3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangan Lihat Tatonya, Sumertana Hidupi Keluarga dengan Kerja Baik Pantang Meminta

Kadek Agus Arya Tanaya by Kadek Agus Arya Tanaya
December 1, 2022
in Khas
Jangan Lihat Tatonya, Sumertana Hidupi Keluarga dengan Kerja Baik Pantang Meminta

Gede Sumertana

KALIMAT BIJAK  “don’t judge the book by its cover” memang sudah sering terdengar dan dibahas di mana-mana. Namun apakah kalimat itu benar-benar diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat?

Tentu tidak sepenuhnya, mungkin hanya berlaku pada orang tertentu saja. Tanpa kita sadari dalam interaksi keseharian dengan lingkungan di sekitar kita, sering terjadi penilaian-penilaian spontan hanya didasarkan pada bentuk dan tampilan luar saja.

Hari ini kita menilai si A positif, seketika besok harinya penilaian kita bisa jadi negatif. Nah, nilai positif itu mungkin timbul karena cover atau kulit atau  tampilan fisik semata. Secara fisik seseorang tampak bersih, polos dan santun, eh ternyata seseorang pencandu narkotika. Begitu misalnya.

Ini kisah singkat seseorang dari kota Singaraja. Ini  bukan fiksi. Ini kisah perjalanan hidup seorang lelaki dengan tubuh banyak tato. Namanya Gede Sumertana.

Tampilan lelaki ini, jika dilihat dari fisik saja, mungkin terkesan sangar. Penilaian yang muncul dari tampilan itu barangkali akan negatif. Ah, laki-laki itu berandalan, pemabuk, penjudi, bahkan bisa dinilai menjadi beban keluarga.

Stop menilai dari fisik. Sumertana tidaklah begitu. Lelaki yang akrab disapa Deksu ini adalah seorang ayah bertanggungjawab dengan dua anak perempuan yang salah satunya sudah mengeyam pendidikan sekolah dasar.

Bertanggungjawab? Sehari-hari ia bekerja dengan giat untuk menghidupi keluarga, meski pekerjaannya serabutan. Tapi ia bekerja dari pagi hingga malam hari hanya untuk istri tercinta dan kedua anak yang dikasihinya.

Di lingkungan tempat tinggalnya pun ia sangat rajin “mebraya” atau membantu tetangga yang mempunyai kegiatan upacara.

Halaman rumah Deksu cukup luas, sekitar 4 are lebih. Namun bangunan rumahnya sangat kecil dengan dapur sederhana di luar bangunan. Kondisi bangunan memang bikin miris, dengan luasan tanah sebesar itu, ia hanya memiliki rumah kecil di pojokan dengan dinding masih berupa tembok batako. Ayah 35 tahun ini ternyata hanya menumpang di tanah 4 are itu. Tanah itu milik orang lain.

Ceritanya begini: Tanah yang ditempati hingga sekarang ini adalah milik sahabat almarhum ayahnya. Sejak ia kecil, ayahnya merantau dari Tejakula ke Kelurahan Banjar Jawa untuk bekerja serabutan.

Ayah Deksu memiliki sahabat seorang bos yang sudah seperti saudara kandung. Sebelum ayahnya meninggal dunia, sang ayah menitip permintaan kepada sahabatnya yang kaya itu agar anaknya diberikan pinjam lahan untuk dibangun rumah sederhana.Sehingga, rumah sederhana itu berdiri dan ditempati Deksu hingga kini.

Keseharian Deksu bekerja menjadi tukang parkir di sebuah restoran cepat saji di Jalan Ngurah Rai Singaraja. Kerja jadi tukang parkir tidak dilakukan setiap hari. Ia bekerja sesuai jadwal dan bergantian dengan temannya.

Dalam seminggu ia hanya menjaga parkir selama 4 hari, dari pagi hingga malam hari. Hasil menjaga parkir itu harus ia cukupkan untuk hidup selama seminggu. Memang berat mengatur penghasilan sedikit untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tergolong mahal, apalagi pada masa inflasi sekarang ini.

Gede Sumertana jaga parkir di rumah makan cepat saji di Jalan Ngurah Rai Singaraja

Bersyukur, istri dan kedua anaknya menerima bagaimana pun kondisi ekonomi keluarga kecil ini. Sang istri, Purnami, juga tidak bekerja tetap. Ia mengasuh anak dan sembari menerima pesanan membuat upakara.

“Saya kerja serabutan, istri pun begitu. Jika tidak ada pesanan untuk membuat banten atau upakara, ya hanya mengasuh anak di rumah. Syukur-syukur ada pesanan, ya jadi bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Deksu.

Mengakali kesulitan yang dijalani, Deksu mencoba membuka bisnis menjual ayam jago. Penghasilan yang ia terima dari menjaga parkir sedikit disisihkan untuk bisa membeli indukan dan anakan ayam jago.

Karena Deksu ini adalah orang yang baik di mata tetangga dan teman-temannya, tidak jarang ia ditawari bantuan. Ada yang memberinya indukan ayam, anakan ayam jago, bahkan ada yang memberinya pakaian yang masih layak. Ia menerima kebaikan-kebaikan temannya itu. Namun ia paling tidak bisa menerima jika ada yang memberinya uang.

Deksu pernah digoda oleh teman-temannya, “Dek kamu tatoan saja banyak, masak jaga parkir! Tuh lihat orang-orang seperti kamu. Tinggal duduk manis, ada yang bawain uang, kerja santai dan tidak butuh seharian penuh.”

Herannya, ia sama sekali tidak merespon godaan itu, ia hanya tersenyum dan berkata “Ake sing ngon, ake sing dot”.  Saya tidak kagum, saya tak tergoda.

Komitmennya itu memang sudah bulat, ia ingin menghidupi keluarganya dengan penghasilan dari pekerjaan yang tidak bertentangan dengan hukum. Ia memilih hidup sederhana seperti sekarang, dari pada hidup mewah dari pekerjaan melanggar hukum.

Selama hidup, ia belum pernah melihat orang bertato korupsi, orang bertato menjadi teroris. Malahan, tak jarang, orang-orang yang terlihat bersih yang melakukan perbuatan kotor.

“Saya jenuh dinilai sepintas saja oleh orang-orang yang baru pertama kali melihat saya. Dendam sih tidak, hanya bosan saja melihat  orang-orang bertingkah seperti Tuhan yang seolah tahu si A masuk surga dan si B masuk neraka. Jangan menilai orang dari luarnya saja, Saya bukan kriminal,” ujarnya. [T]

Winda Karuna Dita, Gadis Disabilitas yang Terus Melukis Hingga Jadi Tulang Punggung Keluarga
Ketut Lanang, ABG Pedagang Keliling yang Mengayuh Sepeda 36 Kilo Setiap Hari
Bakwan Pak Kardi di Singaraja, Berdiri Sejak 1965, Enaknya Bertahan Hingga Kini
Tags: bulelenghumaniorakehidupanKota Singarajaseni tatto
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jerit Tangis Guru Honorer | Catatan dari Lomba Esai Guru di Tabanan

Next Post

Prestasi SMPN 4 Singaraja: Dari Porprov Hingga Olimpiade IPA, Dari Tiktok Hingga Catur

Kadek Agus Arya Tanaya

Kadek Agus Arya Tanaya

Staf Dinas Kominfosanti Buleleng

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Prestasi SMPN 4 Singaraja: Dari Porprov Hingga Olimpiade IPA, Dari Tiktok Hingga Catur

Prestasi SMPN 4 Singaraja: Dari Porprov Hingga Olimpiade IPA, Dari Tiktok Hingga Catur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co