2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi I Made Pria Dharsana | Menjaga Harapan Indonesia Emas

I Made Pria Dharsana by I Made Pria Dharsana
October 5, 2024
in Puisi
Puisi-puisi I Made Pria Dharsana | Menjaga Harapan Indonesia Emas

KUNINGAN

Dalam puja ada cinta,
Pada Sang Hyang Widhi Wasa
Dzat yang menjadikanmu ada,
Sebagai hamba yang gemar berdèrma
Pasti ada damai dan bahagia

Sesiapa pun jiwa yang menyembah
Tangan yang terkatup pasrah
Atau menengadah
Hati yang berserah
Nafsu duniawinya akan melemah

Jika ketulusan dan rasa syukur pada berkah karuniaNya
Akan selalu ada jalan yang diterangi cahaya Ilahi,
Terang pada pikiran.
Kejernihan ucapan
Kebijakan laku
Yang memberi damai
harmoni pada jiwa-jiwa di kegelapan
menuju terang di ujung jalanNya

Jika saja semua manusia membangun dan memiliki
kuil, masjid,
vihara, gereja,
di dalam dirinya selaku insan menghamba
yang sungguh menjalankan keelokan agamanya
Tentu angkara tak akan menang membakar dunia dengan
keserakahan, kebencian, kecurangan

Bening and Deprie
Rahajeng Tumpek Kuningan
Gerimis yang jatuh di Braga. 15.05…05.10.24

BRAGA

Laki-laki yang bersemangat,
Theotila Braga dengan anggun
memimpin perkumpulan dramanya
Wajah- wajah khas Belanda
mencurahkan diri untuk seni peran yang mereka cintai

1882 saat itu bermula
membawa napas seni ke kota dingin di barat Jawa
Jalan becek
yang dahulu tempat lalu lalang pedati pembawa kopi
Menjelma menjadi panggung pertunjukan
yang menarik
dan toko- toko menjual elegannya gaya hidup Eropa
termasuk gaun Paris
yang menjadi kiblat keelokan busana pada masa itu

2 tahun kemudian rel kereta api mulai dibangun
Bandung menggeliat manis, tak hanya manja
Meninggalkan kesan dusun lugu
yang namanya diambil dari kata Bendung,
sungai Citarum yang dibendung oleh lava Tangkuban Perahu
menjadi danau

Bandung memesat, melesat
Ke langit, terdengar kekejauhan

Bandung dengan geliat eksotisnya
Gedung-gedung, mode, kesenian, rel kereta api
bak gadis molek yang mengundang pendatang
Dan mulai datang para lelaki
untuk kembang di tepi jalan
Membuatnya dijuluki Kota Kembang.

Kini Bandung, terutama Braga didatangi entah untuk apa
Bagiku, bagi kami, suara di tepian pun kedalaman laut
dan angin gunung jauh lebih memikat

Bragaku adalah “berjalan di tepi sungai”,
yang seperti di tepi laut,
mendengarkan suara aliran air
yang tak pernah gagal mengirimkan ketenangan membuai,
melambungkan imajinasi dan harapan
Bagai janji nelayan pada kekasihnya untuk pulang

Laut adalah cerita yang tiada habis dituliskan
karena mirip lakon kehidupan

Braga yang kembali riuh
Kala pejalan kaki
Pemusik jalanan
Diberi ruang mengisi panggung
Kehidupan
Akankah bergema jauh
Ke benua harapan
Berganti hari dan generasi
Entah

Debur debar di malam minggu
Braga yang tak lagi sama

Bening and Deprie
5.10.24

MENJAGA HARAPAN INDONESIA KEEMASAN 2045

Sepagi ini saya mendapat pesan:

Pagi beranjak pergi
Terik menggantikan
Sebuah pengingat
Bahwa tak ada yang abadi
Di bawah langit ini

Duka dan bahagia
Cinta dan lara
Ambisi dan kontemplasi
Kekaguman yang hangat
dan gema diam yang menyegat
Bersisian datang
Seperti ombak yang tak selamanya menetap

Selamat bekerja
Untuk kebaikan penghuni dunia
Atas perintah Dzat Pencipta-nya

Apa yang dapat diambil dari pesan itu,
di era sekarang
saat siang dan malam datang silih berganti?

Masa terus berjalan seiring waktu
tak ada seorang pun mampu menghentikannya
kecuali beradaptasi
atau biarkan diri dilindas jaman

bekerja keras dan berdoa pada kuasaNya
perkembangan teknologi transportasi
dan informasi berkelindan
Tak sempat dikaji betul era 4.0
sekarang harus menghadapi era 5.0

Akankah kebisingan dan volusi berita,
pengetahuan yang tak mudah disaring
di mana kebanyakan kita bisanya sharing?

Kecermatan dan kesadaran
Terus menerus harus diteguhkan
Di jaman demokrasi yang diperjuangkan,
bukan datang tanpa upaya mempertahankan
Jika tidak
Akan musnah kembali
ke jaman kuasa tangan besi tanpa hukum
Tak cukup berucap
Tanpa kedalaman literasi
Yang semakin menjauh
Kita semua belajar bahwa demokrasi yang diperjuangkan
yang dicita-citakan bagi kesejahreraan bersama
bukan untuk kepentingan kelompok
apalagi hanya untuk keluarga

Kecepatan media sosial
Masuk dalam relung
Paling dalam sendi kehidupan
Bisa disaring sebelum sharing
Namun seberapa banyak yang punya kemampuan itu?
Bahwa negara harus hadir,
kehadiran yang memberi makna perlindungan,
rasa aman, nyaman bagi semua
Bukan memberangus kala ada suara mendengung
berisik dan tak pernah akan mengusik

Jaman semakin berkembang maju,
bukan pada tempatnya perbedaan pendapat
dijadikan alasan untuk membungkam
apalagi mengintimidasi kebebasan berbicara
dan berserikat
Kita bersama harus merawat
memberi energi bagi tumbuh kembangnya nilai kemanusiaan
di Indonesia

Siapapun yang dipercaya sebagai pemimpin
harus menjamin hak-hak rakyat tanpa pandang bulu..

Suatu otopis kita mendapatkan generasi cerdas
jika budaya baca kita lemah
kita tidak perduli dengan jalan pemerintahan yang baik .
Jika demokrasi tidak dihidangkan
dalam bingkai kebebasan yang dijamin konstitusi

Jika tidak
Arah menuju Indonesia Emas akan menjadi tidak jelas

Bali, 1 Oktober 2024

  • BACA puisi-puisi lainnya
Puisi Raudal Tanjung Banua | Nyanyian Panjang Talang Sungai Parit

Puisi-puisi GM Sukawidana | Di Atas Meja Pelukis Made Budhiana
Puisi-puisi Fathurrozi Nuril Furqon | Kelahiran Joko Tole
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan

Next Post

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

I Made Pria Dharsana

I Made Pria Dharsana

Praktisi, akademisi dan penggiat Prabu Capung Mas

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar "Coding"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co