2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“PR“ Itu Tak Akan Pernah Usai Bagi Guru

I Gede Eka Putra Adnyana by I Gede Eka Putra Adnyana
November 25, 2022
in Opini
“PR“ Itu Tak Akan Pernah Usai Bagi Guru

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

Fenomena rasa bosan, jenuh, dan boring yang dialami oleh murid ketika kegiatan belajar memang secara naluriah adalah manusiawi. Namun, jika kondisi ini terjadi secara terus menerus malah akan sangat tidak baik dan tidak boleh dibiarkan terjadi. Menjadi tugas dan dan tanggung jawab gurulah untuk mengatasi keadaan ini, salah satunya adalah dengan mendesain pembelajaran yang bermakna atau formasi mengajar yang menarik gairah murid, yang memerdekakan murid atau “merdeka belajar” dengan menciptakan strategi yang bervariatif, inovatif.

Permasalahan mendasarnya adalah pendidik mulai dari merencanakan, menerapkan, sampai pada merefleksikan betul-betul mesti mematangkan diri sehingga strategi pembelajaran yang diterapkan dapat mengatasi problem pada murid dan dapat menghidupkan suasana belajar bahkan menjadikan pembelajaran yang bermakna, menarik, dan diridukan murid.

Oleh karena itu, para guru tidak henti-hentinya menggali potensi diri. Itu artinya guru dituntut membelajarkan diri secara terus-menerus sambil menggali berbagai sumber belajar. Karang awake tandurin, demikian sastrawan besar Bali abad 20, Ida Pedanda Made Sidemen, memberikan nasehat, termasuk bagi para guru. Nasehat itu masih relevan bagi guru sampai kini, tak tergilas oleh zaman.

Berpijak pada nasihat bermakna tersebut, belajar dan pembelajaran seperti apa yang bisa diterapkan oleh guru agar pembelajaran yang dilaksanakannya menjadi bermakna?  

Pertama, istilah  tren masa kini ialah pembelajaran yang berpihak pada murid. Salah satu yang menyebabkan murid bosan, jenuh, boring, atau problem dalam belajar adalah pembelajaran yang bersifat statis.

Karena mengajar pada hakikatnya adalah seni. Maka logikanya inovasi pembelajaranpun bisa digali dari kekedalaman diri guru. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat menerapkan banyak  “style” dan dengan kemuliaan hatinya dalam mengajar, sehingga pembelajaran menjadi hidup.

Dengan cara apa guru mampu melakukan itu? Tentu dengan banyak “nandurin karang awak” secara terus-menerus. Dengan banyak belajar dan membelajarkan diri. Pekerjaan rumah/PR inilah yang tak akan pernah usai bagi para guru sepanjang karier bahkan sepanjang hayatnya.

Kedua, penggalian secara terus menerus pada diri guru kemudian akan dapat mengantarkan pembelajaran yang  berpihak pada murid yang Voice, Choice, dan Ownership. Model belajar yang kurang bahkan tidak tepat juga sangat berpengaruh pada antusias belajar murid yang berakibat pada kebosanan dan kejenuhan belajar murid. Karena pada ranah ini murid merasa tidak dilibatkan (atau pembelajaran yang tidak berpihak pada murid).

Oleh karena itu, formulasinya mesti diubah menjadi pembelajaran yang berpihak pada murid, sehingga pembelajaran menjadi milik murid (voice), menjadi pilihan murid (Choice) dan menjadi kepemilikannya (Ownership).

Dalam konteks ini, tidak bisa dipungkiri peran guru masih menjadi basis yang paling utama dalam menjalankan perannnya. Padahal, jika dirunut secara lebih mendalam, guru hanya menjalankan peran sebagai fasilitator dan kontrol. Sedangkan yang harus terlibat secara penuh adalah murid sesuai dengan konsep pembelajaran masa kini.

Dengan kredo ini, murid diharapkan akan menjadi aktif dalam pembelajaran, terlibat penuh, sehingga kelas menjadi hidup. Kondisi ini yang digadang-gadang dapat mengatasi kebosanan, jenuh, dan boring, atau problem pada umumnya.

Ketiga, model pembelajaran yang kontekstual learning. Salah satu starategi yang bisa diterapkan agar pembelajaran menjadi menarik dan kelas menjadi hidup adalah dengan menerapkan pembelajaran yang berbasis pada kontekstual learning. Sebuah model pembelajaran yang diharapkan dapat diminati murid dan menjadi roh dalam pembelajaran.

Karena model pembelajaran ini memberikan konsep-konsep yang riil atau nyata. Belajar tidak sekadar menghayal tingkat tinggi atau diluar jangkauan daya nalar murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jamannya, (sesuai filosofi Ki Hadjar Dewantara). Sedangkan hal yang bersifat teoretis menjadi penguat dalam membekali murid berpikir dan bernalar secara ilmiah.

Maka, jika konsep teoretis dan praktis ini bisa dijabarkan secara kontekstual learning akan menjadikan pembelajaran sangat bermakna dan dapat dinikmati untuk kehidupan yang hakiki oleh murid.

Konsep pembelajaran ini diharapkan dapat dikemas dengan baik, misalnya dengan merancang aksi nyata projek dalam konteks merdeka belajar. Murid diajak menerapkan teori yang diperoleh untuk membuat projek. Murid dapat belajar di luar kelas sambil berkalaborasi. Maka pembelajaran ini dapat dikemas untuk menjadikan profil pelajar pancasila. Dengan begitu, murid melakukan kegiatan pembelajaran secara totalitas, bermakna, dan tentunya menantang untuk dirinya.

Keempat, belajar dan ada selingan bermainnya. Salah satu strategi yang bisa diterapkan untuk menghindari kejenuhan belajar murid adalah mengkombinasikan belajar dengan kegiatan bermainnya, walaupun bermain ini hanya sebagai selingan yang sedikit porsinya.

Misalnya, dengan memberikan ice breaking kepada murid, atau sejenak mengajak murid menarik nafas, merenung atau menerapkan konsep kompetensi sosial emusional (KSE) untuk murid. Hal ini diharapkan dapat menjadikan pembelajaran menjadi lebih rilek dan menjadi solusi meminimalisir hal-hal yang memicu murid jenuh, bosan, atau bahkan tingkat stres dalam belajar. Gurupun ikut bermain-main di antara keunikan-keunikan personal itu untuk menanami “ladang” dirinya

Dengan model belajar seperti ini, kuncinya adalah murid mengikuti instruksi atau arahan dari guru untuk diikuti dengan senang hati. Untuk membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna, konsep belajar dan bermain memang dua hal yang mesti dikombinasikan dalam pembelajaran.

Oleh karena itu, di sekolah keadaan ini bisa dijadikan budaya positif untuk diterapkan dalam kegiatan-kegiatan pembelajaran. Kepiawaian guru memang menjadi peran penting untuk mengkombinasikan kegiatan belajar dan bermain ini secra simultan. Dengan cara belajar sambil bermain atau menyelipkan permainan dalam setiap materi pembelajaran. Tidak mudah bukan?

Kelima, menjadi guru yang dirindukan. Pemegang peranan yang paling penting dalam pembelajaran adalah guru. Karena gurulah sosok yang menskenario pembelajaran, mulai dari merancang, menerapkan, sampai pada merefleksikan, dan tindak lanjut. Oleh karena itu, keterlibatan, menciptakan situasi yang kondusif, menarik perhatiam murid, sampai pada menarik simpati atau kerinduan murid pada pembelajaran menjadi tugas berat dan mulia seorang guru.

Jika kelas menjadi gaduh bisa jadi karena pembelajaran membosankan. Apabila murid antusias dan merindukan pembelajaran, sudah dipastikan karena pembelajaran disenangi atau dianggap bermakna. Semua ini adalah peran guru dalam mengelola program-program pembelajaran yang berdampak pada murid.

Keenam, peran media pembelajaran sangat penting. Strategi yang bisa diterapkan untuk menghindari kejenuhan atau bosan murid dalam belajar adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Dalam penggunaannya, media pembelajaran juga mesti bervariasi.

Jika hari ini misalnya menggunakan musik, pada pertemuan berikutnya bisa menggunakan vidio. Hal ini dilakukan untuk menarik perhatian yang dapat membuat murid menjadi tergugah dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Mengajar dengan menggunakan media yang menarik tidak hanya sekadar membuat murid nyaman dalam belajar, tetapi diharapkan tujuan pembelajaran dan pemahaman mereka terhadap materi semakin kuat dapat dicapai.

Jadi,  gurulah sang kreator itu, pencipta pembelajaran yang berpihak pada murid, program-program pembelajaran yang berdampak pada murid, dirancang untuk dapat memenuhi merdeka belajar menuju pembelajaran yang nyata.

Dalam suasana hari PGRI dan hari guru nasional {HGN}, 25 November 2022, berbagai gagasan yang telah digelontorkan oleh pemerintah melalui kementerian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi dengan Jargon “Merdeka Belajarnya” yang telah diaktualisasikan oleh para guru pantas diapresiasi.

Para guru adalah pencari yang kehausan. Mereka menggali sumur air ke kedalaman peradaban dan pada “ladang” peradaban. Mereka terus menggali, menggali, menemukan, memecahkan problematika pendidikan, dan merasakan nikmat, pahit, getir profesi yang dilakoni dengan segala kritik yang tak akan pernah usai sepanjang kriernya. Negeri ini butuh guru yang rindu menggali untuk menanami “ladang”, menyemai benih-benih yang melahirkan generasi bangsa yang sesuai kodrat alam dan zamannya.

Selamat Hari Guru Para Guru Indonesia! [T]

Peringatan Hari Guru: Nasib Pendidik Bahasa Bali “Gelimbang-Gelimbeng” Tak Menentu
Tantangan Guru sebagai “Generator” dan Penggerak Literasi pada Era Industri 4.0 | Catatan Hari Guru
Nasib Bangsa di Tangan Orang “Nomor Sekian” – Catatan Tercecer dari Hari Guru
Tags: guruHari GuruHari Guru NasionalPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Adi Gacon dari Mengening: Dulu Dikirim Guru SD Karena Paling Besar, Kini Raih Emas-Perak untuk Buleleng

Next Post

Nonton Bareng Piala Dunia, Melintas Dari Zaman ke Zaman

I Gede Eka Putra Adnyana

I Gede Eka Putra Adnyana

Ceo_Kumunitas Tanpa Laut,Pengajar, Penulis, Pekerja freelance

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Nonton Bareng Piala Dunia, Melintas Dari Zaman ke Zaman

Nonton Bareng Piala Dunia, Melintas Dari Zaman ke Zaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co