2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangan Lihat Tatonya, Sumertana Hidupi Keluarga dengan Kerja Baik Pantang Meminta

Kadek Agus Arya Tanaya by Kadek Agus Arya Tanaya
December 1, 2022
in Khas
Jangan Lihat Tatonya, Sumertana Hidupi Keluarga dengan Kerja Baik Pantang Meminta

Gede Sumertana

KALIMAT BIJAK  “don’t judge the book by its cover” memang sudah sering terdengar dan dibahas di mana-mana. Namun apakah kalimat itu benar-benar diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat?

Tentu tidak sepenuhnya, mungkin hanya berlaku pada orang tertentu saja. Tanpa kita sadari dalam interaksi keseharian dengan lingkungan di sekitar kita, sering terjadi penilaian-penilaian spontan hanya didasarkan pada bentuk dan tampilan luar saja.

Hari ini kita menilai si A positif, seketika besok harinya penilaian kita bisa jadi negatif. Nah, nilai positif itu mungkin timbul karena cover atau kulit atau  tampilan fisik semata. Secara fisik seseorang tampak bersih, polos dan santun, eh ternyata seseorang pencandu narkotika. Begitu misalnya.

Ini kisah singkat seseorang dari kota Singaraja. Ini  bukan fiksi. Ini kisah perjalanan hidup seorang lelaki dengan tubuh banyak tato. Namanya Gede Sumertana.

Tampilan lelaki ini, jika dilihat dari fisik saja, mungkin terkesan sangar. Penilaian yang muncul dari tampilan itu barangkali akan negatif. Ah, laki-laki itu berandalan, pemabuk, penjudi, bahkan bisa dinilai menjadi beban keluarga.

Stop menilai dari fisik. Sumertana tidaklah begitu. Lelaki yang akrab disapa Deksu ini adalah seorang ayah bertanggungjawab dengan dua anak perempuan yang salah satunya sudah mengeyam pendidikan sekolah dasar.

Bertanggungjawab? Sehari-hari ia bekerja dengan giat untuk menghidupi keluarga, meski pekerjaannya serabutan. Tapi ia bekerja dari pagi hingga malam hari hanya untuk istri tercinta dan kedua anak yang dikasihinya.

Di lingkungan tempat tinggalnya pun ia sangat rajin “mebraya” atau membantu tetangga yang mempunyai kegiatan upacara.

Halaman rumah Deksu cukup luas, sekitar 4 are lebih. Namun bangunan rumahnya sangat kecil dengan dapur sederhana di luar bangunan. Kondisi bangunan memang bikin miris, dengan luasan tanah sebesar itu, ia hanya memiliki rumah kecil di pojokan dengan dinding masih berupa tembok batako. Ayah 35 tahun ini ternyata hanya menumpang di tanah 4 are itu. Tanah itu milik orang lain.

Ceritanya begini: Tanah yang ditempati hingga sekarang ini adalah milik sahabat almarhum ayahnya. Sejak ia kecil, ayahnya merantau dari Tejakula ke Kelurahan Banjar Jawa untuk bekerja serabutan.

Ayah Deksu memiliki sahabat seorang bos yang sudah seperti saudara kandung. Sebelum ayahnya meninggal dunia, sang ayah menitip permintaan kepada sahabatnya yang kaya itu agar anaknya diberikan pinjam lahan untuk dibangun rumah sederhana.Sehingga, rumah sederhana itu berdiri dan ditempati Deksu hingga kini.

Keseharian Deksu bekerja menjadi tukang parkir di sebuah restoran cepat saji di Jalan Ngurah Rai Singaraja. Kerja jadi tukang parkir tidak dilakukan setiap hari. Ia bekerja sesuai jadwal dan bergantian dengan temannya.

Dalam seminggu ia hanya menjaga parkir selama 4 hari, dari pagi hingga malam hari. Hasil menjaga parkir itu harus ia cukupkan untuk hidup selama seminggu. Memang berat mengatur penghasilan sedikit untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tergolong mahal, apalagi pada masa inflasi sekarang ini.

Gede Sumertana jaga parkir di rumah makan cepat saji di Jalan Ngurah Rai Singaraja

Bersyukur, istri dan kedua anaknya menerima bagaimana pun kondisi ekonomi keluarga kecil ini. Sang istri, Purnami, juga tidak bekerja tetap. Ia mengasuh anak dan sembari menerima pesanan membuat upakara.

“Saya kerja serabutan, istri pun begitu. Jika tidak ada pesanan untuk membuat banten atau upakara, ya hanya mengasuh anak di rumah. Syukur-syukur ada pesanan, ya jadi bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Deksu.

Mengakali kesulitan yang dijalani, Deksu mencoba membuka bisnis menjual ayam jago. Penghasilan yang ia terima dari menjaga parkir sedikit disisihkan untuk bisa membeli indukan dan anakan ayam jago.

Karena Deksu ini adalah orang yang baik di mata tetangga dan teman-temannya, tidak jarang ia ditawari bantuan. Ada yang memberinya indukan ayam, anakan ayam jago, bahkan ada yang memberinya pakaian yang masih layak. Ia menerima kebaikan-kebaikan temannya itu. Namun ia paling tidak bisa menerima jika ada yang memberinya uang.

Deksu pernah digoda oleh teman-temannya, “Dek kamu tatoan saja banyak, masak jaga parkir! Tuh lihat orang-orang seperti kamu. Tinggal duduk manis, ada yang bawain uang, kerja santai dan tidak butuh seharian penuh.”

Herannya, ia sama sekali tidak merespon godaan itu, ia hanya tersenyum dan berkata “Ake sing ngon, ake sing dot”.  Saya tidak kagum, saya tak tergoda.

Komitmennya itu memang sudah bulat, ia ingin menghidupi keluarganya dengan penghasilan dari pekerjaan yang tidak bertentangan dengan hukum. Ia memilih hidup sederhana seperti sekarang, dari pada hidup mewah dari pekerjaan melanggar hukum.

Selama hidup, ia belum pernah melihat orang bertato korupsi, orang bertato menjadi teroris. Malahan, tak jarang, orang-orang yang terlihat bersih yang melakukan perbuatan kotor.

“Saya jenuh dinilai sepintas saja oleh orang-orang yang baru pertama kali melihat saya. Dendam sih tidak, hanya bosan saja melihat  orang-orang bertingkah seperti Tuhan yang seolah tahu si A masuk surga dan si B masuk neraka. Jangan menilai orang dari luarnya saja, Saya bukan kriminal,” ujarnya. [T]

Winda Karuna Dita, Gadis Disabilitas yang Terus Melukis Hingga Jadi Tulang Punggung Keluarga
Ketut Lanang, ABG Pedagang Keliling yang Mengayuh Sepeda 36 Kilo Setiap Hari
Bakwan Pak Kardi di Singaraja, Berdiri Sejak 1965, Enaknya Bertahan Hingga Kini
Tags: bulelenghumaniorakehidupanKota Singarajaseni tatto
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jerit Tangis Guru Honorer | Catatan dari Lomba Esai Guru di Tabanan

Next Post

Prestasi SMPN 4 Singaraja: Dari Porprov Hingga Olimpiade IPA, Dari Tiktok Hingga Catur

Kadek Agus Arya Tanaya

Kadek Agus Arya Tanaya

Staf Dinas Kominfosanti Buleleng

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Prestasi SMPN 4 Singaraja: Dari Porprov Hingga Olimpiade IPA, Dari Tiktok Hingga Catur

Prestasi SMPN 4 Singaraja: Dari Porprov Hingga Olimpiade IPA, Dari Tiktok Hingga Catur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co