12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 16, 2023
in Persona
Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta

Kadek Adi Asih | Foto: Dok Pribadi

KETIKA BONUS itu ia terima, mekarlah senyum gadis muda itu. Masa kecilnya yang indah dan penuh perjuangan muncul dalam ingatan; berjalan menyusur kebun, naik turun jurang, dan memanjat pohon cengkeh tinggi menjulang.

Gerak-langkah masa kecilnya telah mengantarkan ia masuk pada momentum penting pada tahun 2023 ini. Di tangannya ada bonus sebesar Rp 121,8 juta. Bonus itu datang dari Pemkab Buleleng, karena ia telah berjuang begitu keras menaklukkan tebing setinggi-tingginya.

Gadis muda itu dipanggil dengan nama Asih. Nama lengkapnya, Kadek Adi Asih. Ia lahir 22 November 2006,  dan tumbuh di sebuah rumah sederhana di Dusun Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Masa SD ia lewati di desanya di SDN 1 Gitgit, lalu masuk SMPN 4 Singaraja, dan kini ia tercatat sebagai siswi SMAN 2 Singaraja.

Kadek Adi Asih | Foto: Dok Pribadi

Usinya masih muda. Namun ia tahu bagaimana berjuang untuk memenangkan kehidupan. Ia dibesarkan oleh keras kehidupan di antara alam desa yang asri. Rumahnya memang berada di tepi jalan raya Singaraja-Denpasar, namun sejak kecil ia terbiasa berada di belakang rumah.

Rumahnya diapit dua sungai, di sebelahnya ada sawah dan hamparan kebun cengkeh yang luas. “Saya waktu kecil biasa naik turun sungai, naik turun jurang, lalu memanjat pohon cengkeh,” cerita Asih tentang masa kecilnya.

Ia memang akrab dengan alam, tentu  akrab juga dengan ketinggian pohon cengkeh. Ayahnya, Komang Redi Astrawan, adalah buruh pemetik cengkeh, dan Asih kerap membantu sang ayah. Namun siapa nyana, kebiasannya ikut sang ayah menyusur kebun, naik turun jurang dan sungai, serta kebiasaan memanjat pohon cengkeh, telah membentuk kekuatan natural dan keterampilan alami dalam tubuhnya.

Pada usianya yang belum genap 17 tahun, ia menjadi atlet panjat tebing yang berprestasi. Bonus yang diterima dari Pemkab Buleleng itu adalah buah dari prestasi yang diukirnya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV tahun 2022. Pada Porprov  yang baru pertama kali diikutinya itu, Asih menggondol empat medali emas.

Kadek Adi Asih | Foto: Dok Pribadi

Ia meraih medali emas pertama saat bertanding di Lapangan Alit Saputra, Senin 14 Nopember 2022. Saat itu Adi Asih menggondol medali emas pada kategori Speed Clasicc Perorangan Putri dengan catatan waktu 9,184 detik.

Emas kedua diraihnya ketika ia masuk regu putri bersama Kadek Nita Ariani dan Ni Made Maylia Ardani Putri. Regu itu berhasil  meraih medali emas pada cabang olahraga panjat tebing untuk katagori Speed Word Record Rellay.

Emas ketiga ia persembahkan bersama pasangannya dalam katagori ganda campuran. Saat itu ia berpasangan dengan Kadek Enggi Merta Darsana. Saat bertanding, Selasa 22 November 2022, pasangan Enggi dan Adi Asih berhasil menjadi yang tercepat dengan durasi waktu 11 detik pada kategori Speed Classic Mix.

Emas keempat diraih Adi Asih saat hari terakhir lomba, Rabu, 23 November 2022 di Lapangan Alit Saputra Tabanan.  Saat itu, ia kembali bersama Kadek Nita Ariani dan Ni Made Maylia Ardani Putri dalam satu regu putri menumbangkan lawannya pada katagori Speed Classic.

Kadek Adi Asih ditetapkan sebagai atlet terbaik Buleleng pada Porprov Bali 2022 | Foto: Dok Pribadi

Dengan empat medali emas, ia berhak atas bonus sebesar Rp 121.833.333. Setelah dipotong pajak, ia mengantongi uang sebesar sekitar Rp 114 juta. Untuk apa bonus sebesar itu? “Saya pakai beli sepeda motor, dan sebagian besar lagi saya berikan kepada orang tua,” kata Asih.

Asih rupanya memang gadis yang berbakti pada orang tua. Di masa kecil ia membantu ayahnya. Di masa remaja, ketika ia sibuk latihan panjat tebing bersama teman-temannya di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Buleleng untuk persiapan sejumlah pertandingan penting, ia masih sempat membantu ibunya, Luh Putu Sutarjani.

Meski menjadi atlet panjat tebing yang mengandalkan kekuatan fisik, ia tetap seorang perempuan yang punya rasa keindahan dan semangat untuk mengikuti ritual sekaligus melestarikan tradisi . Ia terbiasa membantu ibunya membuat canang untuk sarana upacara setiap hari. Pada hari-hari tertentu, jika tak terbentur jadwal latihan panjat tebing, ia juga suka memasak untuk meringankan pekerjaan ibunya.

Sepeda motor yang dibeli dari uang bonus juga dalam rangka meringankan pekerjaan orang tua. Sejauh ini, ia ke sekolah diantar oleh ayah, dan lebih sering oleh ibunya. “Dengan punya sepeda motor sendiri, saya bisa mengendarai sepeda motor secara mandiri ke sekolah,” kata Asih.

Dengan begitu, ayah dan ibunya bisa bekerja dengan nyaman. Ayahnya bisa langsung ke kebun mengurus pohon cengkeh, ibunya bisa langsung ke tempat kerja di Terminal Banyuasri. Ibunya adalah salah satu staf di Dinas Perhubungan Buleleng dan ditugaskan sebagai petugas administrasi di Terminal Banyuasri.

Kadek Asi Asih menaklukkan papan tebing yang tinggi | Foto: Dok Pribadi

Dengan bonus yang diterimanya, Asih telah menaklukkan “tebing” masa remajanya. Ia bisa meringankan beban keluarga, sekaligus membuka jalan hidup bagi masa depannya. Ia berjanji tetap tekun berlatih sehingga menjadi atlet panjat tebing professional yang disegani. “Saya terus berlatih, karena sejumlah kompetisi penting telah menunggu,” ujar Asih dengan nada suara yang tenang.

Adi Asih boleh dikata adalah penerus perjuangan Kartini. Ia menunjukkan diri sebagai perempuan yang bisa setara dengan laki-laki, terutama dalam hal meraih prestasi di bidang panjat tebing. “Jika Kartini memperjuangkan emansispasi, kesetaraan perempuan dan laki-laki, saya berjuang bahwa perempuan bisa sama dengan laki-laki di bidang olahraga fisik, seperti panjat tebing ini. Saya juga berjuang untuk mengharumkan nama Buleleng,” kata Asih dengan penuh semangat.

Pernah mengalahkan laki-laki dalam kompetisi panjat tebing? “Tidak ada pertandingan antara perempuan dan laki-laki dalam olahraga panjat tebing,” jawab Asih sembari tertawa.

Namun Asih mengaku pernah beberapa kali melakukan latih tanding bersama laki-laki di arena latihan panjat tebing. Dan, dalam latihan ia sempat memang. “Saya pernah menang, tapi mungkin karena beruntung saja,” ujar Asih merendah.

Dulu, Asih pernah bercita-cita menjadi guru. Tapi kini ia memikirkan ulang cita-citanya. “Saya ingin menjadi polisi wanita alias Polwan,” kata Asih mantap.  Semoga berhasil, Asih. [T][Adv]

  • Catatan: Artikel ini dibuat dan disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng
Tags: bulelengKominfosanti Bulelengolahragapanjat tebingPemkab Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“The Marginalist”: Pameran Foto dan Diskusi ODGJ, Mental Health, dan Advokasi Kaum Marginal

Next Post

Inovasi Seorang Guru: Menyulap Materi Pelajaran Sebagai Metode Refleksi Pembelajaran

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails
Next Post
Inovasi Seorang Guru: Menyulap Materi Pelajaran Sebagai Metode Refleksi Pembelajaran

Inovasi Seorang Guru: Menyulap Materi Pelajaran Sebagai Metode Refleksi Pembelajaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co