

TONGKAT estafet itu kini sudah berpindah, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sekarang memiliki Duta Generasi Berencana (GenRe) yang baru....

Read moreDetails

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

by Son Lomri
February 6, 2025
0
Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

KALAU Anda sedang berada di daerah Baktiseraga, Kecamatan Buleleng—arah ke Litle Sunhsine Learning Centre, Singaraja—jangan lupa mampir ke Book Cafe...

Read moreDetails

Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

by Nyoman Budarsana
February 3, 2025
0
Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

ANAK-ANAK muda begitu antusias mengikuti agenda Kriyaloka (Workshop) Produksi Konten Digital Kreatif dan Edukatif antuk Basa, Aksara dan Sastra Bali...

Read moreDetails

Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

by Son Lomri
January 16, 2025
0
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

PEMINAT dalam permainan kostum (cosplay) tidak pernah berkurang. Hal itu terus bertambah sebagaimana dunia kreatif pada film anime, game dan...

Read moreDetails

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

by Son Lomri
October 5, 2024
0
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Ayah atau Abi, Bunda atau Meme’, tak mesti lagi khawatir atau pusing tujuh keliling jika anak kesayangannya main game terus...

Read moreDetails

Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

by Son Lomri
September 13, 2024
0
Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

DI dalam Gelanggang Olahraga (GOR) Bhuana Patra, Singaraja, supporter bergemuruh sangat kencang. Permainan tradisional megoak-goakan membangkitkan orang-orang untuk berteriak, “Ayo,...

Read moreDetails

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

by tatkala
August 25, 2024
0
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian mesin pencari seperti Google....

Read moreDetails

Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

by Kadek Danila Suri Saputri
May 10, 2023
0
Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

DI DUNIA YANG KIAN BERJALAN dan mengalami perubahan tiap harinya, sudah tidak heran dengan yang namanya penggunakan media sosial. Mulai...

Read moreDetails
Next Post
“Sura Belawa” dan Upaya Merawat Ekosistem Baleganjur | Catatan Lomba Baleganjur  Taksu Agung

"Sura Belawa” dan Upaya Merawat Ekosistem Baleganjur | Catatan Lomba Baleganjur Taksu Agung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co