2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi GM Sukawidana | Pulang ke Ubud, Sajak Tanah Ibu

GM Sukawidana by GM Sukawidana
September 17, 2022
in Puisi
Puisi-puisi GM Sukawidana | Pulang ke Ubud, Sajak Tanah Ibu

SAJAK TANAH IBU

ibuku
tanah di sepanjang pesisir bali
tanah yang memeram
perih luka sayat sembilu
di detak jantungku
muara sengketa
yang tak berakhir

dps, maret ‘20

SAJAK IBU BUMI

berguncanglah
apa dan bagaimana maumu
saatnya
dengan segala beban dan luka
ibu bumi
menyembuhkan dirinya
dengan cara sendiri
tanpa campur tangan
mereka yang melukai
dan membebani
aku
senantiasa menerima
dengan ikhlas

SAJAK TANAH SELASIH

apakah masih
yang bernas itu sesungguhnya padi?*
jika setiap petak tanah tegal
dan sawah
diperebutkan dan dipersengketakan
atas nama pariwisata
para jelata
harus tergusur
dari pijakan tanah moyangnya
demi nganga mulut investor
yang lapar
dan menaburkan bencana
pada anak cucu

duhai!
mimpi buruk tanah berkabut air mata
sekawanan burung
kehilangan pohon-pohon kehidupan
suaranya pilu silih berganti
bersama jerit tangis para jelata
yang kehilangan tanah darah tembuninya
air mata mengering di derasnya mata air
di tengah angkuhnya deru mesin penghancur
membabat setiap lekuk tanah yang diupacarai

para jelata
tak berdaya melawan bahasa kuasa
tapi masih punya harga diri
untuk bertahan
dan mempertahankan haknya
meskipun akhirnya dikalahkan
karena kau merampas dan menguasai
dengan bahasa kekuasaan
tapi tahukah kau
hak jelata yang telah beranak pinak
mengakar di perut ibu
mengapa bermukim di sana?
kau hanya tahu silsilah keluarga
tapi tidak tahu
bagaimana sejarah nenek moyangmu
menuliskan di kerut kening para jelata
di tanah ini!

apalah artinya pariwisata
selain pesta pora
daging busuk para cukong
leleh anggur air mata jelata
dengan nada nyanyian jerit pilu
yang kehilangan jejak tanah moyangnya

(ubud: isma savitri)*
denpasar, nov 2019-221

PADA IBUKU TANAH SELASIH

kau mesti tahu!
air yang mengaliri petak-petak tanah
di sepanjang sungai ini
bersumber dari mata air
yang diperah dari puting susu ibuku
betapa nikmat kau kecap
sambil menebarkan petaka
di tanah yang diupacarai untuk para dewa
untuk para leluhur

terkutuklah kau
jika membiarkan orang-orang hitam
berjubah kekuasaan
dengan pongah
merampas dan menggusur ibuku
dari tanah moyangnya
hanya berbekal silsilah masa lalu
dan kata warisan

ibuku tanah selasih
adalah ibu yang mengupacarai
setiap nafas kehidupan
di setiap detak jantung
anak cucu

ibuku tanah selasih
adalah ibu yang memeram akar tembuniku
di halaman rumah
yang dirajah dengan mantra
para leluhur

ibuku tanah selasih
adalah ibu yang dengan berani telanjang
menyerahkan hidupnya
menghadang deru mesin-mesin bulldozer

ibuku tanah selasih
adalah ibu yang meyerahkan seluruh tubuhnya
untuk dinikmati
dalam pesta mabuk para cukong dan penguasa
membiarkan para jelata berurai air mata

ibuku tanah selasih
adalah ibumu
kau telah menikmati tubuh ibumu sendiri
dalam bayang gerhana
masihkah kau punya kehormatan
dalam nafsu serakah itu?

dps, 2021

PULANG KE UBUD

kerinduan pulang ke ubud
membuncah pecah
saat musim menuai padi tiba
ada terlukis keindahan
di sepanjang pematang sawah
dengan padi yang menguning
membentang luas
sampai batas kaki langit
seperti cerahnya lukisan-lukisan walter spies

pulang ke ubud
melewati kelok jalan kedewatan
terasa teduh di jiwa
pepohonan rindang
akarnya berair
mencengkeram kuat tebing-tebing batu

jembatan tua
sejuk air tukad campuhan
mengalir manja
di antara batu-batu purba
saksi bisu awal peradaban masa lalu
yang bermula di sini

di punggung bukit bangkiang sidem
suara sunari mengalun khusuk sampai ke sorga
di bawah bukit
ada pancoran dedari
saat banyu pinaruh tiba
orang-orang melukat di sana
airnya mengalir bening sampai ke muara
pulang ke ubud
aku rindu membaca goresan garis
di kanvas-kanvas tua gusti nyoman lempad
aku rindu memagut mata kayu
di pahatan magis i cokot

saat purnama
suara tetabuh gambelan
mengiringi ni nyoman bajang dan i made teruna
menari oleg tambulilingan
di wantilan pura dalem puri
arwah para leluhur
turun ke bumi
merestui upacara maligia tiba

pulang ke ubud
desir angin menebar suara semesta
sayup suara kulkul di pura dalem puri
tetabuh gender di bale gong
kekidung para tetua
denting getar genta para sulinggih
mantra-mantra para dewa
ada dalam setiap upacara
terjaga keharmonisan dalam kehidupan
rinduku semakin membuncah pecah
mencium rekah tanah moyang

pulang ke ubud
di sepanjang jalan aku terpana gagap
tak ada ruang kosong buat menarik nafas sejenak
hotel, home stay, art shop, money changer, bar, dan restoran
berjajar silih berganti
berdiri dengan kokoh dan angkuh
di antara para pengemis
yang mewartakan nasib buruknya
dan para calo dengan silat lidahnya
menawarkan jasa

pulang ke ubud
kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas
mengular panjang tak terurai
para turis yang gelisah
dengan dolar dalam dompet
hilir mudik mencari tempat singgah
memburu pukau magis tanah para dewa
yang terselip di antara cerita-cerita masa lalu
(aku seperti memasuki wilayah asing
dalam labirin yang tak pernah kukenal)

pulang ke ubud
aku menoreh matahari
meleleh di ubun-ubun
seperti tak kukenal lagi jalan pulang
mencari jejak pematang dan petak sawah
yang digaru oleh para tetua sejak dulu
kemanakah gemercik air pancoran mengalir?

pulang ke ubud
aku menemukan perubahaan mahadahsyat
seperti kurasakan
kegelisahan wajah tua ida bagus made
menatap masa depan tanah kelahirannya
dan aku
kehilangan kenangan masa kanak-kanak

ubud, 2020
dps, 2021

  • Puisi-puisi ini diambil dari manuskrip Air Mata (Tanah) Bali yang rencananya terbit awal 2023

_____

  • Baca PUISI-PUISI LAIN atau karya lain dari GM SUKAWIDANA
9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan
Puisi-puisi IGA Darma Putra | Nur Illahi, Pertemuan-Pertemuan
Puisi-puisi Pranita Dewi | Episode, Melingkar, Ding
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Celepuk | Cerpen Arnata Pakangraras

Next Post

Film “Petualangan Tara & Pramana” Diputar, Wawali Denpasar Arya Wibawa Nonton

GM Sukawidana

GM Sukawidana

Penyair, tinggal di Denpasar

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Film “Petualangan Tara & Pramana” Diputar, Wawali Denpasar Arya Wibawa Nonton

Film “Petualangan Tara & Pramana" Diputar, Wawali Denpasar Arya Wibawa Nonton

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co