23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
October 4, 2024
in Tualang
Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan

Widya wisata ke Candi Prambanan | Foto: Dok. Tingkat

UNTUK kali pertamaSMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska: Two South Kuta) mengadakan widya wisata ke Malang-Yogyakarta, setelah memasuki usia ke-5, pada 3 September 2024. Melengkapi perjalanan Lustrum, Toska selama 5 hari (29 September sampai 3 Oktober 2024) melaksanakan widya wisata bagi Kelas 12, dengan peserta sebanyak 215 orang didampingi 15 guru/pegawai. 

Di Malang, rombongan ber-tirtayatra ke Pura Gunung Arjuno, Jatim Park 1 (Wahana Bermain dan Taman Edukasi), dan Museum Angkut. Di Yogyakarta Toska menimba ilmu ke FIB dan FK UGM, Shopping di Malioboro dan berwisata ke Taman Langit Yogyakarta Heha Sky View dan  berziarah ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Tulisan ini difokuskan pada dua candi bersejarah yang menyimpan kekayaan budaya spiritual terkait dengan masa kejayaan Budha dan Hindu tempo doeloe. Dua candi  ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Unesco  sejak 1991. Keberadaannya sangat monumental dan bersejarah selaras dengan profil Pelajar Pancasila.

Pelajaran Sejarah mestinya membangun sikap berkesadaran waktu yang memiliki momentum dengan nilai-nilai cinta bangsa dan tanah air berkat capaian peradaban yang dapat diwariskan dan dinikmati kini oleh generasi penerus.

Borobudur dan Prambanan adalah prestasi puncak kebudayaan bangsa Indonesia pada masa lalu yang menggambarkan tingginya toleransi beragama (Hindu–Budha) hidup berdampingan sejak dulu hingga kini.

Di tengah kemajuan teknologi dan informasi kini, kita patut berguru pada masa lalu tentang toleransi beragama. Jangan lagi ada kasus intoleransi beragama yang terjadi belakangan ini. Intoleransi telah menjadi bagian dari tiga dosa pendidikan yang dapat merusak kohesi dan koherensi kebangsaan.

Dua dosa pendidikan yang lain adalah radikalisme dan perundungan. Tiga dosa pendidikan itu mari kita perangi bersama demi keutuhan NKRI.  Menjaga Bhineka Tunggal Ika juga dapat dimulai dari toleransi beragama dengan membangun komunikasi yang inklusif.

Putu Setia mengajak membangun terowongan silaturahmi. Tidak cukup dengan penataan fisik semata, selaras dengan Indonesia Raya: “…bangunlah jiwanya, bangunlah bangsanya…”

Saat rombongan Toska sampai di Candi Borobudur, Selasa 1 Oktober 2024, ada hal baru yang diperoleh pengunjung secara gratis, yaitu fasilitas angkutan shutle menuju area parkir  sebelum membeli karcis masuk. Shutle-nya juga masih baru (sebulan).

Kawasan parkir dan sekitarnya juga sedang penataan taman dengan pemandangan Bukit Manoreh sangat indah. Art shop dan dagang-dagang dibuatkan kompleks tersendiri sehingga tidak mengganggu wisatawan yang berlibur.

Seorang petugas mengatakan, “Penataan dimulai sejak Mei 2024, tetapi pedagang art shop dan pedagang kuliner sudah menempati los-los yang representatif”. Ini menandakan progres proyek pembangunan cepat dengan kualitas terjamin.

Jika penataan luar ini sudah selesai, Candi Borobudur menjadi objek wisata yang berkelas  dunia. Wisatawan aman dan nyaman tanpa gangguan pedagang asongan yang biasanya menawarkan barang rada memaksa dan mengejar pula. Sayangnya, tidak ada tanda-tanda perbaikan patung-patung yang patah di kompleks Candi. Inilah kisah tercecer dibalik penataan Kawasan luar candi.

Aturan wisatawan berkunjung ke Candi Borobudur pun berubah. Di Borobudur, tiket masuk reguler domestik Rp 50.000,00 untuk dewasa dan Rp 25.000,00 untuk anak-anak di bawah 10 tahun. Untuk  bisa naik sampai ke stupa, tiket khusus domestik sebesar Rp 150.000,00 sedangkan tiket mancanegara Rp 500.000,00.

“Pemesanan tiket khusus disarankan secara on line dengan fasilitas mendapat guide, minuman, dan sandal khusus untuk naik ke candi,” kata Mamad, sopir yang sekaligus pemandu kami.  Menarik pula dicatat dari Borobudur, Bumdes setempat dilibatkan dalam pengelolaan  sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal.

Sementara itu, di Candi Prambanan belum ada penataan seperti Candi Borobudur. Para pedagang di art shop dan kuliner masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Mereka menawarkan barang dagangannya walaupun tidak sampai mengejar dan memaksa.

Pedagang tampaknya makin humanis menjalankan sapta pesona. Barangkali mereka sudah mendapat pembinaan dan pelatihan secara berkelanjutannya untuk menjaga citra Kawasan.

Sebagai peninggalan agama Hindu, Candi Prambanan sungguh memprihatinkan karena beberapa candi hancur dan sejumlah arca di dalam candi juga ada yang hilang. Padahal, kalau dilihat dari prasasti yang tertera, beberapa pejabat sejak Orde Baru hingga Reformasi melakukan pemugaran.

Presiden Soeharto tercatat dua kali menandatangani prasasti pemugaran, lalu Wapres Budiono dan Jro Wacik Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif era SBY juga menandatangani prasasti pemugaran. Itu bukti komitmen pemerintah untuk menjaga dan merawat Prambanan tidak pernah luntur.

Namun, pemugaran yang dilakukan tidak sampai merekonstruksi patung yang hilang dan membangun kembali candi yang hancur  padahal batu-batu candinya terkumpul di bekas bangunan candi yang runtuh.

Seperti juga Borobudur, inilah kisah tercecer di balik penataan. Daya tariknya yang banyak mendatangkan duit, sayangnya tidak digunakan untuk membangun kembali candi yang runtuh dan arca-arca yang hilang.

Sementara itu, harga tiket masuk ke Candi Prambanan untuk domestik dewasa sebesar Rp 50.000,00 dan Rp 25.000,00 untuk anak-anak. Tiket masuk untuk wiasatawan mancanegara Rp 380.000,00.

“Bila berkunjung ke Candi Borobudur, Prambanan, dan Museum di Yogyakarta hindari  hari Senin karena hari pemeliharaan candi dan museum,” demikian kata Mas Mamad, sopir yang mengantar kami.

Ibarat manusia yang bekerja, Candi dan Museum di Yogya sesungguhnya juga bekerja. Keduanya menyiapkan lapangan kerja tetapi juga perlu perawatan agar tetap cantik menarik memantik orang datang.  Pendukungnya layak berterima kasih dengan memanusiakan dan memuliakannya.

Rombongan Toska yang berziarah ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan tampak gembira dan penuh keseruan sebagai bagian dari Merdeka Belajar. Sesuai dengan namanya, Widya Wisata identik dengan melajah sambil melali sehingga wawasan siswa dan guru makin terbuka, pembelajaran pun menyenangkan.

Di Candi Prambanan, misalnya, rerata siswa bersemangat naik ke Candi Siwa, Wisnu, dan Brahma melihat arcanya secara langsung. Sebagaimana diketahui, Candi Prambanan adalah peninggalan Hindu denga Dewa tertinggi yang dipuja adalah Siwa dan Candi Borobudur peninggalan Budha.

Siwa dan Budha tiada terpisahkan bahkan dalam upacara besar di Bali, Pendeta Siwa dan Pendeta Budha pun duduk bersama memimpin jalannya ritual untuk menguatkan spirit. Inilah yang kemudian melahirkan sesanti Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa sebagaimana diguratkan Mpu Tantular dalam kakawin Sutasoma.

Jadi, dengan berziarah ke Candi Borobudur dan Prambanan, siswa dapat mengeksplorasi pengetahuannya tentang sejarah panjang toleransi beragama. Selain itu, mereka juga dapat informasi lapangan dari pemandu wisata yang terampil menjelaskan kisah melampaui kemampuan guru di kelas.

Pemandu menggunakan bumbu pemanis dan aktual menyentuh nurani sebagai bahan renungan. Kisah Nyi Roro Jonggrang, misalnya, melahirkan mitos semalam seribu candi. Dengan kelihaian pemandu, alurnya dibuat hidup dan  kekinian. Siswa pun terhipnotis berguru di tempat wisata. Inilah Merdeka Belajar.[T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Pasih Kauh Desa Adat Kedonganan dan Kafe yang Dikelola Banjar-banjar   
Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   
Di Puncak Tegeh Buhu  
Desa Adat  Kutuh Sebagai Desa Pemancar 
Di Puncak Tegeh Kaman 
Tags: BorobudurCandi PrambananJawa Tengah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunitas Desa Belajar Bali Gelar Festival Literasi Akar Rumput 2024

Next Post

Puisi-puisi I Made Pria Dharsana | Menjaga Harapan Indonesia Emas

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi I Made Pria Dharsana | Menjaga Harapan Indonesia Emas

Puisi-puisi I Made Pria Dharsana | Menjaga Harapan Indonesia Emas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co