2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Winda Karuna Dita, Gadis Disabilitas yang Terus Melukis Hingga Jadi Tulang Punggung Keluarga

Kadek Agus Arya Tanaya by Kadek Agus Arya Tanaya
November 28, 2022
in Khas
Winda Karuna Dita, Gadis Disabilitas yang Terus Melukis Hingga Jadi Tulang Punggung Keluarga

Winda Karuna Dita sedang melukis

GADIS INI JAUH BERBEDA dengan kehidupan gadis-gadis lain, yang bisa berkumpul ceria menikmati masa muda, yang secara ekonomi biasanya masih bergantung pada orang tua.

Kehidupangadis ini  jauh juga dengan keseharian gadis-gadis lainnya yang penuh dengan aktivitas sekolah, atau kuliah, atau bermain, bahkan banyak gadis lain yang hidup dalam ekonomi keluarga pas-pasan namun ingin tetap terlihat gaul mengikuti kultur kekinian.

Kehidupan gadis ini yang dengan kesungguhannya terus berjuang di tengah keterbatasan, menjadi menarik untuk dijadikan motivasi gadis lainnya, bahkan bisa menjadi sumber inspirasi semua orang untuk tidak menyerah dalam menjalani kehidupan.

Gadis ini adalah Kadek Winda Karuna Dita. Usianya 31 tahun. Ia seorang gadis dengan paras cantik yang tinggal di Dusun Yeh Anakan, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng.

Ia anak kedua dari pasangan Ketut Punia (alm) dan Ni Komang Warsiki. Pada usia 6 tahun Winda secara tiba-tiba mengalami kelumpuhan usai jatuh di rumahnya.

Kedua orang tuanya telah melakukan banyak pengobatan, baik itu medis maupun non medis, namun apa daya kondisi fisik Winda tidak dapat disembuhkan. Karena hal itulah, Winda tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah.

Begitulah kisah awal kehidupan Winda yang mengalami kelumpuhan otot sebagaimana diceritakan oleh ibundanya, Ni Komang Warsiki.

Sejak mengalami kelumpuhan, Winda tidak bisa beraktivitas normal seperti biasanya, Ia hanya berdiam diri di rumah dan menerima pembelajaran dari kedua orang tuanya. Ia belajar menulis, membaca dan menggambar setiap hari. Memang ibundanya mengajar dengan keras agar anaknya dapat lancar menulis dan membaca.

Aktivitas itu berjalan normal bertahun-tahun seperti biasanya, hingga saat menginjak usia 23 tahun, Winda menerima pukulan telak di hatinya. Sosok ayah tercinta yang sekaligus menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia pada tahun 2014 akibat penyakit lever.

Winda Karuna Dita

Semenjak itu, gadis disabilitas ini merasa seketika luluh lantak seakan tidak ada harapan untuk hidup lagi karena ibundanya juga tidak bekerja secara tetap.

Namun, berkat dorongan dan semangat dari ibundanya, Warsiki, perlahan gadis cantik ini mulai bangkit dan mengasah jiwa seninya. Ternyata darah seni ayahnya sebagai pemahat handal di  Gianyar mengalir padanya.

Mula-mula ia mulai menggambar di kertas, beberapa karya pun dihasilkan hanya saja belum bisa mendatangkan penghasilan secara materi. Berselang waktu beberapa bulan, nasib mujur pun datang. Winda akhirnya bertemu seorang dermawan yang memang peduli dengan potensi dan hasil karya luar biasa dari seorang disabilitas.

“Saya dibantu orang dermawan. Dibelikan alat melukis, seperti kanvas dan catnya juga. Lama saya beradaptasi, karena sebelumnya melukis hanya di kertas saja,” terangnya.

Setelah melalui berbagai pembelajaran dan pengalaman secara otodidak, akhirnya Winda terbiasa dan lancar melukis pada media canvas dan cat khusus melukis. Berbagai karya lukisan ia posting secara online.

Memang tidak seperti pribahasa, sing cara nyegut tabia, jani cegut prejani lalah. Tidak seperti menggigit cabai, sekarang gigit langsung pedas. Semua usaha butuh waktu dan perjuangan yang tidak mudah.

Singkat cerita, lukisan Winda yang lebih condong bertemakan budaya Bali itu mulai banyak yang memperhatikan. Pesanan pun untuk mengoleksi lukisannya pun mulai datang.

 Rasa jengah seorang disabilitas mulai terlihat hasilnya. Dari hasil penjualan karyanya itu, ia mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Secara tidak langsung Winda yang seorang disabilitas telah menjadi tulang punggung keluarga.

Bagaimana tidak, ibunya tidak bekerja karena fokus mengurus anak, Kakak Winda juga disabilitas, dan adik paling bungsu masih mengeyam pendidikan jenjang sekolah dasar.

Kembali pada kisahnya, Winda tidak lagi berdiam diri di rumah saja. Ia telah berkeliling dan berjumpa dengan banyak orang melalui komunitas dan orang-orang yang peduli terhadap penyandang disabilitas. Dari ceritanya, Winda mengaku pernah diundang di beberapa stasiun televisi nasional, antara lain Hitam Putih dan Kick Andy.

“Menjadi disabilitas bukanlah halangan ataupun derita hidup, asalkan selalu berusaha mencoba apa yang menjadi potensi atau bakat, itu adalah modal dan peluang,” Begitu pesan Winda.

Tidak berhenti di situ, ternyata Winda juga adalah sosok gadis dermawan dan peduli sesama. Ia tidak meninggalkan teman-temannya, hasil penjualan lukisannya ia sisihkan juga untuk membantu usaha penyandang disabilitas lainnya.

Memang malu rasanya kita yang sempurna dalam fisik ini kalah dengan semangat dan perjuangan Winda yang jelas disabilitas sejak kecil.

Yuk, bantu sesama, siapapun itu, mereka adalah kita. Hidup lebih indah dengan berbagi, ini bukan tentang materi, bantuan di luar itu pun merupakan salah satu bentuk kepedulian kita berbagi bersama. [T]

FGD Disbud Buleleng dan Universitas Indonesia: Museum Untuk Disabelitas
Pameran Seni Rupa “Megibung”: Kolaborasi dan Kesadaran Berbagi dalam Proses Berkarya
Timezone dalam Pameran Seni Rupa di Ubud
Tags: disabelitasekonomihumanioraSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memaknai Bentuk “Pengawak” Tabuh Lelambatan Pagongan Bali

Next Post

Jadikan Tabanan Sebagai Kota Pelangi

Kadek Agus Arya Tanaya

Kadek Agus Arya Tanaya

Staf Dinas Kominfosanti Buleleng

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Jadikan Tabanan Sebagai Kota Pelangi

Jadikan Tabanan Sebagai Kota Pelangi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co