2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Kelompok Seketika” Juara Satu Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2022

tatkala by tatkala
February 11, 2022
in Pertanian
“Kelompok Seketika” Juara Satu Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2022

Kelompok Seketika berfoto usai tampil dalam Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2022

Kelompok Seketika meraih juara satu pada Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali IV, 2022, di Taman Budaya Denpasar, Bali. Juara dua adalah Kelompok Senja di Cakrawala dan di posisi ketiga Grup Sekuni.

Kelompok Seketika tampil membawakan Ulun Danu sebagai puisis wajib menginterpretasikan suasana ketenangan alam, seperti Ulun Danu yang tenang, adem dan bahagia. Sementara untuk puisi bebas menampilkan Puisi Blabar Momo yang menggambarkan tentang banjir bandang, dan keriuhan bencana.

“Kami membawakan aransemen puisi yang diiringi suara gemericik air, dengan menggunakan batok kelapa. Sementara puisi Blabar Momo itu menampilkan beragam alat music, salah satunya kentungan music sebagai penanda tanda bahaya,” ucap Nina dan Nando dari Kelompok Seketika.

I Komang Darmayuda S.Sn.,M.Si., salah seorang juri saat mengumumkan pemenang, Jumat (11/2/2022) mengatakan, hampir semua peserta tampil bagus. Dari 14 peserta yang tampil selama dua hari (10 – 11 Pebruari 2022), hampir semua peserta mampu mengekpresikan puisi yang digarap dalam musikalisasi puisi. Menariknya, mereka juga mampu menterjemahkan tema dari puisi seirama dengan tema Bulan Bahasa Bali IV, yaitu “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”.

Penampilan Kelompok Seketika

Komang yang juga akdemisi ISI Denpasar ini menegaskan, beberapa peserta ada yang tampil sangat hebat, baik dari penataan musikalisasi puisi, dinamaika dan gregetnya yang luar biasa. Mereka mampu membawakan puisi wajib dengan olah aranseman yang tidak jauh dari tema Bulan Bahasa Bali. Di samping itu, mereka juga membuat syair sendiri untuk diaransemen yang juga tak kalah menariknya. Ini membuktikan, komunitas sastra di sekolah-sekolah telah hidup. “Tetapi, ada pula yang masih kurang, terutama mereka yang dari komunitas pemula,” ucapnya.

Kebanyakan para peserta yang tampil sangat bagus. Tak hanya dari segi penampilan, tetapi juga dari aransemen puisi yang masih mencerminkan nafas puisi itu. Mereka tampil sangat bagus, rapi, serta lengkap dengan penataan kostum, dan koreografi bagus.

Hanya saja, beberapa peserta masih perlu pengalaman untuk mengaransemen puisi, sehingga mereka menampilkan lagu yang tidak jauh dari musikalisasi. Nafas musikaliasasi puisisnya tidak tampak, sehingga ada yang mengarah ke pop Bali. “Dalam urusan aransmen puisi, memang perlu orang khusus yang memiliki pengetahuan music yang bagus baik tentang akkor, aranseman, penggarapan, permaianan alat music dan lainnya. nah, dari penampilan kali ini ada yang belum punya itu, dan kelihatan masih mencoba-coba,” paparnya.

Kalau dari segi kreatifitas, para peserta tampak kreatif, seperti memasukan musik Semarandana, Gong Kebyar, Tingklik, Selonding dan lainnya. Mereka tampak kreatif dan memasukan unsur itu menjadi terdengar enak. Tetapi, yang namanya musikalisasi pusisi harus khusus, sehingga berbeda dengan garapan music pop, dan nafasanya juga berbeda.

“Nah nafasnya beberapa peserta ada yang belum memiliki nafas musikalisasi puisis. Mereka banyak terjebak pada lagu Pop Bali dan Pop PKB. Maklum, mereka banyak pemula jadi penafsiran mereka memelodikan syair masih kurang. Musikalisasi itu ada nuansa teater, lebih bebas, dan disela-sela bait menambahkan music untuk mendukung nuansa puisi itu. Disamping juga menonjolkan harmonisasi pecahan suara yang dapat membangun greget,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Juri, I Ketut Mandala Putra, para peserta mampu menyajikan karya seni yang ada peningkatannya dari tahun sebelumnya. Khususnya dalam peningkatan karya puisi untuk menjadi sebuah lagu. Mereka juga jeli menyajikan dengan tidak melepaskan makna dari puisi itu sendiri.

Kelompok Seketika berfoto usai tampil

Memang ada beberapa peserta keliru menafsirkan arti dari sebuah musikalisasi pusisi. “Ada peserta yang mengira membaca pusi diiringi music, sehingga tidak diharmonisasikan. Padahal, salah satu poin penilaian itu melihat aransemen itu harmoni. Music dan puisi melebur menjadi satu buah seni musikalisasi puisi,” paparnya.

Namun, ia merasa bangga karena antosias peserta sangat tinggi. Hal itu dapat dilihat dari garapan mereka yang lebih banyak memadukan alat etnik, seperti kecapi, suling, gamelam Bali dan alat lainnya. Mereka mengkolaborasikan puisi dengan alat music yang cukup berhasil. Walau ada beberapa yang menjadi perhatian, seperti vocal tidak merdu dan belum menyentuh dari puisi itu.

Ada pula yang menafsirkan musikalisasi puisis itu menjadi sebuah lagu Pop Bali, yang tampak dari penggarapan dan aransemennya. Mengaranseman puisi itu tak hanya mengharanseman, tetapi bagaimana kelihaian memadukan puisi dengan music, yang menmghasilkan unsur musikalitas. “Kalau unsur puisi tak nampak, dinamika puisi juga tak tampak, sehingga seperti lomba lagu pop PKB jadinya,” ujarnya.

Sedangkan I Made Suarsa melihat hampir 90 persen peserta sudah berpengalaman. Hanya ada beberapa komunitas yang klurang dan itu karena kurang pengalaman saja. Namun, khusus peserta lainnya sudah tampil dengan sangat bagus. Mereka sudah memahami makna danu, air dan lainnya yang dibuktikan dengan aksesoris yang mereka tampilkan.

“Kelihatan sekali mereka sudah berpengalaman. Hal itu tampak dari segi pengalaman pengucapan bahasa, lihai dalam mengaranseman puisi yang tak mengurangi isi dari puisi itu, dan mereka juga sangat memperhatikan aksara. Teks itu masih utuh dalam penampilannya. Sekali, mereka tampil sangat bagus membuktikan mereka berpengalaman,” tutupnya.[T][Ado/*]

Tags: Bulan Bahasa Balimusikalisasi puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Perselingkuhan” yang Indah dan Membanggakan di Pantai Karang Sewu Gilimanuk

Next Post

Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali

Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co