2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali Wildlife Camp 2024: Ikhtiar Menebar Pengetahuan dan Menanam Kesadaran Konservasi Alam Liar di Bali

Jaswanto by Jaswanto
January 7, 2024
in Khas
Bali Wildlife Camp 2024: Ikhtiar Menebar Pengetahuan dan Menanam Kesadaran Konservasi Alam Liar di Bali

Peserta Bali Wildlife Camp 2024 sedang melakukan praktik lapangan | Foto: Jaswanto

PAGI menjelang siang itu, Desa Pedawa sedang diselimuti mendung, nyaris tak ada celah sinar matahari untuk menerobosnya. Tanahnya, jalanannya, rerumputan, dan pohon-pohon cengkeh dan arennya basah oleh guyuran hujan awal tahun.

Di bawah mendung yang semakin menebal, di seberang pura tua, di sebuah lapangan berumput hijau, berdiri tenda warna-warni dengan berbagai ukuran. Tenda-tenda itu tampak layu dan menggigil di tengah udara Pedawa yang sejuk dan agak berangin.

Sedangkan di bawah bangunan tanpa pintu dan berdinding anyaman bambu sederhana itu—seperti sebuah aula—orang-orang duduk di kursi plastik berwarna merah dan bergerombol dengan satu orang menjadi pusat perhatian.

Mereka, orang-orang yang bergerombol itu, tidak sedang arisan, musyawarah, apalagi bergosip; tapi sedang melangsungkan kegiatan bertajuk “Bali Wildlife Camp 2024”—pendidikan dan latihan dasar tentang konservasi kehidupan liar di Bali.

Beberapa tenda peserta Bali Wildlife Camp 2024 / Foto: Jaswanto

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PROFAUNA (Protection of Forest and Fauna) Bali yang bekerja sama dengan PROFAUNA Indonesia Foundation, Kayoman Pedawa, dan Yayasan Penyu Indonesia. Acara yang diselenggarakan untuk generasi muda yang ingin belajar tentang konservasi satwa liar ini, diadakan pada tanggal 6-7 Januari 2024 di  Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.

Menurut pendiri PROFAUNA, Rosek Nursahid, Pedawa sangat tepat dijadikan lokasi pelatihan tersebut karena, selain terdapat komunitas pemerhati lingkungan seperti Kayoman, desa tua ini juga dinilai memiliki lingkungan yang mendukung. “Ada vegetasi, ada satwa liar,” ujarnya, Sabtu (6/1/2024) siang.

Sejauh ini, ekosistem atau lingkungan Desa Pedawa memang masih bisa dibilang “sehat”. Selain memiliki hutan dan mata air yang masih terjaga, orang-orang Pedawa juga sudah memiliki kesadaraan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan. Hal tersebut pada akhirnya juga berdampak pada keberlangsungan hidup satwa liar di sana.

Bali Wildlife Camp 2024 di Pedawa, sebagaimana dituturkan Rosek, merupakan kegiatan PROFAUNA yang pertama. Artinya, selama ini PROFAUNA hanya melakukan training-training biasa di berbagai daerah di Jawa, Kalimantan, atau di Maluku. Menjadikan Bali sebagai tempat pertama, menurut Rosek, karena Bali memiliki sejarah kelam tentang eksploitasi penyu untuk dikonsumsi.

“Ada dua hal yang kami inginkan atas terselenggaranya kegiatan ini. Pertama, memberi kesempatan kepada generasi muda untuk mendapatkan pengetahuan praktis dari praktisi tentang bagaimana konservasi kehidupan liar. Kedua, kami juga ingin mengangkat dan meningkatkan eksistensi Kayoman Pedawa,” terang Rosek, di tengah suara guyuran hujan.   

Apa yang dikatakan Rosek memang benar. Pemateri dalam acara ini semuanya adalah praktisi di bidang konservasi kehidupan liar yang diambil dari PROFAUNA Indonesia Foundation dan Yayasan Penyu Indonesia (YPI). Pantas saja, 26 enam peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia—Sulawesi, Bali, Jawa, Sumatera, dan lainnya—itu tampak senang dan serius mendengarkan setiap materi yang disampaikan para praktisi.

Suasana forum Bali Wildlife Camp 2024 / Foto: Jaswanto

Setidaknya ada enam materi yang disampaikan, yakni konservasi dan hukum perlindungan satwa liar, dendrology dan praktek herbarium, sensus satwa liar, bird watching, konservasi penyu, dan outdoor games. Selain itu, masyarakat adat yang diwakili Kayoman Pedawa juga berbagi pengalaman mereka dalam melestarikan mata air dan hutan desa.

Seorang peserta dari Belitung, Muhammad Bawim, mengaku rela jauh-jauh ke Pedawa demi untuk belajar mengenai alam, satwa, dan vegetasi yang tidak ia ketahui—yang nantinya pengetahuan tersebut dapat disalurkan kepada teman-temannya di daerah yang belum mendapat kesempatan untuk mengikuti acara tersebut.

“Di tempat saya masih banyak orang yang tidak tahu mengenai konservasi lingkungan. Jadi, saya ingin apa yang saya dapatkan dari sini, bisa saya sampaikan kepada teman-teman di sana,” harapnya.  

Dengan banyaknya orang luar daerah yang mengunjungi Pedawa, menurut Putu Yuli Supriyandana, selaku ketua Kayoman Pedawa, secara tidak langsung, kegiatan seperti ini dapat mempromosikan potensi Desa Pedawa. “Dan ini juga menjadi pembelajaran ke depan bagi kami, Kayoman, bahwa menyelenggarakan kegiatan itu tidak harus formal,” ujarnya.

Menurut Yuli, acara ini sudah dipersiapkan dua minggu sebelumnya oleh pihak PROFAUNA. Persiapan tersebut dilakukan salah satunya adalah untuk memastikan kondisi lokasi kemah dan tempat-tempat yang akan dijadikan sebagai titik pengamatan burung dan tumbuh-tumbuhan yang termasuk tanaman konservasi.

Laboratorium Alam

Sebelum kegiatan berlangsung, selama dua minggu, bersama Kayoman, PROFAUNA telah melakukan pengamatan burung di sekitar hutan Pedawa terlebih dahulu. Dari hasil amatan tersebut, pihak PROFAUNA mengatakan setidaknya ada enambelas burung yang berhasil diamati, yakni burung crukcuk (brebah), bondol jawa.

Juga kacamata (jenis pleci), tekukur, walik kembang, meninting besar, sepah kecil, cabe jawa, cinenen kelabu, prenjak jawa, cekakak sungai, bondol peking, burung punai (mitos), madu srigati, perking kumbang, dan elang hitam.

Peserta Bali Wildlife Camp 2024 sedang melakukan praktik lapangan / Foto: Jaswanto

Namun, mereka percaya setidaknya ada 30 jenis burung yang ada di Pedawa. Menurut data yang mereka berikan, untuk burung jalak dan celalongan sudah tidak ada. Kemungkinan pindah tempat karena habitatnya sudah tidak menyediakan makanan.

Selain burung, di Pedawa juga masih ada kijang, luwak, trenggiling, landak, tupai (besar dan kecil), monyet ekor panjang, macan akar, rase, beluk, dan ayam hutan merah.

Mengenai hal tersebut, menurut Rosek, Pedawa dapat dijadikan laboratorium alam yang sangat berguna bagi dunia pendidikan, misalnya. “Sehingga mahasiswa dapat melakukan riset tentang satwa, vegetasi. Saya kira potensinya [Pedawa] sangat luar biasa,” jelasnya.

Mengenai sumber mata air atau ekosistem lingkungan secara umum di Pedawa, menurut Putu Yuli, cukup baik karena didukung oleh kesadaran masyarakat yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini, sebagaimana telah disinggung di awal, juga berdampak pada satwa liar di Pedawa.

“Satwa-satwa yang sudah lama tidak terlihat di Pedawa, terutama burung, sudah mulai bermunculan kembali, seperti anis merah salah satunya,” terang Yuli. Tentu ini adalah kabar yang menggembirakan. Semoga, ini juga terjadi di tempat-tempat lain di seluruh Indonesia.[T]

BACA artikel lain tentang DESA PEDAWA di sini

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa
Pedawa: Kebahagiaan Adalah Kekeluargaan
Anak-Anak Pedawa dan Seni Melipat Kertas
Pemuda-pemuda yang Mengabarkan Cerita Baik dari Pedawa: Menanam Pohon, Mencintai Tradisi dan Bahasa
Tags: balibulelengDesa PedawaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Campur Kode dalam Pemakaian Bahasa Indonesia

Next Post

Negara Tidak Hadir dalam Perkara-perkara Nyaris Puitis

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Negara Tidak Hadir dalam Perkara-perkara Nyaris Puitis

Negara Tidak Hadir dalam Perkara-perkara Nyaris Puitis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co