2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bilingualisme dan Diglosia di Lingkungan Keluarga

Narenthy Satya Dewi. by Narenthy Satya Dewi.
January 7, 2024
in Bahasa
Bilingualisme dan Diglosia di Lingkungan Keluarga

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

ISTILAH bilingualisme (Inggris: bilingualism) dalam bahasa Indonesia disebut juga kedwibahasaan. Dari istilahnya secara harfiah sudah dapat dipahami apa yang dimaksud dengan bilingualisme itu, yaitu berkenaan dengan penggunaan dua bahasa atau dua kode bahasa. Untuk dapat menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menguasai kedua bahasa itu. Pertama, bahasa ibunya sendiri atau bahasa pertamanya (disingkat B1); dan yang kedua adalah bahasa lain yang menjadi bahasa keduanya (disingkat B2).

Orang yang dapat menggunakan kedua bahasa itu disebut orang yang bilingual (dalam bahasa Indonesia disebut juga dwibahasawan). Sedangkan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa disebut bilingualitas (dalam bahasa Indonesia disebut juga kedwibahasawanan).

Selain istilah bilingualisme dengan segala jabarannya, ada juga istilah multilingualisme (dalam bahasa Indonesia disebut juga keanekabahasaan), yakni keadaan digunakannya lebih dari dua bahasa oleh seseorang dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian.

Diglosia adalah situasi kebahasaan dengan pembagian fungsional atas variasi bahasa atau bahasa yang ada dalam masyarakat (misal ragam atau bahasa A untuk suasana resmi di kantor dan ragam atau bahasa B untuk suasana tidak resmi di rumah).

Bilingualisme dan diglosia adalah dua fenomena bahasa yang sering terjadi di dalam lingkungan keluarga. Bilingualisme adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan dua bahasa atau lebih secara aktif dan lancar.

Diglosia adalah situasi di mana dua atau lebih bahasa digunakan dalam satu masyarakat, tetapi setiap bahasa memiliki fungsi dan status yang berbeda. Dalam lingkungan keluarga, bilingualisme dan diglosia dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti:

  • Agama. Dalam beberapa keluarga, kedua orang tua berasal dari latar belakang budaya atau agama yang berbeda, sehingga mereka menggunakan bahasa yang berbeda di rumah.
  • Etnis. Dalam beberapa keluarga, kedua orang tua berasal dari etnis yang berbeda, sehingga mereka menggunakan bahasa yang berbeda di rumah.
  • Geografi. Dalam beberapa keluarga, kedua orang tua berasal dari daerah yang berbeda, sehingga mereka menggunakan bahasa yang berbeda di rumah.
  • Perkawinan campur. Ketika dua orang tua berasal dari latar belakang bahasa yang berbeda, anak-anak mereka mungkin terpapar kedua bahasa tersebut dan menjadi bilingual.
  • Migrasi. Keluarga yang bermigrasi ke negara atau daerah dengan bahasa yang berbeda mungkin perlu mempertahankan bahasa mereka sendiri sambil belajar bahasa setempat.
  • Kebijakan pendidikan. Beberapa sekolah atau program pendidikan menerapkan kurikulum bilingual, di mana siswa diajar dalam dua bahasa.
  • Kontak bahasa sehari-hari. Keluarga yang tinggal di daerah bilingual atau yang sering berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang bahasa yang berbeda mungkin secara alami menggunakan dua bahasa dalam komunikasi sehari-hari.

Bilingualisme dan diglosia di dalam lingkungan keluarga dapat memiliki berbagai dampak positif dan negatif seperti meningkatkan keterampilan kognitif, misalnya. Anak-anak yang bilingual atau dibesarkan dalam lingkungan diglosis cenderung memiliki keterampilan kognitif yang lebih baik, seperti kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan memahami konsep abstrak.

Selain itu, kondisi tersebut juga meningkatkan toleransi dan pemahaman terhadap budaya lain. Anak-anak yang bilingual atau dibesarkan dalam lingkungan diglosis cenderung lebih toleran dan memahami budaya lain.

Juga meningkatkan peluang kerja. Di era globalisasi, kemampuan berbahasa asing menjadi semakin penting. Anak-anak yang bilingual atau dibesarkan dalam lingkungan diglosis memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang baik di masa depan.

Adapun dampak ampak negatifnya, yaitu kesulitan belajar bahasa kedua. Anak-anak yang bilingual atau dibesarkan dalam lingkungan diglosis mungkin mengalami kesulitan belajar bahasa kedua, karena mereka sudah terbiasa menggunakan bahasa lain di rumah.

Lalu fonflik identitas, anak-anak yang bilingual atau dibesarkan dalam lingkungan diglosis mungkin mengalami konflik identitas, karena mereka harus beradaptasi dengan dua budaya yang berbeda.

Dampak bilingualisme dan diglosia pada keluarga sangat beragam dan tergantung pada faktornya. Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi, yaitu sikap dan nilai keluarga terhadap kedua bahasa. Jika keluarga menghargai kedua bahasa dan mendorong anak-anak untuk menguasainya, bilingualisme dapat dilihat sebagai keuntungan.

Namun, jika ada perbedaan status atau stigma terhadap salah satu bahasa, bilingualisme bisa menjadi tantangan. Kemampuan orang tua untuk menggunakan kedua bahasa secara lancar akan mempengaruhi kemampuan anak-anak untuk menguasai kedua bahasa tersebut.

Paparan anak-anak terhadap kedua bahasa di luar lingkungan keluarga juga penting. Semakin banyak mereka berinteraksi dengan penutur asli kedua bahasa, semakin besar kemungkinan mereka menguasainya.

Secara keseluruhan, bilingualisme dan diglosia dalam lingkungan keluarga dapat menjadi fenomena yang kompleks dan beragam. Memahami kedua konsep ini dapat membantu kita menghargai kekayaan linguistik dan budaya yang dibawa oleh keluarga bilingual atau diglos, serta mendukung mereka dalam mengatasi tantangan yang mungkin mereka hadapi.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menyadari potensi dampak positif dan negatif bilingualisme dan diglosia di dalam lingkungan keluarga. Orang tua dapat membantu anak-anak mereka untuk memanfaatkan potensi positif bilingualisme dan diglosia, serta meminimalkan dampak negatifnya.[T]

Catatan: Tulisan ini merupakan pemenuhan tugas mata kuliah Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta mata kuliah Sosiolinguistik, mahasiswa semester V (lima), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Bahasa Bali Warna Sasak di Karangasem
Menuliskan /E/ Pepet dan /E/Taleng — Tinjauan Kecil Terhadap Sejumlah Cerpen Bali Modern
Seberapa Greget Judul-Judul Film di Negeri Kita?
Tags: BahasaBahasa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Citragopta, Citrakara, Prabangkara: Menelaah Asal-Muasal Seni Dalam Lontar Wiswakarma

Next Post

Ke Trunyan Kami Mendaki: Melepaskan Beban, Mengeratkan Hubungan

Narenthy Satya Dewi.

Narenthy Satya Dewi.

Lahir di Jangu, 29 April 2002. Menempuh pendidikan di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daera. Suka mendengarkan musik dan membaca novel. Contact: narenthysatya29@gmail.com . IG: narenthysatyadewi

Related Posts

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails
Next Post
Ke Trunyan Kami Mendaki: Melepaskan Beban, Mengeratkan Hubungan

Ke Trunyan Kami Mendaki: Melepaskan Beban, Mengeratkan Hubungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co