22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemuda-pemuda yang Mengabarkan Cerita Baik dari Pedawa: Menanam Pohon, Mencintai Tradisi dan Bahasa

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
June 23, 2023
in Liputan Khusus
Pemuda-pemuda yang Mengabarkan Cerita Baik dari Pedawa: Menanam Pohon,  Mencintai Tradisi dan Bahasa

Made Suisen dari Pemuda Kayoman mendata pohon-pohon di Pedawa | Foto: Dok. Pemuda Kayoman

Yen kempah liking pakune
To uba tengai
Carah kedise ngalih damuh
Di abinge kayu apuh

Yen aine endag selidan
Ada tampi mekacakan luun dadan
Ulian angin bungah mekesiran

Pang tara peliate joh sawat
Carang kayune agen pelawat
Bungan menuhe ngalup alup
Kayu tangine tunasang idup

Da merengka kinang piulas
Gumi gelahe ngae giras
Aketelan pang mebukti
Urip sekala nak pekingsan
Senunggane agen guru
Don donan isin alase
Penuntun bayu
Gemel seken bekel rahayu

LARIK-LARIK itu adalah puisi berjudul Nandur Sasih yang ditulis oleh seorang pemuda dari Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng. Nama pemuda itu Made Suisen. Di facebook ia punya akun bernama Made Saja. Puisi itu ditulis dalam bahasa Pedawa, ragam bahasa Bali yang tentu saja agak berbeda dengan bahasa Bali dari desa lain di Bali.

Puisi itu boleh saja tidak dipahami karena bahasanya. Namun dari kata-kata yang indah itu seseorang akan bisa merasakan betapa yang ditulis itu adalah rasa cinta. Rasa cintanya kepada bahasa Pedawa, rasa cintanya kepada tradisi, dan rasa cintanya kepada desa dan alam Pedawa.

Dalam sebuah kesempatan Made Suisen pernah mengatakan bahwa puisi itu adalah puisi untuk memberikan semangat kepada para pemuda Desa Pedawa untuk tetap mencintai desa dengan berbagai cara. Puisi itu bisa dianggap sebagai media untuk mengabarkan cinta kasih kepada siapa pun yang berkunjung ke Pedawa.

Made Suisen bisa saja dianggap sebagai pemuda biasa, tapi untuk urusan membangun citra desa, baik melalui tindakan nyata maupun melalui tindakan menulis di dunia maya, ia adalah pemuda luar biasa.   

Foto: Dok. Pemuda Kayoman

Sejak lima tahun belakangan ini, ketika meyebut Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, orang akan mengingat satu citra baik tentang anak-anak muda yang bergerak secara massif melakukan penanaman pohon di hutan-hutan desa yang mengalami kekeringan. Anak-anak muda itu tergabung dalam Komunitas Pemuda Kayoman.

Made Suisen adalah salah satu dari anak-anak muda itu. Kegiatan pemuda Kayoman bukan hanya menanam pohon, melainkan juga melakukan pemutaran film, menyelenggarakan pendidikan literasi bagi anak-anak, juga melakukan kegiatan pelestarian seni budaya dan tradisi di desa itu.

Yang menarik, semua kegiatan-kegiatan baik itu mereka unggah di media sosial, dan dengan cara penuh persahabatan mereka akan mengirimkan informasi-informasi baik itu kepada wartawan yang bertugas di Buleleng dan di Bali. Dengan begitu, lambat-laun citra baik terbangun, dan desa mereka dikenal sebagai desa yang punya nilai-nilai luhur tentang tradisi dan kemanusiaan.

Bagaimana terbentuknya Komunitas Pemuda Kayoman?

Putu Yuli Supriyandana yang menjadi Ketua Komunitas Pemuda Kayoman menceritakan pada tahun 1997 terjadi kekeringan yang cukup lama di Desa Pedawa dan desa-desa di sekitarnya. “Kekeringan itu cukup besar efeknya kepada pola hidup masyarakat Desa Pedawa saat itu,” kata Yuli yang juga berprofesi sebagai guru ini.

Selain kekurangan air bersih, kata Yuli, warga juga harus mencari sumber air yang cukup jauh agar tetap bisa bertahan. Tahun 2011 juga terjadi musim yang sama. Musim kemarau cukup panjang. Desa Pedawa yang notabene ada di kawasan hulu juga terdampak kekeringan. “Sumber-sumber air yang ada di sekitar desa benar-benar dimaksimalkan untuk bisa memenuhi kebutuhan warga,” kata Yuli.

Nah, tahun 2016 terdapat empat pemuda desa yang merasa terpanggil dan tergelitik untuk melakukan kegiatan di desanya. Empat pemuda itu adalah Putu Yuli Supriyandana sendiri, Made Suisen, Komang Adi (almarhum) dan Wayan Sadyana.

Mereka mulai merumuskan suatu tindakan atas dasar hobi jalan-jalan di seputar desa, kemudian mulai mencintai terhadap lingkungan, lalu mereka membentuk tim kecil yang dinamakan Sekeha Demen Ngelindengin Alas Pedawa. Artinya kelompok yang suka mengitari hutan Desa Pedawa.  Kegiatan mereka adalah tracking,mencari sumber air yang ada di Pedawa, sambil juga belajar tentang budaya Pedawa dan isi alam yang digunakan oleh warga untuk upacara.

.

Foto: Dok. Pemuda Kayoman

Semakin lama sekeha demen  semakin banyak pengikutnya, mulai anak anak SMP sampai yang sudah kuliah. Maka pada tanggal 6 Desember 2016 Sekeha Demen Ngelindengin Alas Pedawa dikukuhkan oleh Perbekel Desa PedawaPutu Sudarmaja dan berganti nama menjadi Kayoman Pedawa. Kayoman diambil dari bahasa kawi yang bermakna lestari dan Pedawa adalah desa di mana kelompok itu bergerak.

Kayoman Pedawa secara resmi merupakan komunitas atau kelompok  yang bergerak di bidang lingkungan dan adat budaya, khususnya juga kegiatan tentang konservasi sumber mata air yang ada di Desa Pedawa.

Kayoman Pedawa saat ini digerakan oleh Putu Yuli Supriyandana sebagai ketua, Putu Eka Ratnawan sebagai wakil, I Made Suisen sebagai sekretaris, Komang Agus Subawa sebagai bendahara. Dengan jumlah anggota sekitar 28 orang terdiri dari berbagai kalangan.

“Kayoman Pedawa lebih banyak bergerak di pelestarian hutan dan sumber mata air. Hal ini mengingat desa Pedawa adalah desa Baliaga yang menempatkan air sabagai sesuatu yang sangat vital, selain sebagai kebutuhan rumah tangga, juga sebagai sarana utama upacara dan upakara, baik itu yang sifatnya nista, madya maupun utama, semua menggunakan air,” kata Putu Yuli Supriyandana.

Pemuda Kayoman sungguh sangat aktif melakukan kegiatan penanaman. Hampir semua peringatan hari-hari nasional, seperti Sumpah Pemuda, Hari Kemerdekaan, Pendidikan Nasional, dan Hari Kebangkitan Nasional, mereka isi dengan kegiatan menanam pohon. Bahkan saat Hari Valentine, ketika banyak pemuda merayakan dengan berpergian bersama kekasih, Pemuda Kayoman justru mengisinya dengan kegiatan menanam pohon.

Foto: Dok. Pemuda Kayoman

Yang menarik, sekali lagi, semua kegiatan Pemuda Kayoman itu diberitakan di media sosial, dan selalu membuat rilis berita agar kabar itu bisa disebarkan lewat media massa. “Setiap kegiatan positif yang menyangkut tentang Desa Pedawa saya sebarkan hampir di 50 grup WA dan grup facebook,” kata Yuli Supriyandana.

Upaya-upaya itu tampaknya mendatangkan hasil. Sejak beberapa tahun belakangan ini Desa Pedawa mulai didatangi warga asing maupun warga domestic. Mereka datang ke Padawa dengan berbagai tujuan. Ada yang sepenuhnya menjadi turis, ada peneliti, dan juga mahasiswa dari luar negeri, seperti dari Jepang. Selain itu, Desa Pedawa juga makin mendapat perhatian dari pemerintah, baik dari Pemerintah Kabupaten Buleleng maupun dari instansi lain seperti Balai Bahasa Provinsi Bali yang melakukan program revitalisasi cerita rakyat Pedawa.

Foto: Dok. Pemuda Kayoman

Bahasa Pedawa yang selalu diperkenalkan di media sosial juga mendapat perhatian dari peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain itu, terdapat peneliti dari Jepang melakukan pemelitian terhadap bambu dan tanaman lain yang tumbuh di Desa Pedawa.

“Di Desa Pedawa terdapat rumah tua yang masih dipertahankan pemiliknya yaitu Wayan Sukratasaya. Banyak turis dan peneliti berkunjung ke rumah itu,” kata Yuli.

Rumah itu disebut Bandung Rangki. Setiap orang yang datang ke rumah itu akan merasakan kadaimaian. Pohon-pohon di sekitarnya masih asri, dan para pemuda akan menyambut tamu dengan keramahan khas Pedawa. Yuli, Made Suisen dan pemuda lain berjanji lam tetap bangkit, berdiri, dan menjaga citra Desa Pedawa agar ketika nama desa itu disebut, oaring-orang akan merasakan rasa cinta dan kedamaian tiada tara. [T]

  • Catatan: Artikel ini ditulis dan disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.
  • BACA artikel lain tentang DESA PEDAWA

 

Sosok-sosok Kartini Buleleng, Dari Segala Lini Menebar Inspirasi Bagi Perempuan Buleleng
Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta
Pondok Literasi Sabih Pedawa: Menengok Spirit Masa Lalu dengan Merevitalisasi Permainan Anak
Tags: bulelengDesa PedawaDinas Kominfosanti BulelenglingkunganPemkab Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Peed Aya Selalu Heboh dan Mereka pun Berimpit-impitan | Catatan Pawai Pembukaan PKB 2023

Next Post

“Direct Message”, Perayaan Diri dan Buah Pikiran Djaja Tjandra Kirana

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

by Jaswanto
June 29, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

Read moreDetails

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

by Jaswanto
June 28, 2026
0
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....

Read moreDetails

Hikayat Tuak

by Jaswanto
May 30, 2026
0
Hikayat Tuak

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...

Read moreDetails

Ritual Menanam Beras Merah

by Jaswanto
May 28, 2026
0
Ritual Menanam Beras Merah

“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...

Read moreDetails

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

by Jaswanto
May 15, 2026
0
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

Read moreDetails

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

by Jaswanto
April 14, 2026
0
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 berlangsung sepanjang Maret dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas....

Read moreDetails

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

by Jaswanto
March 20, 2026
0
Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails
Next Post
“Direct Message”, Perayaan Diri dan Buah Pikiran Djaja Tjandra Kirana

“Direct Message”, Perayaan Diri dan Buah Pikiran Djaja Tjandra Kirana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co