2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jangan Lihat Tatonya, Sumertana Hidupi Keluarga dengan Kerja Baik Pantang Meminta

Kadek Agus Arya Tanaya by Kadek Agus Arya Tanaya
December 1, 2022
in Khas
Jangan Lihat Tatonya, Sumertana Hidupi Keluarga dengan Kerja Baik Pantang Meminta

Gede Sumertana

KALIMAT BIJAK  “don’t judge the book by its cover” memang sudah sering terdengar dan dibahas di mana-mana. Namun apakah kalimat itu benar-benar diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat?

Tentu tidak sepenuhnya, mungkin hanya berlaku pada orang tertentu saja. Tanpa kita sadari dalam interaksi keseharian dengan lingkungan di sekitar kita, sering terjadi penilaian-penilaian spontan hanya didasarkan pada bentuk dan tampilan luar saja.

Hari ini kita menilai si A positif, seketika besok harinya penilaian kita bisa jadi negatif. Nah, nilai positif itu mungkin timbul karena cover atau kulit atau  tampilan fisik semata. Secara fisik seseorang tampak bersih, polos dan santun, eh ternyata seseorang pencandu narkotika. Begitu misalnya.

Ini kisah singkat seseorang dari kota Singaraja. Ini  bukan fiksi. Ini kisah perjalanan hidup seorang lelaki dengan tubuh banyak tato. Namanya Gede Sumertana.

Tampilan lelaki ini, jika dilihat dari fisik saja, mungkin terkesan sangar. Penilaian yang muncul dari tampilan itu barangkali akan negatif. Ah, laki-laki itu berandalan, pemabuk, penjudi, bahkan bisa dinilai menjadi beban keluarga.

Stop menilai dari fisik. Sumertana tidaklah begitu. Lelaki yang akrab disapa Deksu ini adalah seorang ayah bertanggungjawab dengan dua anak perempuan yang salah satunya sudah mengeyam pendidikan sekolah dasar.

Bertanggungjawab? Sehari-hari ia bekerja dengan giat untuk menghidupi keluarga, meski pekerjaannya serabutan. Tapi ia bekerja dari pagi hingga malam hari hanya untuk istri tercinta dan kedua anak yang dikasihinya.

Di lingkungan tempat tinggalnya pun ia sangat rajin “mebraya” atau membantu tetangga yang mempunyai kegiatan upacara.

Halaman rumah Deksu cukup luas, sekitar 4 are lebih. Namun bangunan rumahnya sangat kecil dengan dapur sederhana di luar bangunan. Kondisi bangunan memang bikin miris, dengan luasan tanah sebesar itu, ia hanya memiliki rumah kecil di pojokan dengan dinding masih berupa tembok batako. Ayah 35 tahun ini ternyata hanya menumpang di tanah 4 are itu. Tanah itu milik orang lain.

Ceritanya begini: Tanah yang ditempati hingga sekarang ini adalah milik sahabat almarhum ayahnya. Sejak ia kecil, ayahnya merantau dari Tejakula ke Kelurahan Banjar Jawa untuk bekerja serabutan.

Ayah Deksu memiliki sahabat seorang bos yang sudah seperti saudara kandung. Sebelum ayahnya meninggal dunia, sang ayah menitip permintaan kepada sahabatnya yang kaya itu agar anaknya diberikan pinjam lahan untuk dibangun rumah sederhana.Sehingga, rumah sederhana itu berdiri dan ditempati Deksu hingga kini.

Keseharian Deksu bekerja menjadi tukang parkir di sebuah restoran cepat saji di Jalan Ngurah Rai Singaraja. Kerja jadi tukang parkir tidak dilakukan setiap hari. Ia bekerja sesuai jadwal dan bergantian dengan temannya.

Dalam seminggu ia hanya menjaga parkir selama 4 hari, dari pagi hingga malam hari. Hasil menjaga parkir itu harus ia cukupkan untuk hidup selama seminggu. Memang berat mengatur penghasilan sedikit untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tergolong mahal, apalagi pada masa inflasi sekarang ini.

Gede Sumertana jaga parkir di rumah makan cepat saji di Jalan Ngurah Rai Singaraja

Bersyukur, istri dan kedua anaknya menerima bagaimana pun kondisi ekonomi keluarga kecil ini. Sang istri, Purnami, juga tidak bekerja tetap. Ia mengasuh anak dan sembari menerima pesanan membuat upakara.

“Saya kerja serabutan, istri pun begitu. Jika tidak ada pesanan untuk membuat banten atau upakara, ya hanya mengasuh anak di rumah. Syukur-syukur ada pesanan, ya jadi bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Deksu.

Mengakali kesulitan yang dijalani, Deksu mencoba membuka bisnis menjual ayam jago. Penghasilan yang ia terima dari menjaga parkir sedikit disisihkan untuk bisa membeli indukan dan anakan ayam jago.

Karena Deksu ini adalah orang yang baik di mata tetangga dan teman-temannya, tidak jarang ia ditawari bantuan. Ada yang memberinya indukan ayam, anakan ayam jago, bahkan ada yang memberinya pakaian yang masih layak. Ia menerima kebaikan-kebaikan temannya itu. Namun ia paling tidak bisa menerima jika ada yang memberinya uang.

Deksu pernah digoda oleh teman-temannya, “Dek kamu tatoan saja banyak, masak jaga parkir! Tuh lihat orang-orang seperti kamu. Tinggal duduk manis, ada yang bawain uang, kerja santai dan tidak butuh seharian penuh.”

Herannya, ia sama sekali tidak merespon godaan itu, ia hanya tersenyum dan berkata “Ake sing ngon, ake sing dot”.  Saya tidak kagum, saya tak tergoda.

Komitmennya itu memang sudah bulat, ia ingin menghidupi keluarganya dengan penghasilan dari pekerjaan yang tidak bertentangan dengan hukum. Ia memilih hidup sederhana seperti sekarang, dari pada hidup mewah dari pekerjaan melanggar hukum.

Selama hidup, ia belum pernah melihat orang bertato korupsi, orang bertato menjadi teroris. Malahan, tak jarang, orang-orang yang terlihat bersih yang melakukan perbuatan kotor.

“Saya jenuh dinilai sepintas saja oleh orang-orang yang baru pertama kali melihat saya. Dendam sih tidak, hanya bosan saja melihat  orang-orang bertingkah seperti Tuhan yang seolah tahu si A masuk surga dan si B masuk neraka. Jangan menilai orang dari luarnya saja, Saya bukan kriminal,” ujarnya. [T]

Winda Karuna Dita, Gadis Disabilitas yang Terus Melukis Hingga Jadi Tulang Punggung Keluarga
Ketut Lanang, ABG Pedagang Keliling yang Mengayuh Sepeda 36 Kilo Setiap Hari
Bakwan Pak Kardi di Singaraja, Berdiri Sejak 1965, Enaknya Bertahan Hingga Kini
Tags: bulelenghumaniorakehidupanKota Singarajaseni tatto
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jerit Tangis Guru Honorer | Catatan dari Lomba Esai Guru di Tabanan

Next Post

Prestasi SMPN 4 Singaraja: Dari Porprov Hingga Olimpiade IPA, Dari Tiktok Hingga Catur

Kadek Agus Arya Tanaya

Kadek Agus Arya Tanaya

Staf Dinas Kominfosanti Buleleng

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Prestasi SMPN 4 Singaraja: Dari Porprov Hingga Olimpiade IPA, Dari Tiktok Hingga Catur

Prestasi SMPN 4 Singaraja: Dari Porprov Hingga Olimpiade IPA, Dari Tiktok Hingga Catur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co