23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jerit Tangis Guru Honorer | Catatan dari Lomba Esai Guru di Tabanan

DN Sarjana by DN Sarjana
December 3, 2022
in Esai, Pilihan Editor
Jerit Tangis Guru Honorer | Catatan dari Lomba Esai Guru di Tabanan

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

TULISAN INI mungkin menjadi episode terakhir dari seluruh rangkaian catatan pinggir saya tentang guru pada peringatan HUT ke-77 PGRI di Kabupaten Tabanan. Justru tulisan terakhir ini mengharubirukan perasaan saya selaku Ketua PGRI Tabanan.

Pada momen Hari Guru saya sebagai tim pendamping sekaligus sebagai salah satu juri dalam lomba esai guru. Dan saya sangat terharu membaca tulisan mereka, para peserta lomba yang memang adalah guru.

Ketika membaca esai-esai peserta, saya ingat pada tahun 1989, saya ke sana kemari membawa ijasah untuk mengabdi sebagai pengajar, namun tidak dapat tempat mengabdi untuk bisa mengajar di sekolah.

Bayangkan saya lulus dengan jalur skripsi, yang konon di masa itu selayaknya menjadi dosen. Tapi nyatanya, untuk menjadi guru pengabdi pun, untuk saya, tetap susah saat itu.

Sudahlah, saya sudah sangat bersyukur,  karena bisa membaca  tulis esai  teman-teman guru yang mengungkapkan perasaan yang terdalam dan menyedihkan. Memang, saat membaca, terasa dada ini sesak dan air mata tumpah tak bisa ditahan.

Untuk itu, saya mencoba merangkum esa-esai para peserta untuk menjadi satu kisah tentang guru honorer.

Inilah rangkuman esai-esai itu:

Berbekal ijazah Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini, saya mulai menggantungkan mimpi menjadi seorang guru yang berpenghasilan sejajar dengan kualifikasi Pendidikan yang dikantongi.

Selembar kertas kubawa di sebuah sekolah swasta. Dengan bangganya saat itu tepat 01 Oktober 2005 diterima sebagai guru honor sekolah. Tanpa bertanya berapa saya akan digaji perbulannya. Waktu pun berlalu, tak terasa sudah satu bulan. Amplop kuterima dengan wajah penuh semangat walaupun saat itu hanya terisi Rp. 150.000.

Bulan demi bulan terlewati, tahun demi tahun kulalui hanya dengan 150.000 perbulan. Hingga akhirnya di tahun 2011 mencoba ikut serta melamar CPNS. Namun sayang, dewi fortuna belum berpihak kepada saya. Dengan beban berat di pundak sebagai pendidik di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, yang merupakan pondasi keberhasilan jenjang berikutnya.

Setiap tahun saya tunggu formasi untuk Guru TK, dengan harapan bisa mewujudkan mimpi yang telah terukir beberapa tahun sebelumnya. Hingga harus menutup rapat-rapat pintu harapan dan kembali ke rutinitas sehari-hari bergelut dengan canda tawa anak didik usia 4-6 tahun. Anak-anak yang selalu bisa mengobati rasa dalam hati dengan renyah tawanya, dengan perhatian dan kasih sayang yang tulus, hingga mampu membawa hati ini merasakan nyaman,tentram dan damai.

Selang dua belas tahun berjalan, saya kembali mencoba mengejar mimpi yang tak pasti dengan berpindah tugas. Berharap di lembaga baru akan mendapatkan perhatian yang layak, sepadan dengan apa yang tertuang dalam lembar kertas putih yang diperjuangkan selama empat tahun lamanya.

Angin segar pun berhembus di tahun 2021. Bukaan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak Kerja dimulai. Hati pun menyambut gembira. Namun apa yang terjadi?

Lagi-lagi formasi PPPK Guru Pendidikan Anak Usia Dini tidak satupun menampakkan batang hidungnya. Hati pun menangis, hanya bisa mengigit jari saat melihat ribuan guru telah tersulap menjadi PPPK guru.  

Terkadang menyejukkan asa, tetapi tidak jarang juga kami mendengar lontaran percakapan yang mendiskreditkan andil dan dedikasi kami sebagai guru honorer PAUD. Sebagai manusia biasa tentu kami boleh berkeluh kesah terkait “tuntutan tugas kependidikan yang kami emban relatif sama, bahkan terkadang atas nama “senioritas”.

Kami para guru honorer mencoba tetap berbesar hati dan menghibur asa kami, “mungkin semuanya akan indah pada waktunya nanti”. Selanjutnya, kami guru honorer segera beranjak menata hati, memandang wajah-wajah mungil anak-anak didik kami sebagai ladang persemaian karakter mulya. Dalam hati kami bergumam “tetaplah mendidik dengan hati, walaupun ujian keikhlasan mengabdi ini sangat menyiksa nurani”.

Suatu ketika, saat itu, kami para guru honorer PAUD berkesempatan untuk berdialog secara interaktif dalam sebuah momen tanya jawab dalam kegiatan diklat fungsional bagi guru-guru PAUD di Denpasar. Kami para guru honorer iseng bertanya mengenai kemungkinan prospek perubahan kenaikan status kepegawaian kami dari guru honorer menjadi guru PNS dan bersertifikasi profesi pendidik.

Narasumber tersebut balik bertanya: “Apakah kualifikasi akademik ibu sudah memenuhi syarat sebagai pendidik PAUD? Sudah S1 PG-PAUD belum? Kalau belum kejar dulu ijazah S1 PG-PAUD-nya. Setelah itu, ajukan penerbitan NUPTK. Lalu pastikan data Ibu masuk di DAPODIK agar masuk juga dalam daftar antrian calon peserta PPG Guru sebagai tiket masuk mendapatkan Sertifikasi Profesi Guru di Aplikasi SIM-PKB. Kalau bersertifikasi Profesi Pendidik, maka peluang Ibu dalam seleksi calon guru P3K jenjang PAUD terbuka lebar”.

Begitu lugas dan menohok jawaban yang kami terima. Semua itu menyadarkan kami para guru honorer bahwa mata air kesejukan karir sebagai guru PAUD yang sejahtera masih sangatlah jauh. Masih ada banyak anak-anak tangga perjuangan yang harus kami daki setahap demi setahap, dengan banyak cucuran keringat bahkan air mata perjuangan. Tetapi setidaknya gambaran perjuangan selanjutnya yang harus kami tempuh untuk meraih hak-hak kami sebagai pendidik PAUD secara egaliter dan professional mulai jelas.

Menjadi guru memang soal pengabdian. Namun saat sibuk mengabdi, tak dipungkiri bahwa kebutuhan. Saya berpikir, semua orang  tak mengenal dan tak tahu kelelahan ini. Harus bangun lebih pagi, kerja lembur yang menyiksa. Rasa lelah yang luar biasa  hampir setiap hari dirasakan bahkan bukan itu saja, sering kali harus direpotkan dengan pekerjaan sampingan.

Pekerjaan sampingan bila tidak dikerjakan maka penghasilan tidak mencukupi segala kebutuhan. Terkadang berpikir juga untuk orang tua, apa yang harus dilakukan untuk membantunya. Sebagai anak pasti ingin membahagiakan orang tua. Dengan gaji yang tak mencukupi tak bisa membantu beban orang tua. Takut orang tua terlalu khawatir atau mungkin kecewa dengan mengabdi bertahun-tahun, pekerjaan banyak dilakukan tapi hasil tak seberapa. Rasanya ingin menangis namun, bagaimanapun harus bertahan karena semua yang dilakukan itu membawa berkah kepada semua orang.

Kepada pemerintah sejahterakanlah dan atasi masalah-masalah guru di dunia pendidikan. Perhatikanlah guru karena peran mereka sangat penting dalam membangun bangsa ini. Kualitas pendidikan akan baik apabila kesejahteraan guru juga baik. Pahlawan tanpa jasa dapat dimiliki dalam profesi yang digeluti. “No teacher no education”.

“Terpuruklah wahai engkau, ibu bapak guru, Gajimu takkan menanggung hidupmu, Dalam hari-harimu, Semua baktimu takkan terpikir, oleh pemerintahmu. Sebagai pengabdi terima gajimu. Tak cukup seminggu. Engkau tak pernah pelitnya. Dalam dunia pendidikan. Engkau patriot pahlawan bangsa. Tanpa imbalan jasa.” [T]

Peringatan Hari Guru: Nasib Pendidik Bahasa Bali “Gelimbang-Gelimbeng” Tak Menentu
Momen-Momen Bahagia Guru di Hari Guru
“PR“ Itu Tak Akan Pernah Usai Bagi Guru
Tags: guruguru honorerguru PAUDHari GuruHari Guru NasionalPGRItabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Piala Dunia Afrika Selatan 2010: Saat Musik dan Sepakbola Bersatu

Next Post

Jangan Lihat Tatonya, Sumertana Hidupi Keluarga dengan Kerja Baik Pantang Meminta

DN Sarjana

DN Sarjana

Guru. Ketua PGRI Tabanan

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Jangan Lihat Tatonya, Sumertana Hidupi Keluarga dengan Kerja Baik Pantang Meminta

Jangan Lihat Tatonya, Sumertana Hidupi Keluarga dengan Kerja Baik Pantang Meminta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co