3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Momen-Momen Bahagia Guru di Hari Guru

Dewi Yudiarmika by Dewi Yudiarmika
November 30, 2022
in Esai
Momen-Momen Bahagia Guru di Hari Guru

Dewi Yudiarmikan | Foto: Dok Pribadi

GURU SEPATUTNYA digugu dan ditiru. Setiap apa pun yang baik-baik, yang dianjurkan kepada siswa, semestinya dapat juga dilakukan oleh guru.

Contohnya banyak. Misalnya, guru juga turut dalam lomba-lomba, juga ikut menjadi petugas pada momen-momen perayaan hari-hari penting.

Kegiatan yang dilakukan siswa, dilakukan juga oleh guru. Itu berguna sebagai pembuktian bahwa guru juga bisa melakukan, bukan melulu bisa memerintah.

Izinkan saya, sebagai guru, bercerita tentang Hari Guru. Setiap tanggal 25 November, lagu Hymne Guru berkumandang dengan gegap-gempita, dinyanyikan bersama sebagai salah satu bentuk menghargai jasa guru yang telah membangun insan cendikia.

SMP Negeri 4 Singaraja, tempat saya mengajar, selalu hadir dengan perayaan yang kreatif. Selain menjadi petugas upacara bendera, saya juga turut dalam lomba antar-MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).

Selama menyandang status sebagai pengajar, saya mengingat tiga momen penting dalam perayaan Hari Guru.

Pertama, ketika saya menjadi petugas upacara. Bahkan dua kali. Saya menjadi pembaca susunan acara dan terakhir menjadi petugas pengibar Sang Saka Merah Putih.

Jika ditanya tentang perasaan, tentu bangga sebab diberi kepercayaan untuk turut andil pada acara sakral ini. Lalu, manakah yang lebih sulit, membaca sususn acara atau menjadi petugas pengibar Sang Saka Merah Putih?

Kedua-duanya memiliki kesulitan atau kendala tersendiri. Jika salah ucap atau keliru saat membacakan susunan acara, itu bisa memengaruhi hal lain, termasuk mental kita. Namun syukur selama bertugas, saya selalu lancar membacanya, meski kemungkinan masih ada yang kurang baik.

Misal, cara baca harus begini, gerakan mesti begini dan lain halnya. Paling tidak saya bisa mengemban dengan baik, penuh yakin, dan maksimal tugas yang menuntut siswa untuk bisa berada di posisi yang sama.

Kedua, mengikuti lomba antar-MGMP. Agar perayaan lebih bermakna dan memiliki nilai kenangan yang maksimal, panitia merancang beberapa perlombaan. Jika tahun lalu diadakan lomba menyanyi duet dan joged berpasangan (bukan joget dalam artian negatif ya, Teman-teman), maka tahun ini diadakan lomba memasak, menyanyi duet, dan peragaan busana kerja.

Semua lomba tersebut tentu bertujuan untuk melatih kekompakan dalam kelompok, memupuk jiwa kompetisi tinggi sebab akan menjadi contoh untuk siswa, dan terakhir sebagai ajang seru-seruan agar tidak melulu tentang belajar, mengajar, administrasi, dan lain-lain meski dalam hal ini juga bisa disebut belajar dan mengajar.

Tahap pertama saya mewakili MGMP untuk ikut lomba menyanyi duet. Berpikir menyanyi dengan kondisi tidak bisa bernyanyi adalah beban baru bagi saya. Setiap saat saya berlatih sendiri maupun dengan pasangan duet yang dibantu coach tersayang (suami) dan tidak terlepas dari adanya faktor keberuntungan, akhirnya suara pas-pasan ini mampu mempersembahkan juara I untuk MGMP Bahasa Indonesia.

Selanjutnya, tahap kedua saya mewakili MGMP dalam lomba peragaan busana kerja. Bayangkan yang biasanya berjalan dengan sembarangan dituntut untuk bisa berlenggak-lenggok di panggung dan menunjukkan keanggunan juga keserasian gerak dengan pasangan; kaku dan terkesan terburu-buru pastinya. Namun, agar lain dari yang lain maka permainan konsep adalah jalannya. Jalan menuju juara I.

Ketiga adalah momen yang mengarukan sekaligus mencemaskan. Haru, ketika banyak siswa yang menyayangi dan berlomba memberi bingkisan, merayakan pesta kecil di dalam kelas, dan menyemangati guru ketika turut dalam kegiatan-kegiatan tertentu di sekolah.

Beberapa teman guru juga pasti merasakan yang saya rasakan; didukung ketika ikut lomba, diberi semangat ketika bertugas, senang ketika mendapat juara, dan lancar ketika menjalankan tugas lainnya.

Bahkan mereka mengabadikan dengan beberapa postingan yang mungkin akan menjadi kenangan mereka nanti. Tentu dukungan mereka lahir karena dukungan yang kita beri.

Kedekatan guru berpengaruh terhadap perasaan siswa. Apalagi siswa masa kini. Merasa diperhatikan, didukung, dan dimengerti akan menjadikan siswa tersebut nyaman berkonsultasi dan tidak ingin menyepelekan himbauan gurunya.

Selain guru lainnya, wali kelas adalah pilar utama motivasi siswa, sebab dari wali kelas mereka mendapatkan perhatian lebih terkait hal-hal yang berhubungan dengan kegitan sekolah, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Dari tahun ke tahun, terlebih selama menjadi wali kelas, saya selalu menerima hal manis dari siswa bahkan yang bukan dari kelas binaan.

Sama halnya dengan tahun sekarang. Dukungan saat lomba dan menjadi petugas upacara saya dapatkan. Bahkan bouquet bunga, coklat, dan camilan saya terima. Namun di balik semua itu kecemasan pun hadir. Memikirkan berapa lama mereka menabung, atau sejak kapan mereka mengumpulkan uang agar bisa memberikan guru-gurunya bingkisan?

Apakah orangtuanya mengetahui bahwa anaknya memiliki inisiatif mengenai perayaan hari guru? Apakah “guru” mereka sendiri sudah diberikan bingkisan juga, mengingat selain HUT PGRI juga merupakan HARI GURU NASIONAL. Orangtua mereka guru juga, bukan?

Tidak bisa dipungkiri bahwa momen hari guru adalah hal yang berkesan sekaligus serpihan bukti bahwa guru tersebut disenangi dan dihargai. Lalu apakah siswa yang hanya mengikuti arus tanpa pergerakan lain tidak menyenangi, menghargai, dan minim inisiatif? Tentu tidak.

Mereka yang mampu menjadikan diri lebih baik, baik itu sebab keinginan sendiri maupun bantuan guru-gurunya adalah salah satu harga lebih bagi gurunya. Selain itu, dengan siswa atau peserta didik menjaga nama sendiri, orangtua, dan sekolah juga merupakan sebuah penghargaan yang istimewa bagi seorang pendidik. [T]

Refleksi HUT PGRI dan HGN: Inilah Kunci-kunci Keunggulan Seorang Guru
Geo, Cokelat dan Puisi
Guru ‘Padi, Beras, Nasi’ dan Saraswati Awards
Tags: guruHari GuruHari Guru NasionalPendidikanSMPN 4 Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Kotak Curhat” di SDN 3 Banjar Jawa Singaraja | Raih Penghargaan Sebagai Sekolah Ramah Anak

Next Post

Bagaimana Adham T. Fusama Merancang Cerita?

Dewi Yudiarmika

Dewi Yudiarmika

Pernah bergiat di Komunitas Mahima dan kini menjadi guru di SMPN 4 Singaraja sekaligus sebagai sutradara teater sekolah

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Bagaimana Adham T. Fusama Merancang Cerita?

Bagaimana Adham T. Fusama Merancang Cerita?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co