22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Peed Aya Selalu Heboh dan Mereka pun Berimpit-impitan | Catatan Pawai Pembukaan PKB 2023

Made Agus Wardana by Made Agus Wardana
June 23, 2023
in Esai
Peed Aya Selalu Heboh dan Mereka pun Berimpit-impitan | Catatan Pawai Pembukaan PKB 2023

Penonton berimpitan menonton peed aya (pawai) pembukaan Pesta Kesenian Bali 2023 | Foto: Agus Wardana

PEED AYA atau Pawai Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahun selalu dijejali penonton. Pawai pembukaan selalu jadi pavorit. Dan, heboh.

Tak pernah ada cerita pawai pembukaan sepi jali. Areal pembukaan selalu penuh-sesak, penton berdesakan. Seperti yang terlihat ketika acara Peed Aya, Pembukaan PKB ke-45, Minggu 18 Juni 2023 di kawasan Renon, Denpasar. Jeg, ramai.

Mungkin sudah menjadi suratan takdir, pada saat pawai pembukaan PKB itu penonton selalu berimpitan satu sama lain. Mereka ingin mengapresiasi aksi seniman pawai dari 9  kabupaten dan kota di Bali dengan nyaman, namun apa daya, hanya dengan cara berdesakan seperti itulah mereka bisa menikmati pawai.   

Terlebih lagi ada banyak keluarga membawa anak kecil dan tamak selalu  megarang mencari posisi atau tempat yang teduh, yang nyaman. Keinginan mereka hanya satu, ingin menyaksikan Pawai Pesta Kesenian Bali secara langsung dari dekat, bukan lewat TV, bukan lewat youtube atau bukan juga lewat media sosial (medsos) lainnya.

Sebetulnya sebagai warga Bali, kita turut bangga melihat perjalanan pawai Pembukaan PKB dari dulu hingga sekarang masih selalu disesaki penonton. Itu artinya, meski media hiburan di medsos sudah banyak, namun pawai pembukaan PKB masih mendapat tempat di hati masyarakat dan diminati. 

Kreativitas seniman-seniman muda yang datang dari kabupaten dan kota di Bali secara langsung bisa dilihat, diperhatikan, oleh masyarakat umum dan menjadi bahan banding perkembangan kreativitas generasi muda dulu dan sekarang.

Namun, saya terusik dengan seorang ibu dan anak yang berdesakan  di depan panggung atau tribun sebelah barat. Kebetulan saya di tribun sebagai undangan resmi.

Seniman-seniman muda beraksi dalam peed aya (pawai) Pesta Kesenian bali tahun 2023 | Foto: Agus Wardana

Saya duduk manis bersama para undangan lain di “kursi” yang tidak bertuan. Kursi kosong berlimpah. Sayang sekali.  Tampaknya banyak undangan yang tak hadir pada perhelatan besar PKB yang dibuka oleh Ibu Megawati Soekarno Putri tahun 2023 ini, Padahal panitia sudah menyediakan kursi empuk dan snack lezat dan bergizi.

Keadaan pada zona tribun ini saya bandingkan dengan keadaan ibu dan anak yang berimpitan di sekitar tempat atraksi pawai. Ingin sekali saya mengajak mereka untuk duduk bebas di tribun panggung sebelah barat ini, tapi, ah sudahlah. Mohon maaf ya, Bu, saya tidak bisa membantu mengeluarkan ibu dan anak dari situasi yang berimpitan itu. 

Sementara itu, panas yang menyengat dan peserta pawai (peed aya) dari ISI Denpasar, 8 kabupaten dan 1 kota terlewati satu demi satu. Semua menampilkan garapan seni  musik, kriya, tari dalam sekejap mata alias buru-buru.

Suguhan budaya itu sepertinya hanya untuk para pejabat yang duduk manis di panggung utama. Sedangkan penonton yang berjejal di sisi barat hanya bisa saling mendongak, sementara seniman pawai sudah lewat tanpa bisa mereka lihat, bahkan bekasnya pun tak bisa dipandang.

Tidak ada suguhan seni atau atraksi seni di depan rakyat yang  sudah berdesakan itu. 

Menurut hemat saya, rakyat yang berjejal di sebelah barat semestinya disuguhi  “interaktif pertunjukan” yang bisa membuat mereka (penonton) girang, riang dan bertepuk tangan. 

Interaktif ini akan berkesan indah. Para akan mendapat image pawai baik. Image pawai yang membosankan atau monoton dari tahun ke tahun dapat diminimalkan. Biarkan peserta pawai berinteraksi dengan penonton dengan berbaai atraksi. Itu akan memberi kesan seni yang lebih penuh makna kepada masyarakat umum.

Dan jangan lupa, tambahkan satu panggung tempat duduk (tribun pojok) demi anak-anak kita yang sudah berhimpitan ingin hadiri pawai  ini. Dengan tempat duduk bagi anak-anak itu paling tidak persoalan berjejal, berhimpitan dapat dikurangi sedikit demi sedikit. 

Suasana di tribun dan di lapangan saat pembukaan PKB 2023 | Foto: Agus Wardana

Masalah anggaran? Kalau ada komitmen dan skala prioritas serta pro pelayanan rakyat, saya pikir persoalan impit-impitan penonton itu akan bisa diatasi. Harapan saya ini sangatlah konstruktif ingin menyampaikan fakta publik tentang apa yang saya amati  sejak tahun 2019 hingga kini. 

Sebagai pecinta Pesta Kesenian Bali, apresiasi tinggi tetap kita acungi jempol kepada para panitia, kurator dan jajarannya yang telah mempertahankan ajang bergengsi budaya ini selama 45 tahun. Semoga masukan dan saran ini bisa menjadi pertimbangan khusus, agar pawai PKB selalu berinovasi dan lebih atraktif.  [T]

  • BACA artikel-artikel lain tentang PESTA KESENIAN BALI
“Betawi Dalam Bhinneka Tunggal Ika” di Pesta Kesenian Bali
Kisah dari Novel “Sukreni Gadis Bali” dalam Drama Gong Duta Gianyar
Ketika Bapak-bapak Mendongeng
Sihir Musik Taiko Jepang di Ajang PKB 2023
ISI Denpasar Mengawali Peed Aya PKB XLV 2023 dengan Dang Mredangga-Siwa Nataraja
“Kuta” Menjiwai Sajian Segara Wisata, Tematik Peed Aya Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali 2023
Seni Lukis Wayang Kamasan Klasik Tak Ada Matinya
Tags: kesenian balipeed ayaPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2023
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seni Lukis Wayang Kamasan Klasik Tak Ada Matinya

Next Post

Pemuda-pemuda yang Mengabarkan Cerita Baik dari Pedawa: Menanam Pohon, Mencintai Tradisi dan Bahasa

Made Agus Wardana

Made Agus Wardana

Seniman.,pernah tinggal di Belgia, kini tinggal di Denpasar. Aktif mengembangkan musik mulut atau gamut (gamelan mulut) dan setia mengembangkan kreatifitas dalam berbagai kesenian lain.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Pemuda-pemuda yang Mengabarkan Cerita Baik dari Pedawa: Menanam Pohon,  Mencintai Tradisi dan Bahasa

Pemuda-pemuda yang Mengabarkan Cerita Baik dari Pedawa: Menanam Pohon, Mencintai Tradisi dan Bahasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co