22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 16, 2023
in Persona
Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta

Kadek Adi Asih | Foto: Dok Pribadi

KETIKA BONUS itu ia terima, mekarlah senyum gadis muda itu. Masa kecilnya yang indah dan penuh perjuangan muncul dalam ingatan; berjalan menyusur kebun, naik turun jurang, dan memanjat pohon cengkeh tinggi menjulang.

Gerak-langkah masa kecilnya telah mengantarkan ia masuk pada momentum penting pada tahun 2023 ini. Di tangannya ada bonus sebesar Rp 121,8 juta. Bonus itu datang dari Pemkab Buleleng, karena ia telah berjuang begitu keras menaklukkan tebing setinggi-tingginya.

Gadis muda itu dipanggil dengan nama Asih. Nama lengkapnya, Kadek Adi Asih. Ia lahir 22 November 2006,  dan tumbuh di sebuah rumah sederhana di Dusun Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Masa SD ia lewati di desanya di SDN 1 Gitgit, lalu masuk SMPN 4 Singaraja, dan kini ia tercatat sebagai siswi SMAN 2 Singaraja.

Kadek Adi Asih | Foto: Dok Pribadi

Usinya masih muda. Namun ia tahu bagaimana berjuang untuk memenangkan kehidupan. Ia dibesarkan oleh keras kehidupan di antara alam desa yang asri. Rumahnya memang berada di tepi jalan raya Singaraja-Denpasar, namun sejak kecil ia terbiasa berada di belakang rumah.

Rumahnya diapit dua sungai, di sebelahnya ada sawah dan hamparan kebun cengkeh yang luas. “Saya waktu kecil biasa naik turun sungai, naik turun jurang, lalu memanjat pohon cengkeh,” cerita Asih tentang masa kecilnya.

Ia memang akrab dengan alam, tentu  akrab juga dengan ketinggian pohon cengkeh. Ayahnya, Komang Redi Astrawan, adalah buruh pemetik cengkeh, dan Asih kerap membantu sang ayah. Namun siapa nyana, kebiasannya ikut sang ayah menyusur kebun, naik turun jurang dan sungai, serta kebiasaan memanjat pohon cengkeh, telah membentuk kekuatan natural dan keterampilan alami dalam tubuhnya.

Pada usianya yang belum genap 17 tahun, ia menjadi atlet panjat tebing yang berprestasi. Bonus yang diterima dari Pemkab Buleleng itu adalah buah dari prestasi yang diukirnya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV tahun 2022. Pada Porprov  yang baru pertama kali diikutinya itu, Asih menggondol empat medali emas.

Kadek Adi Asih | Foto: Dok Pribadi

Ia meraih medali emas pertama saat bertanding di Lapangan Alit Saputra, Senin 14 Nopember 2022. Saat itu Adi Asih menggondol medali emas pada kategori Speed Clasicc Perorangan Putri dengan catatan waktu 9,184 detik.

Emas kedua diraihnya ketika ia masuk regu putri bersama Kadek Nita Ariani dan Ni Made Maylia Ardani Putri. Regu itu berhasil  meraih medali emas pada cabang olahraga panjat tebing untuk katagori Speed Word Record Rellay.

Emas ketiga ia persembahkan bersama pasangannya dalam katagori ganda campuran. Saat itu ia berpasangan dengan Kadek Enggi Merta Darsana. Saat bertanding, Selasa 22 November 2022, pasangan Enggi dan Adi Asih berhasil menjadi yang tercepat dengan durasi waktu 11 detik pada kategori Speed Classic Mix.

Emas keempat diraih Adi Asih saat hari terakhir lomba, Rabu, 23 November 2022 di Lapangan Alit Saputra Tabanan.  Saat itu, ia kembali bersama Kadek Nita Ariani dan Ni Made Maylia Ardani Putri dalam satu regu putri menumbangkan lawannya pada katagori Speed Classic.

Kadek Adi Asih ditetapkan sebagai atlet terbaik Buleleng pada Porprov Bali 2022 | Foto: Dok Pribadi

Dengan empat medali emas, ia berhak atas bonus sebesar Rp 121.833.333. Setelah dipotong pajak, ia mengantongi uang sebesar sekitar Rp 114 juta. Untuk apa bonus sebesar itu? “Saya pakai beli sepeda motor, dan sebagian besar lagi saya berikan kepada orang tua,” kata Asih.

Asih rupanya memang gadis yang berbakti pada orang tua. Di masa kecil ia membantu ayahnya. Di masa remaja, ketika ia sibuk latihan panjat tebing bersama teman-temannya di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Buleleng untuk persiapan sejumlah pertandingan penting, ia masih sempat membantu ibunya, Luh Putu Sutarjani.

Meski menjadi atlet panjat tebing yang mengandalkan kekuatan fisik, ia tetap seorang perempuan yang punya rasa keindahan dan semangat untuk mengikuti ritual sekaligus melestarikan tradisi . Ia terbiasa membantu ibunya membuat canang untuk sarana upacara setiap hari. Pada hari-hari tertentu, jika tak terbentur jadwal latihan panjat tebing, ia juga suka memasak untuk meringankan pekerjaan ibunya.

Sepeda motor yang dibeli dari uang bonus juga dalam rangka meringankan pekerjaan orang tua. Sejauh ini, ia ke sekolah diantar oleh ayah, dan lebih sering oleh ibunya. “Dengan punya sepeda motor sendiri, saya bisa mengendarai sepeda motor secara mandiri ke sekolah,” kata Asih.

Dengan begitu, ayah dan ibunya bisa bekerja dengan nyaman. Ayahnya bisa langsung ke kebun mengurus pohon cengkeh, ibunya bisa langsung ke tempat kerja di Terminal Banyuasri. Ibunya adalah salah satu staf di Dinas Perhubungan Buleleng dan ditugaskan sebagai petugas administrasi di Terminal Banyuasri.

Kadek Asi Asih menaklukkan papan tebing yang tinggi | Foto: Dok Pribadi

Dengan bonus yang diterimanya, Asih telah menaklukkan “tebing” masa remajanya. Ia bisa meringankan beban keluarga, sekaligus membuka jalan hidup bagi masa depannya. Ia berjanji tetap tekun berlatih sehingga menjadi atlet panjat tebing professional yang disegani. “Saya terus berlatih, karena sejumlah kompetisi penting telah menunggu,” ujar Asih dengan nada suara yang tenang.

Adi Asih boleh dikata adalah penerus perjuangan Kartini. Ia menunjukkan diri sebagai perempuan yang bisa setara dengan laki-laki, terutama dalam hal meraih prestasi di bidang panjat tebing. “Jika Kartini memperjuangkan emansispasi, kesetaraan perempuan dan laki-laki, saya berjuang bahwa perempuan bisa sama dengan laki-laki di bidang olahraga fisik, seperti panjat tebing ini. Saya juga berjuang untuk mengharumkan nama Buleleng,” kata Asih dengan penuh semangat.

Pernah mengalahkan laki-laki dalam kompetisi panjat tebing? “Tidak ada pertandingan antara perempuan dan laki-laki dalam olahraga panjat tebing,” jawab Asih sembari tertawa.

Namun Asih mengaku pernah beberapa kali melakukan latih tanding bersama laki-laki di arena latihan panjat tebing. Dan, dalam latihan ia sempat memang. “Saya pernah menang, tapi mungkin karena beruntung saja,” ujar Asih merendah.

Dulu, Asih pernah bercita-cita menjadi guru. Tapi kini ia memikirkan ulang cita-citanya. “Saya ingin menjadi polisi wanita alias Polwan,” kata Asih mantap.  Semoga berhasil, Asih. [T][Adv]

  • Catatan: Artikel ini dibuat dan disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng
Tags: bulelengKominfosanti Bulelengolahragapanjat tebingPemkab Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“The Marginalist”: Pameran Foto dan Diskusi ODGJ, Mental Health, dan Advokasi Kaum Marginal

Next Post

Inovasi Seorang Guru: Menyulap Materi Pelajaran Sebagai Metode Refleksi Pembelajaran

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Inovasi Seorang Guru: Menyulap Materi Pelajaran Sebagai Metode Refleksi Pembelajaran

Inovasi Seorang Guru: Menyulap Materi Pelajaran Sebagai Metode Refleksi Pembelajaran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co