23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali Wildlife Camp 2024: Ikhtiar Menebar Pengetahuan dan Menanam Kesadaran Konservasi Alam Liar di Bali

Jaswanto by Jaswanto
January 7, 2024
in Khas
Bali Wildlife Camp 2024: Ikhtiar Menebar Pengetahuan dan Menanam Kesadaran Konservasi Alam Liar di Bali

Peserta Bali Wildlife Camp 2024 sedang melakukan praktik lapangan | Foto: Jaswanto

PAGI menjelang siang itu, Desa Pedawa sedang diselimuti mendung, nyaris tak ada celah sinar matahari untuk menerobosnya. Tanahnya, jalanannya, rerumputan, dan pohon-pohon cengkeh dan arennya basah oleh guyuran hujan awal tahun.

Di bawah mendung yang semakin menebal, di seberang pura tua, di sebuah lapangan berumput hijau, berdiri tenda warna-warni dengan berbagai ukuran. Tenda-tenda itu tampak layu dan menggigil di tengah udara Pedawa yang sejuk dan agak berangin.

Sedangkan di bawah bangunan tanpa pintu dan berdinding anyaman bambu sederhana itu—seperti sebuah aula—orang-orang duduk di kursi plastik berwarna merah dan bergerombol dengan satu orang menjadi pusat perhatian.

Mereka, orang-orang yang bergerombol itu, tidak sedang arisan, musyawarah, apalagi bergosip; tapi sedang melangsungkan kegiatan bertajuk “Bali Wildlife Camp 2024”—pendidikan dan latihan dasar tentang konservasi kehidupan liar di Bali.

Beberapa tenda peserta Bali Wildlife Camp 2024 / Foto: Jaswanto

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PROFAUNA (Protection of Forest and Fauna) Bali yang bekerja sama dengan PROFAUNA Indonesia Foundation, Kayoman Pedawa, dan Yayasan Penyu Indonesia. Acara yang diselenggarakan untuk generasi muda yang ingin belajar tentang konservasi satwa liar ini, diadakan pada tanggal 6-7 Januari 2024 di  Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.

Menurut pendiri PROFAUNA, Rosek Nursahid, Pedawa sangat tepat dijadikan lokasi pelatihan tersebut karena, selain terdapat komunitas pemerhati lingkungan seperti Kayoman, desa tua ini juga dinilai memiliki lingkungan yang mendukung. “Ada vegetasi, ada satwa liar,” ujarnya, Sabtu (6/1/2024) siang.

Sejauh ini, ekosistem atau lingkungan Desa Pedawa memang masih bisa dibilang “sehat”. Selain memiliki hutan dan mata air yang masih terjaga, orang-orang Pedawa juga sudah memiliki kesadaraan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan. Hal tersebut pada akhirnya juga berdampak pada keberlangsungan hidup satwa liar di sana.

Bali Wildlife Camp 2024 di Pedawa, sebagaimana dituturkan Rosek, merupakan kegiatan PROFAUNA yang pertama. Artinya, selama ini PROFAUNA hanya melakukan training-training biasa di berbagai daerah di Jawa, Kalimantan, atau di Maluku. Menjadikan Bali sebagai tempat pertama, menurut Rosek, karena Bali memiliki sejarah kelam tentang eksploitasi penyu untuk dikonsumsi.

“Ada dua hal yang kami inginkan atas terselenggaranya kegiatan ini. Pertama, memberi kesempatan kepada generasi muda untuk mendapatkan pengetahuan praktis dari praktisi tentang bagaimana konservasi kehidupan liar. Kedua, kami juga ingin mengangkat dan meningkatkan eksistensi Kayoman Pedawa,” terang Rosek, di tengah suara guyuran hujan.   

Apa yang dikatakan Rosek memang benar. Pemateri dalam acara ini semuanya adalah praktisi di bidang konservasi kehidupan liar yang diambil dari PROFAUNA Indonesia Foundation dan Yayasan Penyu Indonesia (YPI). Pantas saja, 26 enam peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia—Sulawesi, Bali, Jawa, Sumatera, dan lainnya—itu tampak senang dan serius mendengarkan setiap materi yang disampaikan para praktisi.

Suasana forum Bali Wildlife Camp 2024 / Foto: Jaswanto

Setidaknya ada enam materi yang disampaikan, yakni konservasi dan hukum perlindungan satwa liar, dendrology dan praktek herbarium, sensus satwa liar, bird watching, konservasi penyu, dan outdoor games. Selain itu, masyarakat adat yang diwakili Kayoman Pedawa juga berbagi pengalaman mereka dalam melestarikan mata air dan hutan desa.

Seorang peserta dari Belitung, Muhammad Bawim, mengaku rela jauh-jauh ke Pedawa demi untuk belajar mengenai alam, satwa, dan vegetasi yang tidak ia ketahui—yang nantinya pengetahuan tersebut dapat disalurkan kepada teman-temannya di daerah yang belum mendapat kesempatan untuk mengikuti acara tersebut.

“Di tempat saya masih banyak orang yang tidak tahu mengenai konservasi lingkungan. Jadi, saya ingin apa yang saya dapatkan dari sini, bisa saya sampaikan kepada teman-teman di sana,” harapnya.  

Dengan banyaknya orang luar daerah yang mengunjungi Pedawa, menurut Putu Yuli Supriyandana, selaku ketua Kayoman Pedawa, secara tidak langsung, kegiatan seperti ini dapat mempromosikan potensi Desa Pedawa. “Dan ini juga menjadi pembelajaran ke depan bagi kami, Kayoman, bahwa menyelenggarakan kegiatan itu tidak harus formal,” ujarnya.

Menurut Yuli, acara ini sudah dipersiapkan dua minggu sebelumnya oleh pihak PROFAUNA. Persiapan tersebut dilakukan salah satunya adalah untuk memastikan kondisi lokasi kemah dan tempat-tempat yang akan dijadikan sebagai titik pengamatan burung dan tumbuh-tumbuhan yang termasuk tanaman konservasi.

Laboratorium Alam

Sebelum kegiatan berlangsung, selama dua minggu, bersama Kayoman, PROFAUNA telah melakukan pengamatan burung di sekitar hutan Pedawa terlebih dahulu. Dari hasil amatan tersebut, pihak PROFAUNA mengatakan setidaknya ada enambelas burung yang berhasil diamati, yakni burung crukcuk (brebah), bondol jawa.

Juga kacamata (jenis pleci), tekukur, walik kembang, meninting besar, sepah kecil, cabe jawa, cinenen kelabu, prenjak jawa, cekakak sungai, bondol peking, burung punai (mitos), madu srigati, perking kumbang, dan elang hitam.

Peserta Bali Wildlife Camp 2024 sedang melakukan praktik lapangan / Foto: Jaswanto

Namun, mereka percaya setidaknya ada 30 jenis burung yang ada di Pedawa. Menurut data yang mereka berikan, untuk burung jalak dan celalongan sudah tidak ada. Kemungkinan pindah tempat karena habitatnya sudah tidak menyediakan makanan.

Selain burung, di Pedawa juga masih ada kijang, luwak, trenggiling, landak, tupai (besar dan kecil), monyet ekor panjang, macan akar, rase, beluk, dan ayam hutan merah.

Mengenai hal tersebut, menurut Rosek, Pedawa dapat dijadikan laboratorium alam yang sangat berguna bagi dunia pendidikan, misalnya. “Sehingga mahasiswa dapat melakukan riset tentang satwa, vegetasi. Saya kira potensinya [Pedawa] sangat luar biasa,” jelasnya.

Mengenai sumber mata air atau ekosistem lingkungan secara umum di Pedawa, menurut Putu Yuli, cukup baik karena didukung oleh kesadaran masyarakat yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini, sebagaimana telah disinggung di awal, juga berdampak pada satwa liar di Pedawa.

“Satwa-satwa yang sudah lama tidak terlihat di Pedawa, terutama burung, sudah mulai bermunculan kembali, seperti anis merah salah satunya,” terang Yuli. Tentu ini adalah kabar yang menggembirakan. Semoga, ini juga terjadi di tempat-tempat lain di seluruh Indonesia.[T]

BACA artikel lain tentang DESA PEDAWA di sini

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa
Pedawa: Kebahagiaan Adalah Kekeluargaan
Anak-Anak Pedawa dan Seni Melipat Kertas
Pemuda-pemuda yang Mengabarkan Cerita Baik dari Pedawa: Menanam Pohon, Mencintai Tradisi dan Bahasa
Tags: balibulelengDesa PedawaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia

Next Post

Negara Tidak Hadir dalam Perkara-perkara Nyaris Puitis

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Negara Tidak Hadir dalam Perkara-perkara Nyaris Puitis

Negara Tidak Hadir dalam Perkara-perkara Nyaris Puitis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co