2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pembinaan Bahasa Indonesia di Lingkungan Keluarga Dengan Media Game Wordwall

Narenthy Satya Dewi. by Narenthy Satya Dewi.
January 8, 2024
in Bahasa
Pembinaan Bahasa Indonesia di Lingkungan Keluarga Dengan Media Game Wordwall

Ilustrasi: internet

BAHASA Indonesia merupakan bahasa nasional dan bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Bahasa merupakan bagian yang sangat penting di kehidupan manusia.Bahasa merupakan alat komunikasi untuk bisa berinteraksi dengan manusia lainnya.

Pada perkembangannya, bahasa yang dipakai oleh manusia pada suatu zaman juga bisa berubah atau bahkan sampai punah apabila ditinggalkan masyarakat penuturnya. Oleh karena itu, perkembangan sebuah bahasa ditentukan oleh pemakai bahasa itu terhadap bahasa yang dipakainya atau dituturkannya. Bahasa Indonesia sebagai suatu bahasa resmi dan bahasa persatuan perlu dijaga.Hal ini dilakukan agar kelestarian dan perkembangan bahasa dapat terus diwujudkan.

Oleh karena itu, penting bagi setiap warga negara Indonesia untuk menguasai bahasa Indonesia dengan baik. Pembinaan bahasa Indonesia dapat dilakukan di berbagai lingkungan, termasuk lingkungan keluarga. Pembinaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak untuk belajar bahasa.

Salah satu cara untuk membina bahasa Indonesia di lingkungan keluarga adalah dengan menggunakan game. Game dapat menjadi sarana yang menyenangkan dan efektif untuk belajar bahasa Indonesia. Salah satu game yang dapat digunakan untuk membina bahasa Indonesia adalah game Wordwall. Game Wordwall adalah game interaktif yang dapat digunakan untuk belajar berbagai materi, termasuk materi bahasa Indonesia.

Game ini dapat dimainkan secara online atau offline. Game Wordwall memiliki berbagai fitur yang dapat membantu dalam pembinaan bahasa Indonesia, seperti menyediakan berbagai jenis soal, seperti soal pilihan ganda, soal benar-salah, soal menjodohkan, dan soal mengisi kekosongan.Game Wordwall juga menyediakan berbagai tema, seperti tema kata benda, tema kata kerja, tema kata sifat, dan tema kalimat. Hal ini memungkinkan anak untuk belajar berbagai materi bahasa Indonesia.

Game Wordwall dapat meningkatkan kemampuan membaca anak dengan cara memberikan berbagai macam latihan membaca, seperti latihan membaca cepat, latihan membaca pemahaman, dan latihan membaca pemahaman kritis.

Latihan-latihan ini dapat membantu anak untuk meningkatkan kecepatan membaca, memahami isi bacaan, dan menganalisis isi bacaan.Selain itu,dengan game wordwall juga dapat meningkatkan kemampuan menulis anak dengan cara memberikan berbagai macam latihan menulis, seperti latihan menulis kreatif, latihan menulis deskriptif, dan latihan menulis argumentatif. Latihan-latihan ini dapat membantu anak untuk meningkatkan kreativitas menulis, kemampuan menggambarkan suatu objek atau peristiwa, dan kemampuan mengemukakan pendapat.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pembinaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga dengan game Wordwall dapat meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia anak. Faktor-faktor tersebut antara lain:

•Game Wordwall merupakan media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.Game Wordwall menggunakan berbagai macam animasi, suara, dan efek visual yang menarik perhatian anak. Hal ini membuat anak merasa senang dan tidak bosan ketika belajar bahasa Indonesia.

•Game Wordwall dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anak.Game Wordwall memiliki berbagai macam level yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anak. Hal ini membuat anak dapat belajar bahasa Indonesia secara bertahap dan sesuai dengan kemampuannya.

•Game Wordwall dapat memberikan umpan balik yang cepat.Game Wordwall dapat memberikan umpan balik yang cepat kepada anak setelah menyelesaikan suatu latihan. Hal ini membuat anak dapat mengetahui kesalahan yang telah dilakukannya dan dapat memperbaiki kesalahan tersebut.

Dampak positif pembinaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga dengan game Wordwall  yaitu, meningkatkan motivasi belajar dan dapat membuat belajar bahasa Indonesia menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar anak-anak, terutama yang masih menganggap bahasa Indonesia sebagai pelajaran yang sulit.Meningkatkan pemahaman kosakata dan tata bahasa.

Game Wordwall dapat membantu anak-anak mempelajari kosakata dan tata bahasa bahasa Indonesia dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap bahasa Indonesia secara keseluruhan. Meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah.

Game Wordwall dapat mendorong anak-anak untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah. Hal ini dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang penting untuk kesuksesan di sekolah dan di masa depan.

Adapun dampak negatif pembinaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga dengan game Wordwall yaitu,dapat membuat anak-anak kecanduan game. Hal ini dapat mengganggu aktivitas belajar dan bermain anak-anak.Kurangnya interaksi dengan orang tua jika anak-anak terlalu fokus bermain game, mereka akan kurang berinteraksi dengan orang tua. Hal ini dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional anak-anak.Pengaruh negatif dari game. Game Wordwall dapat mengandung unsur-unsur negatif Hal ini dapat berdampak buruk bagi perkembangan anak-anak.

Untuk mengurangi dampak negatif pembinaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga dengan game Wordwall, sebaiknya orang tua perlu memperhatikan beberapa hal seperti,mengatur waktu bermain game. Orang tua perlu membatasi waktu bermain game anak-anak. Hal ini dapat mencegah anak-anak kecanduan game.

Orang tua perlu berinteraksi dengan anak-anak saat mereka bermain game. Hal ini dapat membantu orang tua memantau aktivitas anak-anak dan mencegah mereka terpapar unsur-unsur negatif dari game. Orang tua juga perlu memilih game yang tepat untuk anak-anak. Hal ini dapat mencegah anak-anak terpapar unsur-unsur negatif dari game.

Secara keseluruhan, pembinaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga dengan game Wordwall dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan bahasa Indonesia anak-anak. Game ini dapat membantu anak untuk meningkatkan pemahaman kosakata, tata bahasa, dan keterampilan menulis.

Selain itu, game ini juga dapat meningkatkan motivasi anak untuk belajar bahasa Indonesia.Orang tua dapat menggunakan game ini sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia yang menyenangkan dan efektif. Namun, orang tua juga perlu memperhatikan dampak negatif yang ditimbulkan dari bermain game wordwall. Oleh karena itu, dalam penggunaannya diperlukan bimbingan dari orang tua  untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi. [T]

Catatan: Tulisan ini merupakan pemenuhan tugas mata kuliah Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta mata kuliah Sosiolinguistik, mahasiswa semester V (lima), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia
Perkembangan Bahasa Indonesia Dalam Bidang Iptek
Bilingualisme dan Diglosia di Lingkungan Keluarga
Tags: BahasagameKeluarga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pondok Literasi Sabih dan Masa Depan Pedawa

Next Post

Sastra dalam Stereotip Modern

Narenthy Satya Dewi.

Narenthy Satya Dewi.

Lahir di Jangu, 29 April 2002. Menempuh pendidikan di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daera. Suka mendengarkan musik dan membaca novel. Contact: narenthysatya29@gmail.com . IG: narenthysatyadewi

Related Posts

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails
Next Post
Sastra dalam Stereotip Modern

Sastra dalam Stereotip Modern

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co