23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi I Made Pria Dharsana | Menjaga Harapan Indonesia Emas

I Made Pria Dharsana by I Made Pria Dharsana
October 5, 2024
in Puisi
Puisi-puisi I Made Pria Dharsana | Menjaga Harapan Indonesia Emas

KUNINGAN

Dalam puja ada cinta,
Pada Sang Hyang Widhi Wasa
Dzat yang menjadikanmu ada,
Sebagai hamba yang gemar berdèrma
Pasti ada damai dan bahagia

Sesiapa pun jiwa yang menyembah
Tangan yang terkatup pasrah
Atau menengadah
Hati yang berserah
Nafsu duniawinya akan melemah

Jika ketulusan dan rasa syukur pada berkah karuniaNya
Akan selalu ada jalan yang diterangi cahaya Ilahi,
Terang pada pikiran.
Kejernihan ucapan
Kebijakan laku
Yang memberi damai
harmoni pada jiwa-jiwa di kegelapan
menuju terang di ujung jalanNya

Jika saja semua manusia membangun dan memiliki
kuil, masjid,
vihara, gereja,
di dalam dirinya selaku insan menghamba
yang sungguh menjalankan keelokan agamanya
Tentu angkara tak akan menang membakar dunia dengan
keserakahan, kebencian, kecurangan

Bening and Deprie
Rahajeng Tumpek Kuningan
Gerimis yang jatuh di Braga. 15.05…05.10.24

BRAGA

Laki-laki yang bersemangat,
Theotila Braga dengan anggun
memimpin perkumpulan dramanya
Wajah- wajah khas Belanda
mencurahkan diri untuk seni peran yang mereka cintai

1882 saat itu bermula
membawa napas seni ke kota dingin di barat Jawa
Jalan becek
yang dahulu tempat lalu lalang pedati pembawa kopi
Menjelma menjadi panggung pertunjukan
yang menarik
dan toko- toko menjual elegannya gaya hidup Eropa
termasuk gaun Paris
yang menjadi kiblat keelokan busana pada masa itu

2 tahun kemudian rel kereta api mulai dibangun
Bandung menggeliat manis, tak hanya manja
Meninggalkan kesan dusun lugu
yang namanya diambil dari kata Bendung,
sungai Citarum yang dibendung oleh lava Tangkuban Perahu
menjadi danau

Bandung memesat, melesat
Ke langit, terdengar kekejauhan

Bandung dengan geliat eksotisnya
Gedung-gedung, mode, kesenian, rel kereta api
bak gadis molek yang mengundang pendatang
Dan mulai datang para lelaki
untuk kembang di tepi jalan
Membuatnya dijuluki Kota Kembang.

Kini Bandung, terutama Braga didatangi entah untuk apa
Bagiku, bagi kami, suara di tepian pun kedalaman laut
dan angin gunung jauh lebih memikat

Bragaku adalah “berjalan di tepi sungai”,
yang seperti di tepi laut,
mendengarkan suara aliran air
yang tak pernah gagal mengirimkan ketenangan membuai,
melambungkan imajinasi dan harapan
Bagai janji nelayan pada kekasihnya untuk pulang

Laut adalah cerita yang tiada habis dituliskan
karena mirip lakon kehidupan

Braga yang kembali riuh
Kala pejalan kaki
Pemusik jalanan
Diberi ruang mengisi panggung
Kehidupan
Akankah bergema jauh
Ke benua harapan
Berganti hari dan generasi
Entah

Debur debar di malam minggu
Braga yang tak lagi sama

Bening and Deprie
5.10.24

MENJAGA HARAPAN INDONESIA KEEMASAN 2045

Sepagi ini saya mendapat pesan:

Pagi beranjak pergi
Terik menggantikan
Sebuah pengingat
Bahwa tak ada yang abadi
Di bawah langit ini

Duka dan bahagia
Cinta dan lara
Ambisi dan kontemplasi
Kekaguman yang hangat
dan gema diam yang menyegat
Bersisian datang
Seperti ombak yang tak selamanya menetap

Selamat bekerja
Untuk kebaikan penghuni dunia
Atas perintah Dzat Pencipta-nya

Apa yang dapat diambil dari pesan itu,
di era sekarang
saat siang dan malam datang silih berganti?

Masa terus berjalan seiring waktu
tak ada seorang pun mampu menghentikannya
kecuali beradaptasi
atau biarkan diri dilindas jaman

bekerja keras dan berdoa pada kuasaNya
perkembangan teknologi transportasi
dan informasi berkelindan
Tak sempat dikaji betul era 4.0
sekarang harus menghadapi era 5.0

Akankah kebisingan dan volusi berita,
pengetahuan yang tak mudah disaring
di mana kebanyakan kita bisanya sharing?

Kecermatan dan kesadaran
Terus menerus harus diteguhkan
Di jaman demokrasi yang diperjuangkan,
bukan datang tanpa upaya mempertahankan
Jika tidak
Akan musnah kembali
ke jaman kuasa tangan besi tanpa hukum
Tak cukup berucap
Tanpa kedalaman literasi
Yang semakin menjauh
Kita semua belajar bahwa demokrasi yang diperjuangkan
yang dicita-citakan bagi kesejahreraan bersama
bukan untuk kepentingan kelompok
apalagi hanya untuk keluarga

Kecepatan media sosial
Masuk dalam relung
Paling dalam sendi kehidupan
Bisa disaring sebelum sharing
Namun seberapa banyak yang punya kemampuan itu?
Bahwa negara harus hadir,
kehadiran yang memberi makna perlindungan,
rasa aman, nyaman bagi semua
Bukan memberangus kala ada suara mendengung
berisik dan tak pernah akan mengusik

Jaman semakin berkembang maju,
bukan pada tempatnya perbedaan pendapat
dijadikan alasan untuk membungkam
apalagi mengintimidasi kebebasan berbicara
dan berserikat
Kita bersama harus merawat
memberi energi bagi tumbuh kembangnya nilai kemanusiaan
di Indonesia

Siapapun yang dipercaya sebagai pemimpin
harus menjamin hak-hak rakyat tanpa pandang bulu..

Suatu otopis kita mendapatkan generasi cerdas
jika budaya baca kita lemah
kita tidak perduli dengan jalan pemerintahan yang baik .
Jika demokrasi tidak dihidangkan
dalam bingkai kebebasan yang dijamin konstitusi

Jika tidak
Arah menuju Indonesia Emas akan menjadi tidak jelas

Bali, 1 Oktober 2024

  • BACA puisi-puisi lainnya
Puisi Raudal Tanjung Banua | Nyanyian Panjang Talang Sungai Parit

Puisi-puisi GM Sukawidana | Di Atas Meja Pelukis Made Budhiana
Puisi-puisi Fathurrozi Nuril Furqon | Kelahiran Joko Tole
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan

Next Post

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

I Made Pria Dharsana

I Made Pria Dharsana

Praktisi, akademisi dan penggiat Prabu Capung Mas

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar "Coding"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co