22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi GM Sukawidana | Pulang ke Ubud, Sajak Tanah Ibu

GM Sukawidana by GM Sukawidana
September 17, 2022
in Puisi
Puisi-puisi GM Sukawidana | Pulang ke Ubud, Sajak Tanah Ibu

SAJAK TANAH IBU

ibuku
tanah di sepanjang pesisir bali
tanah yang memeram
perih luka sayat sembilu
di detak jantungku
muara sengketa
yang tak berakhir

dps, maret ‘20

SAJAK IBU BUMI

berguncanglah
apa dan bagaimana maumu
saatnya
dengan segala beban dan luka
ibu bumi
menyembuhkan dirinya
dengan cara sendiri
tanpa campur tangan
mereka yang melukai
dan membebani
aku
senantiasa menerima
dengan ikhlas

SAJAK TANAH SELASIH

apakah masih
yang bernas itu sesungguhnya padi?*
jika setiap petak tanah tegal
dan sawah
diperebutkan dan dipersengketakan
atas nama pariwisata
para jelata
harus tergusur
dari pijakan tanah moyangnya
demi nganga mulut investor
yang lapar
dan menaburkan bencana
pada anak cucu

duhai!
mimpi buruk tanah berkabut air mata
sekawanan burung
kehilangan pohon-pohon kehidupan
suaranya pilu silih berganti
bersama jerit tangis para jelata
yang kehilangan tanah darah tembuninya
air mata mengering di derasnya mata air
di tengah angkuhnya deru mesin penghancur
membabat setiap lekuk tanah yang diupacarai

para jelata
tak berdaya melawan bahasa kuasa
tapi masih punya harga diri
untuk bertahan
dan mempertahankan haknya
meskipun akhirnya dikalahkan
karena kau merampas dan menguasai
dengan bahasa kekuasaan
tapi tahukah kau
hak jelata yang telah beranak pinak
mengakar di perut ibu
mengapa bermukim di sana?
kau hanya tahu silsilah keluarga
tapi tidak tahu
bagaimana sejarah nenek moyangmu
menuliskan di kerut kening para jelata
di tanah ini!

apalah artinya pariwisata
selain pesta pora
daging busuk para cukong
leleh anggur air mata jelata
dengan nada nyanyian jerit pilu
yang kehilangan jejak tanah moyangnya

(ubud: isma savitri)*
denpasar, nov 2019-221

PADA IBUKU TANAH SELASIH

kau mesti tahu!
air yang mengaliri petak-petak tanah
di sepanjang sungai ini
bersumber dari mata air
yang diperah dari puting susu ibuku
betapa nikmat kau kecap
sambil menebarkan petaka
di tanah yang diupacarai untuk para dewa
untuk para leluhur

terkutuklah kau
jika membiarkan orang-orang hitam
berjubah kekuasaan
dengan pongah
merampas dan menggusur ibuku
dari tanah moyangnya
hanya berbekal silsilah masa lalu
dan kata warisan

ibuku tanah selasih
adalah ibu yang mengupacarai
setiap nafas kehidupan
di setiap detak jantung
anak cucu

ibuku tanah selasih
adalah ibu yang memeram akar tembuniku
di halaman rumah
yang dirajah dengan mantra
para leluhur

ibuku tanah selasih
adalah ibu yang dengan berani telanjang
menyerahkan hidupnya
menghadang deru mesin-mesin bulldozer

ibuku tanah selasih
adalah ibu yang meyerahkan seluruh tubuhnya
untuk dinikmati
dalam pesta mabuk para cukong dan penguasa
membiarkan para jelata berurai air mata

ibuku tanah selasih
adalah ibumu
kau telah menikmati tubuh ibumu sendiri
dalam bayang gerhana
masihkah kau punya kehormatan
dalam nafsu serakah itu?

dps, 2021

PULANG KE UBUD

kerinduan pulang ke ubud
membuncah pecah
saat musim menuai padi tiba
ada terlukis keindahan
di sepanjang pematang sawah
dengan padi yang menguning
membentang luas
sampai batas kaki langit
seperti cerahnya lukisan-lukisan walter spies

pulang ke ubud
melewati kelok jalan kedewatan
terasa teduh di jiwa
pepohonan rindang
akarnya berair
mencengkeram kuat tebing-tebing batu

jembatan tua
sejuk air tukad campuhan
mengalir manja
di antara batu-batu purba
saksi bisu awal peradaban masa lalu
yang bermula di sini

di punggung bukit bangkiang sidem
suara sunari mengalun khusuk sampai ke sorga
di bawah bukit
ada pancoran dedari
saat banyu pinaruh tiba
orang-orang melukat di sana
airnya mengalir bening sampai ke muara
pulang ke ubud
aku rindu membaca goresan garis
di kanvas-kanvas tua gusti nyoman lempad
aku rindu memagut mata kayu
di pahatan magis i cokot

saat purnama
suara tetabuh gambelan
mengiringi ni nyoman bajang dan i made teruna
menari oleg tambulilingan
di wantilan pura dalem puri
arwah para leluhur
turun ke bumi
merestui upacara maligia tiba

pulang ke ubud
desir angin menebar suara semesta
sayup suara kulkul di pura dalem puri
tetabuh gender di bale gong
kekidung para tetua
denting getar genta para sulinggih
mantra-mantra para dewa
ada dalam setiap upacara
terjaga keharmonisan dalam kehidupan
rinduku semakin membuncah pecah
mencium rekah tanah moyang

pulang ke ubud
di sepanjang jalan aku terpana gagap
tak ada ruang kosong buat menarik nafas sejenak
hotel, home stay, art shop, money changer, bar, dan restoran
berjajar silih berganti
berdiri dengan kokoh dan angkuh
di antara para pengemis
yang mewartakan nasib buruknya
dan para calo dengan silat lidahnya
menawarkan jasa

pulang ke ubud
kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas
mengular panjang tak terurai
para turis yang gelisah
dengan dolar dalam dompet
hilir mudik mencari tempat singgah
memburu pukau magis tanah para dewa
yang terselip di antara cerita-cerita masa lalu
(aku seperti memasuki wilayah asing
dalam labirin yang tak pernah kukenal)

pulang ke ubud
aku menoreh matahari
meleleh di ubun-ubun
seperti tak kukenal lagi jalan pulang
mencari jejak pematang dan petak sawah
yang digaru oleh para tetua sejak dulu
kemanakah gemercik air pancoran mengalir?

pulang ke ubud
aku menemukan perubahaan mahadahsyat
seperti kurasakan
kegelisahan wajah tua ida bagus made
menatap masa depan tanah kelahirannya
dan aku
kehilangan kenangan masa kanak-kanak

ubud, 2020
dps, 2021

  • Puisi-puisi ini diambil dari manuskrip Air Mata (Tanah) Bali yang rencananya terbit awal 2023

_____

  • Baca PUISI-PUISI LAIN atau karya lain dari GM SUKAWIDANA
9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan
Puisi-puisi IGA Darma Putra | Nur Illahi, Pertemuan-Pertemuan
Puisi-puisi Pranita Dewi | Episode, Melingkar, Ding
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Celepuk | Cerpen Arnata Pakangraras

Next Post

Film “Petualangan Tara & Pramana” Diputar, Wawali Denpasar Arya Wibawa Nonton

GM Sukawidana

GM Sukawidana

Penyair, tinggal di Denpasar

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Film “Petualangan Tara & Pramana” Diputar, Wawali Denpasar Arya Wibawa Nonton

Film “Petualangan Tara & Pramana" Diputar, Wawali Denpasar Arya Wibawa Nonton

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co