2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Winda Karuna Dita, Gadis Disabilitas yang Terus Melukis Hingga Jadi Tulang Punggung Keluarga

Kadek Agus Arya Tanaya by Kadek Agus Arya Tanaya
November 28, 2022
in Khas
Winda Karuna Dita, Gadis Disabilitas yang Terus Melukis Hingga Jadi Tulang Punggung Keluarga

Winda Karuna Dita sedang melukis

GADIS INI JAUH BERBEDA dengan kehidupan gadis-gadis lain, yang bisa berkumpul ceria menikmati masa muda, yang secara ekonomi biasanya masih bergantung pada orang tua.

Kehidupangadis ini  jauh juga dengan keseharian gadis-gadis lainnya yang penuh dengan aktivitas sekolah, atau kuliah, atau bermain, bahkan banyak gadis lain yang hidup dalam ekonomi keluarga pas-pasan namun ingin tetap terlihat gaul mengikuti kultur kekinian.

Kehidupan gadis ini yang dengan kesungguhannya terus berjuang di tengah keterbatasan, menjadi menarik untuk dijadikan motivasi gadis lainnya, bahkan bisa menjadi sumber inspirasi semua orang untuk tidak menyerah dalam menjalani kehidupan.

Gadis ini adalah Kadek Winda Karuna Dita. Usianya 31 tahun. Ia seorang gadis dengan paras cantik yang tinggal di Dusun Yeh Anakan, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng.

Ia anak kedua dari pasangan Ketut Punia (alm) dan Ni Komang Warsiki. Pada usia 6 tahun Winda secara tiba-tiba mengalami kelumpuhan usai jatuh di rumahnya.

Kedua orang tuanya telah melakukan banyak pengobatan, baik itu medis maupun non medis, namun apa daya kondisi fisik Winda tidak dapat disembuhkan. Karena hal itulah, Winda tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah.

Begitulah kisah awal kehidupan Winda yang mengalami kelumpuhan otot sebagaimana diceritakan oleh ibundanya, Ni Komang Warsiki.

Sejak mengalami kelumpuhan, Winda tidak bisa beraktivitas normal seperti biasanya, Ia hanya berdiam diri di rumah dan menerima pembelajaran dari kedua orang tuanya. Ia belajar menulis, membaca dan menggambar setiap hari. Memang ibundanya mengajar dengan keras agar anaknya dapat lancar menulis dan membaca.

Aktivitas itu berjalan normal bertahun-tahun seperti biasanya, hingga saat menginjak usia 23 tahun, Winda menerima pukulan telak di hatinya. Sosok ayah tercinta yang sekaligus menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia pada tahun 2014 akibat penyakit lever.

Winda Karuna Dita

Semenjak itu, gadis disabilitas ini merasa seketika luluh lantak seakan tidak ada harapan untuk hidup lagi karena ibundanya juga tidak bekerja secara tetap.

Namun, berkat dorongan dan semangat dari ibundanya, Warsiki, perlahan gadis cantik ini mulai bangkit dan mengasah jiwa seninya. Ternyata darah seni ayahnya sebagai pemahat handal di  Gianyar mengalir padanya.

Mula-mula ia mulai menggambar di kertas, beberapa karya pun dihasilkan hanya saja belum bisa mendatangkan penghasilan secara materi. Berselang waktu beberapa bulan, nasib mujur pun datang. Winda akhirnya bertemu seorang dermawan yang memang peduli dengan potensi dan hasil karya luar biasa dari seorang disabilitas.

“Saya dibantu orang dermawan. Dibelikan alat melukis, seperti kanvas dan catnya juga. Lama saya beradaptasi, karena sebelumnya melukis hanya di kertas saja,” terangnya.

Setelah melalui berbagai pembelajaran dan pengalaman secara otodidak, akhirnya Winda terbiasa dan lancar melukis pada media canvas dan cat khusus melukis. Berbagai karya lukisan ia posting secara online.

Memang tidak seperti pribahasa, sing cara nyegut tabia, jani cegut prejani lalah. Tidak seperti menggigit cabai, sekarang gigit langsung pedas. Semua usaha butuh waktu dan perjuangan yang tidak mudah.

Singkat cerita, lukisan Winda yang lebih condong bertemakan budaya Bali itu mulai banyak yang memperhatikan. Pesanan pun untuk mengoleksi lukisannya pun mulai datang.

 Rasa jengah seorang disabilitas mulai terlihat hasilnya. Dari hasil penjualan karyanya itu, ia mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Secara tidak langsung Winda yang seorang disabilitas telah menjadi tulang punggung keluarga.

Bagaimana tidak, ibunya tidak bekerja karena fokus mengurus anak, Kakak Winda juga disabilitas, dan adik paling bungsu masih mengeyam pendidikan jenjang sekolah dasar.

Kembali pada kisahnya, Winda tidak lagi berdiam diri di rumah saja. Ia telah berkeliling dan berjumpa dengan banyak orang melalui komunitas dan orang-orang yang peduli terhadap penyandang disabilitas. Dari ceritanya, Winda mengaku pernah diundang di beberapa stasiun televisi nasional, antara lain Hitam Putih dan Kick Andy.

“Menjadi disabilitas bukanlah halangan ataupun derita hidup, asalkan selalu berusaha mencoba apa yang menjadi potensi atau bakat, itu adalah modal dan peluang,” Begitu pesan Winda.

Tidak berhenti di situ, ternyata Winda juga adalah sosok gadis dermawan dan peduli sesama. Ia tidak meninggalkan teman-temannya, hasil penjualan lukisannya ia sisihkan juga untuk membantu usaha penyandang disabilitas lainnya.

Memang malu rasanya kita yang sempurna dalam fisik ini kalah dengan semangat dan perjuangan Winda yang jelas disabilitas sejak kecil.

Yuk, bantu sesama, siapapun itu, mereka adalah kita. Hidup lebih indah dengan berbagi, ini bukan tentang materi, bantuan di luar itu pun merupakan salah satu bentuk kepedulian kita berbagi bersama. [T]

FGD Disbud Buleleng dan Universitas Indonesia: Museum Untuk Disabelitas
Pameran Seni Rupa “Megibung”: Kolaborasi dan Kesadaran Berbagi dalam Proses Berkarya
Timezone dalam Pameran Seni Rupa di Ubud
Tags: disabelitasekonomihumanioraSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memaknai Bentuk “Pengawak” Tabuh Lelambatan Pagongan Bali

Next Post

Jadikan Tabanan Sebagai Kota Pelangi

Kadek Agus Arya Tanaya

Kadek Agus Arya Tanaya

Staf Dinas Kominfosanti Buleleng

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Jadikan Tabanan Sebagai Kota Pelangi

Jadikan Tabanan Sebagai Kota Pelangi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co