2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali

I Made Sudiana by I Made Sudiana
February 12, 2022
in Esai
Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali

Salah satu peserta dalam lomba debat bernahasa Bali di Kota Denpasar

Bulan Bahasa Bali menyajikan mata lomba debat berbahasa Bali setiap tahunnya. Tahun 2022 ini debat berbahasa Bali diselenggarakan juga. Selain dan sebelum di tingkat provinsi, lomba debat berbahasa Bali juga dilaksanakan di kota/kabupaten di Bali.

Di Kota Denpasar lomba debat berbahasa Bali dilaksanakan hari Jumat, 11 Februari 2022 bertempat di Wantilan Lokanatha, Lumintang, Denpasar. Lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar ini sedianya dilaksanakan di aula Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Lomba debat dipindah dengan alasan tertentu. Lomba ini diikuti delapan SMA negeri dari sembilan SMA negeri yang ada di Kota Denpasar.

Tahun ini Putra Suarjana, Ari Suprapta, dan saya “didaulat” untuk menjadi juri lomba debat berbahasa Bali dalam rangka Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar 2022. Ini adalah kali pertama saya menjadi juri lomba debat berbahasa Bali. Banyangan saya debat dalam lomba ini akan seru, akan banyak hal yang manarik yang akan terjadi.

Seperti biasa, debat dikuti oleh tim. Setiap tim terdiri atas tiga orang. Dalam lomba peserta mendapat undian topik debat. Topik tersebut dundi dalam setiap tahapan lomba. Ada lima topik yang disajikan oleh panitia. Topik sudah ditentukan dalam bahasa Bali, yaitu tentang (1) Pergub Bali Nomor 24 Tahun 2020, (2) sastra Bali, (3) pariwisata Bali, (4) warga Bali, dan (5) upacara-upacara di Bali. Semua topik berkaitan dengan air sesuai dengan tema, yaitu danu atau ranu yang bermakna ‘air’.

Dua tim yang berhadapan dibagi dua, yaitu tim pro dan tim kontra. Penentuan tim yang pro dan kontra dilakukan dengan suit. Kedua tim dalam lomba berdebat mengenai salah satu topik yang didapat. Kalau ada dua tim yang berhadap-hadapan tentu seharusnya disebut pertandingan, seperti pertandingan badminton dan sejenisnya. Ini dua tim yang berhadapan disebut lomba, entahlah. Terima sajalah, ini lomba, lomba debat, bukan pertandingan debat. Mungkin lebih pas debat saja. Mungkin karena ada pemenangnya disebutlah dengan lomba. Yang dipilih bukan pertandingan, sekali lagi lomba.

Sebagai orang bahasa, saya akan berbicara tentang penggunaan bahasa dalam debat tersebut. Debat ini menggunakan bahasa Bali, ya, namanya saja debat berbahasa Bali, tentu bahasa yang digunakan adalah bahasa Bali.

Bagaimana penguasaan atau kemahiran berbahasa Bali perserta debat?

Dalam catatan tim juri yang disampaikan oleh ketua tim juri, Putra Suarjana, sebelum dibacakan pemenang lomba bahwa masih banyak yang perlu dilatih dari peserta, terutama sisi kemahiran berbahasa di samping penguasaan topik debat. Dikatakan kemahiran berbahasa menyangkut cara mengemukakan pendapat atau argumen. Dari sisi materi, tentu pengenalan istilah-istilah mengenai topik yang didapat perlu dikuasai untuk dapat mengungkapkan ide dengan tepat.

Secara pribadi ada beberapa hal yang manarik perhatian saya. Pertama, membangun argumen dalam bahasa Bali, baik pro maupun kontra. Kedua, cara penyampaian  argumen menggunakan bahasa Bali. Ketiga, metode penyampaian argumen supaya efektif karena ada batas waktu. Ini pula yang menjadi penilai juri, yang meliputi isi, gaya, dan strategi.

Rata-rata peserta—delapan peserta—mampu mengungkapkan pidato substantif di awal selama 7 menit dengan baik dalam bahasa Bali. Hal ini termasuk mengenalkan asal sekolah dan nama anggota tim. Mungkin karena disiapkan jauh hari sebelum perlombaan. Hal ini sangat berbeda ketika debat sudah berlangsung. Walaupun topik debat sudah diterima peserta sebelum lomba, peserta kesulitan berbahasa Bali ketika mengadu argumentasi pro dan kontra ketika berdebat.

Selanjutnya, pembicara kedua diberikan waktu 3 menit berargumen atau menyanggah, bahasa yang digunakan mulai tidak terkendali dan cenderung kacau dari sisi struktur kalimat dan pilihan katanya. Kadang ada jeda sesaat karena mereka mungkin berpikir bagaimana mengungkapkan idenya dalam bahasa Bali. Tidak hanya jeda, kadang senyap sesaat dan ada yang sampai dibantu teman timnya. Demikian juga waktu 2 menit diberikan kepada pembicara ketiga untuk memberikan pernyataan penutup. Kemahiran berbahasa Bali menurut saya sangat perlu dilatih untuk mengikuti debat berbahasa Bali ini, di samping penguasaan topik debat.

Dari sisi kosakata, untuk kata pro sudah sangat umum digunakan cumpu, sedangkan untuk kata kontra sama sekali tidak digunakan tangkas (istilah bahasa Bali). Yang sering digunakan adalah nénten cumpu. Ini memperlihatkan kurangnya perbendaharaan kosakata yang mendasar peserta tentang istilah dalam debat dalam bahasa Bali. Hal mendasar seperti ini perlu diperhatikan oleh peserta, terutama pembina ke depan. Peserta setidaknya dan sedapatnya menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Bali atau istilah yang sudah diserap ke dalam bahasa Bali.

Salah satu peserta dalam lomba debat berbahasa Bali di Kota Denpasar

Berikut ini beberapa kesalahan umum yang dilakukan peserta dari sisi bahasa pada saat lomba.

Pertama, ketika mengenalkan diri, banyak peserta salah menggunakan kata wasta, mawasta ‘nama, bernama’. Kesalahan yang fatal dan itu terjadi berulang ketika salah seorang pembicara mengenalkan temannya dengan ring tengen titiang mawasta …. ‘di sebelah kanan saya bernama …’. Seharusnya menurut struktur, ring tengen titiang … ‘di kanan saya …’, wastan titiang … ‘nama saya …’, atau titiang … ‘saya …’. Yang fatal juga ketika mengenalkan teman setimnya, pembicara pertama mengenalkan dengan timpal tiang mawastan …. Mungkin karena keliru dengan sebutan wastan titiang …. Hal ini terjadi beberapa kali dan kesalahannya konsisten. Artinya, peserta tersebut memang itu keliru dan tidak menyadari kekeliruannya.

Kedua, ketika menggunakan kalimat aktif atau pasif, banyak perserta tidak meyadari kalimatnya bermasalah dari sisi aktif pasifnya. Penggunaan kalimat aktif dan pasif tidak jelas. Banyak peserta tidak bisa membedakan antara kalimat aktif dan kalimat pasif. Contohnya: indik punika sampun iraga kalaksayang. Yang seharusnya: indik punika sampun kalaksanayang (olih) …. Yang aktif adalah nglaksanayang, sedangkan pasif adalah kalaksanayang.

Ketiga, ketika menggunakan imbuhan nasal, banyak peserta yang salah menggunakan imbuhan tersebut. Pembentukan kata dengan pengimbuhan awalan nasal (N-), seperti ny, m, n, ng. Misalnya: N- + jaga menjadi nyaga ‘menjaga’, bukan ngajaga. Beberapa peserta berulang kali mengatakan ngajaga yang semestinya nyaga. Hal ini tentu berbeda dengan ma- + jaga menjadi majaga ‘berjaga’.

Keempat, ketika menggunakan akhiran –ang, -in, -an, banyak peserta yang belum memahami penggunaan akhiran itu secara tepat. Pengguna bahasa Bali memang sering sudah menggunakan akhiran ini. Lebih-lebih penutur bahasa Bali di Kota Denpasar yang penggunaan akhiran ini tidak selengkap penutur bahasa Bali dari Klungkung, Karangasem, atau Buleleng. Misalnya: sakadi sampun kauniningan, …, seharusnya sakadi sane sampun kauningin, ….

 Kelima, ketika menggunakan kata depan, banyak peserta yang tidak tepat dalam pemilihan kata depan tersebut. Ketidaktepatan penggunaan kata depan terutama pada penggunaan kata depan antuk dan saking. Kata depan antuk dalam bahasa Bali sering dipadankan oleh peserta dengan untuk dalam bahasa Indonesia. Tentu hal ini keliru. Kata depan antuk sepadan dengan oleh dalam bahasa Indonesia. Demikian juga kata saking yang sepadan dengan dari dalam bahasa Indonesia yang seharusnya digunakan untuk menunjukkan tempat atau asal. Peserta  keliru, kata depan saking dipadankan dengan pada atau di. Seharusnya yang digunakan adalah ring ‘pada atau di’ yang menunjukkan tempat, bukan saking.

Ada beberapa lagi kesalahan yang sempat saya catat. Semua kesalahan tersebut semestinya bisa dikurangi ketika kita mau menyadari kesalahan itu dan memperbaiki kesalahan itu. Untuk itu, besar harapan saya kepada pembina peserta debat di masa yang akan datang atau pada lomba di tingkat provinsi memperhatikan hal seperti ini.

Kesalahan dalam berbahasa bisa kita perbaiki bersama. Mari bersama-sama kita memperbaiki diri dalam berbahasa, baik tulis maupun lisan.[T]

Tags: Bahasa BaliBulan Bahasa BaliKota Denpasar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Kelompok Seketika” Juara Satu Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2022

Next Post

Gol A Gong | Atlet Badminton, Novelis, Duta Baca, Membangun Rumah Dunia

I Made Sudiana

I Made Sudiana

Lahir di Tabanan tahun 1974. Sekarang sebagai peneliti bahasa di Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebelumnya bekerja di Balai Bahasa Provinsi Bali.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Gol A Gong | Atlet Badminton, Novelis, Duta Baca, Membangun Rumah Dunia

Gol A Gong | Atlet Badminton, Novelis, Duta Baca, Membangun Rumah Dunia

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co