3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Son Lomri by Son Lomri
October 5, 2024
in Milenial
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Anak-anak blajar coding Timedoor Academy Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Ayah atau Abi, Bunda atau Meme’, tak mesti lagi khawatir atau pusing tujuh keliling jika anak kesayangannya main game terus menerus. Melotot di depan hape atau computer sangat lama itu, jangan dimarahi lagi, atau disentil—apalagi dikutuk, “Bandel amat si lu! Meme kutuk kamu jadi batu!”—lalu si anak pergi, ngambul, dan tak mau makan satu bulan, lebih memilih membatu di kamar. Waduuuu….gawat-gawat…jadi, mari kita obrolkan baik-baik.

Di lain sisi kita berfikir tentang dampak buruk—dari aktititas ngegame, barangkali para orang tua—juga mesti membuka diri bagaimana dunia digitalisasi tak hentinya menyasar semua usia,dan justru, si anak yang senang main game, secara sederhana, bisa disimpulkan jika si anak—tak gagap teknologi di jaman sekarang.

Mereka yang seperti itu mengikuti perkembangan jaman—karena teknologi sangat mudah diakses, dan apalagi ikut serta di dalamnya sebagai pengguna, ngegame online, misalnya. Tapi, bagaimana—supaya si anak mengarungi jaman bukan lagi sekadar mengikuti atau menikmati saja? Misalnya membuat game itu sendiri, atau aplikasi—atau apa saja yang berguna bagi nusa dan bangsa melalui teknologi.

Dugaan saya, barangkali si anak sebenarnya hanya perlu didorong dan diarahkan. Tapi, persoalannya, apakah para orang tua memiliki pengetahuan dan waktu yang cukup untuk itu!?

Nah, sekarang, jika Meme memang merasa repot untuk mengarahkan, memberi tahu, dan juga mengajarkan si anak cara penggunaan teknologi yang baik dan aman itu, kini, Timedoor Academy baru saja buka cabangnya di Kota Singaraja tepatnya di Ruko 10/1, Jl. Kemuning, Kaliuntu, Singaraja, Buleleng, Bali (Belakang kampus FBS Undiksha).

Dimana Timedoor Academy sendiri adalah tempat pelatihan coding yang menyenangkan untuk anak berusia 5-18 tahun. Pokoknya dijamin asik.

Karena Timedoor Academy dapat mengarahkan cara berfikir si anak, lho, Me, dari konsumtif teknologi, ke mencipta sesuatu.

“Kalau Timedoor Academy sendiri, secara perusahaan, dia memang bergerak di web development. Jadi memang sudah ada banyak perusahaan besar yang bekerja sama dengan Timedoor Academy. Tapi kami yang Timeedoor di Singaraja, kami lebih fokus kepada bimbingan belajar. Artinya untuk pendidikan anak-anak terkait coding dan pembelajaran,” jelas Kadek Tegar Wacika, founder Timedorr Academi Singaraja di sela-sela acara Grand Opening Timedoor Singaraja, 28 September 2024.

Tegar Wacika memiliki alasan kuat mengapa dirinya membuka cabang Timedoor Academy di Singaraja. Pertama, ia melihat dengan tilik, bahwa, katanya, minat anak-anak Singaraja itu untuk coding, pemrogaman, kemudian webdepelopment, aplikasi, itu semua [minatnya] tinggi sekali.

“Hanya saja mereka selama ini, kebanyakan itu mengikutinya secara online. Padahal, saya yakin, kalau ada yang offline, seperti kami, itu jauh lebih bisa membuat mereka—belajarnya lebih fokus dan intens. Karena ada pertemuan-pertemuan di tiap minggunya yang face to face secara langsung.

Yang kedua, karena kedekatan emosional dirinya sebagai orang Singaraja. “Yang lahir di sini—dan apalagi kota Singaraja sebagai kota pendidikan, tentu saya ingin mendukung [menguatkan identitas] Singaraja sebagai kota pendidikan itu, salah satunya dengan mendirikan [cabang] Timedoor Academy di Singaraja,” lanjut Tegar Wacika.

Kelas Trial, sebuah Simulasi yang Menyenangkan untuk Memperkenalkan pada basic Dasar Coding

Di acara pembukaan beberapa hari yang lalu, atau grand opening, Timedoor Academy Singaraja mengadakan kelas trial berdasarkan klasifikasi umur. Seperti Junior Corder diperuntukkan kepada anak yang berumur 5-7 tahun, kemudian Code Adventure 8-14 tahun, Python Developer dari 10-15 tahun, Iot 10-15 tahun, Software Eng dari 15-18 tahun dan Ai Engineer 15-18 tahun.

Di sana, mereka mendapatkan beberapa fasilitas yang memadai dan nyaman. Dengan ruangan yang bersih dan ber-AC, mereka merasakan Adaptive Learning, kemudian Vr, AR Box, Guru yang menyenangkandan berkompeten, dan Learning Platform (LMS).

“Anak-anak tadi belajar dalam kelas trial diperkenalkan basic coding, dengan menggunakan platform block coding. Jadi, Basic Coding itu merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa seperti logika berfikir, motoric skill, yang nantinya menjadi fondasi bagi siswa dalam pembuatan project. Adapun tadi mereka bermain game Tynker untuk melatih logika,” kata Eka, Teacher Coding Timedoor Academy Singaraja.

Selain itu, mereka juga diperkenalkan beberapa Platform seperti Scratch, Construct 3, HTML, CSS, JavaScript, Python, Bahasa C dan Arduino. Secara sederhana, pada kelas trial ini—merupakan kegiatan simulasi bagaimana kelas-kelas itu akan dipraktikan nantinya.

Di lantai 2, tak jauh dari ruangan kelas dan tangga, Kesa (13), Dika (12) dan Kiara (15) menunggu giliran belajar. Sambil mengobrol dan asik memutar kursi goyang—secara bergantian juga, mereka memiliki latar yang sama, senang main game roblox.

“Saya sedang menunggu giliran,” kata Kiara. “Saya senang main roblox, pertama kali main itu, kaya waaaaah…gitu, dan di sini saya mau main itu lagi sambil belajar yang lain,” lanjutnya.

Kesa, Dika dan Kiara sedang menungu kelas trial di Timedoor Academy Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Di sana, mereka juga bermain game roblox dan akan lebih dikenalkan secara detail. Roblox adalah sebuah game yang nyaris mirip seperti minicraft, tetapi, di sana mereka bisa bermain sambil belajar membuat game itu sendiri. Biasanya, Roblox digunakan oleh para depelover muda, ya, seperti Keasa dan teman-temannya tadi.

Nah, jika Meme merasa perlu anak kesayangan Meme memiliki keterampilan teknologi yang lebih mendasar, Timedoor Academy Singaraja bisa menjadi alternatif paling nyata si anak—untuk mendapatkan pengalaman terbaik dan teramah dalam dunia digitalisasi yang terus dinamis sekarang.

Berikut tiang rincikan harga kelasnya, yah, Me. Biaya registrasinya itu seharaga 300.000. Sementara untuk pertemuan 1x perminggu atau 4x perbulan, Meme cukup membayar seharga 500.000 perbulan. Kalo 2x per-minggu atau 8x pertemuan Perbulan itu, cukup Meme keluarkan 900.000 saja jangan lebih, atau kurang.

Lebih menarik lagi soal pembayaran yah, Me, itu dapat dibayarkan perbulan atau per level dan biaya registrasi yang dibayarkan per level sudah termasuk class kit, online subscriptions, tas dan sertifikat di akhir level.

Timedoor tak hanya di Bali, tetapi juga seluruh nusantara dan tahu gak Me, kalau pusatnya ada di Denpasar. Artinya, Timedoor yang ada di Bali, Singaraja, memiliki akses yang sangat dekat dengan pusatnya, dan tentu, selain resmi berkelas, soal pengetahuan yang akan diajarkan bukan kaleng-kaleng.

“Di tingkat Timedoor Academi sendiri, biasanya ada kompetisi (internal) dari 48 cabang di Indonesia itu ada kompetisi internal. Jadi, mana siswa-siswa terbaik mana yang kita akan lombakan. Dan harapan kami, timedoor Academy ini, anak didiknya ikut lomba-lomba terkait ya mewakili sekolahnya, atau Buleleng, atau mewakili Bali. itu sih salah satu impian dari kami Timedoor Academi di Singaraja,” kata Tegar Wacika.

Tapi secara sederhana, yang lebih nyata, Tegar Warcika juga menjelaskan yang lain jika out put yang lebih real oleh anak didiknya nanti, dapat berfikir secara logis dan solutif melalui sebuah game, dan peng-codingan agar mampu keluar dari sebuah masalah hidup si anak lebih realistis. Tidak ngaeng-ngaeng karena terlalu sering main game tanpa pengawasan orang tua atau tetangga.

“Jadi coding tidak melulu belajar robotik, pemrograman—tapi sebenarnya lebih dari itu, tapi bagaimana mereka—nantinya berfikir secara logis, dan solutif, kurang lebih begitu.”

Di Bali ini, Timedoor membuka cabangnya di Renon, Tabanan, Karangasem, Singaraja, dan kemungkinan besar akan membuka juga di Gianyar bulan Januari tahun depan oleh Timedoor Academy (pusat) langsung.

Untuk Timedoor Academy Singaraja, selaku founder, Tegar Wacika berharap jika ke depannya apa yang ia bangun di kota tempatnya lahir, di kemudian hari, katanya, “Mampu menyiapkan generasi-generasi berikutnya yang melek teknologi. Apalagi kedepan tentu, di era digitalisasi ini—semuanya memang sangat bergantung dengan kemajuan teknologi. Jadi, Timedoor Academi Singaraja, salah satu harapannya adalah, kedepannya generasi masa depan ini—dapat mampu bersaing dalam hal teknologi,” tutup Kadek Tegar Wacika dengan penuh semangat. [T].

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Pembinaan Bahasa Indonesia di Lingkungan Keluarga Dengan Media Game Wordwall
Remaja dan Resiliensi Mengatasi Masalah di Lingkungan Sosial
Pondok Literasi Sabih Pedawa: Menengok Spirit Masa Lalu dengan Merevitalisasi Permainan Anak
Tags: codingdigitalrobot
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi I Made Pria Dharsana | Menjaga Harapan Indonesia Emas

Next Post

Korelasi PKPU 13 Tahun 2024 dengan Kotak Kosong

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

by Ni Komang Sariasih
September 17, 2025
0
Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

MESKIPUN ada orang yang melihat K-Pop dari sisi negatif, Ni Komang Puspita Karianti Putri (22), yang biasa disapa Ita, justru...

Read moreDetails

Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

by tatkala
March 12, 2025
0
Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

PUTU Bayu Sena Putrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan Luh Putu Anggi Sutami Dewi dari SMK Negeri 1...

Read moreDetails

Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

by Dede Putra Wiguna
February 17, 2025
0
Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

TONGKAT estafet itu kini sudah berpindah, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sekarang memiliki Duta Generasi Berencana (GenRe) yang baru....

Read moreDetails

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

by Son Lomri
February 6, 2025
0
Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

KALAU Anda sedang berada di daerah Baktiseraga, Kecamatan Buleleng—arah ke Litle Sunhsine Learning Centre, Singaraja—jangan lupa mampir ke Book Cafe...

Read moreDetails

Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

by Nyoman Budarsana
February 3, 2025
0
Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

ANAK-ANAK muda begitu antusias mengikuti agenda Kriyaloka (Workshop) Produksi Konten Digital Kreatif dan Edukatif antuk Basa, Aksara dan Sastra Bali...

Read moreDetails

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

by Son Lomri
January 17, 2025
0
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

MALAM puncak Dies Natalis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja-Bali yang ke-32, Kamis malam, 16 Januari 2025, ditutup dengan penampilan Lyla...

Read moreDetails

Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

by Son Lomri
January 16, 2025
0
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

PEMINAT dalam permainan kostum (cosplay) tidak pernah berkurang. Hal itu terus bertambah sebagaimana dunia kreatif pada film anime, game dan...

Read moreDetails

Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

by Son Lomri
September 13, 2024
0
Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

DI dalam Gelanggang Olahraga (GOR) Bhuana Patra, Singaraja, supporter bergemuruh sangat kencang. Permainan tradisional megoak-goakan membangkitkan orang-orang untuk berteriak, “Ayo,...

Read moreDetails

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

by tatkala
August 25, 2024
0
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian mesin pencari seperti Google....

Read moreDetails

Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

by Kadek Danila Suri Saputri
May 10, 2023
0
Positif-Negatif Media Sosial, Komunitas Blessed Lakukan Edukasi di SMPN 3 Sukasada

DI DUNIA YANG KIAN BERJALAN dan mengalami perubahan tiap harinya, sudah tidak heran dengan yang namanya penggunakan media sosial. Mulai...

Read moreDetails
Next Post
Korelasi PKPU 13 Tahun 2024 dengan Kotak Kosong

Korelasi PKPU 13 Tahun 2024 dengan Kotak Kosong

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co