4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Kota Menjelma Kata | Catatan Film “Walking Through Words” dalam Minikino Film Week 8

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
September 10, 2022
in Ulas Film
Ketika Kota Menjelma Kata | Catatan Film “Walking Through Words” dalam Minikino Film Week 8

Salah satu adegan dalam film “Walking Through Words” | Foto: Dok. MFW8

Dimabuk kata. Film ini telah membuat saya dimabuk kata.

Film “Walking Through Words” diputar Selasa, 6 September 2022, dalam rangkaian Minikino Film Week 8 (MFW8) di Rumah Belajar Komunitas Mahima. “Walking Through Words” adalah program film pendek dokumenter Korea yang diproduksi oleh Sesiff di tahun 2021.

Sesuai judulnya, film ini mengajak kita menelusuri kota melalui kata-kata. Sang aktor sekaligus narator bercerita bagaimana kata-kata di kotanya telah menjadi  rangkaian imaji, secara visual dan imajinasi membentuk refleksi terhadap kehidupan manusia yang dinamis di kota itu.

Kamera bergerak menelusuri tiap kata yang ditemukan oleh aktor narator tunggal, ke seluruh pelosok kota, di permukaan tembok lusuh, di gerbang toko, di tepi jalan, di taman kota, di mana-mana.

Kata yang sebelumnya tidak hidup, dimaknai kembali, dan diresapi hingga ke dalam. Mendadak kota itu terasa hidup sekaligus bergeliat kadang lambat kadang cepat. Mari membayangkan bersama.

Salah satu adegan dalam film “Walking Through Words” yang diputar di Komunitas Mahima serangkaian Minikino Film Week 8 | Foto: Dok. MFW 8

Bayangkan sebuah kota yang dibangun dengan kata-kata. Dihidupkan oleh kata-kata. Diarahkan oleh kata-kata. Macam-macam kata.

Kata yang hampir terhapus, kata yang pernah ada, kata yang tertempel, kata yang mengarahkan, kata yang membakar, kata yang merayu, kata yang menghianati, kata yang menyebalkan, kata yang mengumpat, kata yang menghakimi, kata yang memotivasi, kata yang membuat apa saja menjadi renungan.

Adalah sebuah kota di Korea Selatan yang menjadi subjek film ini. Kata-kata hadir di sepanjang (sependek) film selama 6.36 menit. Membuat kita merenung bahwa kadang benar, hidup ini adalah rangkaian kata-kata yang kadang kita abaikan.

BACA JUGA:

  • “Kadillak dhe Manaferra”, Potret Perlawanan Albania 1975 | Catatan Menonton Minikino Film Week 8
  • Festival Film Wartawan Indonesia : 123 Judul Film Siap Dinilai

Kata, pada akhirnya sebuah pertanda besar dari kehidupan yang maha besar dan luas. Kata yang terbangun dari beberapa simbol huruf yang mewakili simbol bunyi, mewakili simbol ide, rasa, emosi, perlawanan, pertahanan, kecemasan, keberanian, kegilaan dan apa saja.

Melalui film ini kita melihat bahwa kata membangun kemanusiaan sebuah kota. Wajah kota, dilihat dari kata-katanya. Bahwa kata-kata yang kadang diabaikan ini telah menjadi sebuah identitas kota.

Dan sepertinya berbagai jenis manusia turut menyumbangkan suara melalui kata-kata yang ada. Manusia yang marah menulis kata “bajingan” sebagai sebuah coretan vandalisme. Manusia yang sedih menulis kata-kata sedih, manusia penjual memakai kata pada brosur promosi, lalu manusia kesepian dihibur oleh kata-kata motivasi receh di tepi-tepi jalan.

Suasana menonton film serangkaian Minikino Film Week 8 di Komunitas Mahima | Foto: Dok. Komunitas Mahima

Apa yang ingin ditunjukkan oleh Hyemin Park melalui dokumentasi pendeknya ini? Kalau melihat backgroundnya sebagai mahasiswa doktoral bidang ilmu teori politik, tentu kita bisa hubungkan bahwa ia sedang melihat kota dan kata tumbuh saling berkelindan dan saling mengadakan.

Kata adalah simbol ekspresi identitas manusia, voice of the society. Kata Byrne (2015) kata-kata mewakili suara, mewakili identitas, mewakili makna. Sedangkan Hoffman mengatakan bahwa kata membuka sejuta makna (Hoffman, 1993).

Kota yang hidup dalam kata, atau kata yang hidup dalam kota adalah kota yang mindful, kota yang berpikir. Dalam konteks kota yang mindful, manusia di dalamnya juga adalah manusia yang mindful karena mencerna kata dengan baik.

Hall (2015) mengatakan bahwa pembacaan yang mendalam mengantarkan kita pada mindful literacy, sebuah sudut pandang baru dan sebuah konteks baru yang diperbaharui terus menerus. Kota dalam kata, atau kata dalam kota menjadi sebuah sudut pandang yang tidak berhenti dibangun.

Suasana menonton film serangkaian Minikino Film Week 8 di Komunitas Mahima | Foto: Dok. Komunitas Mahima

Lalu apa kabar dengan kota saya di Singaraja? Atau di Denpasar? Atau kota-kota lain di Indonesia?

 Kota saya adalah juga kota yang mindful. Kota yang berpikir. Di benak yang berpikir saja. Di kota saya, akan sulit menemukan kata-kata seperti puisi dipajang di baliho kota yang mentereng, atau dipajang di tengah pusat kota lainnya.

Membayangkan puisi semacam “jika kota ini mungkin hilang, ingatlah kata-kata akan tetap ada” hanya ada di benak saja. Atau kata-kata semacam “tetaplah terlihat bahagia meskipun kita semua berpura-pura” tidak mungkin dipajang di sudut kota saya.

Jadi sementara ini, kota saya hidup di kepala. Kepala masing-masing orang seperti saya. Sebab jika mau jujur, kebanyakan kota saya dibangun oleh kata-kata “pecel lele”, “bakso”, “sate”, “mie ayam”, dan nama-nama toko, juga baliho politik. [T]

References:

  • Byrne, G. (2015). Narrative inquiry and the problem of representation: ‘giving voice’, making meaning. International Journal of Research and Method in Education, 40(1), 36–52.
  • Hall, M. et al. (2015). The power of deep reading and mindful literacy: An innovative approach in contemporary education. Innovación Educativa, 15(67), 49–59. DOI: https://doi.org/10.31231/osf.io/56pty
  • Hoffman, Th.R. (1993). Realms of meaning. Longman Publishing
Tags: filmfilm pendekMinikinoMinikino Film Week
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HMI dan KMHDI Kolaborasi Demo: “Cukup Aku yang Jual Mahal, BBM Jangan”

Next Post

9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

by Made Adnyana
May 6, 2026
0
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

Read moreDetails

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails
Next Post
9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan

9 Sajak IDK Raka Kusuma | Menara Cinta, Hutan Hujan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co