2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi HUT PGRI dan HGN: Inilah Kunci-kunci Keunggulan Seorang Guru

DN Sarjana by DN Sarjana
November 28, 2022
in Esai
Refleksi HUT PGRI dan  HGN: Inilah Kunci-kunci Keunggulan Seorang Guru

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

MASIH DALAM SUASANA HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN), saya ingin berbagi dan membuka bagian tulisan yang lalu. Semoga menambah referensi teman-teman guru. Saat ini Mendikbudristek sangat bersemangat mengajak dan  membuka diklat guru penggerak. Belum tuntas angkatan sebelumnya, bahkan sekarang sudah dibuka angkatan ke-9 dan ke-10.

Gerakan ini tentu sangat bagus, dengan catatan ada niat dan semangat para guru benar-benar menerapakannya dalam ruang-ruang kelas.

Bapak, ibu guru yang professional, ketika Anda berdiri di depan kelas Anda akan memberikan sebuah tujuan kepada komunitas yaitu pelajar yang sama untuk mengembangkan dalam setiap mata pelajaran, menjadi pelajar yang lebih baik dan berinteraksi dengan lingkungan serta mengembangkan keterampilan hidup.

Prinsip-prinsip yang dianut oleh komunitas inilah yang harus dijangkau oleh seorang guru guna memberikan gambaran kepada siswa untuk menjalani kehidupannya. Menanamkan prinsip kepada siswa, sebenarnya guru telah mengajarkan akhlak, sebagai salah satu bagian terpenting dalam pendidikan anak. Guna menanamkan prinsip tersebut kepada peserta didik, maka ada delapan keunggulan sebagai kunci. Kedelapan kunci keunggulan tersebut meliputi :

1. Integritas atau Kejujuran

Karena menjadi guru sudah merupakan pilihan Anda , maka integritas atau kejujuran Anda harus dipertaruhkan. Alangkah naifnya apabila kita telah menjatuhkan pilihan menjadi guru bahwa kita adalah bagian dari komunitas manusia, menyandang predikat profesional “GURU”, yang menanamkan kejujuran kepada anak didik kita.

Kesadaran atas pilihan tersebut semestinya menjadi pegangan, sehingga kita bisa menekan sekecil mungkin ketika ada niat untuk  keluar dari nilai integritas dan kejujuran itu.

2. Kegagalan Awal Kesuksesan

Ikon semacam ini merupakan ungkapan klasik yang penuh makna. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Maka pahamilah bahwa kegagalan hanyalah bagian dari sumber informasi yang Anda butuhkan untuk meraih kesuksesan.

Orang bijak mengatakan kegagalan hakekatnya tidak ada, yang ada hanyalah hasil dan umpan balik. Sejelek apapun hasil usaha yang Anda lakukan akan memberikan makna dan manfaat, jika Anda tahu mengambil hikmah dari usaha yang telah kita lakukan.

3. Bicaralah dengan Niat Baik

Keterampilan berbicara bagi seorang guru merupakan hal yang mutlak. Tapi berbicara yang baik dan benar itu, kiranya kita semua masih perlu banyak belajar. Berbicara dengan pengertian positif dan bertanggungjawab untuk komunikasi yang jujur ​​dan lurus memerlukan latihan dan kesadaran yang tinggi.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa sebagai orang yang dituakan kita terkadang lebih banyak mengeluarkan kata-kata yang berbau ejekan, dibandingkan dengan ungkapan yang bermakna pujian. karena membicarakan hal yang berbau gosip dan bentuk komunikasi yang berbahaya lainnya, terkadang tidak disadari akan menjadi model pembicaraan yang meracuni dunia anak. Padahal pada diri anak masih tertanam dan penuh dengan nilai, dan kebenaran.

Maka hati-hatilah berbicara, apalagi dihadapan siswa.

4 . Hidup di Saat Ini

Ungkapan ini bertujuan untuk mengingatkan kita semua bahwa hidup saat ini adalah realitas, maka raihlah. Banyak di antara kita terbelenggu oleh harapan akan datang sebelum harapan saat ini. Untuk itu manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya. Laksanakan tugas dengan sebaik mungkin.

5. Komitmen

Komitmen hakekatnya adalah tekad yang muncul dari dalam diri untuk melakukan sesuatu tanpa harus menyertainya dengan pertanyaan “AMBAK”, (Apa Manfaatnya Bagiku).

Komitmen itu muncul semata-mata karena ada rasa tanggung jawab dan kewajiban untuk mengerjakan tugas yang diberikan sebaik-baiknya. Visi hidup yang lebih hakiki menjadi landasan dalam memunculkan komitmen.

6. Tanggungjawab

Apapun, tindakan, dan ucapan yang sudah kita lakukan harus disertai dengan rasa dan sikap tanggungjawab, karena semua itu merupakan bagian dari bunga-bunga kehidupan. Melepaskan atau melimpahkan tanggungjawab diri kepada orang lain merupakan bentuk kehidupan di bawah garis.

Artinya ada upaya mencari pembenar, dengan meraih kebenaran orang lain atau berusaha untuk menutupi kesalahan yang kita lakukan.

7. Sikap Luwes

Sikap luwes atau fleksibel untuk membangun diri kita sebagai guru tidak dapat lepas dari pergaulan dalam arti luas, untuk menghadapi segala perubahan di bidang pendidikan. Pendekatan baru yang dapat membantu untuk memperoleh hasil yang diinginkan harus digali dari sikap dan cara bergaul kita kepada orang-orang sukses di bidang pendidikan.

8. Keseimbangan.

Siapapun telah memahami bahwa kehidupan ini merupakan perpaduan antara jasmani dan rokhani, maka padukanlah kedua bagian ini sehingga merupakan satu kesatuan yang dapat harmonis.

Jadi sisihkanlah waktu anda untuk memelihara keselarasan antara pikiran, tubuh, dan jiwa anda.

RAHASIA MEMBUKA KUNCI ANDA

Setelah kita memahami keunggulan utama pembelajaran tersebut dan menerapkannya ke dalam setiap aspek di kelas Anda. Ada tiga langkah yang bisa anda lakukan yaitu:

1. Mengajarkan kunci-kunci tersebut dengan memberikan keteladanan. Senyaring dan sekeras apapun kata-kata yang Anda teriakkan terkait dengan kunci tersebut tidak akan bermanfaat manakala Anda tidak mampu memberikan teladan maupun peragaan langsung kepada anak didik.

2. Ceritakan kunci-kunci keunggulan terrsebut melalui kisah orang-orang sukses, maupun orang-orang yang gagal, karena hakekatnya apapun yang diraih dalam kehidupan ini adalah bermakna. Kita juga berhak untuk mengetahui perjalanan hidup kita, karena kita adalah bagian dari komunitas manusia yang telah mencapai kesuksesan tersebut.

3. Menggunakan kunci-kunci sukses tersebut kepada peserta didik melalui setiap mata pelajaran yang diberikan di sekolah. Keterbukaan dari kita sangatlah menentukan. Berikan hak kepada anak untuk memberikan kunci-kunci positif maupun negatif dari keseluruhan kunci-yang kita tanamkan. Selamat mengerjakan.

Dari tulisan ini, saya yakin guru-guru hebat, guru-guru penggerak yang sangat berperan untuk mengadakan perubahan, transpormasi pendidikan, digitalisasi pendidikan, sebagai garda menumbuhkan Pelajar Pancasila, sangat siap menggantikan guru-guru bamby bombers (guru 55 tahun ke atas) yang sudah tidak perlu dilatih lagi karena gagap teknologi. [T]

#Disarikan dari Quantum Teaching

Guru ‘Padi, Beras, Nasi’ dan Saraswati Awards
Geo, Cokelat dan Puisi
“PR“ Itu Tak Akan Pernah Usai Bagi Guru
Tags: guruHari Guru NasionalPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dulu 55 Emas, Kini Target 60 Dapatnya 75 Emas, Begitulah Buleleng di Porprov 2022

Next Post

BUDAYA LAMA BALI SEDANG MENGHILANG — Koran Het vaderland, 17-05-1952

DN Sarjana

DN Sarjana

Guru. Ketua PGRI Tabanan

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
BUDAYA LAMA BALI SEDANG MENGHILANG — Koran Het vaderland, 17-05-1952

BUDAYA LAMA BALI SEDANG MENGHILANG — Koran Het vaderland, 17-05-1952

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co