14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Peringatan Hari Guru: Nasib Pendidik Bahasa Bali “Gelimbang-Gelimbeng” Tak Menentu

Komang Sujana by Komang Sujana
November 18, 2022
in Khas
Peringatan Hari Guru: Nasib Pendidik Bahasa Bali “Gelimbang-Gelimbeng” Tak Menentu

Guru Bahasa Bali sedang mengajar bahasa Bali di depan kelas

SETIAP TANGGAL 25 November diperingati sebagai hari Guru Nasional. Hari penghormatan kepada guru atas peran strategisnya dalam membentuk karakter bangsa. Sebagai hari yang spesial, guru-guru memperingatinya dalam berbagai bentuk kegiatan dengan penuh suka cita.

Namun, Hari Guru tahun ini sepertinya dirayakan dengan kurang bahagia oleh guru-guru mata pelajaran (mapel) bahasa Bali, khususnya yang masih berstatus non-ASN.

Kekecewaan guru-guru bahasa Bali sebenarnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Saat itu Pemerintah mengumumkan pengangkatan 1 juta guru melalui seleksi PPPK, Namun tidak satu pun dibuka formasi guru bahasa Bali, baik di instansi Pemkab maupun Pemprov. 

Guru-guru bahasa Bali berharap besar formasi PPPK Bahasa Bali dibuka tahun 2022. Namun, lagi-lagi pendidik bahasa Ibu harus gigit jari. Formasi guru bahasa Bali kembali tidak tercantum di pengumuman pengadaan PPPK tahun ini. Tidak salah jika kekecewaan guru-guru bahasa Bali semakin mendalam. 

Program Revitalisasi Bahasa Daerah yang sedang digaungkan juga belum berdampak pada kesejahteraan guru bahasa Bali. Padahal guru-guru bahasa Bali yang terdapat di 8 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Bali baru saja turut mensukseskan kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2022 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Bali.

FTBI merupakan rangkaian kegiatan revitalisasi bahasa Bali. Bentuk kegiatannya berupa lomba tentang bahasa, aksara, dan sastra Bali yang diikuti oleh siswa SD dan SMP se-Bali.

Berbicara revitalisasi bahasa Bali, maka peran guru sangatlah strategis. Berdasarkan siaran pers Mendikbudristek saat meluncurkan Merdeka Belajar episode 17, daya hidup bahasa Bali dinyatakan terkategori aman. Pendekatan revitalisasinya berbasis pembelajaran di sekolah. Hal inilah menjadikan keberadaan guru bahasa Bali menjadi semakin penting dalam program pelestarian bahasa Bali. Namun, anehnya guru bahasa Bali justru tidak masuk dalam formasi PPPK.

Walaupun Bahasa Bali dikategorikan aman tetapi tidak ada yang bisa menjamin daya hidup bahasa Bali akan aman sepanjang zaman. Penutur jati bahasa Bali bisa saja semakin menurun jika generasi muda tidak dididik sejak dini. Dibutuhkan peran guru untuk melahirkan penutur-penutur muda bahasa Bali yang aktif dan produktif.

Maka dari itu, faktor-faktor yang berperan penting dalam pelestarian bahasa Bali harus diperhatikan bahkan diprioritaskan untuk eksistensi bahasa Bali. Salah satunya adalah guru bahasa Bali. Jadi, perekrutan guru bahasa Bali seharusnya menjadi salah satu program wajib pemerintah tahun ini. 

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk memperjuangkan hak guru bahasa Bali agar mendapat perlakukan yang sama dengan guru-guru mapel lainnya. Salah satunya oleh Perkumpulan Pendidik Bahasa Daerah Indonesia (PPBDI) Provinsi Bali. 

Ketua PPBDI Provinsi Bali, Dr. Ni Wayan Sariani, S.Pd., M.Hum., saat diwawancarai, Jumat 18 November 2022, mengatakan permasalahan guru bahasa Bali pada pengadaan PPPK tahun ini telah disampaikan kepada Ketua PPBDI pusat.

Laporan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Ketua PPBDI pusat dengan menggelar audiensi dengan pemerintah pusat. Hasilnya guru bahasa Bali dapat melamar PPPK melalui slot Seni Budaya. Namun, konsekuensinya guru bahasa Bali harus wajib mengajar Seni Budaya selain mengajarkan bahasa daerah.

Menurutnya ini akan menimbulkan permasalahan baru karena guru bahasa Bali mengambil jam mapel lain yaitu seni budaya. Wayan Sariani berharap pemerintah daerah dan pusat agar memperjuangkan bahasa Bali sehingga bisa berdiri sendiri sesuai dengan kode sertifikat pendidiknya. Dengan ini guru bahasa Bali tidak lagi mengambil jam seni budaya.

Wayan Arya Sumara, S.Pd., guru non-ASN yang sudah mengajar bahasa Bali selama 18 tahun memilih untuk tidak melamar PPPK tahun ini walaupun bahasa Bali bisa melamar melalui slot seni budaya. Dampak ke depan yang belum pasti menjadi alsannya. Pemerintah menurutnya masih setengah-setengah memberikan peluang terhadap guru bahasa Bali.

“Perasaan tiang sebagai guru Bahasa Bali seperti air di daun talas, gelimbang-gelimbeng tak menentu. Namun, yang masih menyebabkan tiang tetap bersemangat adalah rasa terpanggil membangunkan kembali generasi muda untuk bangkit mencintai bahasa ibunya, yaitu bahasa Bali dengan mengajak anak-anak, remaja dalam kegiatan berkesenian, seperti geguritan, kakawin, mapidarta, seni drama gong, untuk melestarikan bahasa Bali yang hampir dijauhkan dari kehidupan bermasyarakat,” kata Arya Sumara, Jumat 18 November 2022.

Jika pemerintah pusat tahun ini tidak bisa memfasilitasi guru bahasa Bali karena proses perekrutan PPPK sudah berjalan setidaknya guru-guru yang terlanjur sudah melamar pada slot Seni Budaya bisa diberikan kebijakan untuk selanjutnya mengajar bahasa Bali. 

Jika tidak, pada pengadaan guru tahun depan wajib hukumnya bahasa Bali sudah berdiri sendiri. Perekrutan guru bahasa Bali diadakan sesuai kebutuhan dan berkelanjutan. Tujuan mulia Merdeka belajar tidak akan tercapai sepenuhnya tanpa memerdekakan guru sebagai pengajar. [T]

Riset BRIN: Sama dan Beda Bahasa Bali Dialek Bali Aga dan Dialek Bali Dataran
Siti Noviali, Ia Muslim, Ia Guru Bahasa Bali, Ia Penulis Kritik Sastra Bali
Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali
Tags: Bahasa Baliguruguru bahasa baliPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ribuan Orang Yoga Bersama di Tabanan

Next Post

Luh Putu Aprilia Tambah Medali Emas untuk Buleleng dari Cabor Taekwondo

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Luh Putu Aprilia Tambah Medali Emas untuk Buleleng dari Cabor Taekwondo

Luh Putu Aprilia Tambah Medali Emas untuk Buleleng dari Cabor Taekwondo

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co