13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan

IDK Raka Kusuma by IDK Raka Kusuma
September 10, 2022
in Puisi
9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan

MENARA CINTA

di pantaimu laut Lovina
akan kubangun menara cinta
senantiasa menggemakan suara
bercerita tanpa jeda
percintaan abadi perindu dan pencinta
perairan raya

jangan dera aku
aku bukan anak seterumu
si juru sihir
mengayuh biduk batu
kau kutuk jadi serpihan sampan beku
berserakan sepanjang pasir
sebelum menyihirmu
jadi bentangan air luas
senantiasa menggemakan
dengan keras
suara-suara kebencian

aku keturunan penyair mulia
penjelajah samudera

di air menulis tanpa jeda
larik dan bait bercahaya
mengumandang kata-kata mutiara
tantang mencintai dan dicintai
tentang dicintai dan mencintai

di pantaimu laut Lovina
akan kubangun menara cinta
tetap tegak walau berkali-kali langit menimpa

KISAH KENANGAN

walaupun dingin
hangat sekujur badan
tiupan angin
mengurai sinar bulan
jadi kisah kenangan

dia melukis pada cahaya
lambang cinta yang sudah ada
aku melukis pada cahaya
lambang cinta yang belum ada

dia menulis pada cahaya
yang sudah ada
jadi bagian dunia
aku menulis pada cahaya
yang belum ada
dimunculkan ada
jadi bagian semesta

bersama menulis pada cahaya
yang sudah ada
dan lama terlihat
dan belum ada
dimunculkan ada dan terlihat
angin mencatat
dan memberi tempat
pada semua jiwa
pada penjuru semua

bersama menukilkan janji pada pawana
menyatukan berbingkai sinar purnama

sampai kini tak ada tangan
yang memisahkan
yang bisa memisahkan

semakin dingin
semakin hangat badan
tiupan angin
mengurai sinar bulan
jadi kebahagian
 

CERITA BAGI CHEF NARITA

yang menggoreng ombak berdebur
siang ini di dapur
juru masak bertubuh laut
ganggang tumbuh lebat di rambut

dengan kuali terumbu
berlapis karang
memperdengar deru
berlari kencang

di atas tungku menyembulkan nyala merah
dari rangka kapal patah
berabad-abad karam
setelah topan dahsyat menghantam
terbakar dan tenggelam

bunyi menghentak
dan bunyi gemeretak
bunyi sulingan arus deras
bertahun-tahun mengeras
ditaburkan dengan keras

adapun desis yang jelas terdengar
isyarat agar datang menyaksikan
saat tersaji sebagai hidangan
di atas meja dari lempengan
gelombang beku terdampar

kau, aku, hanya berhak menatap
tak berhak menyantap

kita bahan santapan
menunggu giliran

NYANYIAN LIBERO

bersama bola sepanjang badan
bersama bola sepanjang bayangan
ke mana-mana mencari lapangan
bertahun-tahun, belum menemukan

juga mencari
sampai ke tepi pagi
juga mencari
sampai ke tepi siang
juga mencari
sampai ke tepi malam
juga mencari
sampai ke tepi terang
juga mencari
sampai ke tepi kelam
bahkan mencari
tanpa berhenti berjalan
sampai ke tepi wilayah impian

ketika kepada dunia bertanya
kuterima jawaban
cari dalam raga
dari dalam bayangan
pemain bernama Sang Maha

ketika kutanya
berada di mana
jawaban kuterima
di mana-mana

bersama bola sepanjang badan
bersama bola sepanjang bayangan
aku cemas sesat ke wilayah angan
seketika menjelma kenangan

PANGKUANMU

pangkuanMu adalah musim
tempat keteduhan kekal bermukim

tapi jalan ke tempatMu berada
licin dan berbahaya
terbentang di udara, tipis
lebih tipis dari gerimis

sebab menganga di bawahnya
jurang tak kasat mata
bagaimana langkah kuayun
agar tak tergelincir dan terjun
ke kedalaman tak terhingga

semua pangkuan yang kududuki
lebih panas dari api
cemas jadi abu
belum sedetik tegak kembali aku

ada di pangkuanMu
kurindukan selalu
sambil membayangkan dipangku ibu

ditinggalkannya aku
memangku debu
sepanjang waktu

Bunda Semesta
walau tidak dengan kata
beritahu dengan tanda
tempatMu berada
agar aku Kau pangku segera

DESA MASA TUA

di desa masa tua
yang tampak tak biasa

pohon-pohon tak ada tengadah
dahan dan cabang merendah
mengarah ke tanah
menunjuk guguran daun telungkup
makin kuncup

burung-burung menghinggapi
sayap melekat pada diri
pejaman mata
menunjukkan tak pernah terjaga

semak, perdu, rumput, semua terlihat
berwarna coklat

di jalan tak ada melintas
di udara tak ada memintas

di langit barat sana
tak ada warna jingga
tak ada lembayung sebagai tanda
yang tiada kembali ke tiada
untuk kembali ada

di desa masa tua
yang terdengar suara tak biasa
di angin berderai
di sini waktu segera usai

JALAN IBU

jalan ibu
luas, rata
terang selalu
sebab siang senantiasa

di tepinya anak-anak bermain
bertukar tangkap angin
tidak dengan tangan raga
dengan tangan jiwa

memintamu ikut dalam permainan
tak berkesudahan
memintamu turut dalam keriangan
tak pernah membosankan

teruslah melangkah
menuju bilik cerah
dindingnya berisi nukilan
bayi dalam buaian
bocah di atas pangkuan
besar selalu dirindukan

ikuti marka jalan, semua
menunjuk ke arah sana

teruslah melangkah
menuju bilik cerah
lama menanti
minta kau masuki
minta selamanya kau huni

ada merindukanmu di situ
yang melahirkan
yang membesarkan
pada kehidupanmu dulu

WANITA PERIANG BERDADA BIDANG

wanita periang
berdada bidang
menyebut awal jalan Denpasar
dada perempuan dalam BH besar
menjulang ke angkasa patung besar payudara
dengan bentuk mempesona

berjarak dekat dengannya
pembagi jalan sempurna
melaju di kiri atau kanannya
bertemu lingkaran
dengan serat saling berkelindan

belok kiri jalan terus
belok kanan jalan terus
sampai di ujung jalan terbelah dua
dipisah lubang menawan
ditumbuhi gerumbul mempesona
memantulkan aroma belum pernah ada

melintas di kiri atau kanan
menikung ke kiri atau kanan
bertemu jalan simpang siur
para pengemudi
membunyikan klakson dengan teratur
para pejalan kaki saling memberi tanda
tanda keakraban dengan jentikan ibu jari
dan jari tengah ke udara
berkali-kali ke udara

terus melaju bertemu gundukan
serupa batu di ujungnya cekungan
tak membahayakan yang melintas
dengan langkah pelan
dengan laju kendaraan pelan
atau dengan langkah kaki keras
dengan laju kendaraan kencang
sekencang air mengalir deras
akhirnya bersua
jalan lima jalur
lima lajur
terbentang di ujungnya
perhentian sunyi
pemberhentian abadi

HUTAN HUJAN

: Kadek Kayu Hujan

hutan hujan
hutan bercucuran
tanpa ranting cabang
dahan, daun dan batang

akar di langit menjalar
melingkar-lingkar

burung yang menghinggapi tanpa bercak
kaki, bulu, tubuh, sayap, paruh mengalir
memperdengar suara gemercak
sulit diduga saatnya berakhir

yang menjamah
di telapak tangannya
tertera denah
dan beberapa nama
pohon yang ada di sana

yang menyusuri
sekujur dipenuhi
peta dan nama
semua pohon di sana
juga tanda pohon tertua
berabad-abad di sana

bila ingin tahu asal-usul hutan ini
masuki pohon paling tinggi
tumbuh di areal paling tepi
berjalan dari bawah, tiba di puncak berdiri

kau pun tahu: bermula dari benih
setitik air sangat jernih

_____

BACA puisi-puisi lain:

Puisi-puisi Santi Dewi | Sebuah Wajah yang Tak Pernah Bisa Kulukis
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Kota Menjelma Kata | Catatan Film “Walking Through Words” dalam Minikino Film Week 8

Next Post

Kastil Perpustakaan | Cerpen Dikablek

IDK Raka Kusuma

IDK Raka Kusuma

Lahir di Klungkung, 21 November 1957. Menulis dalam bahasa Bali dan Indonesia

Related Posts

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails
Next Post
Kastil Perpustakaan | Cerpen Dikablek

Kastil Perpustakaan | Cerpen Dikablek

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co