22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia

Kadek Windari by Kadek Windari
January 7, 2024
in Bahasa
Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia

Ilustrasi tatkala.co

MEMASUKI industri 5.0 kita berhadapan dengan perkembangan teknologi semakin pesat. Tak hanya teknologi, perkembangan bahasa juga dipengaruhi dan banyaknya bahasa-bahasa asing dan bahasa baru yang hadir di tengah-tengah perkembangan tersebut. Hadirnya bahasa-bahasa tersebut menyebabkan masyarakat seringkali bingung dalam menyampaikan pesan melalui bahasa.

Kini, dengan hadirnya bahasa-bahasa asing dan baru tersebut menyebabkan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat bilingual bahkan multilingual. Bilingualisme atau kedwibahasaan adalah pengunaan dua bahasa atau dua kode bahasa sekaligus dalam berkomunikasi.

Seseorang yang menggunakan dua bahasa atau bilingualisme dinamakan bilingual atau dwibahasawan. Sedangkan multilingualisme adalah penggunaan tiga atau lebih bahasa atau kode bahasa sekaligus dalam berkomunikasi. Dan seseorang yang menggunakan tiga bahasa atau multilingualisme dinamakan multilingual.

Di Indonesia, hampir seluruh masyarakat Indonesia kini sudah mengenal lebih dari dua bahasa selain bahasa Ibu dan bahasa kedua yang dipelajarinya. Penggunaan lebih dari dua bahasa tersebut dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kini semakin berkembang. Banyaknya budaya-budaya luar termasuk bahasa-bahasa yang masuk menyebabkan masyarakat Indonesia mempelajari budaya serta bahasa tersebut.

Sering kali, karena kehadiran bahasa-bahasa asing tersebut, masyarakat Indonesia melakukan campur kode atau penyisipan unsur-unsur bahasa atau ragam lain saat menggunakan bahasa tertentu. Seperti contoh, dalam situasi formal seringkali seseorang menggunakan ragam bahasa non resmi tujuannya membangun situasi yang santai.

Banyak pemimpin yang melakukan campur kode saat melakukan pidato. Mereka sering menyisipkan bahasa asing atau ragam bahasa lain dalam penyampaian pesannya. Itu semua dilakukan secara tidak sadar sehingga campur kode dapat dianggap bukan sebagai kesalahan atau penyimpangan dalam berbahasa.

Selain karena banyaknya bahasa yang ada, banyaknya penduduk yang berimigrasi ke suatu wilayah juga dapat menyebabkan terjadinya campur kode. Tetapi sering kali campur kode terjadi pada situasi non formal seperti bercakap dengan teman, saudara, dan lainnya. Pada situasi formal sedikit ditemukan adanya penggunaan campur kode.

Biasanya, seseorang yang melakukan campur kode bukan hanya didasari oleh kebingungan terhadap penggunaan bahasa atau tidak adanya kata yang sepadan untuk menggantikan tetapi didasari oleh rasa gengsi terhadap bahasa Indonesia.

Mereka yang menguasai menggunakan bahasa asing biasanya dianggap sebagai seorang intelektual daripada seseorang yang tidak menguasai bahasa lain selain bahasa Indonesia. Sesungguhnya, menggunakan bahasa asing dalam berkomunikasi tidak ada salahnya. Penggunaan bahasa asing memang diperlukan di dalam kehidupan yang memasuki dunia serba digital dan internasional.

Bahasa asing memang perlu dikuasai agar kita bisa bersaing dengan dunia luar. Namun, perlu diingat bahwa kita sebagai seseorang yang berkewarganegaraan Indonesia hendaknya memiliki rasa loyal terhadap pemakaian bahasa Indonesia itu sendiri. Jangan sampai kita yang menjadi penyebab punahnya bahasa Indonesia akibat dari kurangnya rasa kebanggaan terhadap bahasa Indonesia.

Wujud campur kode dibagi menjadi dua, campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Campur kode ke dalam adalah penyisipan dua atau lebih unsur bahasa atau ragam bahasa asli yang masih sekerabat. Sedangkan campur kode ke luar adalah penyisipan dua atau lebih unsur bahasa atau ragam bahasa asing.

Contoh campur kode ke dalam, misalnya dalam bahasa Bali. Dalam bahasa Bali ada yang namanya tatanan bahasa Bali atau anggah-ungguhing basa Bali. Tatanan tersebut terdiri dari basa Alus (Asi, Asor, Madia, Ami), basa Andap atau Kesamen, basa Kasar. Dalam berkomunikasi dengan seseorang yang memiliki kasta atau derajat yang lebih tinggi dari kita contohnya sulinggih menggunakan basa Alus Singgih (Asi).

Namun, tak sedikit orang Bali yang mencampurkan antara basa Alus Sor, basa Alus Madia, maupun basa Alus Mider dalam berkomunikasi dengan sulinggih. Hal tersebut disebabkan oleh kebingungan terhadap tatanan bahasa yang ada atau karena ketidaktahuannya terhadap tatanan bahasa Bali.

Contoh campur kode ke luar adalah penyisipan dan penyerapan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Campur kode ini sudah sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia baik anak-anak, orang dewasa, maupun pejabat sekalipun. Bahkan dalam situasi formal yang mengharuskan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar pun masih banyak ditemukan penggunaan campur kode itu sendiri.

Penggunaan campur kode tersebut tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan kaidahnya. Walaupun banyaknya bahasa-bahasa yang masuk, tetapi bahasa Indonesia masih tetap eksis dan bahkan kini menjadi bahasa yang dipelajari oleh negara-negara luar. [T]

Catatan: Tulisan ini merupakan pemenuhan tugas mata kuliah Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta mata kuliah Sosiolinguistik, mahasiswa semester V (lima), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia.

Perkembangan Bahasa Indonesia Dalam Bidang Iptek
Bilingualisme dan Diglosia di Lingkungan Keluarga
Tags: Bahasacampur kodeUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perihal: Foto

Next Post

Bali Wildlife Camp 2024: Ikhtiar Menebar Pengetahuan dan Menanam Kesadaran Konservasi Alam Liar di Bali

Kadek Windari

Kadek Windari

Tinggal dan menetap di Denpasar. Gemar menulis dan bercerita

Related Posts

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

Read moreDetails

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

by I Made Sudiana
October 16, 2026
0
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

Read moreDetails

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

by I Made Sudiana
October 4, 2026
0
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

Read moreDetails

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

by I Made Sudiana
September 4, 2026
0
Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

Read moreDetails

Gol versus Gul

by I Made Sudiana
September 3, 2026
0
Gol versus Gul

KITA teriak “gol” manakala tim sepak bola yang kita dukung memasukkan bola ke gawang lawan. Ketika bola mengenai tiang gawang,...

Read moreDetails

Perkara Anarkis dan Anarkistis

by I Made Sudiana
August 30, 2026
0
Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

Read moreDetails

Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

by I Made Sudiana
August 18, 2026
0
Calistung: Membaca, Menulis, dan Berhitung

PERNAHKAH Anda berhenti sejenak di depan papan nama sebuah lembaga pendidikan atau kursus dan memperhatikan semboyan mereka: "Membaca, Menulis, dan...

Read moreDetails

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails
Next Post
Bali Wildlife Camp 2024: Ikhtiar Menebar Pengetahuan dan Menanam Kesadaran Konservasi Alam Liar di Bali

Bali Wildlife Camp 2024: Ikhtiar Menebar Pengetahuan dan Menanam Kesadaran Konservasi Alam Liar di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co