3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi I Made Pria Dharsana | Menjaga Harapan Indonesia Emas

I Made Pria Dharsana by I Made Pria Dharsana
October 5, 2024
in Puisi
Puisi-puisi I Made Pria Dharsana | Menjaga Harapan Indonesia Emas

KUNINGAN

Dalam puja ada cinta,
Pada Sang Hyang Widhi Wasa
Dzat yang menjadikanmu ada,
Sebagai hamba yang gemar berdèrma
Pasti ada damai dan bahagia

Sesiapa pun jiwa yang menyembah
Tangan yang terkatup pasrah
Atau menengadah
Hati yang berserah
Nafsu duniawinya akan melemah

Jika ketulusan dan rasa syukur pada berkah karuniaNya
Akan selalu ada jalan yang diterangi cahaya Ilahi,
Terang pada pikiran.
Kejernihan ucapan
Kebijakan laku
Yang memberi damai
harmoni pada jiwa-jiwa di kegelapan
menuju terang di ujung jalanNya

Jika saja semua manusia membangun dan memiliki
kuil, masjid,
vihara, gereja,
di dalam dirinya selaku insan menghamba
yang sungguh menjalankan keelokan agamanya
Tentu angkara tak akan menang membakar dunia dengan
keserakahan, kebencian, kecurangan

Bening and Deprie
Rahajeng Tumpek Kuningan
Gerimis yang jatuh di Braga. 15.05…05.10.24

BRAGA

Laki-laki yang bersemangat,
Theotila Braga dengan anggun
memimpin perkumpulan dramanya
Wajah- wajah khas Belanda
mencurahkan diri untuk seni peran yang mereka cintai

1882 saat itu bermula
membawa napas seni ke kota dingin di barat Jawa
Jalan becek
yang dahulu tempat lalu lalang pedati pembawa kopi
Menjelma menjadi panggung pertunjukan
yang menarik
dan toko- toko menjual elegannya gaya hidup Eropa
termasuk gaun Paris
yang menjadi kiblat keelokan busana pada masa itu

2 tahun kemudian rel kereta api mulai dibangun
Bandung menggeliat manis, tak hanya manja
Meninggalkan kesan dusun lugu
yang namanya diambil dari kata Bendung,
sungai Citarum yang dibendung oleh lava Tangkuban Perahu
menjadi danau

Bandung memesat, melesat
Ke langit, terdengar kekejauhan

Bandung dengan geliat eksotisnya
Gedung-gedung, mode, kesenian, rel kereta api
bak gadis molek yang mengundang pendatang
Dan mulai datang para lelaki
untuk kembang di tepi jalan
Membuatnya dijuluki Kota Kembang.

Kini Bandung, terutama Braga didatangi entah untuk apa
Bagiku, bagi kami, suara di tepian pun kedalaman laut
dan angin gunung jauh lebih memikat

Bragaku adalah “berjalan di tepi sungai”,
yang seperti di tepi laut,
mendengarkan suara aliran air
yang tak pernah gagal mengirimkan ketenangan membuai,
melambungkan imajinasi dan harapan
Bagai janji nelayan pada kekasihnya untuk pulang

Laut adalah cerita yang tiada habis dituliskan
karena mirip lakon kehidupan

Braga yang kembali riuh
Kala pejalan kaki
Pemusik jalanan
Diberi ruang mengisi panggung
Kehidupan
Akankah bergema jauh
Ke benua harapan
Berganti hari dan generasi
Entah

Debur debar di malam minggu
Braga yang tak lagi sama

Bening and Deprie
5.10.24

MENJAGA HARAPAN INDONESIA KEEMASAN 2045

Sepagi ini saya mendapat pesan:

Pagi beranjak pergi
Terik menggantikan
Sebuah pengingat
Bahwa tak ada yang abadi
Di bawah langit ini

Duka dan bahagia
Cinta dan lara
Ambisi dan kontemplasi
Kekaguman yang hangat
dan gema diam yang menyegat
Bersisian datang
Seperti ombak yang tak selamanya menetap

Selamat bekerja
Untuk kebaikan penghuni dunia
Atas perintah Dzat Pencipta-nya

Apa yang dapat diambil dari pesan itu,
di era sekarang
saat siang dan malam datang silih berganti?

Masa terus berjalan seiring waktu
tak ada seorang pun mampu menghentikannya
kecuali beradaptasi
atau biarkan diri dilindas jaman

bekerja keras dan berdoa pada kuasaNya
perkembangan teknologi transportasi
dan informasi berkelindan
Tak sempat dikaji betul era 4.0
sekarang harus menghadapi era 5.0

Akankah kebisingan dan volusi berita,
pengetahuan yang tak mudah disaring
di mana kebanyakan kita bisanya sharing?

Kecermatan dan kesadaran
Terus menerus harus diteguhkan
Di jaman demokrasi yang diperjuangkan,
bukan datang tanpa upaya mempertahankan
Jika tidak
Akan musnah kembali
ke jaman kuasa tangan besi tanpa hukum
Tak cukup berucap
Tanpa kedalaman literasi
Yang semakin menjauh
Kita semua belajar bahwa demokrasi yang diperjuangkan
yang dicita-citakan bagi kesejahreraan bersama
bukan untuk kepentingan kelompok
apalagi hanya untuk keluarga

Kecepatan media sosial
Masuk dalam relung
Paling dalam sendi kehidupan
Bisa disaring sebelum sharing
Namun seberapa banyak yang punya kemampuan itu?
Bahwa negara harus hadir,
kehadiran yang memberi makna perlindungan,
rasa aman, nyaman bagi semua
Bukan memberangus kala ada suara mendengung
berisik dan tak pernah akan mengusik

Jaman semakin berkembang maju,
bukan pada tempatnya perbedaan pendapat
dijadikan alasan untuk membungkam
apalagi mengintimidasi kebebasan berbicara
dan berserikat
Kita bersama harus merawat
memberi energi bagi tumbuh kembangnya nilai kemanusiaan
di Indonesia

Siapapun yang dipercaya sebagai pemimpin
harus menjamin hak-hak rakyat tanpa pandang bulu..

Suatu otopis kita mendapatkan generasi cerdas
jika budaya baca kita lemah
kita tidak perduli dengan jalan pemerintahan yang baik .
Jika demokrasi tidak dihidangkan
dalam bingkai kebebasan yang dijamin konstitusi

Jika tidak
Arah menuju Indonesia Emas akan menjadi tidak jelas

Bali, 1 Oktober 2024

  • BACA puisi-puisi lainnya
Puisi Raudal Tanjung Banua | Nyanyian Panjang Talang Sungai Parit

Puisi-puisi GM Sukawidana | Di Atas Meja Pelukis Made Budhiana
Puisi-puisi Fathurrozi Nuril Furqon | Kelahiran Joko Tole
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan

Next Post

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

I Made Pria Dharsana

I Made Pria Dharsana

Praktisi, akademisi dan penggiat Prabu Capung Mas

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar "Coding"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co