14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi GM Sukawidana | Pulang ke Ubud, Sajak Tanah Ibu

GM Sukawidana by GM Sukawidana
September 17, 2022
in Puisi
Puisi-puisi GM Sukawidana | Pulang ke Ubud, Sajak Tanah Ibu

SAJAK TANAH IBU

ibuku
tanah di sepanjang pesisir bali
tanah yang memeram
perih luka sayat sembilu
di detak jantungku
muara sengketa
yang tak berakhir

dps, maret ‘20

SAJAK IBU BUMI

berguncanglah
apa dan bagaimana maumu
saatnya
dengan segala beban dan luka
ibu bumi
menyembuhkan dirinya
dengan cara sendiri
tanpa campur tangan
mereka yang melukai
dan membebani
aku
senantiasa menerima
dengan ikhlas

SAJAK TANAH SELASIH

apakah masih
yang bernas itu sesungguhnya padi?*
jika setiap petak tanah tegal
dan sawah
diperebutkan dan dipersengketakan
atas nama pariwisata
para jelata
harus tergusur
dari pijakan tanah moyangnya
demi nganga mulut investor
yang lapar
dan menaburkan bencana
pada anak cucu

duhai!
mimpi buruk tanah berkabut air mata
sekawanan burung
kehilangan pohon-pohon kehidupan
suaranya pilu silih berganti
bersama jerit tangis para jelata
yang kehilangan tanah darah tembuninya
air mata mengering di derasnya mata air
di tengah angkuhnya deru mesin penghancur
membabat setiap lekuk tanah yang diupacarai

para jelata
tak berdaya melawan bahasa kuasa
tapi masih punya harga diri
untuk bertahan
dan mempertahankan haknya
meskipun akhirnya dikalahkan
karena kau merampas dan menguasai
dengan bahasa kekuasaan
tapi tahukah kau
hak jelata yang telah beranak pinak
mengakar di perut ibu
mengapa bermukim di sana?
kau hanya tahu silsilah keluarga
tapi tidak tahu
bagaimana sejarah nenek moyangmu
menuliskan di kerut kening para jelata
di tanah ini!

apalah artinya pariwisata
selain pesta pora
daging busuk para cukong
leleh anggur air mata jelata
dengan nada nyanyian jerit pilu
yang kehilangan jejak tanah moyangnya

(ubud: isma savitri)*
denpasar, nov 2019-221

PADA IBUKU TANAH SELASIH

kau mesti tahu!
air yang mengaliri petak-petak tanah
di sepanjang sungai ini
bersumber dari mata air
yang diperah dari puting susu ibuku
betapa nikmat kau kecap
sambil menebarkan petaka
di tanah yang diupacarai untuk para dewa
untuk para leluhur

terkutuklah kau
jika membiarkan orang-orang hitam
berjubah kekuasaan
dengan pongah
merampas dan menggusur ibuku
dari tanah moyangnya
hanya berbekal silsilah masa lalu
dan kata warisan

ibuku tanah selasih
adalah ibu yang mengupacarai
setiap nafas kehidupan
di setiap detak jantung
anak cucu

ibuku tanah selasih
adalah ibu yang memeram akar tembuniku
di halaman rumah
yang dirajah dengan mantra
para leluhur

ibuku tanah selasih
adalah ibu yang dengan berani telanjang
menyerahkan hidupnya
menghadang deru mesin-mesin bulldozer

ibuku tanah selasih
adalah ibu yang meyerahkan seluruh tubuhnya
untuk dinikmati
dalam pesta mabuk para cukong dan penguasa
membiarkan para jelata berurai air mata

ibuku tanah selasih
adalah ibumu
kau telah menikmati tubuh ibumu sendiri
dalam bayang gerhana
masihkah kau punya kehormatan
dalam nafsu serakah itu?

dps, 2021

PULANG KE UBUD

kerinduan pulang ke ubud
membuncah pecah
saat musim menuai padi tiba
ada terlukis keindahan
di sepanjang pematang sawah
dengan padi yang menguning
membentang luas
sampai batas kaki langit
seperti cerahnya lukisan-lukisan walter spies

pulang ke ubud
melewati kelok jalan kedewatan
terasa teduh di jiwa
pepohonan rindang
akarnya berair
mencengkeram kuat tebing-tebing batu

jembatan tua
sejuk air tukad campuhan
mengalir manja
di antara batu-batu purba
saksi bisu awal peradaban masa lalu
yang bermula di sini

di punggung bukit bangkiang sidem
suara sunari mengalun khusuk sampai ke sorga
di bawah bukit
ada pancoran dedari
saat banyu pinaruh tiba
orang-orang melukat di sana
airnya mengalir bening sampai ke muara
pulang ke ubud
aku rindu membaca goresan garis
di kanvas-kanvas tua gusti nyoman lempad
aku rindu memagut mata kayu
di pahatan magis i cokot

saat purnama
suara tetabuh gambelan
mengiringi ni nyoman bajang dan i made teruna
menari oleg tambulilingan
di wantilan pura dalem puri
arwah para leluhur
turun ke bumi
merestui upacara maligia tiba

pulang ke ubud
desir angin menebar suara semesta
sayup suara kulkul di pura dalem puri
tetabuh gender di bale gong
kekidung para tetua
denting getar genta para sulinggih
mantra-mantra para dewa
ada dalam setiap upacara
terjaga keharmonisan dalam kehidupan
rinduku semakin membuncah pecah
mencium rekah tanah moyang

pulang ke ubud
di sepanjang jalan aku terpana gagap
tak ada ruang kosong buat menarik nafas sejenak
hotel, home stay, art shop, money changer, bar, dan restoran
berjajar silih berganti
berdiri dengan kokoh dan angkuh
di antara para pengemis
yang mewartakan nasib buruknya
dan para calo dengan silat lidahnya
menawarkan jasa

pulang ke ubud
kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas
mengular panjang tak terurai
para turis yang gelisah
dengan dolar dalam dompet
hilir mudik mencari tempat singgah
memburu pukau magis tanah para dewa
yang terselip di antara cerita-cerita masa lalu
(aku seperti memasuki wilayah asing
dalam labirin yang tak pernah kukenal)

pulang ke ubud
aku menoreh matahari
meleleh di ubun-ubun
seperti tak kukenal lagi jalan pulang
mencari jejak pematang dan petak sawah
yang digaru oleh para tetua sejak dulu
kemanakah gemercik air pancoran mengalir?

pulang ke ubud
aku menemukan perubahaan mahadahsyat
seperti kurasakan
kegelisahan wajah tua ida bagus made
menatap masa depan tanah kelahirannya
dan aku
kehilangan kenangan masa kanak-kanak

ubud, 2020
dps, 2021

  • Puisi-puisi ini diambil dari manuskrip Air Mata (Tanah) Bali yang rencananya terbit awal 2023

_____

  • Baca PUISI-PUISI LAIN atau karya lain dari GM SUKAWIDANA
9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan
Puisi-puisi IGA Darma Putra | Nur Illahi, Pertemuan-Pertemuan
Puisi-puisi Pranita Dewi | Episode, Melingkar, Ding
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Celepuk | Cerpen Arnata Pakangraras

Next Post

Film “Petualangan Tara & Pramana” Diputar, Wawali Denpasar Arya Wibawa Nonton

GM Sukawidana

GM Sukawidana

Penyair, tinggal di Denpasar

Related Posts

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails
Next Post
Film “Petualangan Tara & Pramana” Diputar, Wawali Denpasar Arya Wibawa Nonton

Film “Petualangan Tara & Pramana" Diputar, Wawali Denpasar Arya Wibawa Nonton

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co