2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan Guru sebagai “Generator” dan Penggerak Literasi pada Era Industri 4.0 | Catatan Hari Guru

I Gede Eka Putra Adnyana by I Gede Eka Putra Adnyana
November 25, 2021
in Esai
Tantangan Guru sebagai “Generator” dan Penggerak Literasi pada Era Industri 4.0 | Catatan Hari Guru

Penulis (kanan) bersama teman-teman guru pada peringatan Hari Guru Nasional, 25 November 2021

Fenomena riil negeri ini hingga pada era industri 4.0 atau abad 21 atau era milenial dan kemajuan revolusi industri dewasa ini ternyata masih ada warga atau masyarakat yang kurang respek terhadap literasi atau bahkan tuna aksara. Warga yang tak melek membaca itu pun tidak sedikit jika ditakar secara kuantitas atau dapat dikatakan hampir separuh bahkan lebih dari jumlah warga kita.

Yang lebih menyedihkan adalah usia-usia yang masih produktif atau para generasi muda penerus dan garda bangsa ini yang sangat lemah kualitas membacanya. Problem ini sesungguhnya menguak mata hati nurani kita, terutama yang merasa lebih intelek, terlebih lagi selaku pendidik atau guru. Ironis memang, bila kondisi warga ini ditengarai oleh faktor ekonomi atau kemiskinan sehingga mereka lebih mementingkan upaya menyambung hidup ketimbang melakukan kegiatan literasi.

Berpijak pada fenomena tersebut, tugas kita selaku warga yang memiliki kemampuan lebih dalam hal literasasi adalah membantu mereka, menyadarkan dan membangun budaya literat dengan penuh kesungguhan. Sudah tentu bantuan yang diberikan dalam hal ini berupa jasa yakni mengubah paradigma mereka agar melek huruf, melek baca-tulis untuk pencerdasan kehidupan mereka tentunya sesuai dengan  hak dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Untuk mengejawantahkan kondisi itu perlu komitmen, kesukarelaan, dan pengabdian tanpa batas. Namun dibalik itu, ada pertanyaan mendasar muncul, apakah perlu sentuhan guru untuk upaya menjadikan anak-anak dalam berliterasi? Jika dijawab tidak, mungkin terlalu naif, mengingat di masyarakat tidak terlalu responsif terhadap pola asuh membaca, sekaligus tidak ada agenda-agenda khusus yang berani mengelola masyarakat untuk sebuah misi literasi akhir-akhir ini. Oleh karena itu, bagaimana solusi yang bisa diwujudkan untuk hal ini?

Tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara pernah berseru bahwa perlu adanya mobilisasi intelektual. Sebuah ajakan yang bersifat brilian untuk seluruh intelekual Indonesia yang pada saat itu (tahun 1936) juga melakukan wajib belajar. Semua orang yang melek huruf (bisa membaca menulis, berbicara dengan baik) diminta menularkan kemampuannya kepada semua orang yang ada di sekitarnya.

Dengan semboyan “semua rumah menjadi tempat kegiatan belajar-mengajar dan semua intelektual menjadi guru”. Pada esensinya kini, kegiatan ini secara realistis sangat memungkinkan dilakukan mengingat pentingnya kecakapan literasi baca-tulis pada abad 21 atau jaman milenial ini. Dengan ini diharapkan tidak ada lagi saudara sebangsa yang tidak melek membaca apalagi tuna aksara.

Seandainya anjuran Ki Hadjar Dewantara yang begitu brilian dan bijasana, dengan tujuan agar semua orang yang memiliki kemampuan literasi mau dan mampu mengimplementasikan kemampuannya itu kepada warga masyarakat yang memiliki daya literasi rendah, maka bangsa ini secara perlahan dengan penuh keyakinan akan memiliki warga yang melek baca, cerdas, dan mampu bersaing sesuai tuntutan jaman.

Di sisi lain, pemerintah sebagai penentu kebijakan tidak perlu beban memuat regulasi untuk program literasi, biaya banyak, mencari atau membentuk fasilitator untuk memberdayakan warga agar memiliki budaya literat. Jika saja semu rumah bisa dijadadikan tempat belajar membaca dan menulis, pemerintah pun tidak terlalu payah merancang biaya untuk sekadar membangun areal belajar untuk membangun warga yang memiliki kesadaran literasi. Waktu belajar membaca-menulis pun tidak mesti terlalu padat. Kegiatan belajar-mengajar yang bernuansa literasi dapat dilakukan secara rileks, misalnya dilakukan satu atau dua kali pertemuan dalam seminggu dan setiap pertemuan paling lama dua jam.

Kondisi ini dilakukan secara konsisten dan kontinyu dengan target indikator yang telah direncanakan yakni melatihkan, membudayakan, mencintai, dan membentuk mental-mental yang literat. Bukan tidak mungkin dalam jangka waktu setahun ke depan warga kita, anak-anak bangsa ini akan memiliki kesadaran terhadap literasi dan akan memahami dengan sepenuh hati terhadap arti penting membaca bagi kehidupan.

Masalahnya sekarang, tinggal bagaimana memobilisasi guru dan para intelektual turut serta dalam memberdayakan budaya literasi di kalangan warga anak-anak saat ini. Mobilisasi ini bukan hal yang muluk-muluk atau mustahil sekalipun. Para penentu kebijakan bisa menghemat biaya negara, misalnya dengan mengajak semua para intelektual yang ada di masyarakat dengan penuh kesadaran untuk mau menjadi guru yang memiliki misi membangun kesadaran literat untuk anak-anak saat ini. Memang persoalan di lapangan tentu tidak sesederhana itu. Akan tetapi, paling tidak jika anjuran Ki Hadjar Dewantara tersebut dapat dijadikan bahan perenungan bersama, apalagi dijadikan sebagai sebuah gerakan pembelajaran yang bersifat nasional. Dengan begitu negara ini akan menghemat anggaran yang tidak sedikit hanya untuk program literasi.

Supaya tidak sekadar wacana, yang paling urgen adalah pengimplementasian program secara realistis dengan metode apa saja yang akan digunakan untuk membangun kesadaran budaya literasi secara merata sehingga tidak ada ketimpangan. Harus terbukti secara riil, yang tentu saja tidak bisa dengan mudah diwujudkan. Perlu kerja keras, komitmen, saling koordinasi, dan kesungguhan hati dari semua stick holder sehingga tidak sekadar seni retorika yang pada akhirnya hanya meninggalkan jejak tipis. Begitu pula dengan warga anak-anak yang akan disasar, tidak usah merasa beban apalagi risau. Usaha yang diupayakan oleh pemerintah untuk pendidikan bagi seluruh warga negara patut disambut dengan semangat dan dilakoni demi kecakapan masyarakat itu sendiri.

Pada akhirnya sepakat, dengan meminjam istilah Bapak Fuad Hasan, kita tidak terlalu memerlukan guru yang pintar, tetapi sangat dibutuhkan guru yang mampu menghidupkan dan menggerakkan “generator” pemikiran anak bangsa ini.

Selamat hari guru untuk para guru tercinta! [T]

Tags: Hari GuruHari Guru NasionalLiterasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

The Power of Money, Slavery, Misery, Tantangan Kemanusiaan di Era Kekinian

Next Post

Guru Berprestasi Layak Dapat Hadiah | Bupati Suradnyana Puji Disdikpora Buleleng

I Gede Eka Putra Adnyana

I Gede Eka Putra Adnyana

Ceo_Kumunitas Tanpa Laut,Pengajar, Penulis, Pekerja freelance

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Guru Berprestasi Layak Dapat Hadiah | Bupati Suradnyana Puji Disdikpora Buleleng

Guru Berprestasi Layak Dapat Hadiah | Bupati Suradnyana Puji Disdikpora Buleleng

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co