23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi HUT PGRI dan HGN: Inilah Kunci-kunci Keunggulan Seorang Guru

DN Sarjana by DN Sarjana
November 28, 2022
in Esai
Refleksi HUT PGRI dan  HGN: Inilah Kunci-kunci Keunggulan Seorang Guru

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

MASIH DALAM SUASANA HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN), saya ingin berbagi dan membuka bagian tulisan yang lalu. Semoga menambah referensi teman-teman guru. Saat ini Mendikbudristek sangat bersemangat mengajak dan  membuka diklat guru penggerak. Belum tuntas angkatan sebelumnya, bahkan sekarang sudah dibuka angkatan ke-9 dan ke-10.

Gerakan ini tentu sangat bagus, dengan catatan ada niat dan semangat para guru benar-benar menerapakannya dalam ruang-ruang kelas.

Bapak, ibu guru yang professional, ketika Anda berdiri di depan kelas Anda akan memberikan sebuah tujuan kepada komunitas yaitu pelajar yang sama untuk mengembangkan dalam setiap mata pelajaran, menjadi pelajar yang lebih baik dan berinteraksi dengan lingkungan serta mengembangkan keterampilan hidup.

Prinsip-prinsip yang dianut oleh komunitas inilah yang harus dijangkau oleh seorang guru guna memberikan gambaran kepada siswa untuk menjalani kehidupannya. Menanamkan prinsip kepada siswa, sebenarnya guru telah mengajarkan akhlak, sebagai salah satu bagian terpenting dalam pendidikan anak. Guna menanamkan prinsip tersebut kepada peserta didik, maka ada delapan keunggulan sebagai kunci. Kedelapan kunci keunggulan tersebut meliputi :

1. Integritas atau Kejujuran

Karena menjadi guru sudah merupakan pilihan Anda , maka integritas atau kejujuran Anda harus dipertaruhkan. Alangkah naifnya apabila kita telah menjatuhkan pilihan menjadi guru bahwa kita adalah bagian dari komunitas manusia, menyandang predikat profesional “GURU”, yang menanamkan kejujuran kepada anak didik kita.

Kesadaran atas pilihan tersebut semestinya menjadi pegangan, sehingga kita bisa menekan sekecil mungkin ketika ada niat untuk  keluar dari nilai integritas dan kejujuran itu.

2. Kegagalan Awal Kesuksesan

Ikon semacam ini merupakan ungkapan klasik yang penuh makna. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Maka pahamilah bahwa kegagalan hanyalah bagian dari sumber informasi yang Anda butuhkan untuk meraih kesuksesan.

Orang bijak mengatakan kegagalan hakekatnya tidak ada, yang ada hanyalah hasil dan umpan balik. Sejelek apapun hasil usaha yang Anda lakukan akan memberikan makna dan manfaat, jika Anda tahu mengambil hikmah dari usaha yang telah kita lakukan.

3. Bicaralah dengan Niat Baik

Keterampilan berbicara bagi seorang guru merupakan hal yang mutlak. Tapi berbicara yang baik dan benar itu, kiranya kita semua masih perlu banyak belajar. Berbicara dengan pengertian positif dan bertanggungjawab untuk komunikasi yang jujur ​​dan lurus memerlukan latihan dan kesadaran yang tinggi.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa sebagai orang yang dituakan kita terkadang lebih banyak mengeluarkan kata-kata yang berbau ejekan, dibandingkan dengan ungkapan yang bermakna pujian. karena membicarakan hal yang berbau gosip dan bentuk komunikasi yang berbahaya lainnya, terkadang tidak disadari akan menjadi model pembicaraan yang meracuni dunia anak. Padahal pada diri anak masih tertanam dan penuh dengan nilai, dan kebenaran.

Maka hati-hatilah berbicara, apalagi dihadapan siswa.

4 . Hidup di Saat Ini

Ungkapan ini bertujuan untuk mengingatkan kita semua bahwa hidup saat ini adalah realitas, maka raihlah. Banyak di antara kita terbelenggu oleh harapan akan datang sebelum harapan saat ini. Untuk itu manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya. Laksanakan tugas dengan sebaik mungkin.

5. Komitmen

Komitmen hakekatnya adalah tekad yang muncul dari dalam diri untuk melakukan sesuatu tanpa harus menyertainya dengan pertanyaan “AMBAK”, (Apa Manfaatnya Bagiku).

Komitmen itu muncul semata-mata karena ada rasa tanggung jawab dan kewajiban untuk mengerjakan tugas yang diberikan sebaik-baiknya. Visi hidup yang lebih hakiki menjadi landasan dalam memunculkan komitmen.

6. Tanggungjawab

Apapun, tindakan, dan ucapan yang sudah kita lakukan harus disertai dengan rasa dan sikap tanggungjawab, karena semua itu merupakan bagian dari bunga-bunga kehidupan. Melepaskan atau melimpahkan tanggungjawab diri kepada orang lain merupakan bentuk kehidupan di bawah garis.

Artinya ada upaya mencari pembenar, dengan meraih kebenaran orang lain atau berusaha untuk menutupi kesalahan yang kita lakukan.

7. Sikap Luwes

Sikap luwes atau fleksibel untuk membangun diri kita sebagai guru tidak dapat lepas dari pergaulan dalam arti luas, untuk menghadapi segala perubahan di bidang pendidikan. Pendekatan baru yang dapat membantu untuk memperoleh hasil yang diinginkan harus digali dari sikap dan cara bergaul kita kepada orang-orang sukses di bidang pendidikan.

8. Keseimbangan.

Siapapun telah memahami bahwa kehidupan ini merupakan perpaduan antara jasmani dan rokhani, maka padukanlah kedua bagian ini sehingga merupakan satu kesatuan yang dapat harmonis.

Jadi sisihkanlah waktu anda untuk memelihara keselarasan antara pikiran, tubuh, dan jiwa anda.

RAHASIA MEMBUKA KUNCI ANDA

Setelah kita memahami keunggulan utama pembelajaran tersebut dan menerapkannya ke dalam setiap aspek di kelas Anda. Ada tiga langkah yang bisa anda lakukan yaitu:

1. Mengajarkan kunci-kunci tersebut dengan memberikan keteladanan. Senyaring dan sekeras apapun kata-kata yang Anda teriakkan terkait dengan kunci tersebut tidak akan bermanfaat manakala Anda tidak mampu memberikan teladan maupun peragaan langsung kepada anak didik.

2. Ceritakan kunci-kunci keunggulan terrsebut melalui kisah orang-orang sukses, maupun orang-orang yang gagal, karena hakekatnya apapun yang diraih dalam kehidupan ini adalah bermakna. Kita juga berhak untuk mengetahui perjalanan hidup kita, karena kita adalah bagian dari komunitas manusia yang telah mencapai kesuksesan tersebut.

3. Menggunakan kunci-kunci sukses tersebut kepada peserta didik melalui setiap mata pelajaran yang diberikan di sekolah. Keterbukaan dari kita sangatlah menentukan. Berikan hak kepada anak untuk memberikan kunci-kunci positif maupun negatif dari keseluruhan kunci-yang kita tanamkan. Selamat mengerjakan.

Dari tulisan ini, saya yakin guru-guru hebat, guru-guru penggerak yang sangat berperan untuk mengadakan perubahan, transpormasi pendidikan, digitalisasi pendidikan, sebagai garda menumbuhkan Pelajar Pancasila, sangat siap menggantikan guru-guru bamby bombers (guru 55 tahun ke atas) yang sudah tidak perlu dilatih lagi karena gagap teknologi. [T]

#Disarikan dari Quantum Teaching

Guru ‘Padi, Beras, Nasi’ dan Saraswati Awards
Geo, Cokelat dan Puisi
“PR“ Itu Tak Akan Pernah Usai Bagi Guru
Tags: guruHari Guru NasionalPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dulu 55 Emas, Kini Target 60 Dapatnya 75 Emas, Begitulah Buleleng di Porprov 2022

Next Post

BUDAYA LAMA BALI SEDANG MENGHILANG — Koran Het vaderland, 17-05-1952

DN Sarjana

DN Sarjana

Guru. Ketua PGRI Tabanan

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
BUDAYA LAMA BALI SEDANG MENGHILANG — Koran Het vaderland, 17-05-1952

BUDAYA LAMA BALI SEDANG MENGHILANG — Koran Het vaderland, 17-05-1952

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co