2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia

Kadek Windari by Kadek Windari
January 7, 2024
in Bahasa
Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia

Ilustrasi tatkala.co

MEMASUKI industri 5.0 kita berhadapan dengan perkembangan teknologi semakin pesat. Tak hanya teknologi, perkembangan bahasa juga dipengaruhi dan banyaknya bahasa-bahasa asing dan bahasa baru yang hadir di tengah-tengah perkembangan tersebut. Hadirnya bahasa-bahasa tersebut menyebabkan masyarakat seringkali bingung dalam menyampaikan pesan melalui bahasa.

Kini, dengan hadirnya bahasa-bahasa asing dan baru tersebut menyebabkan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat bilingual bahkan multilingual. Bilingualisme atau kedwibahasaan adalah pengunaan dua bahasa atau dua kode bahasa sekaligus dalam berkomunikasi.

Seseorang yang menggunakan dua bahasa atau bilingualisme dinamakan bilingual atau dwibahasawan. Sedangkan multilingualisme adalah penggunaan tiga atau lebih bahasa atau kode bahasa sekaligus dalam berkomunikasi. Dan seseorang yang menggunakan tiga bahasa atau multilingualisme dinamakan multilingual.

Di Indonesia, hampir seluruh masyarakat Indonesia kini sudah mengenal lebih dari dua bahasa selain bahasa Ibu dan bahasa kedua yang dipelajarinya. Penggunaan lebih dari dua bahasa tersebut dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kini semakin berkembang. Banyaknya budaya-budaya luar termasuk bahasa-bahasa yang masuk menyebabkan masyarakat Indonesia mempelajari budaya serta bahasa tersebut.

Sering kali, karena kehadiran bahasa-bahasa asing tersebut, masyarakat Indonesia melakukan campur kode atau penyisipan unsur-unsur bahasa atau ragam lain saat menggunakan bahasa tertentu. Seperti contoh, dalam situasi formal seringkali seseorang menggunakan ragam bahasa non resmi tujuannya membangun situasi yang santai.

Banyak pemimpin yang melakukan campur kode saat melakukan pidato. Mereka sering menyisipkan bahasa asing atau ragam bahasa lain dalam penyampaian pesannya. Itu semua dilakukan secara tidak sadar sehingga campur kode dapat dianggap bukan sebagai kesalahan atau penyimpangan dalam berbahasa.

Selain karena banyaknya bahasa yang ada, banyaknya penduduk yang berimigrasi ke suatu wilayah juga dapat menyebabkan terjadinya campur kode. Tetapi sering kali campur kode terjadi pada situasi non formal seperti bercakap dengan teman, saudara, dan lainnya. Pada situasi formal sedikit ditemukan adanya penggunaan campur kode.

Biasanya, seseorang yang melakukan campur kode bukan hanya didasari oleh kebingungan terhadap penggunaan bahasa atau tidak adanya kata yang sepadan untuk menggantikan tetapi didasari oleh rasa gengsi terhadap bahasa Indonesia.

Mereka yang menguasai menggunakan bahasa asing biasanya dianggap sebagai seorang intelektual daripada seseorang yang tidak menguasai bahasa lain selain bahasa Indonesia. Sesungguhnya, menggunakan bahasa asing dalam berkomunikasi tidak ada salahnya. Penggunaan bahasa asing memang diperlukan di dalam kehidupan yang memasuki dunia serba digital dan internasional.

Bahasa asing memang perlu dikuasai agar kita bisa bersaing dengan dunia luar. Namun, perlu diingat bahwa kita sebagai seseorang yang berkewarganegaraan Indonesia hendaknya memiliki rasa loyal terhadap pemakaian bahasa Indonesia itu sendiri. Jangan sampai kita yang menjadi penyebab punahnya bahasa Indonesia akibat dari kurangnya rasa kebanggaan terhadap bahasa Indonesia.

Wujud campur kode dibagi menjadi dua, campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Campur kode ke dalam adalah penyisipan dua atau lebih unsur bahasa atau ragam bahasa asli yang masih sekerabat. Sedangkan campur kode ke luar adalah penyisipan dua atau lebih unsur bahasa atau ragam bahasa asing.

Contoh campur kode ke dalam, misalnya dalam bahasa Bali. Dalam bahasa Bali ada yang namanya tatanan bahasa Bali atau anggah-ungguhing basa Bali. Tatanan tersebut terdiri dari basa Alus (Asi, Asor, Madia, Ami), basa Andap atau Kesamen, basa Kasar. Dalam berkomunikasi dengan seseorang yang memiliki kasta atau derajat yang lebih tinggi dari kita contohnya sulinggih menggunakan basa Alus Singgih (Asi).

Namun, tak sedikit orang Bali yang mencampurkan antara basa Alus Sor, basa Alus Madia, maupun basa Alus Mider dalam berkomunikasi dengan sulinggih. Hal tersebut disebabkan oleh kebingungan terhadap tatanan bahasa yang ada atau karena ketidaktahuannya terhadap tatanan bahasa Bali.

Contoh campur kode ke luar adalah penyisipan dan penyerapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Campur kode ini sudah sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia baik anak-anak, orang dewasa, maupun pejabat sekalipun. Bahkan dalam situasi formal yang mengharuskan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar pun masih banyak ditemukan penggunaan campur kode itu sendiri.

Penggunaan campur kode tersebut tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan kaidahnya. Walaupun banyaknya bahasa-bahasa yang masuk, tetapi bahasa Indonesia masih tetap eksis dan bahkan kini menjadi bahasa yang dipelajari oleh negara-negara luar. [T]

Catatan: Tulisan ini merupakan pemenuhan tugas mata kuliah Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta mata kuliah Sosiolinguistik, mahasiswa semester V (lima), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Perkembangan Bahasa Indonesia Dalam Bidang Iptek
Bilingualisme dan Diglosia di Lingkungan Keluarga
Tags: Bahasacampur kodeUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perihal: Foto

Next Post

Bali Wildlife Camp 2024: Ikhtiar Menebar Pengetahuan dan Menanam Kesadaran Konservasi Alam Liar di Bali

Kadek Windari

Kadek Windari

Tinggal dan menetap di Denpasar. Gemar menulis dan bercerita

Related Posts

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails

Duri Akar dan “Sungga”

by Komang Berata
June 24, 2026
0
Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

Read moreDetails

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

by I Made Sudiana
June 23, 2026
0
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

Read moreDetails

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

by I Made Sudiana
June 18, 2026
0
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

Read moreDetails

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

by I Made Sudiana
June 13, 2026
0
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

Read moreDetails

Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

by Ni Wayan Suwini
June 12, 2026
0
Orang yang Hadir Kok Diminta Absen?

DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen...

Read moreDetails

Sihir Tiga Kode Huruf

by I Made Sudiana
June 8, 2026
0
Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

Read moreDetails

Cukup Telulas?

by Komang Berata
June 4, 2026
0
Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

Read moreDetails

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

by I Made Sudiana
June 3, 2026
0
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

Read moreDetails
Next Post
Bali Wildlife Camp 2024: Ikhtiar Menebar Pengetahuan dan Menanam Kesadaran Konservasi Alam Liar di Bali

Bali Wildlife Camp 2024: Ikhtiar Menebar Pengetahuan dan Menanam Kesadaran Konservasi Alam Liar di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co