3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunitas Desa Belajar Bali Gelar Festival Literasi Akar Rumput 2024

tatkala by tatkala
October 4, 2024
in Budaya
Komunitas Desa Belajar Bali Gelar Festival Literasi Akar Rumput 2024

Aktivitas Komunitas Desa Belajar Bali | Foto: Ist

GAUNG gerakan literasi nasional (GLN), yang nyaris identik hanya dengan gerakan literasi sekolah (GLS), sejak sebelum dan setelah pandemi, melemah. Hal ini terjadi karena gerakan literasi bersifat top down. Tidak demikian halnya dengan gerakan literasi komunitas. Terus bergeliat di seluruh pelosok tanah air.

Prinsip-prinsip swadaya, mandiri, lokal, berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan anggota komunitas; rupanya menjadikan gerkan ini tetap tumbuh pada ribuan titik lokasi gerakan literasi. Sebelum populer dengan sebutan gerakan literasi berbasis komunitas, TBM (Taman Bacaan Masyarakat) merupakan praktik literasi di masyarakat. Gerakan literasi masyarakat pun dapat dipilah menjadi dua, yaitu yang berbasis taman bacaan dan yang berbasis komunitas.

Data yang ada di Badan Bahasa menyatakan ada kurang lebih 1500-an gerakan literasi komunitas (termasuk di dalamnya TBM). Dibangun oleh para tokoh pegiat lokal. Para pegiat itu bermukim di tengah-tengah masyarakat dan memiliki perhatian yang besar terhadap arti penting pendidikan literasi bagi masyarakat.

Mereka adalah tokoh-tokoh literasi yang bekerja sendiri dalam “sunyi”. Mereka membangun iklim literasi dari rumah-rumah mereka di desa-desa atau perkampungan yang jauh dari pusat-pusat kota atau ada pula di tengah masyarakat miskin kota.

Pada umumnya mereka berada di pinggiran kota, pedesaan, dan kampung-kampung. Gerakan literasi mereka benar-benar membumi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat lokal setempat. Gerakan literasi mereka nyata!

Pada konteks itu, Bali memiliki sebuah desa dengan gerakan literasi komunitas yang bertaraf nasional. Di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali, sejak awal 2017 telah berdiri Komunitas Desa Belajar Bali yang dirintis dan dibangun oleh I Wayan Artika, warga desa setempat dan dosen serta adalah seorang instruktur literasi nasional.

Komunitas ini secara swadaya, mandiri, bertumbuh di desa, dengan berkelanjutan menjalankan gerakan literasi komunitas. Atas sumbangsihnya dalam pembangunan budaya baca di kalangan warga desa secara berkelanjutan; tahun 2024 ini menerima Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Penggerak Literasi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta.

Dengan demikian, reputasi komunitas ini dalam gerakan literasi akar rumput, telah diakui secara nasional. Dengan penerimaan bantuan ini, Desa Batungsel semakin dikukuhkan menjadi desa literasi di Bali dan di Indonesia. Desa ini menyumbang pemikiran-pemikiran mengenai praktik baik gerakan literasi di pedesaan. Hal itu tidak lepas dari pendidikan literasi yang dijalankan oleh tim Komunitas Desa Belajar Bali.

Realisasi dana bantuan yang diterima digunakan untuk membiayai kegiatan yang bertajuk “Festival Literasi akaRumput 2024”. Dalam festival yang berlangsung pada bulan Oktober ini, dilakukan kegiatan-kegiatan seperti: (1) seminar mengulas buku, (2) safari pelatihan pengelolaan gerakan literasi berbasis komunitas, (3) lokakarya mestua (mendongeng dalam bahasa Bali), (4) lokakarya membacakan buku, dan (5) lokakarya meresensi buku.

Kegiatan mengulas buku dilaksanakan dengan skema kolaborasi dengan komunitas/club literasi di Kabupaten Buleleng, seperti Komunitas Literasi Bali Utara, Club Pecinta sejarah (Cleo Club), kelompok pengajian mahasiswa muslim, dan organisai kepemudaan.

Safari pelatihan pengelolaan gerakan literasi berbasis komunitas dilaksanakan di lima komunitas, antara lain di Kabupaten Karangasem, Bangli, Gianyar, dan Negara. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk jejaring kerja gerakan literasi berbasis komunitas dan saling berbagi praktik baik dalam kegiatan literasi.

Yang akan disasar dalam kegiatan ini adalah komunitas-komunitas sastra/literasi yang sudah tumbuh. Hasil kegiatan ini diharapkan dihimpun berbagai gagasan dalam menyelenggarakan kegiatan literasi yang dimotori oleh tokoh-tokoh literasi setempat.

Kegiatan berupa lokakarya mestua (mendongeng dalam bahasa Bali) diadakan untuk ibu-ibu/orang tua anak-anak PAUD/TK Kusuma Widyadama di Desa Batungsel. Maksud kegiatan ini adalah melibatkan keluarga dalam kegiatan mesatua di tengah-tengah keluarga. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya diasuh oleh teknologi HP.

Dalam rangka memberi wawasan literasi dini kepada guru-guru PAUD/TK se-Kecamatan Pupuan yang berjumlah 35 orang, diberi lokakarya membacakan buku. Hal ini terdengar sebagai kegiatan yang terlalu umum dan sederhana tetapi pada kenyataannya jarang dilakukan. Sarana berupa buku dan materi cerita atau satua menggunakan koleksi perpustakaan Komunitas Desa Belajar Bali.

Lokakarya meresensi buku diadakan untuk membangun tradisi membaca kritis. Hal ini termasuk pada kegiatan literasi kritis karena praktik membaca buku dipadukan dengan praktik analisis secara kritis atas buku yang dibaca. Kegiatan ini juga termasuk praktik literasi yang lebih kompleks, mengingat akan menghasilkan tulisan berupa ulasan buku.

Adanya bantuan pemerintah kepada Komunitas Desa Belajar Bali yang direalisasikan lewat kegiatan “Festival Literasi akaRumput 2024” menjadi motivasi besar untuk mengembangkan kegiatan literasi yang lebih besar. Hal ini adalah sebagai bonus dalam gerkan literasi karena selama ini, kegiatan pendidikan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan itu, bisa dikatakan tanpa dukungan dana. Dana ini sangat membantu pelaksanaan program literasi dan bisa menyediakan berbagai fasilitas kepada peserta.

Dana dalam skema bantuan pemerintah ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah dalam mendukung gerakan literasi yang tumbuh di bawah. Dari model kegiatan ini dapat dirumuskan bahwa gerakan literasi di Indonesia dapat dilakukan dengan dua model pendekatan, yakni pendekatan top down dan bottom up.

Komunitas penggerak literasi, sebagaimana halnya Komunitas Desa Belajar Bali, memilih jalan gerakan, bahkan tidak hanya secara bottom up tetapi di akar rumput.[T]

Sumber: Rilis Rumah Belajar Bali
Editor: Jaswanto

Tags: Desa BatungselKomunitas Desa Belajar BaliLiterasitabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seni-Budaya Sebatas Penarik Massa, Tak Pernah Jadi Program Serius dalam Kampanye Pilkada

Next Post

Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak...

Read moreDetails

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
0
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

Read moreDetails

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

by tatkala
May 1, 2026
0
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

Read moreDetails

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
0
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

Read moreDetails

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
0
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

Read moreDetails

2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

by tatkala
March 17, 2026
0
2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sampai dengan...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

by tatkala
March 12, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

Read moreDetails
Next Post
Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan

Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co