14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

Son Lomri by Son Lomri
January 17, 2025
in Milenial
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

Ira seorang mahasiswa memamerkan tatotanya di sela konser Lyla band di Undiksha Singaraja | Foto: tatkala.co

MALAM puncak Dies Natalis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja-Bali yang ke-32, Kamis malam, 16 Januari 2025, ditutup dengan penampilan Lyla Band sekaligus sebagai guest star malam itu. Lapangan terbuka di kampus tengah Undikhsa, tempat acara malam itu, cukup ramai dipadati Ganesha Muda—sebutan bagi mahasiswa Undiksha.  Orang-orang berjubel, lapangan seperti telaga manusia.

Bahkan, nyaris—yang di luar tak bisa masuk sekitar jam 09 malam, dijegal penjaga, “Udah overload,” kata sang penjaga. Tapi selang beberapa lama menunggu, akhirnya para penonton dibolehkan masuk, diberi kesempatan. Pintu masuk segera diserobot terburu-buru para penonton yang sudah tak sabar mau menonton atau sekadar bertemu teman.

Lyla Band memang punya daya tarik meski bisa dikatakan band itu usianya cukup lawas. Lyla Band pernah digawangi oleh Indra Perdanan Sinagar atau Naga (vokalis saat itu). Kemudian yang kini masih bertahan, Fare Adinata (gitar), Dharma (Keyboard), Dennis Riky (bass) dan Amec Jen Aris (drum), memang masih jadi idola.

Konser Lyla Band di Undiksha | Foto: tatkala.co/Son

Lyla Band menata karirnya sejak 2001 di Jakarta. Saat itu namanya Mahameru Band, dan setelah manggung sana-sini, di tahun 2008 band itu dilirik oleh Alfa Records. Dan sejak itulah nama Mahameru diganti menjadi Lyla Band, yang berarti pangeran gelap—dalam sebuah mitologi Persia. Genre musik mereka merupakan pop atau rock alternatif.

Kini, setelah hengkangnya Naga sebagai vokalis dan berpindah ke Ada Band beberapa tahun silam, posisi Naga digantikan oleh Ario Setiawan. Walaupun sempat berganti vokalis, band ini masih memiliki cukup banyak penggemar.

Pada malam Dies Natalis Undiksha itu, Lyla Band membawakan sekitar delapan lagu seperti “Percayakan”, “Mantan Kekasih”, “Gak Romantis”, “Kamu Cantik Kamu Baik” dan “Magic”.

Orang-orang, kebanyakan mahasiswa, berbondong pergi ke Undiksha menonton mereka. Tentu saja mereka bersama teman, atau bersama pacarnya.

Tapi tidak dengan Wawan anak Desain Komunikasi Visual (DKV). Ia datang sendiri. Ia mengaku belum punya pacar. Ia datang lebih dulu dari mereka yang berdesakkan di pintu masuk tadi. Hatinya hanya sekilas untuk konser.

“Belum pengen juga, sih. Ribet!” kata Wawan ketika disinggung soal pacar.

Di tengah riuh para penonton yang bergandengan, vokalis Lyla Band Ario Setiawan menyapa mereka yang berpasangan. Teriak penonton semakin terdengar keras. Lantas Ario terdengar mendoakan dari atas panggung, “Semoga yang jomlo segera punya pasangan,” katanya.

Serentak para penonton bilang amin, dengan kencang. Tapi saya tak tahu, Wawan mengucap amin atau tidak saat itu, yang jelas ia tampaknya bias malam itu secara batin malam itu. Apakah hatinya juga tawar? Ini adalah rahasia Wawan dan hanya Tuhan yang tahu.

Dan ia lebih memilih menepi dari konser itu, seperti enggan ikut nemplok dengan barisan punya pasangan. Lelaki itu pergi ke tuan tato bernama Wahyu Toples, seniman tattoo temporary—yang juga masih temenan sama Wawan.

Wahyu Toples adalah mahasiswa seni paling seni, dia semester 5. Cukup ganteng dan pandai melukis. Berminat?

Wawan (kiri) dan Wahyu Toples (kanan) | Foto: tatkala.co/Son

Dan Wawan memilih tidak menonton konser, menepi ke belakang untuk dirinya ditato petir di tangan bagian kiri. “Biar kuat!” kata Wawan. “Biar serem gambar petir, Bang. Biar ada kekuatan, karena saya suka ngegim,” lanjut lelaki itu sedikit bercanda.

“Biar ada energi tangannya,” saut Wahyu humor saat menato.

Tato yang dibuat oleh Wahyu Toples tentu bukanlah tato betulan, tapi tato bercanda. Namanya Tattoo Temporary, yaitu sejenis tato yang tidak bisa bertahan lama atau dengan periode waktu yang pendek, maksimal dua minggu. Tapi tampak dikulit seperti tato beneran. Intinya, cukuplah untuk bergaya di malam terakhir Dies Natalies.

Alat yang digunakan oleh Wahyu untuk mentato adalah suntikan dengan jarum yang sudah ditumpulkan. Untuk tinta, ia menggunakan bahan dari semir rambut warna hitam merek Tanco yang sudah dilarutkan hingga menjadi kental.

Tanpa komat-kamit membaca mantra, petir segera digambar oleh Wahyu di tangan Wawan. Dengan hati-hati takut menyambar semir keluar pola, ia cukup detail menggambar gelap terang di ujung petir—yang bentuknya seperti akar itu. Tak membutuhkan waktu satu hari, 45 menit tato petir meledak keren di tangan klien.

Wahyu tersenyum, lantas ia pergi entah ke mana dengan tato itu setelah mengeringkannya beberapa menit di stand Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Selamat berkelana Tuan Wawan. Semoga segera dapat gebetan hehe..

Tantangan Menato Perempuan di Daerah Teritorial—Dada

Dalam dunia pertatoan sejak tanggal 10 Januari, Wahyu Toples tak sendiri dalam menggurat cerita dikulit orang lain melalui gambar. Ada Bayu Ariada dan Suta Nugraha. Mereka satu pertapaan, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha.

Mahasiswa pamer tato | Foto: tatkala.co/Son

Malam itu, di tempat stand yang berbeda. Bayu dan Suta Nugraha tandem membuka jasa tattoo temporary untuk fakultasnya. Sejak siang ia melayani para pengunjung yang datang meminta ditato. Tak lama sebelum konser akan dimulai, Ira Kartika (19) dari program studi Ilmu Hukum Undiksha itu datang menemui Bayu bersama temannya.

Perempuan itu meminta ditato gambar ular kecil di tangan kirinya dan salib kecil di tangan kanan.

Setelah jadi, ia juga meminta digambarkan kelelawar karena senang keluar malam, katanya. “Saya sejak SMA suka banget gambar-gambar di tangan pake pulpen. Pengen nato sih sebenarnya, tapi nggak dibolehin sama mamah. Nanti saja kalo sudah menikah mungkin dibolehin hehe..” lanjut Ira Kartika.

Sementara Nining—temannya memilih digambarkan laba-laba, “Karena lucu aja sih kak,” kata Nining tersenyum tipis.

Setelah beberapa hari menjadi tukang tato, Suta Nugraha mengalami culture shock alias sok budaya. Katanya, pernah di hari apa begitu, ia dipinta menato perempuan di bagian dada sekitar dua centi meter dari daerah teritorial perempuan. Karena Suta lelaki sopan tapi sedikit amatiran, tangannya bergetar takut salah sentuh.

“Apalagi di tongkrongi pacarnya, saya jadi gak enak. Tapi, itu rasanya, ya, saya berprilaku profesional saja walaupun dengan waktu yang lama karena tanpa tumpuan,” kata Suta Nugraha saat cerita.

Proses menato | Foto: tatkala.co/Son

Tentu, hal sama dirasakan pula oleh Bayu, sikap profesional sebagai seniman muda mulai dipupuknya sejak itu. Dalam satu hari, bisa lima orang ditato bahkan bisa lebih, ya, perempuan dan laki-laki tentu saja. Sekali tato harganya 10 ribu, jika rumit si kline minta digambar—harga bisa dinaikan menjadi 20 ribu.

Macam-macam gambar yang sudah dibuat oleh mereka, terakhir, Bayu menggambar Visca Barca di dada perempuan berkulit putih. Sementara yang lain, lebih dekat lagi beberapa centi, meminta dirinya menggambarkan kupu-kupu kecil di sana.

Pengalaman ini menjadikan jam terbang psikologis mereka dalam menghadapi situasi yang sulit, karena, tergelincir tangan sedikit atau kedipan nakal—bisa menjerumuskan mereka kedalam tuduhan tindakan tak senonoh. Tapi itu dilaluinya dengan profesional. Tak ada masalah selama beberapa hari menato pacar orang.

“Senimannya sendiri sudah punya pacar?” tanya saya.

“Belumm, Bang,” kata Suta. “Tapi setidaknya, karya kami ada di tubuh mereka,”  lanjut lelaki itu gagah.

Kemudian, lagu Lyla berjudul “Magic” terdengar bersamaan dengan petasan menyala…

Semua yang kau lakukan is magic

Semua yang kau berikan is magic…[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tingkah dan Alasan-alasan Konyol Orang Bertato – Cerita Kecil Seniman Tato
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara
Parade Cosplay Jejepangan di Pantai Penimbangan: Pencinta Anime Itu Berbaur dalam Kegembiraan
Jangan Lihat Tatonya, Sumertana Hidupi Keluarga dengan Kerja Baik Pantang Meminta
Film Dua Sisi | Perempuan Bali, Tato, dan Dewi Pradewi
Tags: Dies Natalis UndikshaLyla BandmahasiswaTatoUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Destinasi Wisata Baduy sebagai Donatur Kesejahteraan Sekitar

Next Post

“Sura Belawa” dan Upaya Merawat Ekosistem Baleganjur | Catatan Lomba Baleganjur Taksu Agung

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

by Ni Komang Sariasih
September 17, 2025
0
Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

MESKIPUN ada orang yang melihat K-Pop dari sisi negatif, Ni Komang Puspita Karianti Putri (22), yang biasa disapa Ita, justru...

Read moreDetails

Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

by tatkala
March 12, 2025
0
Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

PUTU Bayu Sena Putrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan Luh Putu Anggi Sutami Dewi dari SMK Negeri 1...

Read moreDetails

Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

by Dede Putra Wiguna
February 17, 2025
0
Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

TONGKAT estafet itu kini sudah berpindah, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sekarang memiliki Duta Generasi Berencana (GenRe) yang baru....

Read moreDetails

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

by Son Lomri
February 6, 2025
0
Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

KALAU Anda sedang berada di daerah Baktiseraga, Kecamatan Buleleng—arah ke Litle Sunhsine Learning Centre, Singaraja—jangan lupa mampir ke Book Cafe...

Read moreDetails

Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

by Nyoman Budarsana
February 3, 2025
0
Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

ANAK-ANAK muda begitu antusias mengikuti agenda Kriyaloka (Workshop) Produksi Konten Digital Kreatif dan Edukatif antuk Basa, Aksara dan Sastra Bali...

Read moreDetails

Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

by Son Lomri
January 16, 2025
0
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

PEMINAT dalam permainan kostum (cosplay) tidak pernah berkurang. Hal itu terus bertambah sebagaimana dunia kreatif pada film anime, game dan...

Read moreDetails

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

by Son Lomri
October 5, 2024
0
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Ayah atau Abi, Bunda atau Meme’, tak mesti lagi khawatir atau pusing tujuh keliling jika anak kesayangannya main game terus...

Read moreDetails

Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

by Son Lomri
September 13, 2024
0
Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

DI dalam Gelanggang Olahraga (GOR) Bhuana Patra, Singaraja, supporter bergemuruh sangat kencang. Permainan tradisional megoak-goakan membangkitkan orang-orang untuk berteriak, “Ayo,...

Read moreDetails

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

by tatkala
August 25, 2024
0
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian mesin pencari seperti Google....

Read moreDetails

Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

by Kadek Danila Suri Saputri
May 10, 2023
0
Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

DI DUNIA YANG KIAN BERJALAN dan mengalami perubahan tiap harinya, sudah tidak heran dengan yang namanya penggunakan media sosial. Mulai...

Read moreDetails
Next Post
“Sura Belawa” dan Upaya Merawat Ekosistem Baleganjur | Catatan Lomba Baleganjur  Taksu Agung

"Sura Belawa” dan Upaya Merawat Ekosistem Baleganjur | Catatan Lomba Baleganjur Taksu Agung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co