2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Kelompok Seketika” Juara Satu Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2022

tatkala by tatkala
February 11, 2022
in Pertanian
“Kelompok Seketika” Juara Satu Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2022

Kelompok Seketika berfoto usai tampil dalam Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2022

Kelompok Seketika meraih juara satu pada Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali dalam perhelatan Bulan Bahasa Bali IV, 2022, di Taman Budaya Denpasar, Bali. Juara dua adalah Kelompok Senja di Cakrawala dan di posisi ketiga Grup Sekuni.

Kelompok Seketika tampil membawakan Ulun Danu sebagai puisis wajib menginterpretasikan suasana ketenangan alam, seperti Ulun Danu yang tenang, adem dan bahagia. Sementara untuk puisi bebas menampilkan Puisi Blabar Momo yang menggambarkan tentang banjir bandang, dan keriuhan bencana.

“Kami membawakan aransemen puisi yang diiringi suara gemericik air, dengan menggunakan batok kelapa. Sementara puisi Blabar Momo itu menampilkan beragam alat music, salah satunya kentungan music sebagai penanda tanda bahaya,” ucap Nina dan Nando dari Kelompok Seketika.

I Komang Darmayuda S.Sn.,M.Si., salah seorang juri saat mengumumkan pemenang, Jumat (11/2/2022) mengatakan, hampir semua peserta tampil bagus. Dari 14 peserta yang tampil selama dua hari (10 – 11 Pebruari 2022), hampir semua peserta mampu mengekpresikan puisi yang digarap dalam musikalisasi puisi. Menariknya, mereka juga mampu menterjemahkan tema dari puisi seirama dengan tema Bulan Bahasa Bali IV, yaitu “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”.

Penampilan Kelompok Seketika

Komang yang juga akdemisi ISI Denpasar ini menegaskan, beberapa peserta ada yang tampil sangat hebat, baik dari penataan musikalisasi puisi, dinamaika dan gregetnya yang luar biasa. Mereka mampu membawakan puisi wajib dengan olah aranseman yang tidak jauh dari tema Bulan Bahasa Bali. Di samping itu, mereka juga membuat syair sendiri untuk diaransemen yang juga tak kalah menariknya. Ini membuktikan, komunitas sastra di sekolah-sekolah telah hidup. “Tetapi, ada pula yang masih kurang, terutama mereka yang dari komunitas pemula,” ucapnya.

Kebanyakan para peserta yang tampil sangat bagus. Tak hanya dari segi penampilan, tetapi juga dari aransemen puisi yang masih mencerminkan nafas puisi itu. Mereka tampil sangat bagus, rapi, serta lengkap dengan penataan kostum, dan koreografi bagus.

Hanya saja, beberapa peserta masih perlu pengalaman untuk mengaransemen puisi, sehingga mereka menampilkan lagu yang tidak jauh dari musikalisasi. Nafas musikaliasasi puisisnya tidak tampak, sehingga ada yang mengarah ke pop Bali. “Dalam urusan aransmen puisi, memang perlu orang khusus yang memiliki pengetahuan music yang bagus baik tentang akkor, aranseman, penggarapan, permaianan alat music dan lainnya. nah, dari penampilan kali ini ada yang belum punya itu, dan kelihatan masih mencoba-coba,” paparnya.

Kalau dari segi kreatifitas, para peserta tampak kreatif, seperti memasukan musik Semarandana, Gong Kebyar, Tingklik, Selonding dan lainnya. Mereka tampak kreatif dan memasukan unsur itu menjadi terdengar enak. Tetapi, yang namanya musikalisasi pusisi harus khusus, sehingga berbeda dengan garapan music pop, dan nafasanya juga berbeda.

“Nah nafasnya beberapa peserta ada yang belum memiliki nafas musikalisasi puisis. Mereka banyak terjebak pada lagu Pop Bali dan Pop PKB. Maklum, mereka banyak pemula jadi penafsiran mereka memelodikan syair masih kurang. Musikalisasi itu ada nuansa teater, lebih bebas, dan disela-sela bait menambahkan music untuk mendukung nuansa puisi itu. Disamping juga menonjolkan harmonisasi pecahan suara yang dapat membangun greget,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Juri, I Ketut Mandala Putra, para peserta mampu menyajikan karya seni yang ada peningkatannya dari tahun sebelumnya. Khususnya dalam peningkatan karya puisi untuk menjadi sebuah lagu. Mereka juga jeli menyajikan dengan tidak melepaskan makna dari puisi itu sendiri.

Kelompok Seketika berfoto usai tampil

Memang ada beberapa peserta keliru menafsirkan arti dari sebuah musikalisasi pusisi. “Ada peserta yang mengira membaca pusi diiringi music, sehingga tidak diharmonisasikan. Padahal, salah satu poin penilaian itu melihat aransemen itu harmoni. Music dan puisi melebur menjadi satu buah seni musikalisasi puisi,” paparnya.

Namun, ia merasa bangga karena antosias peserta sangat tinggi. Hal itu dapat dilihat dari garapan mereka yang lebih banyak memadukan alat etnik, seperti kecapi, suling, gamelam Bali dan alat lainnya. Mereka mengkolaborasikan puisi dengan alat music yang cukup berhasil. Walau ada beberapa yang menjadi perhatian, seperti vocal tidak merdu dan belum menyentuh dari puisi itu.

Ada pula yang menafsirkan musikalisasi puisis itu menjadi sebuah lagu Pop Bali, yang tampak dari penggarapan dan aransemennya. Mengaranseman puisi itu tak hanya mengharanseman, tetapi bagaimana kelihaian memadukan puisi dengan music, yang menmghasilkan unsur musikalitas. “Kalau unsur puisi tak nampak, dinamika puisi juga tak tampak, sehingga seperti lomba lagu pop PKB jadinya,” ujarnya.

Sedangkan I Made Suarsa melihat hampir 90 persen peserta sudah berpengalaman. Hanya ada beberapa komunitas yang klurang dan itu karena kurang pengalaman saja. Namun, khusus peserta lainnya sudah tampil dengan sangat bagus. Mereka sudah memahami makna danu, air dan lainnya yang dibuktikan dengan aksesoris yang mereka tampilkan.

“Kelihatan sekali mereka sudah berpengalaman. Hal itu tampak dari segi pengalaman pengucapan bahasa, lihai dalam mengaranseman puisi yang tak mengurangi isi dari puisi itu, dan mereka juga sangat memperhatikan aksara. Teks itu masih utuh dalam penampilannya. Sekali, mereka tampil sangat bagus membuktikan mereka berpengalaman,” tutupnya.[T][Ado/*]

Tags: Bulan Bahasa Balimusikalisasi puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Perselingkuhan” yang Indah dan Membanggakan di Pantai Karang Sewu Gilimanuk

Next Post

Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali

Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co