2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Seni Rupa “Megibung”: Kolaborasi dan Kesadaran Berbagi dalam Proses Berkarya

tatkala by tatkala
October 31, 2021
in Ulasan
Pameran Seni Rupa “Megibung”: Kolaborasi dan Kesadaran Berbagi dalam Proses Berkarya
  • Judul                     Megibung
  • Seniman              Suksma Bali, O.Prasi x Anggara Mahendra, Penawar Racun, Black Menu x Kadapat, MPSR UPMI
  • Kurator                 I Made Susanta Dwitanaya
  • Venue                  Bagia Art Space, Jalan Raya Sanggingan, Ubud, Bali
  • Jadwal                  23 Oktober – 13 November 2021

Seni rupa hari ini juga terbuka bagi hadirnya peluang kolaborasi baik secara internal (antar bidang seni rupa), secara eksternal yang melibatkan perjumpaan kreatif lintas disiplin termasuk interaksi yang lebih cair antara seni rupa dengan publik penikmatnya sehingga menghasilkan karya yang interaktif dimana publik juga hadir berbagi peran dengan seniman sebagai sang subjek didalam sebuah karya berjenis interaktif ini. Pendek kata praktik seni rupa hari ini kian beragam dan mengarah pada kecenderungan lintas media.

Pembukaan Pameran Megibung, 23 Oktober 2021

Megibung adalah peristiwa pameran yang mempertemukan para perupa muda Bali yang tergabung dalam beberapa kelompok dengan basis kekaryaan dan media seni rupa yang beraneka ragam. Ada lima kelompok perupa muda yang hadir dalam pameran ini.

Antara lain Suksma Bali yang berfokus pada pilihan media dan metode berkarya di ruang publik khususnya graffiti; Komunitas Oprasi yang intens dengan karya prasi yakni karya seni gambar daun lontar; Penawar Racun kelompok perupa yang juga intens dengan profesi art handler; Black Menu dengan karya kolaboratif lintas disiplin; serta MPSR UPMI dengan karya recycle berbahan dasar sampah plastik kresek. Momentum pameran ini merupakan perjumpaan berbagai komunitas perupa muda dengan beragam karakteristik kekaryaan.

Dari kecenderungan karya yang ditampilkan oleh lima perupa terbaca ada dua model kolaborasi yang dihadirkan. Yang pertama adalah model kolaborasi campuran, model kolaborasi ini mempertemukan gagasan dan karya yang tidak lagi menunjukkan jejak-jejak individu didalamnya. Layaknya campuran air dan gula kita tak bisa lagi mampu mengurai antara air dan gula. Demikian pula dengan karya kolaboratif model ini, tiap-tiap individu yang berkarya dalam satu karya bersama sudah tak didapat lagi jejak-jejaknya.

Sebagian besar komunitas dalam pameran ini menghadirkan model kerja kolaboratif campuran ini seperti Oprasi, Black Menu, MPSR UPMI dan Suksma Bali. Sedangkan kelompok Penawar Racun hadir dengan karya kolaboratif model gabungan. Dimana dalam model kerja kolaboratif ini tiap-tiap individu melalui jejak-jejak identitas kekaryaanya masih terasa kehadiranya. Yang mengikat mereka dalam kolaborasi ini adalah bahwa mereka sama-sama menghadirkan karya yang menjadikan packing sebagai elemen karya yang instalatif. Aspek inilah yang menyatukan karya dan model presentasi mereka.

Suksma Bali adalah sebuah kelompok yang berdiri sejak 2019, kelompok aktif mengorganisir diri dan berinisiatif menggelar berbagai event graffiti, salah satu event mereka yang paling berkesan adalah event yang bertajuk Suksma Bali akhirnya publik lebih mengenal kelompok ini, sebagai kelompok Suksma Bali yang kemudian menjadi identitas kelompok yang mereka bawa hingga kini.

Dalam pameran ini Suksma Bali menghadirkan sebuah karya interaktif dengan mengajak publik untuk terlibat dan menjadi bagian karya mereka, mereka merancang sebuah permainan yang mengajak publik untuk memilih semacam undian yang salah satunya akan terdapat reward berupa benda-benda keseharian, merchandise hingga  karya yang dapat dimiliki oleh para pengunjung yang ingin mencoba terlibat dalam permainan yang mereka tawarkan.

Menurut salah satu perupa anggota Suksma Bali karya ini adalah upaya untuk mengajak kita merenungkan keseharian kita. Hidup kita terkadang telah terbiasadan akrab bermain dengan ketidakpastian. Layaknya sebuah permainan lotre kita tak pernah tahu kemenangan dan kekalahan apa yang akan menyapa hidup kita. Semuanya datang silih berganti, dan mari nikmati semuanya sebagai sebuah permainan hidup. Sebab karenanya hidup menjadi terus bergerak.

Karya Suksma Bali, ”Lotre”, 2021, Interactive art, Instalation View

Kesadaran untuk berbagi tentang proses berkarya kepada publik tampak pada presentasi karya yang dihadirkan oleh komunitas Oprasi. Komunitas perupa muda yang intens dengan eksplorasi dan jelajah media prasi (seni gambar daun rontal) dan berdiri di Singaraja pada tahun 2018 ini menghadirkan presentasi tentang proses pembuatan sebuah karya prasi. Sebagai sebuah material yang spesifik daun rontal membutuhkan perlakuan khusus sebelum siap diolah menjadi karya prasi.

Perlakuan khusus dalam proses penyiapan material ini adalah sebuah pengetahuan yang secara sadar coba dibagikan kepada publik oleh komunitas Oprasi. Maka dalam pameran ini mereka mendisplay aneka material dan alat yang terkait dengan penyiapan rontal menjadi karya prasi. Dalam presentasi itu mereka juga berkolaborasi dengan fotografer Anggara Mahendra yang intens terlibat dalam pendokumentasian lontar bersama dengan Gede Bayu Gita Purnama, seorang peneliti lontar yang juga merupakan kawan diskusi dari komunitas Oprasi ini.

Karya kelompok Oprasi, ”Reramon Prasi”, Biji Kemiri-Daun lontar-Tembikar-foto-foto arsip 2021, Installation View ,

Sebuah karya seni rupa tak pernah lepas dari objek-objek pendukungnya, karya dua dimensional misalnya dibangun dari bidang gambar, material, spanram, bingkai, hingga packingnya. Kelompok Penawar Racun dalam presentasi karya mereka menghadirkan objek packing sebagai satu kesatuan dengan karya personal mereka masing-masing.

Karya-karya mereka tampak instalatif menjadikan packing sebagai elemen artistik menyatu dengan karya. Packing pada karya Penawar Racun menerabas sekat-sekat antara fungsi sekaligus elemen artistik. Melalui presentasi karya ini, mereka seperti hendak bertutur kepada apresiator betapa packing dalam karya seni merupakan elemen yang penting dan tak bisa begitu saja diabaikan perannya.

Karya kelompok Penawar Racun, ”Mengemas Gagasan”, Instalasi Packingan Karya, 2021

Persoalan Packing juga dihadirkan oleh Black Menu sebuah kelompok yang berfokus pada seni rupa dan pangan ini menghadirkan sebuah presentasi karya yang berkolaborasi dengan kelompok musik Kadapat, sebuah kelompok musik kontemporer yang memadukan instrumen musik tradisional dengan elektronik.

Kelompok Black Menu dalam pameran ini menampilkan sebuah karya packing khusus untuk instrumen musik dari komunitas Kadapat. Ketika packing ini dibuka maka akan hadir pula seperangkat instrumen musik yang siap dimainkan didalamnya. Party Box, begitulah karya ini mereka namai. Sebuah gagasan yang mempertemukan packing dan dunia musik yang dapat mempermudah instrumen ini dibawa kemana mana. Pada titik ini Black Menu menawarkan sebuah model kolaborasi dimana satu karya bisa saling menyokong karya yang lain. Sebuah jalinan keterhubungan yang saling mendukung.

Karya Black Menu x Kadapat, ”Music Box”, Packing Instrumen Musik dan Performing, 2021

MPSR UPMI adalah komunitas yang terdiri dari para mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa UPMI. Sejak tahun 2020 Prodi Pendidikan Seni Rupa UPMI menghadirkan program Ruang Plastik sebuah program yang berfokus pada pengolahan sampah plastik khususnya kresek menjadi karya seni rupa dan produk kreatif lainya.

Dalam pameran ini MPSR UPMI menghadirkan sebuah karya kolaboratif dengan menampilkan objek berupa siluet lebah berbahan dasar plastik kresek yang dipress dan dikonstruksi dengan besi berbentuk segi enam yang merupakan abstraksi dari rumah lebah. Karya ini adalah simbol dari kerja kolektif yang secara Bersama-sama membangun satu visi dan tujuan.

Karya MPSR UPMI, ”Koloni”, Plastik kresek dan plat besi, Instalasi, 2021

Pada akhirnya pameran yang merupakan inisiatif dari para anak muda Bali untuk bertemu dan menghadirkan peristiwa pameran bersama ini adalah sebuah upaya untuk menawarkan berbagai pengalaman dalam menyimak karya seni dan metode presentasinya. Peristiwa pameran ini juga menjadi momentum untuk menggali dan mengelaborasi kembali kata kolaborasi dengan berbagai pendekatan penciptaan karya seni rupa. {T]

Tags: PameranPameran Seni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Lukisan Goenawan Mohamad, Tentang Usia 80 dan Potret

Next Post

Merefleksikan Etika Melalui Kebajikan Universal Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Merefleksikan Etika Melalui Kebajikan Universal Bali

Merefleksikan Etika Melalui Kebajikan Universal Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co