2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi GM Sukawidana | Di Atas Meja Pelukis Made Budhiana

GM Sukawidana by GM Sukawidana
March 24, 2024
in Puisi
Puisi-puisi GM Sukawidana | Di Atas Meja Pelukis Made Budhiana

DI ATAS MEJA PELUKIS MADE BUDHIANA

di atas meja
ada kepala- kepala berserakan
menggelinding ke berbagai arah
seperti mencari badannya
tak kutahu milik siapa
raut wajahnya menakutkan
mengejekku sambil berbisik
mengapa tak kau lepaskan saja kepalamu seperti kepala-kepala ini?
bebas menggelinding bersama kemana kau suka
ayolah
kau tanggalkan saja kepalamu di sini
bertukar kepala dengan kepala-kepala yang kau suka
kau boleh memilih

kepala-kepala itu menggelinding lagi ke segala arah
seperti bermain petak umpet
terlihat betapa riang

aku tercenung bimbang menjawab tantangan
tapi entah ada apa
tiba-tiba tanganku mulai bergerak
gemetar
kepala berputar-putar mengikuti arah jarum jam
makin lama semakin kencang
berontak ingin dilepas
aku berteriak sekuat tenaga
tapi kepalaku sudah lepas
menggelinding di atas meja
tersenyum bebas mencari kepala-kepala yang berserakan
meninggalkan tubuhku tanpa kepala
berdiri kaku

kepala-kepala yang menggelinding di atas meja
bersorak gembira
menyambut kepalaku yang baru lepas dari badan
terasa aneh permainan ini
dan aku tak mengerti

dalam kebingungan
aku mencoba mencari kepalaku sendiri
dengan meraba-raba
tapi aku tak tahu yang mana kepalaku
kuambil saja satu yang tertangkap
dan kupasangkan pada tubuhku
aku kembali menjadi manusia berkepala
sungguh asing terasa
kepala yang kukenakan tertawa sekeras-kerasnya bahkan mengejek
sekali waktu menangis sejadi-jadinya
sedih

aku tak tahu
apakah kepala yang kukenakan itu kepalaku?
aku ragu
untuk kemudian mencoba mencari-cari lagi
dimanakah kepalaku bersembunyi

di atas tumpukan buku
ada sebuah kepala
menempel di kanvas penuh warna pucat
berair mata
itukah kepalaku?

pelan -pelan kudekati
dan katanya, kaukah kepalaku?
air matanya mengalir semakin deras
sementara kepala yang kukenakan
membrontak tak mau lepas dari tubuhku
“aku ingin tetap tinggal di sini!”

permainan ini
semakin tak kumengerti
aku tanyakan pada setiap orang yang kutemui
“apakah kepala yang kukenakan ini kepalaku?”
tak ada terdengar yang menjawab
menghindar ketakutan
sambil bersembunyi dalam warna-warna tebal di kanvas
siapakah aku dengan kepala ini?

malam semakin larut
aku lelah mencari kepalaku
di kursi panjang aku duduk
tanganku meraba-raba permukaan meja
sampai akhirnya kepalaku terantuk di kanvas basah
di atas tumpukan buku
melekat keras
aku meronta-ronta
sampai kepala yang kukenakan terlepas
menggelinding berkumpul dengan kepala-kepala yang lain
dalam keletihan
tanganku meraba-raba permukaan meja menyentuh sesuatu
aku berteriak keras
kepalaku! ini kepalaku!
aku menemukan kepalaku

sungguh
aku seperti menemukan kembali bagian dari hidupku yang hilang
dalam perjalanan panjang menyusuri waktu

(denpasar, akhir nov-des‘23
sebuah puisi eksperimen).

MENIKMATI KOPI MAESTRO

setiap kali aku datang
selalu terdengar denting sendok dalam cangkir
dan itu pasti
secangkir kopi akan terhidang di atas meja

kopi panas tanpa gula
racikan sang maestro
rasa borju
di kaki lima

terasa pahit memang
tapi membawaku dalam perjalanan panjang
menikmati rasa manis
pahitnya kehidupan
berpadu dalam warna-warna kelam
di kanvas-kanvas lusuh

umah panjer, feb ‘24

SEBUAH SKETSA MADE BUDHIANA TENTANG KEPALA IKAN

ikan bakar di atas meja
bumbu pedas nasi hangat
aromanya melampaui batas penciuman
bercampur bau arak
membuat gairah menyantap semakin liar

hari ini
pesta sunyi orang lapar
makan besar tak terbendung
jangan sampai ada yang tersisa
bagi perut yang memendam dendam

aku menyantap ikan bakar di atas meja
semua terlahap habis
hanya tersisa tulang kerangka

sampai pada batas
bagian kepala
yang masih utuh
tak tersentuh
aku terhenyak
mata ikan itu
membelalak liar
berputar-putar
mencari siapa yang mengoyak tubuhnya

sungguh mengerikan
tatapan tajam
mengiris
menebar ancaman

jangan kau telan semua
sisakan kepalaku
siapa tahu nanti
dapat menggantikan
kepalamu yang terlepas

umah panjer, maret ‘24

WAJAH-WAJAH DI KANVAS

tak kutahu
wajah-wajah siapakah yang bersembunyi dalam balutan warna kelam di kanvas itu
penuh dengan kecemasan
menatap kosong
ke langit jiwa
kucari wajah yang selalu kucari
bergelayut dalam mimpi sepanjang malam
adakah diantaranya?
karena aku tahu
kecemasan itu juga milikku
yang kuperam
dalam setiap pencarian
sampai pada batas
ketidakberdayaan
diantara wajah-wajah itu sendiri

wajah-wajah muram
penuh dengan kecemasan
terbingkai
dalam kesangsian
akan hari esok
tak menjemput matahari

umah panjer, januari ‘24

UPACARA KE RUMAH IBU

anak lanang
yang semata wayang
kau tahu apa
tentang gambar rerajahan
dan aksara magis
yang ditulis di kain putih
menempel di hulu hatiku
itu bukan jimat tolak bala
seperti yang kau kenakan
saat upacara potong gigi

dengarkanlah bahasa angin
lihat kepingan mata uang perunggu
yang ditabur beras lima warna
hanya bisa dipahami oleh para balian
tanyakanlah!
pesan apa yang disampaikan para leluhur

kau kan tahu
gambar rerajahan dan aksara magis
yang ditulis di kain putih
oleh para tetua
adalah bekalku
buat jalan pulang
mencari rumah ibu
agar tak sesat
membaca arah mata angin
di persimpangan jalan

ingat itu
kau pun nanti
akan dibuatkan bekal yang sama

umah panjer, maret ‘24

  • BACA puisi-puisi lainnya
Puisi-puisi GM Sukawidana | Rumah Warna Snerayuza
Puisi-puisi GM Sukawidana | Pulang ke Ubud, Sajak Tanah Ibu
Puisi-puisi GM Sukawidana: Upacara Muara Teluk Benoa
Puisi-puisi Winar Ramelan | Nyepi Untuk Pulang ke Diri
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ia Pergi Bersama Seuntai Pelangi | Cerpen Putu Arya Nugraha

Next Post

Rayakan Bulan Ramadan, HMI Cabang Singaraja Bagi-Bagi Takjil Gratis

GM Sukawidana

GM Sukawidana

Penyair, tinggal di Denpasar

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Rayakan Bulan Ramadan, HMI Cabang Singaraja Bagi-Bagi Takjil Gratis

Rayakan Bulan Ramadan, HMI Cabang Singaraja Bagi-Bagi Takjil Gratis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co